
Suasana di tengah Hutan Arwah sore itu, kembali menjadi hening. Menyisakan tebing yang batunya berjatuhan, terkena energi dari Artefak Dimensi, saat Lang Fu kembali ke dunia mereka.
Long Niu hendak kembali bermeditasi, kali ini hati dan pikirannya telah berubah suasana. Bukan lagi khawatir karena tidak bisa kembali ke dunia asalnya.
Hatinya dipenuhi kemarahan atas kematian sahabatnya Lang Ma di tangan Sosok jagoan bernama Ming Ho yang belum pernah Ia ketahui sebelumnya.
Belum satu menit Long Niu memulai meditasinya, Ia kembali dikejutkan dengan pancaran energi yang sangat kuat dari langit tak jauh dari tempatnya berada.
Saat kembali membuka matanya, terlihat sebuah lingkaran cahaya pelangi berdiameter sepanjang tiga meter, terbentuk sekitar lima belas meter di atas kepalanya.
“Siapa mereka? Kekuatannya sangat besar sekali, bahkan melebihi kekuatan ku. Jangan-jangan …”
Long Niu tersenyum takjub, saat melihat Zhu San dan Bian Chi, melayang turun dari terowongan dimensi yang menghubungkan Alam Jiwa dengan Alam Nyata.
“Pendekar Dewa?!! Tidak mungkin!!!” Mata Long Niu terlihat hampir keluar dari rongga matanya karena melotot lebar.
Hal itu terjadi setelah Ia mengedarkan Indera Spiritualnya untuk memeriksa tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Zhu San dan Bian Chi. Dan Ia yang berada di Level Tiga Pendekar Langit, tidak mampu mengetahui tingkatan kultivasi mereka.
“Ternyata informasi itu benar adanya, Mereka yang memiliki Akar Roh Yin atau Yang, akan mampu menembus Pendekar Dewa dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu sepuluh hari eh bukan … tujuh puluh hari saja. Luar Biasa!”
Dalam benaknya Long Niu masih terbengong menatap Zhu San dan Bian Chi yang sedang berjalan ke arahnya.
“Tuh Kan guru yang sudah peot saja masih terkesima dengan dadamu yang berubah menjadi besar, apalagi aku yang masih Jos Gandos gini.”
Kata Zhu San yang terlihat sangat kesal kepada Bian Chi dengan menggunakan telepatinya.
“Terkesima gundulmu! Aku kagum dengan kekuatan kalian bukan karena itu. Murid Nakal! Kurang Ajar Kau!” Long Niu yang mendengar kata-kata Zhu San dengan telepatinya, segera melepaskan serangan menggunakan energi qi.
Sebuah energi berbentuk telapak tangan, segera melesat ke arah kepala Zhu San dan langsung melakukan gerakan menjitak.
__ADS_1
Zhu San yang melihatnya, tak menghindari serangan itu, karena ia baru teringat jika Sang Guru bisa berbicara dengan telepati.
Karena Ia ketahuan menuduhnya yang bukan-bukan, maka Zhu San merelakan kepalanya dijitak beberapa kali oleh Energi berbentuk telapak tangan itu.
Kekesalannya pada Bian Chi yang tidak mau diajak bercengkerama setelah selesai berkultivasi di Alam Jiwa, membuat Zhu San yang sudah kebat-kebit melihat postur isterinya yang telah berubah di dua bagian, menjadi sangat emosi.
Bian Chi hanya tertawa terpingkal-pingkal melihat Zhu San yang dijitak beberapa kali oleh energi berbentuk telapak tangan itu.
“Guru memang hebat, Aku masih bisa merasakan sedikit rasa sakit, walau sudah melindungi tubuhku dengan qi.” Zhu San yang diam saja menerima hukuman dari sang guru itu berkata dalam benaknya.
“Orang lain akan pecah kepalanya dengan jitakan itu, tapi dia sepertinya tidak merasakan sakit sama sekali. Inikah Kekuatan Pendekar Dewa itu??!!”
Walau Gurunya berkata dalam benaknya, Namun Zhu San tahu jika sang guru sedang merasa kagum terhadap dirinya.
“Ampuni Murid Guru, karena telah lupa jika guru bisa mendengar perkataan kami melalui Telepati.” Zhu San berkata seraya berlutut. Mata Long Niu mendelik dan terkekeh sesaat kemudian.
Ia menggerakan energi berbentuk tangan itu untuk memontir telinga Zhu San. “Dengar baik-baik … Tak masalah berbicara dengan telepati, tapi apa yang kau katakan tadi, itulah yang jadi masalahnya. Jangan diulangi lagi!”
Saat Long Niu mengibaskan tangan kedua kalinya, energi itu segera berubah menjadi kepalan tinju dan menghantam batu sejauh dua puluh meter di depan mereka.
BLAAARRR
Batu hitam sebesar rumah itu hancur menjadi butiran debu. Menunjukan jika Long Niu menggunakan setidaknya dua puluh kristal qi untuk membuat telapak tangan sebesar lima kali ukuran normalnya itu.
“Baik Guru!” Zhu San yang telah salah berkata-kata, segera memberi sujudnya sebagai permohonan ampun. Long Niu segera membangkitkan Zhu San dengan energi qi nya.
“Selamat untuk kalian berdua, karena sekarang kekuatan kalian telah melampui kekuatanku. Aku sangat bahagia karena akhirnya bisa melihat kekuatan dari pendekar Dewa yang selama ini ku anggap mitos saja.”
Long Niu memeluk Zhu San dan lalu melihatnya dengan senyum kagum yang tak pernah hilang dari bibirnya. Senyum kebahagiaan di tengah kesedihannya.
__ADS_1
“Guru!!! Sinar pelangi itu … telah menghilang!” Suara Bian Chi yang terdengar panik, membuat Hu San terkejut dan berwajah sedih setelah melihat ke arah dimana Artefak Dimensi Berada.
“Kita terlambat.” Suara Zhu San terdengar sedih, demikian pula dengan Bian Chi yang matanya kini telah berkaca-kaca. Keduanya merasa sangat sedih karena gagal membantu Sang Guru untuk kembali ke Dunia Asalnya.
“Hahahaha … Kalian tak perlu bersedih seperti itu? Apa yang tadi terjadi tidak sesuai dengan apa yang kalian pikirkan!” Long Niu tertawa dengan mata berkaca-kaca.
Ia senang dan terharu karena memiliki dua murid yang sangat berbakti dan begitu kepadanya. Ia lalu menjelaskan kepada keduanya apa yang tadi telah terjadi.
Baik Zhu San maupun Bian Chi senang dan marah mendengar hal itu. Mereka senang karena Sang Guru bisa kembali ke dunia Asalnya.
Sedang terhadap Ming Ho yang membuat gurunya bersedih, mereka menjadi sangat marah.
Seandainya saja situasi Kekaisaran Qing sedang tidak bergejolak, mungkin Zhu San dan Bian Chi akan ikut ke Dunia Asal Sang Guru dan membantunya menghabisi Ming Hao dan Sektenya.
“Apa yang terjadi di Dunia Asalku adalah tanggung jawabku. Kalian selesaikan tugas kalian di sini. Aku sudah sangat berbahagia dengan kemajuan kultivasi kalian saat ini. Kalian membuat Aku satu-satunya orang yang pertama kali melihat kekuatan di tingkat Pendekar Dewa.” Jawab Long Niu dengan wajah yang sangat ceria.
“Guru … Memang ada Tingkatan seorang Pendekar ? Apakah Pendekar Dewa tingkatan yang tertinggi?” Tanya Zhu San yang tak memahami hal tersebut.
Lon Niu lalu menjelaskan hal tersebut setelah kedua muridnya duduk di batu yang lebih dari batu Yang Ia duduki.
Zhu San dan Bian Chi yang mendengar penjelasan itu, menganggukkan kepalanya. Wajah keduanya terlihat sangat kagum dengan apa yang disebut dengan teknik tingkat dewa.
“Sebelum Aku pergi, ku harap kalian bisa menguasai teknik-teknik yang berada di dalam Kitab ini. Walau hanya beberapa teknik yang berada di tingkat Dewa, namun itu sudah lebih dari cukup.”
Long Niu segera mengeluarkan sebuah kitab bersampul hitam yang bertuliskan “Sebelas Teknik Kultivasi.” Zhu San menerimanya dengan rasa ingin tahu yang besar.
“Aku Yakin, walau tanpa bimbingan dariku, Kalian bisa menguasai semua teknik itu dalam waktu yang reaktif singkat. Nah sudah saatnya kita berpisah.” Long Niu berdiri.
“Semoga kita masih bisa bertemu lagi ke depannya nanti.” Ia mengusap kepala Bian Chi dan Zhu San secara bersamaan. Air mata sepasang Suami Isteri itu pun mengalir deras.
__ADS_1
******