
“Saudara San bagaimana kabarmu?” Ju Yan bertanya dengan senyuman lebar. “aku baik-baik saja Yan Gege … Kapankah Kau tiba di Kota Qingzen?” Zhu San balik bertanya setelah menjawab pertanyaan Ju Yan.
“Aku dan Yu’er baru tiba kemarin sore. Bagaimana situasi peperangan di kota Qingxian? Kurasa kita mendapatkan kemenangan bukan. Karena dirimu telah kembali ke ibukota.”
Zhu San pun mengangguk, saat akan menjelaskan situasi peperangan, Kaisar Shi Hung dan Permaisuri Qiang Ji datang menghampiri keduanya bersama Bian Chi dan Qin Yu.
Setelah saling bertanya kabar dengan Qin Yu, mereka berenam akhirnya memasuki sebuah ruangan dan memulai percakapan yang membuat Zhu San terkejut mendengarnya.
“Aku dan Permaisuri telah sepakat untuk menyerahkan Tahta Kekaisaran Qing kepada penerusnya yang sah. Aku harap Kau tidak menolak keinginan Paman dan Bibi mu yang telah menua ini Yan’er.”Kaisar Shi Hung menatap penuh kasih sayang kepada Ju Yan.
Ju Yan yang tidak berambisi akan Tahta Kekaisaran terlihat bingung untuk menanggapi situasinya. Ia mencoba berdalih bahwa dirinya masih terlalu muda untuk menjadi seorang Kaisar.
Namun penjelasan selanjutnya dari Kaisar Shi Hung, membuat Zhu Yan tak berkutik dan akhirnya menyetujui keinginan paman dan Bibinya tersebut.
Kaisar Shi Hung dan Qiang Ji terlihat senang, keduanya menghela nafas panjang, seolah baru terlepas dari beban yang berat. Ia pun bertanya kepada Zhu San tentang situasi peperangan di kota Qingxian.
Zhu San lalu menceritakan pertempuran di kota Qingxian dan juga situasi yang Ia alami. Mereka sempat terdiam dan merasa bersyukur karena Zhu San masih bisa selamat.
Zhu San juga menjelaskan tujuannya yang kembali lebih cepat dari yang lain. Ia akan berangkat ke Hutan Arwah secepatnya karena tak ingin membuat penolongnya itu menunggu terlalu lama.
“Baiklah Sampaikan salam terimakasih kami kepada Kakek itu. Hari ini juga Aku akan mengumpulkan seluruh Menteri dan Bangsawan di Kota Qingzen tentang rencana pengangkatan Yan’er sebagai Kaisar beberapa hari lagi.” Kaisar Shi Hung akhirnya menyimpulkan pembicaraan mereka.
Zhu San dan Bian Chi berpamitan kepada kedua orang tuanya. Saat berpamitan kepada Ju Yan dan Qin Yu, Zhu San sempat menggoda mereka berdua.
“Yu’er cepatlah beri kami keponakan yang tampan atau cantik ya … Agar Chi’er juga mau mem … Aduuh!” Kata-kata Zhu San terputus. Hal itu karena sebuah cubitan dari Bian Chi di pinggangnya.
__ADS_1
Zhu San lalu segera berpamitan untuk pergi ke Hutan Arwah. Sementara Bian Chi terus mengomeli Zhu San yang sepertinya akan menyalahkan dirinya tentang mereka yang belum memiliki anak hingga saat ini.
Zhu San hanya diam saja, pura-pura tidak mendengar Bian Chi yang terus mengomel melalui telepati mereka. Hal itu terjadi saat keduanya sedang melayang di udara menuju ke Hutan Arwah yang berada di wilayah Kekaisaran Wei.
Saat Hari telah senja, keduanya tiba di tepi Hutan Arwah. Seandainya saja Zhu San tidak bertemu dengan Kakek itu secara langsung, mungkin Zhu San tidak akan memasuki hutan yang memiliki aura mencekam itu.
“San Gege … Dimana Kakek itu berada?” Tanya Bian Chi yang berkata sambil mendekap lengan Zhu San cukup erat. Bagaimanapun juga, ada rasa ngeri saat merasakan aura yang begitu mencekam itu.
“Teruslah bergerak ke tengah Hutan, saat kalian menemukan hal yang ganjil berhenti dan turunlah.” Sebuah suara terdengar keras tanpa terlihat siapa yang berbicara.
“Baik Kek.” Jawab Zhu San dan segera memeluk pinggang Bian Chi yang terlihat ketakutan. Setelah melayang selama dua menit di atas hutan itu, Zhu San dan Bian Chi tertegun dengan apa yang mereka lihat.
“Bagaimana bisa ada sinar pelangi kecil di tebing itu? Padahal tidak ada hujan dan panas hari ini.” Tanya Bian Chi. “Entahlah, Ayo kita segera turun.” Jawab Zhu San.
“Terimakasih karena kalian telah datang memenuhi permintaanku.” Keduanya terkesiap karena tidak bisa merasakan kedatangan Kakek berjubah putih yang tiba-tiba telah berada di belakang mereka berdua.
Zhu San dan Bian Chi segera memberi hormat kepada kakek berjubah putih itu. Zhu San mengenalkan Bian Chi kepada Sang kakek sekaligus menanyakan nama Kakek tersebut.
“Bian Chi ya … Nama yang bagus. Baiklah sudah saatnya kalian mengetahui namaku dan hal lain yang sudah lama ku rahasiakan. Namaku adalah Long Niu. Aku tidak berasal dari dunia tempat kalian dilahirkan ini. Duniaku berbeda dimensi dengan dunia kalian.”
Kakek bernama Long Niu itu berkata yang membuat dahi Zhu San dan Bian Chi berkerut. Keduanya tak mengerti apa yang dimaksud oleh Kakek Long itu.
“Dunia yang berbeda? Dimensi yang berbeda? Kami tak memahaminya sama sekali Kek.” Zhu San berkata seraya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba merasa gatal.
Long Niu pun terkekeh melihat wajah dan tingkah Zhu San. Lalu Ia pun mulai menjelaskan tentang siapa dirinya dan dari mana Ia berasal dan juga mengapa bisa berada di tempat ini.
__ADS_1
“Seratus tahun yang lalu, Aku mencoba sebuah artefak yang merupakan buatan seorang ahli senjata di dunia kami. Aku yang selalu ingin berpetualang, mencoba artefak itu.” Long Niu terdiam menelan ludahnya.
Ia pun menjelaskan jika saat mengaktifkan Artefak yang dibuat untuk berpindah tempat dalam dimensi ruang dan waktu itu di dunianya itu, Ia menemukan dirinya tertarik dalam sebuah lorong putih dan tiba-tiba saja muncul di atas tebing itu.
Saat itulah Ia menyadari bahwa dirinya terlempar ke dunia yang berbeda. Dan Ia pun baru mengetahui jika ada dunia lain selain dunia dimana Ia berada selama ini.
“Hanya saja perbedaan antara dunia mu dan Duniaku terlalu jauh. Udara disini terlalu sedikit energi murninya. Dan dunia kalian ini terlihat sangat damai dibandingkan dengan dunia kami.” Jelas Long Niu lebih lanjut.
“Tapi permasalahannya bukan di situ, Aku berusaha untuk kembali ke dunia ku namun aku gagal mengaktifkan Artefak Dimensi itu.” Ujar Long Niu Sambil menunjuk ke arah dimana Sinar pelangi kecil itu berada.
“Lalu kenapa Kakek membutuhkan darah kami berdua? Dan mengapa kakek tidak mengambil Artefak itu untuk dipelajari bagaimana cara mengaktifkannya?” Tanya Zhu San.
Long Niu tersenyum sebelum menjelaskan bahwa Artefak itu, tertanam sebagian ke dalam bebatuan di tebing itu. Bisa saja dirinya menarik keluar Artefak tersebut. Namun apabila Artefak itu rusak, maka selamanya Ia tak akan bisa kembali ke dunia asalnya.
Telah seratus tahun Ia berada dalam hutan ini, dan hanya sesekali keluar dari hutan setelah membuat formasi pelindung agar tidak ada yang berani melewati hutan tersebut sekalipun dari udaranya.
“Setahun yang lalu akhirnya aku teringat jika sahabatku sempat meneteskan darah pada Artefak Dimensi itu. Saat Aku mencoba meneteskan darahku, tidak terjadi apa pun juga.” Wajah Long Niu terlihat muram setelah berkata demikian.
Ia pun melanjutkan penjelasannya, bahwa mungkin karena dirinya tidak bertubuh istimewa seperti sahabatnya itu, maka darahnya tidak bekerja pada artefak itu.
Sahabatnya itu memiliki tubuh dengan Akar Roh berjenis Yang. Untuk itulah Ia mencari orang yang memiliki tubuh dengan akar roh yang sama.
Saat Ia melihat Bian Chi dan Zhu San di sebuah kedai beberapa waktu yang lalu, Ia pun merasa jika mereka memiliki tubuh istimewa yang Ia cari. Itulah alasan mengapa Ia membuntuti Zhu San selama ini.
*****
__ADS_1