Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Check Out


__ADS_3

"Mas....mas...",


Kinara mencoba membangunkan Javas, yang masih terlelap tidur.


"Mas....", ucapnya lagi dengan menepuk pipi Javas.


"Bangun mas..",


Javas akhirnya merespon, tapi hanya dengan menggeliat.


"Ayo bangun mas..",


"Kenapa Na? mas ngantuk banget...",


"Sama.., emangnya mas pikir Na nggak ngantuk..",


"Ya udah tidur sana..",


"Mas kita kan mau check out..",


"Nggak usah, kita disini aja dulu..",


"Gitu ya, kalo dicariin sama mommy, gimana?",


"Kita bawa mobil sendiri kan? ya bilang aja kita masih mau disini..",


"Gitu.., ya udah deh..",


Kinara yang sebenarnya sudah bersiap akhirnya ikut naik ke atas ranjang.


"Kamu ngapain?", tanyanya ketika Kinara sudah meringkuk disampingnya. Istrinya itu tidur dengan membelakangi posisinya.


"Mau tidur.., Kinara ngantuk banget..",


"Nggak pengen lagi..?", godanya. Javas lalu memeluk tubuh Kinara. Menciumi rambut istrinya yang rambutnya harum wangi.


"Kinara ngantuk mas..",


"Iya iya.., simpen tenaganya buat nanti malam lagi ya..",


"Hmmm.., gitu deh..", ucapnya.


Kinara akhirnya terlelap tidur, sedangkan Javas justru terbangun karena suara ponselnya yang terdengar nyaring. Sebuah panggilan telepon dia dapatkan dari kakak cantiknya.


"Vas.., kamu kok nggak turun-turun..?",

__ADS_1


"Masih di kamar Queen, ada apa?",


"Kamu nggak ikut pulang?",


"Nggak.., mau disini dulu..",


"Ngapain? kan acaranya Kai udah selesai. Ini kita mau nganterin mereka ke bandara..",


"Ngapain?"


"Kai mau honeymoon, kita ke bandara baru pulang ke rumah masing-masing..",


"Oh gitu..",


"Cepatan turun..",


"Javas sama Kina masih mau disini..",


"Ngapain?"


"Ngebut produksi.., kejar tayang.., biar langsung jadi. Pengen ponakan kan?",


"Ckckk.., gitu aja pake dijelasin..",


"Iyalah, kakak kan tanya, Javas jawab.."


"Iya nggak usah.., Javas kan pake mobil sendiri.."


"Oke deh.., selamat berusaha..",


"Ashiap...",


Javas melihat ke arah Kinara yang sepertinya sudah tertidur pulas. Kinara lelah, karena aktivitas bercintanya semalam yang baru selesai saat menjelang subuh. Masih teringat jelas di kepala Javas betapa indahnya kegiatan intim yang mereka lakukan.


Telepon hotel berganti berbunyi. Tidak ingin menganggu tidur istrinya, Javas langsung mengangkat telepon.


"Halo...",


"Selamat pagi pak Javas, perkenalkan saya Yudi, manager hotel...",


"Ya.., ada apa..?


"Kami mendapatkan laporan bahwa pak Javas masih stay di kamar. Mohon maaf sebelumnya, kami mau menginformasikan jika kamar yang bapak tempati, sudah di booked..",


"Oh gitu, oke..

__ADS_1


Bisa nggak kalo saya check outnya nanti sore. Kasian istri saya lagi tidur..",


"Silahkan bapak, rencana tamu baru check in besok pagi..",


"Oke..",


"Terima kasih.., mohon maaf untuk ketidaknyamanannya..",


"Ya.., nggak apa-apa..",


Mau tidak mau memang Javas harus keluar dari hotel, hari ini. Padahal, dia ingin sekali staycation bersama istrinya. Tapi, apa mau dikata.


"Na.., sayang...",


"Hmmmm, apah?",


"Suaranya jangan dibuat gitu bisa nggak? mas jadi gemes..",


"Apa mas?",


"Sarapan dulu yuk.., mas laper sayang..",


"Males mas..",


"Kita check out hari ini ya..",


Kinara membuka matanya lebar.


"Katanya mau disini, dulu..",


"Iya.., kamar ini udah dibooking tenyata..",


"Kita diusir ya mas..?",


"Siapa yang mau ngusir kita? mas aja yang punya hotel ini..",


"Terus..?",


"Ada pameran di gedung ujung jalan. Pamerannya kelas dunia, hotel ini salah satu yang deket dari sana. Meskipun mas ini pemiliknya, tapi nggak bisa seenaknya.., harus professional..",


"Iya.., kita pulang hari ini juga..?",


"Mau ke apartemennya mas nggak?",


"Boleh..",

__ADS_1


"Kita sarapan dulu ya, abis itu langsung ke Apartement..",


__ADS_2