Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Masih Belum Selesai.


__ADS_3

"Nanti Dad pake baju apa mom...?


Udah disiapin?",


"Hehehe iya lupa..,


Mommy siapin dulu ya dad..",


Aira meninggalkan ruang makan, disusul oleh Rendra yang langsung mengikuti di belakangnya.


"Sus.., Jaz mau bawa mainan..",


"Oke.., kita siapin yuk..",


Jaz dan Sus Sri meninggalkan ruang makan, disusul oleh Kinara yang hendak bersiap-siap.


"Kina ke kamar dulu ya mas.., mbak..", pamitnya.


Kini, hanya tinggal Sharen dan Javas, yang berada disana. Masih kepo, Sharen bertanya pada Javas.


"Ngapain aja di kamarnya Jaz?",


"Nggak ngapa-ngapain..",


"Bohong.., orang sus Sri bilang kalo Kina ada di atas kamu kok..",


"Kalopun ngapa-ngapain, terus kenapa? udah sah kan?",


"Iya.., jangan di kamarnya Jaz juga dong..",


"Javas baru aja baikkan sama Kina kak, udah ya jangan diledekkin terus. Kasian istri Javas..",


"Oh.., udah damai ceritanya.., bagus deh kalo gitu. Udah buka pabriknya?",


"Pabrik apa?",


"Produsen keponakan buat kakak sama Jaz..",


"Keponakan?",


"Jangan kelamaan.., disalip ntar sama si Kai..",


"Bukan perlombaan...",


"Udah ah, kakak mau siap-siap dulu. Kamu nyusul kan sama dad?",


"Iya nanti nyusul...",

__ADS_1


Tinggal Javas yang berada di ruang makan setelah Sharen juga memutuskan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi.


"Keponakan??? ide yang bagus..", ucapnya. Javas lalu bergegas ke kamarnya setelah meneguk habis segelas air putih di hadapannya.


Javas masuk ke kamarnya.


"Na...",


"Iya mas..",jawabnya dari dalam walk in closet.


Javas menghampiri istrinya.


"Udah ganti bajunya?",


"Udah mas..


Ini baju ganti mas Javas kalo mau pergi ke tempat om Revan ya..",


"Iya makasih..,


Kamu mau pergi sekarang..?"


"Iya mas.., kan diajakin mom sama mbak Sharen..",


"Na.., kita belum selesai ngobrol..",ucapnya.


"Aku tadi udah jujur, sekarang giliran kamu..",


"Jujur soal?",


"Perasaan kamu..",


Javas menahan Kina, membuat istrinya terpaksa bersandar pada lemari pakaian.


"Mas..",


"Selama kita menikah, kamu bahagia nggak sama aku?", tanyanya dengan tatapan serius.


"Bahagia.., Kina punya keluarga baru disini, Mom, Dad, mbak Sharen, Jaz.., semua sayang sama Kina..",


"Kamu pikir aku nggak sayang sama kamu..?",


Kina tersenyum.


"Mas Javas selama ini udah jadi suami yang bertanggung jawab sama Kina.., makasih ya..",


"Kamu masih ragu kan?",

__ADS_1


"Masih..",


"Kenapa? masih nggak percaya sama suami kamu?",


"Kina cuma perlu waktu aja mas..",


"Jadi.., kamu sayang kan?",


Kina menatap wajah Javas. Keduanya saling pandang.


"Jawab Na..",ucapnya lirih dengan memegang pipi Kina dengan jemarinya.


Benar-benar tak tahu waktu, padahal mereka sedang berbicara serius. Namun, tiba-tiba ponsel di saku Kina berbunyi. Ada sebuah panggilan telepon dari ibu mertuanya.


"Mommy udah nunggu mas..",


"Jawab pertanyaan suami kamu dulu..",


"Masih banyak waktu buat ngobrol kan mas..? Na nggak enak, pasti udah ditunggu sama mommy..",


"Ya atau enggak?


Jawaban kamu menentukan hubungan kita..",


Javas menatap Kina dengan tatapan mengintimidasi. Tidak seperti biasa yang langsung takut dengan mata tajam Javas. Kina justru kembali menatap suaminya, ingin menemukan jawaban dari netra mata Javas atas keraguannya selama ini.


"Jawab...",


Kina menangkup wajah Javas dengan kedua telapak tangannya. Menjangkau wajah Javas dengan kaki yang berjinjit.


Cup...


Kinara mencium pipi sang suami, untuk pertama kalinya setelah mereka menikah.


"Kinara pergi dulu ya mas..", ucapnya dengan tersenyum.


Apa yang dilakukan Kina sepertinya sudah menjadi jawaban atas pertanyaan Javas.


"Tapi kita masih belum selesai Na..",


"Apalagi mas..?",


Javas menyapu wajah Kinara dengan punggung tangannya. Membuat Kinara memejamkan matanya ketika matanya diganggu oleh gerakan tangan Javas.


"Cantik..", puji Javas untuk pertama kalinya di depan Kinara.


Kinara membuka matanya perlahan, namun kembali terpejam ketika Javas melakukan sesuatu padanya.

__ADS_1


Bibir Javas kini sudah mendarat di atas bibirnya dan melum*tanya halus. Keduanya berciuman, dan tanpa malu-malu lagi, kedua tangan Kinara memegang erat pinggang Javas. Merasa mendapatkan respon, Javas semakin memperdalam cium*annya. Kinara membalasnya, membuka bibirnya dan membiarkan Javas merasakan inchi bibirnya. Mereka melakukan dengan sangat lembut, hingga lupa jika Kinara sedang ditunggu.


__ADS_2