
Qiu Lan menatap ke arah seorang kakek yang berada di sebelah kanannya. Sosok yang Ia kenali sebagai Qi Shang itu, sedang menatap dirinya dengan raut wajah yang terlihat heran dan tidak percaya.
Sementara sosok seorang pria lain yang memiliki aura siluman sangat kental berdiri menatap Qiu Lan dengan pandangan yang sama, tidak percaya pada kehadirannya dan juga kekuatan yang kini Ia miliki.
“Rupanya Qi Shang dan Siluman Burung Phoenix Api Putih yang datang. Apakah Kalian berdua akan membantu dia?” Tanya Qiu Lan menatap tajam ke arah dua orang itu secara bergantian.
“Dewi Kegelapan, Aku datang karena merasakan Aura keberadaanmu. Tidak Kusangka kau telah bereinkarnasi dan menjadi sekuat ini, setelah seribu tahun lalu Kau dibunuh oleh Shen Rong.”
Qiu Lan tertawa kecil mendengar ucapan Shen Rong. Sesaat kemudian Ia menoleh ke arah Siluman Phoenix Api Putih.
“Aku kemari juga karena hal yang sama, selain itu aku kemari karena ingin membalas dendam pada orang yang telah membunuh adikku Phoenix Merah. Benarkah manusia itu orangnya?”
Perkataan Siluman Burung Phoenix Api Putih itu membuat wajah Zhu San semakin memburuk. Apalagi ketika Qiu Lan mengiyakan perkataan Kakak Pertama Siluman Burung Phoenix Api Merah itu.
“Tunggu dulu! Bukan hanya Kau saja yang ingin membunuhnya. Murid kedua ku pun tewas dibunuh oleh isterinya.” Qi Shang segera berkata mencegah Siluman Burung Phoenix Api Putih yang berniat menyerang Zhu San.
Saat itulah Qiu Lan baru teringat keberadaan Bian Chi yang telah membuat tangan kanannya putus dan membuat dirinya menjadi gadis cacat.
“Kalian berdua bisa membunuhnya, setelah aku selesai bertanya padanya!” Qiu Lan lalu berkata membuat Qi Shang dan Siluman Burung Phoenix Api Putih, mengurungkan niat mereka yang akan menyerang Zhu San bersamaan.
“Dimana isterimu? Aku akan menuntut balas padanya yang telah membuntungi tanganku. Agar ia tahu bagaimana rasanya menjadi perempuan yang cacat.”
Suara Qiu Lan terdengar sangat marah, saat Ia tidak bisa merasakan dimana keberadaan Bian Chi.
Zhu San yang sedari tadi diam mendengar pembicaraan mereka bertiga, menelan ludahnya saat merasakan kekuatan besar, kembali memancar dari tubuh Qiu Lan yang bersiap menyerangnya.
“Cepat Katakan dimana Dia!” Qiu Lan berteriak marah karena Zhu San hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaannya.
Sedetik kemudian tubuh Zhu San terpental hingga membentur dinding perisai pelindung dan menghancurkannya.
Tubuh Zhu San meluncur deras ke arah Telaga Suci akibat terkena hantaman energi kristal biru berbentuk tangan yang terkepal dengan lengan sebatas siku.
__ADS_1
Udara tiba-tiba berubah menjadi berwarna kuning keemasan saat sejengkal lagi tubuh Zhu San menyentuh air berwarna biru dari Telaga Suci.
Udara seketika berubah menjadi sangat berat, membuat Long Niu dan Ketua Jie Mei serta ratusan anggotanya, jatuh terduduk sebelum kehilangan kesadaran mereka.
Sementara Qiu Lan, Qi Shang dan Siluman Burung Phoenix Api Putih, wajah ketiganya menjadi pucat saat mendapati tubuh mereka tertekan oleh Aura yang sangat kuat jauh di atas kekuatan yang mereka miliki.
Ketiganya terlihat melayang dengan tubuh yang limbung karena besarnya tekanan energi berwarna kuning keemasan itu.
Mata ketiganya melotot tajam saat mendapati sosok Bian Chi, telah meraih tubuh Zhu San yang hampir kehilangan kesadarannya akibat terkena serangan mendadak yang sangat cepat dari Qiu Lan tadi.
“Chi’er …” Zhu San hanya bisa mengucapkan kata-kata tersebut sebelum sebuah energi mengalir ke dalam tubuhnya dan membuat mulutnya terkunci.
Zhu San merasakan sakit di dadanya yang terkena serangan Qiu Lan tadi menghilang dan luka dalamnya sembuh hanya dalam hitungan detik saja.
Tanpa bicara sepatah kata pun, Bian Chi mengangkat tangan kanannya ke udara. Sebuah Pedang yang bilahnya bergambar bunga Teratai Biru muncul di tangannya.
Lalu pedang tersebut melesatkan sebuah cahaya biru yang segera berubah menjadi gumpalan awan biru yang berbentuk lingkaran dan berpusat di ujung pedang.
Melihat itu, Qi Shang segera mengeluarkan beberapa bola hitam dari Cincin Ruangnya. “Ayo kita pergi dari sini!” Qi Shang melesat meraih tangan Qiu Lan yang masih terpana dengan kekuatan yang Bian Chi tunjukkan.
Dengan meledakkan Bola Asap Hitam, Qi Shang membawa Qiu Lan telah berada dua kilometer dari tempat tersebut sedetik kemudian.
Hal itu membuat Siluman Burung Phoenix Api segera mengubah wujudnya dan melesat mengejar mereka berdua yang telah berada belasan kilometer setelah enam detik kemudian.
Melihat itu Bian Chi hanya tersenyum dan menghilangkan gumpalan Awan Biru serta pedang di tangannya. Hal yang membuat Zhu San terheran-heran melihatnya.
“Kenapa Kau tidak membunuh mereka Chi’er?” Tanya Zhu San yang telah kembali berdiri dan melayang di samping Bian Chi.
“Aku yang sekarang ini, telah terlarang membunuh manusia secara langsung, San Gege.”
Zhu San terkejut mendengar ucapan Sang Isteri, Saat Ia akan bertanya apa maksud dari ucapannya itu, Bian Chi telah lebih dulu berbicara kepadanya.
__ADS_1
“Kau akan mendapat penjelasannya setelah mereka berdua selesai dengan pelatihannya di Alam Kristal Dewa. Jaga baik-baik dirimu yang masih sangat lemah saat ini San Gege.”
Bian Chi tersenyum sebelum tubuhnya bersinar terang menyilaukan mata Zhu San. Lalu cahaya kuning keemasan tersebut, melesat kembali memasuki Bunga Teratai Biru.
Beberapa saat kemudian, suasana di atas Telaga Suci, kembali menjadi hening. Terlihat Zhu San sedang mematung sambil menatap Bunga Teratai Biru yang berada sepuluh meter di bawah kakinya.
“Apa maksud ucapan Chi’er tadi? Mengapa Ia menyebut dirinya dan Lian Li sebagai “mereka berdua”? Bagaimana Ia memiliki kekuatan yang begitu besar? Ah kepala ku jadi pusing memikirkannya.”
Zhu San hanya bisa berbicara dalam benaknya, hal itu karena Ia tidak bisa menghubungi Bian Chi melalui telepati mereka.
Zhu San melayang mendekati Sosok Sang Guru yang terkulai pingsan bersama Ketua Jie Mei dan ratusan anggotanya yang lain.
***
“Dewi kegelapan siapa sebenarnya perempuan itu? Kekuatannya sangat besar sekali!” Qi Shang bertanya kepada Qiu Lan setibanya mereka di sebuah hutan kecil yang diselimuti oleh segel ilusi buatan Siluman Burung Phoenix Api Putih.
Qiu Lan hanya terdiam, hatinya masih berdebar mendapati kenyataan pahit melihat kekuatan Bian Chi yang berada setidaknya dua atau tiga level di atas kekuatannya saat ini.
“Dewi! … Apa yang telah terjadi pada Anda?” Pertanyaan dari Chi Yu yang datang bersama dengan Phoenix Biru, membuyarkan lamunan Qiu Lan.
Dewi kegelapan itu, tersenyum melihat wajah Chi Yu dan Phoenix Biru yang terlihat gembira mendapati dirinya baik-baik saja.
“Kau belum menjawab pertanyaanku, Dewi Kegelapan Jia Fu!” Suara Qi Shang terdengar marah karena merasa diabaikan oleh Qiu Lan.
Hal itu membuat Qiu Lan memalingkan wajah dengan rasa kesal terhadap ketidaksabaran Qi Shang hingga berani berbicara keras seperti itu kepadanya.
“Sekali lagi kau berkata keras seperti itu kepadaku, maka kepalamu akan ku ledakkan Qi Shang!”
Tentu saja Qi Shang terkejut, mendapat bentakan dari Qiu Lan. Namun nyalinya menciut saat merasakan Energi besar mengalir ke tangan kanan Qiu Lan yang seketika berubah menjadi seperti kristal berwarna biru.
----------------------O-------------------------
__ADS_1