Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
232: Berita Kematian Sang Paman


__ADS_3

Zhu San yang berencana menginap satu malam di Kota Songdu, harus tertahan karena Guru keduanya meminta diajari teknik menyerap qi. Zhu San pun menurutinya.


Namun setelah dua hari kemudian, Lin Kai tak berhasil juga membentuk energi qi satu kristal pun. Ia lalu memutuskan untuk berhenti dan mengizinkan Zhu San untuk melanjutkan perjalanannya ke Kekaisaran Jian.


Tiba-tiba Song Ruo datang dengan wajah yang terlihat murung dan marah, di tangannya tergenggam sebuah surat yang baru tiba dibawa oleh merpati Pos.


“San’er … Ada Berita untukmu, Kau harus segera kembali ke Kota Baixan.” Zhu San terkejut mendengarnya, Ia un lalu membaca selembar kertas yang diserahkan oleh Song Ruo.


Wajah Zhu San terlihat mengelam setelah Ia selesai membaca surat itu. Diremasnya surat itu hingga hancur menjadi abu. Lin Kai memandang Sang murid dengan takjub.


Meremas batu menjadi serpihan kecil, Ia bisa melakukannya. Namun membuat kertas menjadi abu, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.


“Paman Ruo … Aku akan berangkat ke kota Baixan saat ini juga. Mohon Paman Ruo dan Paman Yu berhati-hati. Gejolak Kekaisaran Liu sepertinya telah menelan korban.”


Song Ruo mengangguk setuju. Sebelumnya Ia telah diberitahu oleh Zhu San tentang gejolak di Kekaisaran Liu. Namun siapa sangka hari ini telah jatuh korban di pihak mereka.


Bian Chi yang datang setelah dipanggil Zhu San melalui telepati, memandang terkejut ke arah suaminya yang terlihat sangat marah. Ia ingin bertanya namun Zhu San lebih dulu berkata memohon diri ada Guru keduanya serta Nenek Qin Ji dan Song Ruo.


Zhu San dan Bian Chi segera melesat ke udara dengan kecepatan penuhnya, tubuh Zhu San dan Bian Chi terlihat menghilang saat keduanya melesat ke arah Kota Baixan. Kecepatan yang Zhu San dan Bian Chi tunjukan, membuat Lin Kai menelan ludahnya.


“Bocah Sontoloyo itu, Kekuatannya telah jauh di atas kami berdua sekarang. Sepertinya tak sia-sia Aku memiliki murid sepertinya Hahahaha.” Lin Kai tertawa senang mendapati kenyataan tersebut.


Ia memandang ke arah perginya Sang Murid yang sudah tidak terlihat lagi dengan tatapan bangga.


**


Melalui telepatinya, Zhu San pun menjelaskan situasi yang baru saja Ia terima kepada Bian Chi yang masih penasaran. “Apa!? Benarkah berita itu?” Tanya Bian Chi setelah mereka berada puluhan kilometer dari Kota Songdu.


Hal itu membuatnya menunda rencana ke Kekaisaran Jian. Ia merasa membalas kematian Pamannya adalah lebih utama.

__ADS_1


Setibanya di Kota Baixan, Zhu San disambut wajah sedih Bangsawan Mu Bai. “San’er Kau telah kembali Nak. Syukurlah.”


“Paman siapa yang membunuh Paman Mu Dao di kota Wuchang? Apakah anak dan isterinya selamat?” Pertanyaan Zhu San dijawab derai airmata Bangsawan Mu Bai.


Tidak ada satu pun dari anggota keluarga Bangsawan Mu Dao yang hidup. Isteri dan dua Anaknya pun terbunuh. Penjelasan itu semakin membuat Amarah Zhu San menggelegak.


“Paman Aku akan segera ke Kota Wuchang, apakah Jasad Paman Mu Dao dan yang lainnya telah dimakamkan?” Tanya Zhu San.


“Jenderal Qu Lung telah memakamnya. Kau segeralah kesana dan selidiki kematian Pamanmu itu, Nak.” Bangsawan Mu Bai berkata sambil memeluk Zhu San.


Zhu San pun segera menemui Gurunya Fu Kuan dan berpamitan untuk pergi ke Kota Wuchang. Ia dan Bian Chi kembali melesat ke udara dan melayang dengan kecepatan penuhnya menuju ke kota itu.


Dalam dua jam saja, keduanya telah sampai di kota yang sempat dipimpin oleh mendiang Pamannya Mu Dao. Zhu San memutuskan memasuki kota dengan berjalan kaki.


Ia dan Bian Chi menjejakkan kakinya dua ratus meter dari gerbang utara kota yang merupakan salah satu kota besar di kekaisaran Liu itu. Ketiganya tidak mengalami kesulitan memasuki kota.


“Pendekar Zhu … Selamat Datang di kota Wuchang.” Jenderal Qu Lung menyambut Zhu San dengan wajah yang terlihat tegang. Nama besar Zhu San adalah hal yang menyebabkan Ia bersikap demikian.


Jenderal berusia sekitar lima puluh tahun dengan tatapan mata yang tajam itu, mempersilakan Zhu San untuk beristirahat sejenak.


“Jenderal Lung, Ku harap aku mendapat petunjuk dari penjelasan anda untuk menemukan siapa pelaku dibalik pembunuhan Paman Mu Dao.”


Setelah meminum arak yang dihidangkan, Zhu San meminta penjelasan dari Jenderal Qu Lung tentang kematian Pamannya Mu Dao. Jenderal Qu Lung menceritakan semuanya dengan suara yang bergetar.


Ia bisa merasakan kemarahan Zhu San dari tatapan dan perkataannya. Setelah selesai menceritakan hal tersebut, Zhu San tercenung diam.


Zhu San lalu meminta Jenderal Qu Lung mengantarnya ke kediaman Paman Mu Dao. Setibanya di bangunan yang terbilang cukup besar itu, Zhu San masih melihat ceceran darah saat memasuki salah satu ruangannya.


Hati Zhu San terasa sangat perih melihat situasi kediaman Sang Paman. “Sepertinya sempat terjadi pertarungan, Aku yakin pembunuhnya bukan pendekar biasa.”

__ADS_1


Dugaan Zhu San bukan tanpa alasan. Ia bisa melihat beberapa tembok bangunan yang sepertinya tertebas oleh senjata. “Jenderal Lung, bisakah anda memerintahkan prajurit untuk membersihkan tempat ini?”


“Tentu Saja Pendekar Zhu … Aku akan memerintahkan prajurit untuk melakukannya.” Jenderal Qu Lung menjawab dengan cepat.


Ia pun segera memerintahkan belasan prajurit untuk membersihkan kediaman Bangsawan Mu Dao.


“San Gege … Apakah Kau berencana tinggal ditempat ini?” Tanya Bian Chi yang belum mengetahui alasan Zhu San meminta hal tersebut.


“Benar Chi’er. Oh Ya Jenderal Lung, apakah Kau telah memberi kabar ke Ibukota tentang hal ini?”


Tanya Zhu San saat Jenderal Lung tiba di depannya. Saat ini ketiganya tengah berada di halaman kediaman Bangsawan Mu Dao. Sementara puluhan prajurit sedang membersihkan tempat tersebut.


“Sudah Pendekar Zhu, Aku bahkan meminta Kepada Kaisar agar segera menunjuk Gubernur baru.” Jawab Jenderal Qu Lung dengan dahi mengerut.


“Jenderal Lung, segera umumkan bahwa saat ini Aku adalah gubernur baru yang ditunjuk oleh Kaisar Liu.” Zhu San lalu membisikan sesuatu kepada Jenderal Lung yang terkejut saat mendengar Ia berkata demikian.


Semua itu adalah strategi Zhu San atas keyakinan bahwa sang Pembunuh masih berada di Kota Wuchang. Zhu San berasumsi jika Pamannya Mu Dao terbunuh karena menjadi Gubernur di Kota Wuchang.


Dengan dasar pemikiran seperti itulah, Ia meminta Jenderal Qu Lung untuk memberi Pengumuman tentang dirinya yang telah menjadi gubernur.


Jika dugaannya benar, maka para Pembunuh akan mendatangi dirinya. Hanya saja Zhu San meminta agar Nama Gubernur tersebut, bukan nama dirinya yang sebenarnya.


Zhu San meminta Jenderal Qu Lung menggunakan nama Mo Heng sebagai identitas untuk dirinya. Agar mereka tidak mengenali jati diri Zhu San yang sesungguhnya.


Zhu San un menempati kediaman Mu Dao. Hari pertama dan kedua, tidak terjadi apa-apa. Demikian juga dengan malam ketiga Zhu San berada di Kota Wuchang.


Namun pada malam keempat, Zhu San dan Bian Chi merasakan adanya beberapa gerakan di atap bangunan. Keduanya segera bersiap-siap menyambut tamu di tengah malam itu.


-----------0------------

__ADS_1


__ADS_2