
BLAAR
Empat ledakan besar segera menggelegar, angin berhembus kencang dari tombak energi yang meledak, setelah berbenturan dengan empat bola energi milik Zhu San.
Mata Qi Shang melotot lebar melihat hal itu, kepanikan segera melanda dirinya saat melihat empat bola energi itu terus melesat cepat ke arah pusaran energi miliknya.
BLAAAMM
Sebuah ledakan sangat besar, mengguncang bumi dengan sangat hebat. Angin badai tercipta akibat ledakan pusara energi dari jurus Murka Iblis Angin milik Qi Shang yang dihancurkan oleh Jurus Sentilan Jari Naga Zhu San.
Angin itu menerpa begitu kuat, Bian Chi dan kedua orang lainnya sempat terjajar beberapa meter. Sementara atap bangunan berderak akibat terpaan angin badai yang segera menghilang beberapa saat kemudian.
Namun Zhu San dan Qi Shang tidak berada di tempat mereka berada sebelumnya. Perhatian Bian Chi dan kedua orang lainnya segera teralihkan ke sebelah timur, berjarak lebih dari seratus meter dari mereka.
Dua gumpalan asap hitam terlihat mulai samar, asap itu berasal dari bola Asap Hitam yang Qi Shang gunakan untuk melarikan diri setelah jurus terkuatnya dikalahkan dengan mudah oleh Zhu San.
Beberapa saat kemudian, terlihat Qi Shang terpental puluhan meter dengan mulut menyemburkan darah segar setelah terkena tendangan Zhu San yang menggunakan Jurus Tinten Siba.
Kekuatan jurus yang Zhu San ciptakan sendiri itu, kini menjadi berlipat ganda seiring dengan meningkatnya kekuatan Zhu San yang berada di Tingkat Pendekar Dewa Abadi Tahap awal.
Qi Shang terlihat kepayahan untuk mempertahankan posisi melayangnya karena punggungnya terasa sangat sakti dan dada yang terasa begitu sesak.
Wajah Qi Shang kembali memucat saat tiba-tiba merasakan Zhu San telah kembali berada di belakangnya.
DUAAGHH
Qi Shang kembali terpental puluhan meter akibat pinggulnya terkena tendangan Zhu San yang segera berpindah dalam sekejap dan telah berada di depan Qi Shang saat tubuh jagoan tua itu masih meluncur akibat tendangannya.
“Tidak! Jangan!”
Qi Shang berteriak keras saat melihat Zhu San telah bersiap menendang kepalanya yang saat ini tengah meluncur cepat mendatangi Suami Bian Chi itu.
PRAAKKK
Tanpa jeritan, jagoan aliran hitam terkuat itu, menghembuskan nafas terakhirnya, sebelum tubuhnya jatuh menghantam tanah dengan keras.
__ADS_1
Zhu San menghela nafas sejenak, sekejap kemudian Ia telah berada di samping Bian Chi, Lian Li dan Phoenix Putih. Ketiganya telah bersiaga saat merasakan aura besar dari arah utara.
“Aura siapakah ini, begitu besar dan terasa mencekam.” Setelah berkata demikian, Lian Li menelan ludahnya.
Zhu San yang sepertinya mengenali Aura ini Aura kekuatan milik Qiu Lan, akan menjawab pertanyaan Lian Li. Namun tiba-tiba muncul gumpalan asap hitam dari ruang hampa.
“Qiu Lan!!”
“Ratu Siluman Rubah Putih!!”
Suara Phoenix putih bergetar setelah mengenali sosok dua orang perempuan muda, yang tiba-tiba muncul setelah gumpalan asap hitam itu sirna tertiup angin.
“Jadi Kalian telah membunuh Qi Shang rupanya? Sayang sekali, kami datang terlambat.”
Qiu Lan dengan percaya diri, berkata sambil menatap Zhu San dengan hati yang berdebar-debar. Entah Mengapa, Ia teringat akan sisi gelap Zhu San yang kini entah berada dimana.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Ratu siluman Rubah Putih. Rasa rindu mereka kepada Sosok Sisi Gelap Zhu San tiba-tiba hadir tanpa bisa mereka berdua mencegahnya.
Bian Chi terlihat heran dan juga marah saat melihat Qiu Lan menatap suaminya dengan pandangan yang penuh kerinduan.
Naluri wanita-nya segera berbicara, rasa cemburunya pun seketika menyeruak membuat kemarahan semakin besar pada dirinya. Aura Pendekar Dewa Abadi tahap Awal, segera terpancar dari tubuh Isteri Zhu San itu.
“Chi’er! Li’er tunggu!”
Teriakan Zhu San terlambat karena kedua perempuan itu sudah melesat menyerang Qiu Lan dan Ratu Siluman Putih yang terkesiap merasakan aura kekuatan Bian Chi dan Lian Li.
Tebasan cepat Pedang Yin ke arah lehernya, bisa dengan mudah Qiu Lan hindari. Bian Chi tertegun sejenak saat tubuh Qiu Lan telah berada lima meter darinya.
“Cepat Sekali!”
Desis Bian Chi dengan mata yang sedikit melebar. Sementara Ratu Siluman Rubah Putih, nyaris saja terkena tebasan Pedang Teratai Biru yang melesat cepat ke arah lehernya.
Hal itu menunjukkan kekuatan ratu Siluman Rubah Putih berada di bawah Qiu Lan dan sedikit di bawah Lian Li.
“Kurang Ajar! Berani sekali kau menebaskan pedang kepadaku tanpa permisi!”
__ADS_1
Lian Li tertegun sejenak, mendengar bentakan Ratu Siluman Rubah Putih yang terdengar aneh di telinganya. Namun Ia tidak bisa berlama-lama karena perempuan siluman itu telah bergerak menyerangnya.
TRANG
Lian Li segera menggerakkan pedangnya menangkis serangan dari senjata aneh yang tiba-tiba muncul di kedua tangan Ratu Siluman Rubah Putih.
Senjata itu berupa tiga batang besi bening berkilau, berbentuk cakar sepanjang lima puluh centimeter. Ke enam ujung cakar yang tajam itu terlihat berwarna biru yang menunjukkan bahwa ujung senjata itu mengandung racun.
Pertukaran serangan segera terjadi dengan cepat dan kuat antara Ratu Siluman Rubah melawan Lian Li. Pertukaran serangan itu membuat udara di sekitar mereka berfluktuasi akibat pengerahan energi yang semakin besar.
Zhu San terlihat khawatir dengan Lian Li, walau gadis itu memiliki kekuatan yang sedikit lebih besar dari lawan, namun pengalaman bertarungnya yang kalah jauh dengan Ratu Siluman Rubah, membuatnya terdesak.
Zhu San akan segera bergerak menolong Lian Li, saat Ia melihat sebuah tebasan senjata berbentuk cakar dari Ratu Siluman Rubah Putih melesat cepat ke arah perut Lian Li yang terlihat lengah.
BUGH!
Niat Zhu San terhenti karena mendengar suara dari arah dimana Bian Chi sedang bertarung dengan Qiu Lan. Zhu San tertegun mendapati tubuh isterinya terlempar puluhan meter ke arah dimana Ratu Siluman Rubah berada.
Sekejap Kemudian, Zhu San telah berada di belakang tubuh Bian Chi yang perutnya baru saja terkena tendangan kuat Qiu Lan.
Zhu San menahan laju gerak tubuh Bian Chi yang kini berjarak kurang dari sepuluh meter dari Ratu Siluman Rubah yang telah bersiap memberinya sebuah tebasan.
“Chi’er… Kendalikan emosi! Kau bisa celaka menghadapi lawan sekuat dia.”
Bian Chi hanya terdiam mendengar kata-kata suaminya. Ia mengakui kekuatan Qiu Lan, sedikit lebih besar darinya.
AARRGGHH
Terdengar jeritan Ratu Siluman Rubah Putih yang baru saja lengannya terkena tebasan pedang Teratai Biru Lian Li.
Hal itu terjadi saat perhatiannya sempat teralihkan oleh tubuh Bian Chi yang melesat ke arahnya dan akan Ia beri serangan dengan senjata cakarnya.
Kelengahannya itu, berhasil dimanfaatkan oleh Lian Li dengan membuat lengan Ratu Siluman Rubah Putih terluka cukup dalam hingga darah kebiruan mengucur.
Namun, setelah Ratu Siluman Rubah Putih mengusap lengannya, darah itu berhenti dan lukanya seketika sembuh tanpa meninggalkan sebuah bekas sedikitpun.
__ADS_1
Terlihat kemarahan di wajah Ratu Siluman Rubah Putih yang sedetik kemudian berteriak keras. Tubuhnya mengeluarkan Asap Putih yang segera membesar dan menutupi seluruh tubuhnya dari pandangan mata.
---------------------------O---------------------------