
Kedatangan Javas ke kantor Prime grup menjadi pusat perhatian karyawan disana, terutama karyawan perempuan yang memandang Javas dengan tatapan kagum. Paras tampan, serta gayanya coolnya yang keren. Javas menganggukkan kepalanya ketika beberapa karyawan Daddynya menyapa. Senyumnya mengembang ketika ada salah satu karyawan muda yang menyeletuk di depannya.
"Mas Javas, ganteng banget sih.., andai aja bukan anak pak boss, udah saya kejar-kejar loh mas..",
Javas hanya menyengir kuda. Selain terdengar konyol, dia juga salut dengan perempuan itu yang mempunyai cukup nyali untuk menggodanya.
Javas menghampiri Tante Vina, bermaksud menanyakan keberadaan Daddynya.
"Siang Tante..",
"Siang.., lho kak.., kok tumben kesini?",
"Iya..disuruh mom ketemu sama Dad, mau ngasih ini..", ucapnya dengan menaikkan ke atas rantang makanan yang ditentengnya.
"Oh.., makan siang? kok nggak kak Aira sendiri yang kesini?",
"Mom lagi nemenin Queen, ada pemotretan..",
"Oh gitu..? mau nitip Tante apa ketemu Dad?",
"Ketemu Dad aja, Javas masuk ya Tan..",
"Eh kak..jangan. Dad baru ada meeting.., bentar lagi ya. Kamu duduk dulu.., paling bentar lagi juga selesai...",
"Oke...
Tumben Tante nggak ikut meeting?",
"Nggak.., bukan kerjaan Tante juga..",
"Emang bahas apa?",
"Perizinan buat proyek..",
"Oh..gitu..,
Tante sibuk banget ya?",
"Iya.., capek kak.., tiap hari liatnya laptop, berkas, gitu terus.., bosen..",
"Emang kerjaan Tante kan..",
"Makanya kamu sama kak Sha cepetan gede biar bisa gantiin Tante sama Dad...",
"Sabar Tan.., Javas baru mau lulus SMP, Queen juga baru masuk SMA.., malah Vano kan yang udah masuk kuliah..",
"Tapi perusahaan ini kan punya Dad.., kalopun Vano udah lulus, palingan juga cuma bantu kamu sama Sha.., yang jadi pimpinan nanti kan tetep kamu sama Sha..",
"Iya.., nanti kalo udah saatnya Tan..",
Tidak lama kemudian, pintu ruangan Rendra terbuka. Keluarlah 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Disusul dengan Aldo dan Rendra.
"Terima kasih..., semoga semuanya berjalan dengan lancar..",
"Terima kasih..",
"Mari saya antar ke depan..", ucap Aldo yang hendak mengantar para tamunya.
Satu perempuan yang tidak asing lagi bagi Javas. Dia tersenyum ramah, tapi tidak bagi pandangan Javas.
"Kenapa ada dimana-mana sih.., heran...", gumam Javas ketika perempuan itu lewat di depannya. Javas memang kerap melihatnya.
"Apa kak..?",tanya Vina yang memang samar-samar mendengarnya.
"Itu kenapa ada temen mom disitu?",
"Ya karena kebetulan aja.., ada kaitannya sama instansi tempat dia kerja.."
__ADS_1
"Oh..",
"Halo son...", sapa Rendra menghampiri anak laki-lakinya.
"Halo dad..",
"Istri Dad mana?",
"Mom?? nganterin Queen, ada pemotretan..,nggak izin dulu ke Dad?
"Izin..dad kira udah selesai...",
"Nanti kesini katanya. Mom nitip ini tadi..",
"Mommy kamu emang the best.., kita makan sama-sama di dalam..",
"Tante mau ikut?", tanya Javas.
"Tante makan diluar aja, udah janjian sama om Zayn.."
Tamu Rendra menoleh, karena mendebgar dengan interaksi hangat antara Rendra dan Javas.
"Putranya pak Rendra.?", tanya laki-laki itu pada Aldo.
"Iya pak.., anak bungsunya. Calon pewaris..", jawab Aldo.
Laki-laki itu mengangguk, mendengar penjelasan dari Aldo. Lain halnya, dengan Erna yang terlihat biasa saja karena memang sudah mengenal keluarga Rendra.
Aira dan putrinya Queen, yang tiba di kantor Prime langsung masuk ke dalam ruang kerja Rendra. Kebersamaan mereka tentunya menjadi buah bibir karyawan yang merasa iri sekaligus kagum dengan keharmonisan keluarga bossnya. Apalagi, Rendra sudah terkenal jika sangat bucin kepada istrinya.
"Dad...",ucap Sharen.
"Mom mana?", tanya Rendra yang mencari-cari keberadaan istrinya.
"Disapa anaknya, malah cari mommy..",
"Mommy mana?", tanya Rendra lagi.
"Nih.., istri Daddy.."
"Kenapa sih?", tanya Aira penasaran.
"Kok masuknya nggak barengan? tanya Rendra.
"Ngobrol sama Vina bentar mas..", Aira duduk disamping suaminya.
"Gimana tadi? aman kan?",tanya Rendra.
"Aman.., Sha kan pake seragam sekolah tadi mas..",
"Pake seragam sekolah mom.., emang Queen pemotretan buat apa?",tanya Javas penasaran.
"Mom..please....", sambil meletakkan jari telunjuknya di depan mulut. Sharen meminta mommynya untuk diam.
"Foto buat cover buku pegangan sekolah..",jawab Rendra santai.
"Dad..., kenapa dikasih tau sih.."
"Hahahaha..., kirain buat majalah remaja, tapi ternyata buat buku...", ledek Javas.
"Berisik..",
Rendra membatasi kegiatan Sharen dalam dunia modelling karena usianya yang masih remaja. Salah satu usahanya adalah melarang keras putrinya untuk tidak berpakaian dan berpose sexy. Rendra bahkan sudah mewanti-wanti Aira untuk memfilter tawaran kerja untuk Sharen. Baginya, ini adalah hobi tidak untuk dijadikan profesi atau karir Sharen.
"Mas kangen deh sama kamu..",
"Baru aja ketemu tadi pagi, udah kangen aja..",
__ADS_1
"Tiap hari ikut mas kerja aja ya., biar bisa berduaan terus..",
"Kalo Aira ikut, siapa yang ngurusin rumah? mas ada-ada aja..",
"Makin lama..makin cantik aja loh istrinya mas..", ucap Rendra dengan mencuri ciuman pada pipi Aira.
"Mas.., ada anak-anak ih..",
"Biarin aja..",
"Queen..pindah ke mars aja yuk? kayaknya kita salah tinggal di bumi.., Dunia yang punya Daddy sama mommy.., kita cuma ngontrak..",
"Tau tuh..mom sama dad nggak liat sikon.., ada kita, masih aja mesra-mesraan..",
"Jiwa jomblonya Vas meronta-ronta loh Dad..",
"Kalian nggak boleh pacaran, sebelum lulus sekolah....",tegas Rendra.
"Udah kebelet loh dad..", tawar Javas.
"Sekali no tetep no. Kamu aja masih SMP, mau pacaran, ngelap ingus aja belum bisa..",
"Konsen dulu aja sama sekolahnya ya Vas..",nasehat Aira.
"Sha.., Vas.., kalian kalo di rumah nggak ngapa-ngapain, bosen nggak?",
"Bosen lah Dad, kenapa? mau ngajakin liburan ya?",tanya Sha dengan antusias.
"Nggak.., bukan itu.., tunggu schedule Dad longgar ya sayang, nanti kita liburan..v",
"Terus, mau ngapain?",tanya Javas.
"Daripada kalian bosen, bingung mau ngapa-ngapain, mending ngasuh adek bayi..", jawab Rendra.
"Adek bayi? bunda Fafa hamil lagi?",
"Nggak Sha.., maksud Dad.., gimana kalo kalian punya adek? pasti seru deh. Kalo kesepian di rumah, ada hiburannya..",
"Mommy hamil lagi?",
"Belum.., ini Dad mau ngerayu mommy dulu. Mau ya sayang, punya anak lagi?",tanya Rendra.
"Aira pikir-pikir dulu..", jawabnya singkat. Entah sudah berapa kali Rendra bertanya seperti itu kepada istrinya. Dan, jawaban tersebut juga yang selalu keluar dari mulut Aira.
"No Dad.., Sharen nggak setuju. Kalo anak lebih dari dua, berarti nggak mendukung pemerintah buat program KB. Dua anak udah cukup Dad.., Sha kan cewek.., Javas cowok.., udah pas..., semua kriteria anak kebanggan orang tua, udah ada di Sha sama Javas..",
"Kamu nggak setuju? kalo kamu Vas..?",
"Javas sih oke-oke aja. Asal mom oke....",
"Nggak-nggak..", tolak Sharen.
"Kenapa sih..?",
"Kamu pikir, enak Vas punya adek..? ngerepotin sih iya.., punya adik satu kayak kamu aja bikin pusing kepala. Rese.., nyebelin pula..",
"Itu alasannya?",
"Ya..nggak itu doang.., kalo punya adik lagi, jarak usianya jauh loh Vas sama kita. Bukannya keliatan kakak adek.., tapi kayak keponakan sama om tantenya.., mau emangnya kayak gitu..",
"Kalo sama Javas sih udah pasti kayak kakaknya, kalo sama kamu aja kalo..udah kayak keponakan sama tantenya..",
"Tuh kan nyebelin...",
"Udah-udah, kenapa kalian yang ribut sih? Mommy kan belum setuju, doain aja rayuan Dad mempan.., jadi kalian bisa punya adek..",
- Judul novel ini bukan buat Erna guys😪, tapi ini novel buat anak-anak.., udah pernah Author bahas di IG yak..kenapa masih ada konflik? Ya, karena nanti nyambung sama bab-bab selanjutnya.
__ADS_1
"Rendra cinta banget sama istrinya.., masa iya selingkuh.., kayaknya nggak mungkin ya. Tapi, di dunia pernovelan itu nggak ada yang nggak mungkin. Hehe😝
- Mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Reader yang masih setia menunggu dan masih tetap lanjut baca. Karena banyak yang bilang di DM mau skip ceritanya karena terlanjur baper dan kecewa. Its oke nggak apa-apa. 🥰