Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
097: Mendatangi Sekte Pedang Bintang


__ADS_3

Selama berada di kediaman orang tuanya, hari-hari Zhu San diisi dengan berbincang dan mengobati Rei Ji dan Pendekar Seribu Wajah.


Sementara Tan Kuan selalu berada di samping guru yang sudah Ia anggap Ayahnya sendiri. Ia pun memutuskan untuk mengikuti gurunya kemanapun sang guru pergi berkelana.


Namun sungguh di luar dugaan semua orang, Pendekar Seribu Wajah yang hingga saat ini masih merahasiakan identitasnya, memutuskan untuk berhenti berkelana.


Ia ingin tinggal bersama Zhu Han hingga akhir hayatnya nanti. Hal yang membuat ayah Zhu San, menjadi senang mendengarnya.


Tan Kuan pun menyetujui dan senang dengan keputusan gurunya itu, mengingat situasi Dunia persilatan yang sedang kisruh saat ini. Apalagi Sang Guru baru saja mengalami luka dalam yang sangat parah.


Hal yang sama dirasakan oleh Zhu San. Hatinya kini menjadi tenang, saat beberapa hari lalu, Ia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya.


Dengan keberadaan Guru dan Paman Gurunya Tan Kuan, maka hanya sedikit saja pendekar berkemampuan tinggi yang mampu menyentuh Ayahnya.


Saat ini Zhu San sedang berada di sebuah desa kecil yang terletak diantara Kota Shinzu dan sebelah barat kota Shangyu. Zhu San yang menunggangi kuda untuk menuju kota Baixan, memutuskan singgah di sebuah rumah makan.


Setelah menemukan sebuah kedai kecil, Zhu San pun menduduki sebuah meja kosong setelah memesan hidangan dan juga seguci besar arak.


Suasana kedai itu terlihat ramai di siang hari yang cuacanya saat ini cukup terik.


“Benarkah rombongan para pendekar aliran hitam tadi baru saja dari Sekte Pedang Bintang?”


Seorang pelanggan kedai yang mejanya tak jauh dari meja Zhu San bertanya pada temannya. Keduanya baru saja tiba dan duduk sesaat setelah Zhu San menduduki kursinya.


“Aku dengar begitu, sepertinya mereka baru saja menyerang sekte besar itu. Menurutmu apa yang terjadi dengan sekte itu?”


Pria yang ditanya segera menjawab pertanyaan rekannya tadi. Perbincangan keduanya, tentu saja menarik perhatian Zhu San yang segera mendengarkan perbincangan mereka berdua.


Zhu San melihat jika kedua orang itu adalah Pendekar tingkat menengah. Sepertinya mereka sedang bekerja untuk mengawal seorang pedagang, yang juga memasuki kedai itu bersamaan waktunya dengan mereka berdua.


Dahi Zhu San mengerut, saat mendengar jawaban salah satu dari mereka. Orang itu mengatakan jika Sekte Pedang Bintang mungkin saat ini sudah binasa.


Hal itu karena salah satu dari dua orang yang memimpin rombongan itu, terlihat terluka di lengan kirinya, sepertinya baru Ia melakukan pertarungan.

__ADS_1


“Sepertinya Aku harus, menuju ke Sekte Pedang Bintang terlebih dahulu. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi disana.”


Zhu San berkata dalam benaknya setelah mendengar perkataan pria tersebut. Ia pun segera menyantap hidangan yang tersaji sesaat kemudian.


Rencana untuk menikmati seguci arak, Zhu San batalkan. Namun Ia membeli arak tersebut bersama dengan gucinya, setelah memesan empat guci arak lainnya.


Hal itu menarik perhatian pemilik kedai, namun Ia tak berani untuk bertanya, bagaimana Zhu San akan membawa kelima guci besar itu.


Dengan Santainya Zhu San membuat ke lima guci itu menghilang dari pandangan mata mereka dan melesat pergi setelah sebelumnya membayar semua hidangan dan lima guci arak itu.


Ia tidak peduli dengan tatapan heran pemilik dan juga pelayan kedai, yang mulutnya terbuka lebar, saat melihat Zhu San menghilangkan kelima Guci arak itu dalam satu kali kibasan tangannya.


Zhu San pun memacu kudanya, ke arah barat daya. Namun Ia tertegun saat sampai di sebuah persimpangan setelah dua jam berkuda.


Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena tidak tahu jalan mana yang harus Ia ambil. Zhu San memutuskan untuk melakukan perjalanan ke arah barat daya dan mengambil jalan ke kanan, tapi tidak dengan menaiki kuda.


Zhu San memukul bagian belakang kudanya, Kuda itu pun kembali ke arah desa dimana Zhu San tadi berada.


Setelah melihat ke sekelilingnya, memastikan tidak ada orang yang melihatnya, Zhu San pun segera melompat ke udara setinggi dua ratus meter dari tanah.


Dari ketinggian dua ratus meter itu, Zhu San dapat melihat beberapa bagian dari sekte yang mengalami kerusakan.


Namun yang membuat Ia terheran-heran adalah suasana sekte yang terlihat biasa saja, seolah sesuatu tidak terjadi di sekte tersebut.


“Apakah mereka tadi mendapat informasi yang salah. Ataukah ada sesuatu yang terjadi tetapi berusaha untuk tidak diperlihatkan?”


Zhu San menatap ke arah sebuah halaman luas dimana Ia melihat beberapa orang terlihat mulai keluar dari dalam bangunan.


“Siapakah yang akan dimakamkan? Apakah ...”


Firasat buruk menghinggapi benak Zhu San, saat Ia melihat sebuah tandu berisi mayat, diusung oleh empat orang yang keluar dari dalam bangunan besar itu.


Di belakang ke empat orang tersebut terlihat olehnya, Gao Yan dan Gao Shan. Keduanya berpakaian dengan warna yang sama dengan mereka yang mengusung tandu, pakaian berwarna putih.

__ADS_1


“Jangan-jangan yang hendak dimakamkan adalah Kakak seperguruan kedua?”


Hati Zhu San berdebar keras saat ia berpikir demikian.


Ia ingin segera saja turun dan mengikuti rombongan tersebut, namun mengingat bagaimana Gao Yan dan adiknya Gao Shan telah membunuh Chen Hu, Ketua Sekte sekaligus Kakak seperguruannya yang pertama, Zhu San pun mengurungkan niatnya.


Ia akan menyelinap ke dalam bangunan sekte, setelah rombongan yang bergerak ke arah belakang bangunan sekte itu telah jauh meninggalkan bangunan itu.


Setelah rombongan itu tiba di luar tembok pagar sekte, Zhu San pun segera turun dan menyelinap, memasuki bangunan besar itu.


“Siapa Kau!”


Sebuah bentakan terdengar saat Zhu San melangkah memasuki ruangan yang ternyata adalah Ruang Aula Sekte.


Bentakan itu berasal seorang anggota sekte yang sepertinya mendapat tugas untuk membereskan ruangan tersebut, bersama satu orang rekannya.


Keduanya segera mencabut pedang mereka dan bergerak mendekati Zhu San dengan senjata terhunus.


Zhu San terlihat bingung menghadapi situasi di depannya. Ia ingin merahasiakan identitasnya, tetapi hal itu akan membuat pertarungan tidak dapat Ia hindari.


“Apakah kalian mengenali ini?”


Zhu San bertanya seraya mengeluarkan sesuatu saat tangannya masuk ke balik jubahnya. Kedua orang itu memperhatikan Giok Lencana Sekte Pedang bintang yang berada di tangan Zhu San.


Mereka terkejut saat menyadari giok yang hanya dimiliki oleh Chen Hu, Ketua Sekte mereka sebelumnya dan juga yang dimiliki oleh Ketua Gao Shu.


“Darimana Kau mendapat Giok Lencana itu? Jika Kau anggota Sekte Pedang Bintang, kenapa Kami tidak pernah melihatmu sebelumnya?!”


Salah satu dari dua anggota sekte itu bertanya, membuat Zhu San akhirnya memutuskan untuk menjelaskan siapa dirinya.


Kedua orang itu terkejut mendengar jika Zhu San adalah Murid Ketiga dari Pendiri Sekte itu. Keduanya saling berpandangan, sebelum akhirnya memasukan kembali senjata mereka ke dalam sarungnya.


“Tetua … Selamat datang di Sekte Pedang Bintang. Kami telah mendengar jika Kakek Guru memiliki seorang murid yang masih belia.”

__ADS_1


Kedua Pria yang berusia sekitar tiga puluh tahun itu, segera berlutut di depan Zhu San. Zhu San pun segera menyuruh mereka untuk berdiri dan menjelaskan apa yang telah terjadi.


*****


__ADS_2