
Di waktu yang bersamaan dengan terjadinya pertarungan antara Qiu Lan dan Ratu Siluman Rubah Putih di Benua Awan Merah, di Sekte Teratai Biru terjadi kegemparan yang membuat anggotanya histeris dengan apa yang mereka lihat.
Sisi Gelap Zhu San yang baru saja keluar dari Alam Jiwa, memandang liar ke arah dua anggota Sekte Teratai Biru yang Ia temui.
Sambil meleletkan lidah, Ia mengangkat tangannya, membuat tubuh kedua gadis muda anggota Sekte Teratai Biru itu terangkat dan melayang pelan mendekatinya.
Keduanya berteriak panik saat satu persatu gaun yang mereka kenakan dilucuti dengan kasar, teriakan itu membuat anggota yang lain berdatangan termasuk Ketua Jie Mei.
“Hentikan! Apa yang kau Lakukan San’er!”
Ketua Jie Mei yang baru tiba, berteriak keras saat melihat kedua anggotanya menangis karena kini hanya selembar kain dalam saja yang menutupi tubuh mereka berdua.
Ketua Jie Mei terkejut dan tersurut dua langkah saat Sisi Gelap Zhu San menoleh ke arahnya. Kedua bola mata yang seluruhnya hitam, membuat Ketua Sekte itu menyadari bahwa Zhu San sedang kerasukan Roh Jahat.
Ketua Jie Mei terkesiap saat tiba-tiba Sisi Gelap Zhu San itu mengangkat tangan kirinya. Hal itu membuat Tubuh Ketua Jie Mei terangkat ke udara dan melayang pelan mendekatinya.
“Nenek Tua, Kau berisik sekali dan mengganggu kesenanganku saja. Kuremukan saja lehermu agar kau diam selamanya.”
Saat satu meter lagi tubuh Ketua Sekte Teratai Biru itu tersentuh tangan kiri Sisi Gelap Zhu San, sebuah energi pedang melesat cepat hendak memotong lengan kiri yang sudah terjulur itu.
Sontak saja tangan itu di tarik dan hal itu mengakibatkan Ketua Jie Me terjatuh dan segera melesat pergi sejauh mungkin dari tempat tersebut.
Dua Aura hangat yang menyejukkan segera memenuhi udara saat tiba-tiba muncul dua sosok perempuan yang memiliki Aura kuning keemasan memancar dari tubuh mereka.
“Chi’er?! Li’er?! Bagaimana bisa Ia berada di sini?!” Mata Ketua Jie Mei melotot lebar saat melihat siapa yang datang. Ia tak ingin percaya dengan apa yang Ia lihat saat ini.
Lian Li sedang bersama sesepuh Long Niu ke Benua Hitam untuk mengambil cermin Sakti yang berada Gunung Salju Abadi.
Namun Ia menyadari bahwa Sosok Lian Li di depannya ini sedikit berbeda dari Lian Li yang kemarin sore Ia lihat.
“Hahahaha … Kalian berdua sudah rindu pada suami kalian bukan? Kalau begitu aku akan menyenangkan kalian berdua lebih dulu.”
Sisi Gelap Zhu San segera melepaskan kedua anggota Sekte Teratai Biru yang segera di beri kain oleh ketua Jie Mei untuk menutupi tubuh mereka.
Sementara Sisi Gelap Zhu San segera membentangkan tangannya dengan wajah yang terlihat menyebalkan bagi dua Sosok yang memancarkan Aura Keemasan tersebut.
__ADS_1
“Enci Bian … Ayo Kita kurung bedebah ini.” Lian Li segera mengeluarkan Pedang Teratai Biru, sedang Bian Chi mengeluarkan Pedang Yin dari Cincin Jiwanya.
“Hahahaha kalian ingin main kasar rupanya … Baiklah akan kuturuti kemauan kalian.”
Sisi Gelap Zhu San tertawa senang. Ia tidak merasa takut sama sekali kepada keduanya yang berada di tingkat yang sama dengan dirinya, Pendekar Dewa Sejati Level Sepuluh.
Namun tawanya seketika menghilang saat tiba-tiba tubuhnya diterpa energi besar saat keduanya mengarahkan telapak tangan kiri mereka ke arah dirinya.
Tubuh Sisi Gelap Zhu San terlempar ke udara setinggi seratus meter dengan wajah yang terlihat kaget dengan apa yang baru saja Ia alami.
Ia memandang kedua perempuan yang telah berada sepuluh meter di depannya itu dengan hati berdebar keras. Hal itu karena rasa jerihnya yang baru mengetahui kekuatan keduanya sedikit lebih besar darinya.
“Segel Jiwa”
Bian Chi dan Lian Li segera berteriak bersamaan saat mengangkat pedang mereka ke udara. Dari kedua ujung pedang itu melesat cahaya biru dan putih yang segera bertemu di udara dan membentuk sebuah bola energi dengan garis tengah tiga meter.
Petir berwarna biru dan putih memercik dari bola energi yang kini berwarna biru muda itu. Sementara Sisi Gelap Zhu San segera mengeluarkan dua ekor Ular Naga Hitam dari kedua telapak tangannya.
Ia segera melesatkan kedua Ular Naga Hitam itu untuk menghadang Bola Energi yang sudah melesat lebih dulu ke arah dirinya.
BLAM BLAM
AARGGGHHH
Teriakan kesakitan terdengar saat tubuh Sisi Gelap Zhu San terpental akibat tersambar dua petir besar. Belum sempat Ia menguasai posisinya, Bola energi telah datang dan menghantam tubuhnya.
Kini tubuh Sisi Gelap Zhu San berada dalam Bola energi dari Jurus Segel Jiwa. Bola itu perlahan-lahan mengecil hingga menjadi bergaris tengah kurang dari satu meter.
“Kurang Ajar! Mereka berdua ingin menyegelku rupanya.” Sisi Gelap Zhu San menyadari apa yang hendak kedua perempuan itu lakukan.
Ia pun mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan segel jiwa. Wajah Bian Chi dan Lin Li menegang saat merasakan kekuatan besar melawan pergerakan Bola Segel Jiwa mereka.
“Enci Bian … Bagaimana ini?! Segel kita belum cukup kuat untuk mengurungnya.” Lian Li berkata panik, membuat konsentrasi Bian Chi menurun.
BLAAAM
__ADS_1
Bola Segel jiwa meledak kuat membuat udara berfluktuasi sangat hebat dan menghancurkan seluruh atap bangunan Sekte Teratai Biru.
Sisi Gelap Zhu San terengah-engah dan Ia memandang kedua perempuan itu dengan rasa jerih yang cukup besar. Kekuatannya telah terkuras hingga lima puluh persen.
Tiba-tiba Ia merasakan Aura yang sangat besar dari arah selatan, Ia pun menoleh dan memutuskan untuk mendatangi kedua aura itu.
“Enci Bian! Apakah kita akan mengejarnya?” Tanya Lian Li saat melihat Sisi Gelap Zhu San telah berada satu kilometer di depan mereka.
“Tidak … Sekuat Apapun segel yang kita buat akan hancur olehnya. Kita Hanya menunggu San Gege keluar dan melemahkannya. Saat itulah Tujuh Dewi akan datang dan menyegel dirinya.”
Lian Li mengangguk dan mengikuti ajakan Bian Chi untuk kembali ke alam dimensi mereka yang gerbang dimensinya berada di Bunga Teratai Biru di telaga Suci.
***
Ratu Siluman Rubah Putih mendengus kesal mendengar ejekan Qiu Lan. Ia segera menggerakkan kedua tangannya ke atas kepala dan sesaat kemudian muncullah energi berbentuk Seekor Siluman Rubah yang memiliki tiga ekor.
Qiu Lan masih tersenyum meremehkan jurus yang dikeluarkan Ratu Siluman Rubah. Namun senyumnya menghilang sedetik kemudian saat tiba-tiba Rubah Ekor Tiga itu melesat ke arah kepalanya dengan kecepatan yang tinggi.
Hampir saja kepala Qiu Lan terkena sambaran energi berbentuk Rubah dengan bulu yang berwarna putih itu. Hal itu membuat Qiu Lan menjadi marah dan segera menyerang dengan Seribu Benang Jiwa.
Lima Benang meluncur cepat ke arah Rubah energi itu yang segera menghindar dan mengibaskan ketiga ekornya secara bersamaan. Apa yang terjadi kemudian, membuat Qiu Lan menjadi semakin gusar.
Tiga Gumpalan energi berbentuk bola yang sangat dingin segera menghantam kelima benang dari kelima jari Qiu Lan dan membekukannya.
Kemarahan Qiu Lan membuatnya menyerang dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Hal itu membuat Tangan kanannya yang bercahaya biru segera melepaskan energi Kuat menghantam ketiga bola Es itu dan meledakkannya.
Bahkan energi berbentuk tangan raksasa itu melesat ke arah ketiga Ekor Rubah Energi yang segera berlarian ketiga arah yang berbeda untuk kembali melesatkan serangan.
Namun dua energi tangan yang lain tiba menghantam dua Ekor Rubah energi itu dari samping dan membuat keduanya meledak dengan sangat kuat.
Udara kota Dezhao berfluktuasi dengan hebat. Ratusan bangunan di kota tersebut berterbangan akibat terpaan energi dahsyat itu.
Saat efek ledakan itu mereda, keduanya dikejutkan dengan pancaran kekuatan yang mendatangi mereka dengan kecepatan yang jauh di atas kecepatan mereka.
“Hahahaha … ada dua perempuan cantik yang sedang bertarung rupanya. Bagaimana jika kalian bertarung dengan ku di tempat yang lain… pasti kalian akan senang Hahahaha.”
__ADS_1
Sosok Sisi Gelap Zhu San tiba-tiba muncul di tengah mereka berdua. Kekuatan yang terpancar dari tubuhnya, membuat kedua Ratu Siluman itu kaget karena tidak dapat mengukur kekuatan yang dimiliki oleh Sisi Gelap Zhu San itu.
------------------------O-------------------------