Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Check Out 2


__ADS_3

"Kita sarapan dulu ya, abis itu langsung ke Apartement..",


"Sarapan di luar aja mas..",


"Boleh.., mau makan apa?",


"Apa aja..",


"Oke.., kita chek out sekarang?",


Mereka berdua keluar dari kamar. Javas menyeret koper milik mereka berdua. Sedangkan Kina, berjalan di samping suaminya dengan memberikan jarak. Membuat Javas kesal.


"Kenapa sih...? kan cuma digandeng aja. Malu?",


Kina mengangguk.


"Kamu nggak bangga ya sayang, punya suami kayak mas? padahal, diluar sana banyak perempuan yang mau jadi kayak kamu. Belasan..., mungkin puluhan perempuan yang pengen jadi istri mas...tapi kamu kayaknya malu ya.., padahal suami kamu ini ganteng, kaya, idaman perempuan- perempuan cantik..",


Kina yang berjalan di belakang suaminya hanya bisa memanyunkan bibirnya. Selain angkuh, Javas ternyata narsis.


Mas Javas kenapa ngomong kayak gitu? idaman perempuan cantik? Na kurang cantik ya mas? kurang sexy, atau gimana?


, ucapnya dalam hati.


Kinara hanya diam, enggan untuk menanggapi perkataan Javas yang malah membuatnya sedikit kesal. Tidak ingin membuat keributan, Kianara memilih untuk mengacaukan ucapan Javas.


Javas berhenti berjalan. Dia lantas berbalik, menghampiri istrinya. Sepertinya, dia sadar ada yang salah dengan perkataannya.


"Mas nggak peduli, diluar sana banyak laki-laki yang menginginkan kamu. Tapi, yang jelas, mas pemenang yang berhasil buat kamu jadi istri mas. Dan, cuma mas yang pantas di posisi seperti sekarang ini, jadi suami kamu. Laki-laki lain nggak bisa..", Javas kembali berjalan meninggalkan Kinara yang masih mematung.


Ucapan Javas yang tiba-tiba itu sukses membuat kaget Kinara. Dia tidak menyangka Javas yang dulunya bersikap dingin, ketus terhadapnya, mampu berucap manis seperti barusan.


Kinara yang tersadar langsung mengedip-ngedipkan matanya. Spontan, dia berlari kecil lalu menyusul Javas. Kinara menyusupkan tangannya pada lengan Javas, dan memegangnya erat.

__ADS_1


Javas tersenyum ketika merasakan tangan Kinara yang mengait pada lengannya.


"Nah gitu dong.., masa harus di rayu dulu?",


"Yang barusan, cuma rayuan? gombal?",


"Nggak sayang.., mas serius..


cuma mas yang pantas jadi suami kamu.., lainnya nggak memenuhi kriteria..",


"Na nggak pantes jadi istri mas..?",


"Emang tadi mas bilang gitu?"


"Kan idamannya perempuan cantik..",


"Kamu lebih dari itu.., yang jelas kamu berharga.., cuma kamu istrinya Javas Perdana..",


"Yang ini rayuan juga?",


"Ternyata ada maunya..",


"Kamu bikin candu..", bisiknya yang langsung mendapatkan cubitan kecil dari Kinara.


Para pegawai hotel menundukkan kepalanya ketika Javas dan Kinara sampai di lobby hotel.


"Kuncinya ya..",


"Baik pak, saya terima..


Terima kasih..",


"Kalo ada barang yang ketinggalan langsung hubungi Tama, asisten saya..",

__ADS_1


"Baik pak..",


"Nggak ada kok mas.., udah Kina beresin semua..", sahut Kina.


"Ya kali aja ada.."


"Terima kasih Bu Javas..", ucap resepsionist itu ketika Kinara menghampiri Javas.


"Oh.. iya.., makasih mbak..",


Kinara kaget dengan kehadiran sopir yang biasa mengantarnya.


"Mas..kok ada mamang disini. Bawa koper pula..",


"Iya..mas yang nyuruh..


Mang.., udah sampe? "


" Iya mas..


ini yang mas Javas minta..", ucapnya dengan memberikan koper yang dibawanya. Bukan sekedar itu, Javas dan mamang justru bertukar koper.


"Makasih ya mang..",


"Kok tukeran?", tanya Kina polos.


"Koper yang ini baju kotor kita, biar di bawa pulang. Yang dibawa mamang, baju bersih punya mas sama punya kamu..",


"Oh gitu..",


"Isinya, terrmasuk, linge*rie punya kamu..", bisik Javas.


Kina tersenyum tersipu malu. Seorang Javas Perdana, penerus Prime grup ternyata memilih paket hemat berbulan madu di Apartemen dibandingkan pergi membawa istrinya berlibur ke luarnegeri. Tapi, bukan karena pelit, tapi karena Kinara beberapa kali menolak ajakan Javas.

__ADS_1


Kuotanya abis.., lanjut besok ya.


__ADS_2