
PLAK
DUAGH
Suara benturan tapak antara Bian Chi dan Qiu Lan, terdengar keras. Tubuh keduanya sama-sama terpental, hal yang menunjukkan kekuatan tenaga dalam mereka seimbang.
Lalu keduanya melesat nyaris bersamaan dan pertukaran serangan pun terjadi dengan sangat cepat diantara keduanya. Suara pukulan atau tapak yang beradu, terdengar nyaris tanpa jeda.
Pertarungan Zhu San dan Gao Yan yang berada tak jauh dari keduanya, semakin sengit. Beberapa kali Gao Yan terpental akibat beradu tapak dengan Zhu San.
Menyadari tenaga dalam lawan jauh lebih besar darinya Gao Yan tak ingin gegabah. Beberapa kali kepalanya nyaris terkena serangan tapak dari Zhu San.
Akhirnya Gao Yan melesat mundur dengan nafas yang terlihat tidak stabil lagi. “Kenapa berhenti? Apakah Kau kehabisan nafas?”Ledek Zhu San yang melihat Gao Yan sedikit tersengal-sengal.
Gao Yan hanya bisa mendengus kesal, karena Ia tengah menormalkan kembali aliran tenaga dalamnya yang sedang kacau.
“Sialan!! Kemampuannya benar-benar tinggi. Tak ku duga, besar sekali tenaga dalam yang Ia miliki. Aku harus menggunakan jurus Tapak Pembalik Langit Level dua untuk bisa mengimbanginya” Keluh Gao Yan dalam benaknya.
Zhu San sedang melihat ke arah pertarungan Bian Chi dan Qiu Lan serta lainnya, tersentak saat tiba-tiba Ia merasakan energi besar dari Gao Yan. Terlihat Gao Yan tengah bersiap dengan jurus Tapak Pembalik Langit level dua.
Kini Kedua lengan Gao Yan telah diselimuti oleh cahaya kuning keemasan. “Bersiaplah dengan jurus Terkuat ku ini!”
Setelah berkata demikian Gao Yan segera mengangkat kedua telapak tangannya ke udara. Seketika itu juga terbentuk sebuah Tapak tangan berukuran seratus kali lebih besar dari telapak tangan aslinya.
Zhu San tak ingin gegabah, Ia segera bersiap dengan jurus Tapak Naga Api Yinyang. Saat Gao Yan mulai menggerakkan tangannya, ular naga api raksasa telah terbentuk dari energi qi Zhu San.
Zhu San pun segera menyambut serangan Gao Yan dengan menggerakkan Ular Naga Api dari energi qi itu menghadang laju Tapak Raksasa berwarna kuning keemasan.
BLAAMMM
Kedua energi itu bertemu di udara dan meledak membuat udara berfluktuasi sangat hebat. Di luar dugaannya, Zhu San merasakan energi qi miliknya, berbalik menyerang dirinya.
Ia pun terpental hingga belasan meter, sedang Gao Yan terpental hampir sepuluh meter dengan wajah yang terlihat terkejut.
“Kuat sekali serangannya, baru kali ini aku terpental sejauh ini saat beradu energi. Akan sulit untuk bisa mengalahkannya.” Dalam benaknya Gao Yan mulai merasa khawatir.
Hal yang sama terjadi juga dengan Zhu San yang sangat terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. “Dia bisa membalikkan serangan energi dariku. Jurus apa yang Ia gunakan?”
__ADS_1
Zhu San yang penasaran dengan teknik yang Gao Yan gunakan kembali membentuk seekor ular naga. Kali ini Zhu San menggunakan energi Yin dan membuat Ular Naga Es dari energi qi dengan jumlah yang lebih besar.
Gao Yan pun segera bersiap dengan kekhawatiran di dalam dirinya. Namun Ia berhasil mengusir rasa khawatir itu dengan berteriak keras.
“Tapak Pembalik Langit Level Tiga!”
Seketika udara berubah menjadi kekuningan saat sebuah telapak tangan raksasa yang dua kali lebih besar tercipta dari teknik yang belum pernah Gao Yan gunakan sebelumnya.
Walau Ular Naga Es jauh lebih besar dari Ular Naga Api yang sebelumnya, namun Gao Yan terlihat tenang. Ia berhasil menemukan keyakinannya kembali, saat teringat sang adik yang telah lama tewas.
Dua energi yang berbeda warna itu melesat saling mendekati satu sama lainnya. Di luar dugaan Gao Yan, Ular Naga es tiba-tiba menyemburkan udara berhawa sangat dingin.
Gao Yan terlambat menyadari hal tersebut, matanya terbelalak saat melihat energinya mulai membeku oleh semburan Ular Naga Es yang berhawa sangat dingin itu.
Senyum Zhu San menghilang saat menyadari Gao Yan sedang melakukan sesuatu. Gao Yan terlihat sedang menggerak-gerakkan kedua telapak tangannya.
Sesaat kemudian Telapak Tangan raksasa dari energi itu terlepas dari hawa dingin yang membekukannya.
Dengan cepat pula, Gao Yan menggerakkan telapak tangan dari energi tenaga dalam itu, untuk menampar Ular Naga Es yang sedang menderu cepat ke arahnya.
Ular Naga Es dan energi berbentuk telapak tangan raksasa itu bertemu dan meledak dua kali lebih keras dari sebelumnya.
Udara berfluktuasi lebih hebat lagi dan menerpa ke arah mereka yang sedang bertarung tak jauh dari pertarungan Zhu San dan Gao Yan.
Fluktuasi udara itu membuat pertarungan terhenti dan memaksa mereka melihat ke arah sumber ledakan.
Terlihat Zhu San terpental puluhan meter jauhnya, sedang Gao Yan yang sangat dekat dengan ledakan terpental hampir lima puluh meter dengan mulut yang memuntahkan darah.
“Yan Gege!” Qiu Lan berteriak keras seraya melesat mengejar tubuh Gao Yan dan meraihnya tepat sebelum tubuh itu akan melayang jatuh.
Sedang Bian Chi yang melihat Zhu San terpental lebih dari dua puluh meter, segera melesat menghampirinya.
“San Gege … Bagaimana Kondisimu?” Bian Chi segera menyuarakan kekhawatirannya terhadap sang suami yang terlihat sedang menormalkan aliran darahnya yang sempat kacau akibat benturan energi tadi.
Zhu San hanya diam, Ia sedang berkonsentrasi sambil memikirkan bagaimana cara agar bisa menaklukkan teknik yang bisa membalikkan serangan itu.
Ia bisa merasakan bahwa tenaga dalam Gao Yan jauh di bawah tenaga dalam yang Ia miliki. Namun tekniknya itu membuat jurus yang Gao Yan gunakan seolah menjadi kuat beberapa kali lipat.
__ADS_1
Cukup lama Zhu San menetralisir efek dari ledakan energi qi yang berbalik menyerang dirinya sendiri itu.
“Chi’er … Apakah kau tahu bagaimana cara mengalahkan lawan yang bisa membalikkan serangan? Semakin besar energi yang kita kerahkan semakin besar pula serangan itu berbalik menyerang kita sendiri.”
Bian Chi termenung sesaat, setelah mendengar ucapan Zhu San yang aliran darahnya telah kembali normal. Ia mencoba mengingat petuah dari mendiang nenek Lin Mi.
Hal yang sama dilakukan oleh Zhu San, Ia mencoba mengingat setiap perbincangannya selama di goa Iblis bersama kedua gurunya.
Sementara itu Qiu Lan yang sedang membantu Gao Yan menstabilkan aliran energi dan darahnya yang sedang kacau, wajahnya terlihat khawatir saat Gao Yan memuntahkan darah segar untuk ke sekian kalinya.
Ia segera memperbesar energi qi yang Ia alirkan ke tubuh Sang Suami agar lebih cepat memulihkan kondisinya yang terluka cukup parah.
Sepuluh menit kemudian, kondisi Gao Yan terlihat mulai kembali normal. Nafasnya pun telah kembali teratur seperti sediakala.
“Terimakasih Lan’er …” Ucap Gao Yan yang segera berdiri dalam melayangnya. Qiu Lan tersenyum senang melihat hal itu.
“Tidak ku sangka dia ternyata sangat kuat sekali, jauh lebih kuat dari terakhir kali kami bertemu.”
“Benar .. Aku pun tak menduga bahwa kekuatan mereka jauh lebih tinggi dari kekuatan kedua leluhurnya seribu tahun lalu. Beruntungnya aku bukanlah diriku yang sebenarnya saat ini.”
Gao Yan terlihat kebingungan dengan ucapan sang isteri. Saat bertanya kepadanya, Qiu Lan hanya menjawab dengan tersenyum semanis mungkin.
“Jika ada kesempatan pergilah dari tempat ini, Mungkin aku yang sekarang ini akan kalah oleh mereka berdua.” Lanjut Qiu Lan.
Gao Yan semakin kebingungan dengan ucapan Qiu Lan. Ia meletakkan telapak tangan di kening perempuan yang baru beberapa hari ini menjadi isterinya itu, untuk memastikan Ia baik-baik saja.
“Aku tidak akan pergi dari tempat ini. Tidak mungkin aku meninggalkan isteriku sendirian dalam bahaya.”
Ucapan Gao Yan membuat Qiu Lan termenung, ia bisa merasakan jika Gao Yan benar-benar mencintai dirinya. Hanya saja Ia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya yang masih Ia simpan.
Jika ia sampai mengatakan hal tersebut, maka tubuhnya akan meledak saat itu juga. Hal yang belum Qiu Lan inginkan karena Ia merasakan kedua pendekar Yinyang sejati itu, masih menyimpan kekuatan yang sebenarnya.
Qiu Lan menatap ke arah dimana pertarungan lain sedang terjadi, Sepasang Pendekar Hantu kini terlihat sedang bertarung dengan Tian Long.
Sementara Tang Yun dan Ketua Sekte yang lain sedang bertarung dengan Wang Bu dan tiga ketua sekte aliran hitam yang memiliki kemampuan tak kalah dari Wang Bu.
-----------------------O-------------------------
__ADS_1