
"Morning te...",
"Mornang morning.., kamu baru bangun?",
"Nggak.., udah dari satu jam yang lalu..",
"Nggak solat emangnya?",
"Lagi dapet..",
"Yah, nggak jadi dong cucu buat Tante..",
"Doain aja...,
Mau dibantuin masak nggak?",
"Nggak usah..,
nenek dimana?",
"Tuh di depan, sama mas Javas..",
"Beruntung ya kamu, sekalinya ada yang mau nikahin, laki-lakinya kayak mas Javas. Ganteng, baik, kaya.., sayang sama keluarga. Sayang sama kamu juga, kan?",
"Iya dong, masa nggak sayang sama istrinya..",
Mas Javas sih emang baik te, tapi kalo udah marah jangan ditanya lagi.
"Kamu bisa tolongin Tante nggak?",
"Tolongin apa?",
"Bagiin perlengkapan mandi buat anak kost.., ada dilemari kayak biasanya. Nih kuncinya..",
"Iya bisa,
jatahnya kayak biasanya kan te?",
"Iya kayak biasanya. Mumpung mereka pada libur jadi kamu bagiin sekarang..",
"Iya.., Na pergi ke kost-an dulu. Tante masaknya micinnya jangan banyak-banyak lho..",
"Iya nggak..",
Javas dan Nenek terlihat sedang bercengkerama di teras rumah. Keadaan nenek benar-benar berangsur membaik.
"Mas.., Nek.., Kina ke depan dulu ya..",
"Kemana? mas ditinggal?",
"Nggak.., tuh mau ke kost-an mas. Mau bagiin jatah bulanan buat mereka.."
"Oh gitu..,
mas Javas ditemenin nenek dulu ya mas.."
Kinara yang memang sudah lama tidak bertemu dengan anak kost, mendapat sedikit sambutan.
"Halo mbak Kina.., ih tambah cantik aja..",
"Mbak kok baru keliatan..",
"Mbak Kina suami kita dimana?",
Mendengar ucapan anak kost yang terakhir, Kina langsung melotot. Bukan marah, hanya saja merasa lucu dengan kalimat barusan.
"Enak aja, itu suami mbak ya, bukan suami kita..",
"Iya-iya..,
suami mbak Kina ganteng banget, lebih ganteng dari pacar mbak Kina yang terakhir..",
"Makasih ya.."
"Mbak.., bagi resep dong biar aku juga bisa dapet suami kayak suaminya mbak Kina..",
"Nggak ada resepnya, berdoa aja semoga kamu dikasih jodoh laki-laki ganteng, kaya, baik hati, setia..., sayang sama kamu.., sayang sama keluarga.."
"Mbak Kina dulu, doanya kayak gitu?",
"Iya.., doanya minta yang ganteng, yang kaya..., Alhamdulillah, dikabulin..",
"Mbak kina matre..",
"Inget..., kalo doa itu yang detail, jadi kalo nggak dikabulin kalian nggak marah. Minta suami yang ganteng, eh taunya nggak setia. Doa minta suami yang ganteng, setia tapi nggak kerja. Hayo.., gimana?",
"Iya sih, bener juga ya mbak...",
"Nah kan..,
mbak Kina tuh kesini mau bagiin perlengkapan kalian, malah diajakin ngobrol. Bentar ya mbak ke belakang dulu..",
Anak kost yang menghuni kost-an rumah kina rata-rata adalah pelajar SMA yang berstatus siswa dari sebuah sekolah yang cukup dekat dengan rumah Kina. Mereka berasal dari luar kota bahkan ada yang dari luar pulau.
"Kak Javas kenapa suka sama mbak Kina..",
"Menurut kalian, karena apa?",
"Mbak Kina cantik.., baik, pinter, Sholehah..",
"Nah itu tau..",
Kina yang sepintas mendengar suara suaminya, lalu mencari sumber suara. Ternyata, memang benar ada Javas yang berada di ruang tamu dan dikelilingi oleh anak kost. Beberapa dari mereka malah ada yang rela duduk dilantai karena tidak kebagian untuk duduk di kursi.
"Lho..mas disini?",
"Iya...,
nih liat adek-adek kost...",
__ADS_1
Javas terlihat mengotak-atik laptop yang sepertinya punya salah satu anak kost.
"Itu laptopnya siapa?", tanyanya.
"Laptop punyaku mbak, eror...,
itu coba dibenerin sama suami kita..",
Javas langsung menoleh, kata-kata"suami kita", berhasil menyita perhatiannya.
"Husst..., mau dibenerin nggak nih laptopnya?",
"Hehe iya kak, kan cuma bercanda..
Mbak Kina dulu ngelakuin amalan apa sih? kok bisa punya suami kakJavas..?"
"Solat 5 waktu, sedekah.. terus yang paling penting bayar iuran 10 ribu nggak bilang 100ribu.." guraunya.
"Ih..mbak Kina nyindir...",
"Kalo kalian punya value, udah pasti juga dapet pasangan yang sepadan kok...",sahut Javas.
"Gitu ya kak..",
"Kalian ngerti maksudnya apa cuma pura-pura ngerti?", tanya Kinara menggoda.
"Iya ngerti mbak.."
"Makanya belajar yang bener ya.., jangan kecewain orang tua kalian..kalo kalian sukses, udah pasti laki-laki juga bakalan ngejar kalian, tinggal pilih mau yang mana..",
"Gitu ya..,
kak Javas punya saudara lagi nggak?",
"Punya.., tuh Jaz..",
"Yah.., Jaz mah ganteng, tapi masih ileran. Yang udah dewasa ada nggak kak..?",
"Belajar yang bener dulu, baru mikirin pasangan...",
"Yah.., kali aja punya kK..",
"Nggak ada.., nih laptopnya udah bisa..., kebanyakan memory aja. Kamu simpen deh data-data yang udah nggak ke flashdisk, jadi nggak lemot..",
"Iya.., makasih kak Javas..",
"Sama-sama..
udah belum sayang..?",
"Udah lak.., makasih..laptopnya udah bisa..",
"Kakak bukan ngomong sama kamu.., tapi ke Kak Kina, istri kakak..",
"Hehehe kirain kak...",
"Udah kok mas.., mau sarapan sekarang..?", tanya Kina.
Oh iya, nih buat jajan kalian ya.., kalo libur jangan keluyuran, mending di kost-an aja..", Javas memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada salah satu anak kost.
"Wah...makasih kak..",
"Sama-sama..",
Mereka yang kegirangan langsung menghitung lembar demi lembar uang yang diberikan Javas untuk mereka.
"Satu..dua..tiga............... wah, ada sepuluh lembar berarti sejuta. Hari ini kita makan enak...",
"Alhamdulillah...",
"Ye.., kalian nggak sopan ya. Ngitung uang di depan yang ngasih..", ucap Kina.
"Hehehe maaf mbak..., saking senengnya. Makasih kak Javas.., semoga sehat selalu, makin ganteng, makin banyak rezekinya. Cepet dikasih adik kecil ya kak.."
"Makasih ya.. uangnya dibuat jajan aja..jangan beli makanan yang aneh-aneh..",
"Iya kak.."
Javas dan Kina keluar dari rumah kost dan kembali menuju rumah nenek.
"Seneng tuh mas mereka..",
"Iya.., kasian jauh dari orang tua..",
"Tapi mereka tuh anaknya orang berada loh mas...",
"Iya udah tau, udah keliatan dari penampilannya. Ya nggak apa-apa, biar mereka jajan banyak hari ini..",
"Makasih ya mas..",
"Sama-sama sayang..",
...********...
Seperti biasa, jika masuk ke dalam ruangannya. Sharen selalu disambut oleh setangkai bunga mawar yang sudah tergeletak di meja kerjanya. Pagi ini, bukan hanya bunga, tapi ada kotak yang berisi coklat.
"Hmmmm.., seperti biasa. Secret admirer.., sampai kapan sih kamu mau kayak gini?",
Sharen membuka sebuah ucapan dari penggemar rahasianya.
Pagi cantik..
Semoga coklat yang aku kirimkan tidak kalah manisnya dengan senyumanmu.
Semoga harimu indah seperti wajahmu.
Aku yang mengagumimu.
Sharen tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Entah benar atau hanya sekedar bualan semata. Benarkah Sharen sudah tahu siapa secret admirernya? Hmmmm, tapi kenapa dia masih bisa santai seperti ini. Seolah mendiamkan dan justru terkesan menikmati.
__ADS_1
"Masuk.....", ucapnya ketika pintu ruangannya diketuk.
"Pagi sist bos...",
"Sist bos.., dari kapan panggilanku jadi berubah Tam?",
"Dari tadi...",
"Ada apa..?",
"Mau minta tanda tangan..",
Tama meletakkan beberapa berkas ke atas meja kerja Sharen.
"Mau ditinggal, apa ditunggu aja Sha?",
"Tunggu aja Tam...",
"Oke...",
Tidak asal membubuhkan tanda tangan, Sharen juga membaca isi berkas yang memerlukan tanda tangannya.
Tiba-tiba, ponselnya berbunyi.
"Halo...",
"................",
"Iya..free, kenapa emangnya?",
"....................",
"Clubbing..???",
".........................",
"Oke deh.., jemput kakak ya..",
Sharen menutup teleponnya. Tama yang berada di hadapannya langsung berubah mimik.
"Mau clubbing Sha..?",
"Iya.., tuh diajakin Vano...",
"Kamu mau ikut?",
"Iya..nanti malem dijemput ke rumah..",
"Ngapain sih Sha.., enakan juga di rumah...",
"Sekali-kali aja sih Tam, aku juga nggak bakal macem-macem kok.., paling joget-joget.., no alkohol..",
"Nggak usah deh.., kamu tuh perempuan, selebgram.., nanti kalo ada berita yang aneh-aneh tentang kamu, gimana?",
"Selebgram juga manusia kan Tam?",
"Iya.., tapi kan harus jaga image..",
"Aku juga masih harus izin sama Mom Dad kok, kalo mereka nggak ngizinin.., ya aku nggak jadi berangkat...",
"Nanti kalo ada yang ngapa-ngapain kamu, gimana?",
"Ada Vano.., ada Ray juga kok.., mereka udah pasti jagain aku..",
"Ya udah, terserah kamu deh..",
Tama yang mencoba untuk menggoyahkan keinginan Sharen, ternyata tidak bisa berbuat apa-apa. Sharen tetap ingin untuk pergi.
"Hari ini, aku dapet bunga sama coklat lagi. Tapi, bunganya kok cuma setangkai ya Tam..",
"Kenapa? kamu pengen satu bucket?",
"Nggak sih.., cuma bilang tumben aja..",
"Tanda tangannya udah?",
"Aku tuh ya sebenarnya mau ngomong sama secret admirerku.., mau ngucapin terima kasih karena dia udah perhatian sama aku, ngasih motivasi juga, tapi kebanyakan gombalnya sih..",
"Kamu suka..?"
"Ya suka, cewek mana yang nggak suka kalo hampir tiap hari dikasih bunga, coklat. Terus dikasih hadiah-hadiah kecil..., walaupun cum scrunchie tapi aku suka..",
"Cuma dikasih scrunchie tapi kamu seseneng gini..?"
"Iya seneng.., nih lagi aku pake..",
"Kirain cewek cuma suka kalo dikasih bunga..",
"Nggak kok.., aku suka dikasih apa aja, yang penting ikhlas.."
"Ya udah deh, aku mau keluar dulu..", pamit Tama.
Sebenarnya ada pandangan mata yang berbeda dari Sharen saat dia berbicara pada Tama.
Tidak lama kemudian, Tama yang sudah pamit keluar, justru kembali masuk ke ruangan Sharen.
"Lho.., ada yang ketinggalan?",
"Aku boleh nggak nanti malem ikut clubbing..?",
"Kenapa tiba-tiba mau ikut?"
"Pengen aja..",
"Ya udah, tapi kamu ke rumahku aja ya. Kita berangkat satu mobil.."
"Oke Sha.., kalo gitu aku keluar dulu.."
Sharen menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Terus aja Tam kayak gitu.., aku tau maksud kamu..",