
Melihat hal itu, Bian Chi segera melesat ke hadapan Xing Du dengan kecepatan yang membuat lawan terkesiap.” Yan Gege, biarkan aku yang membunuhnya!”
Ju Yan yang sudah marah hanya mendengus, Ia pun segera melesat ke arah Tu Lei dan segera menyerangnya dengan hebat menggunakan jurus Tapak Phoenix penghancur.
“Tuan Puteri …. “ Jenderal Teng Ji berkata hendak mencegah Bian Chi agar tidak bertarung dengan Xing Du.
Namun melihat gerakan yang baru saja ditunjukan oleh Tuan Puteri Kekaisaran Qing itu, Jenderal Teng Ji hanya bisa menelan kembali kata-katanya.
“Tenanglah Paman Jenderal, Tuan Puteri mu itu bukan perempuan lemah bahkan mungkin sulit dicari tandingannya.” Zhu San menenangkan Sang Jenderal yang terlihat khawatir.
Jenderal Teng Ji menganggukkan kepalanya, Ia menyadari jika hal itu sepertinya benar. Terlihat olehnya, Xing DU sedang menyeringai ketika mendengar perkataannya tadi.
“Jadi Kau rupanya, Tuan Puteri yang hilang itu? Aku akan mendapat hadiah besar dengan menangkap mu dan membawa mu kepada Tuan Chao. Hahahaha ..”
“Lakukanlah jika kau punya kemampuan!” Bian Chi berkata dengan nada suara yang ketus, kesal melihat kesombongan Xing Du.
Xing Du segera bergerak dengan cepat dan berniat menotok bahu kiri Bian Chi. Namun Mata Xing Du terbelalak, ketika sejengkal lagi ujung jarinya akan menyentuh bahu Bian Chi, gadis itu menghilang dari pandangannya.
“Kemana dia?!”
Xing Du bertanya setengah berteriak, menoleh ke kanan dan ke kiri serta belakang. Bukan hanya Xing Du yang terkejut, Jenderal Teng Ji dan Weng Dan bersikap yang sama.
Hal itu karena mereka mendapati Bian Chi tengah melayang di udara di atas kepala Xing Du dengan senyum manisnya. “Dia bisa melayang di udara?!” Xing Du berkata dengan takjubnya.
Melayang di udara bukan hal aneh baginya, walau Ia sendiri tidak mampu melakukan hal tersebut. Namun seorang Tuan Puteri bisa melayang di udara, itu adalah hal yang sangat berbeda.
Rasa terkejut Xing Du bertambah ketiak melihat Ju Yan juga tiba-tiba melesat dan diam di udara. Hal itu membuat Ia memandang Tu Lei dengan pandangan penuh arti.
Melawan dua orang yang bisa melayang di udara, bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan bisa dibilang sangat sulit, keduanya pun sepakat untuk melarikan diri dari tempat itu.
Dengan cepat, masing-masing dari mereka, melemparkan empat buah pisau yang diambil dari balik jubah mereka. Lalu pergi melesat meninggalkan tempat itu.
Empat Pisau itu melesat sangat cepat ke arah Bian Chi Dan Ju Yan. Hal yang menunjukan mereka sangat ahli dalam menggunakannya.
__ADS_1
Namun, lawan yang mereka hadapi bukanlah lawan pendekar tingkat tinggi biasa. Dengan mudahnya pisau-pisau itu dihadang dengan tenaga dalam dan jatuh ke tanah.
“Pengecut!” Ju Yan berteriak marah ketika melihat Tu Lei telah cukup jauh darinya. Dengan cepat Ia melesat menyusulnya, demikian juga dengan Bian Chi.
Walau Xing Du dan Tu Lei memiliki kemampuan tinggi, kemampuan keduanya tidak cukup tinggi untuk bisa mengalahkan Ju Yan dan Bian Chi.
Hanya belasan kali saja terjadi pertukaran serangan, sebelum akhirnya mereka berdua berhasil dikalahkan oleh Ju Yan dan Bian Chi dengan serangan tangan kosong.
Tu Lei tewas dengan kepala yang retak, akibat terkena tendangan Ju Yan. Sementara Xing Du harus tewas dengan tubuh yang membeku sebelum akhirnya jatuh ke tanah dengan tubuh yang retak.
Beberapa saat kemudian, para prajurit kota mendatangi tempat tersebut. Mengenali siapa yang telah membunuh kedua orang itu, para prajurit tidak melakukan apapun selain membawa kedua jasad mereka dan pergi meninggalkan tempat itu.
“Paman Jenderal, sebaiknya Paman berhati-hati dalam perjalanan kembali. Kami akan segera menyusul Paman setelah urusan kami selesai di sini.” Zhu San berkata demikian setelah mereka kembali berkumpul.
“Baik Tuan Muda, dengan apa yang baru saja kami saksikan, tidak ada lagi kekhawatiran kami terhadap Tuan Puteri dan Pangeran Qiang Yan. Jika begitu kami berangkat dulu.”
Jenderal Teng Jin dan Kolonel Weng Dan segera memberi hormat lalu membalikkan badannya. Zhu San, Bian Chi, Ju Yan dan Qin Yu pun segera kembali ke Kediaman Ayahnya.
****
“San’er ada apa? Sepertinya ada hal yang ingin Kau sampaikan?” Fu Kuan bertanya kepada Zhu San, setelah mereka berdua duduk.
“Guru Kami akan segera berangkat ke Kekaisaran Qing, ada hal penting yang ingin kami urus di sana.” Zhu San lalu menjelaskan perihal jati diri Bian Chi yang sebenarnya.
“Wah tak Ku sangka aku akan memiliki besan seorang Kaisar Hahahaha. Hebat ini hebat.” Lin Kai tertawa dengan senangnya ketika Zhu San selesai dengan penjelasannya. Bian Chi hanya tersenyum dengan wajah yang merona.
“Besok pagi kami akan kembali ke Kota Baixan. Kapan Kau akan berangkat?” Tanya Fu Kuan. Zhu San lalu menjelaskan bahwa Ia dan Bian Chi, akan berangkat setelah membantu Ju Yan menyerap Kristal Yang.
Fu Kuan mengatakan bahwa Ia akan menulis surat untuk Biksu Thio San yang akan dititipkan kepada Zhu San.
Zhu San pun meminta Gurunya untuk menjelaskan situasi yang Ia hadapi, kepada kedua orang tuanya di kota Baixan. Setelah menerima Surat dari Fu Kuan dan berpamitan. Zhu San dan Bian Chi lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Mereka mendatangi ruangan Ju Yan yang telah bersiap dengan proses penyerapan energi dari Kristal Yang. Zhu San dan Bian Chi memutuskan untuk memberikannya, sebelum Ju Yan dan Qin Yu menikah.
__ADS_1
Walau berjanji hadir, namun kedua nya tak yakin bisa menghadiri pernikahan Ju Yan dan Qin Yu yang akan dilaksanakan satu bulan lagi.
Untuk itulah sebelum berangkat ke kota Qingzhen, Ibukota Kekaisaran Qing, mereka berdua memutuskan untuk memperkuat tubuh Ju Yan terlebih dahulu.
Siang itu juga, Ju Yan dibantu oleh Zhu San, menyerap energi murni Kristal Yang di dalam ruangannya. Setidaknya, besok siang proses penyerapan itu akan selesai.
“Adik Ji, aku titipkan Saudara Lin Kai padamu, jangan biarkan Ia macam-macam.” Qin Rui berkata kepada Qin Ji saat keesokan paginya mereka berdua akan berangkat ke kota Baixan.
Hanya Fu Kuan dan Qin Rui yang akan berangkat ke Kota Baixan. Lin Kai rencananya akan menyusul tujuh hari kemudian, setelah masa berkabungnya selesai.
“Eh aku tidak pernah macam-macam, hanya satu macam saja kok?” Lin Kai membela dirinya.
“Satu macam tapi ganti-ganti, itu mah sama saja.” Fu Kuan meledek Lin Kai yang tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
Sebuah rencana indah memang telah berada dalam benaknya. Dan hanya Fu Kuan yang mengetahui hal itu, sehingga berkata demikian kepada Lin Kai.
Fu Kuan dan Qin Rui pun berangkat ke kota Baixan dengan melayang di udara, meninggalkan Qin Ji dan Lin Kai yang mulai melaksanakan rencananya.
Siang harinya, Ju Yan telah selesai dengan proses penyerapan Kristal Yang. Wajah Ju Yan terlihat gembira setelah menyadari kekuatan besar berada dalam tubuhnya.
Kini tubuhnya memiliki kekuatan energi Yang seperti halnya mereka yang memiliki tubuh Yang Sejati. Sesaat kemudian, Bian Chi dan Qin Yu turun dari udara.
Ju Yan merasa senang ketika melihat Qin Yu telah mampu melayang di udara. Qin Yu berlatih melayang berdasar petunjuk yang Bian Chi berikan sejak kemarin siang.
“Chi’er, San’er … Terimakasih telah banyak membantu kami. Kami sangat berharap, kalian bisa hadir pada saat acara pernikahan kami nanti.”
“Yan Gege, tidak perlu sungkan. Sudah sewajarnya sesama saudara saling membantu.” Zhu San menanggapi perkataan Ju Yan sambil menepuk bahu Kakak Sepupu Bian Chi itu.
“Kapan Kalian akan berangkat?” Tanya Ju Yan kemudian.
“Sore ini juga kami akan berangkat, mungkin kami akan singgah dulu ke kota Dongyin. Ada seseorang yang ingin kami antar ke akhirat.”
Jawab Zhu San dengan geram setelah teringat apa yang dilakukan Bangsawan Yin Lu kepada keluarganya.
__ADS_1
*********