
Rencana kepulangan Javas dan Kinara, terpaksa batal. Tiba-tiba Tante Tya menelepon keponakannya dan memberikan kabar jika sang nenek jatuh sakit. Memang hanya sakit biasa, kelelahan mungkin karena faktor usia yang sudah renta. Namun, nenek mengaku jika ingin bertemu dengan cucu kesayangannya.
"Mas anter Kinara aja, abis itu mas pulang...",
"Emangnya kenapa kalo mas ikut nginep? nggak boleh?? ",
"Nggak gitu
Mas kan kerja..",
"Kerja mas bisa dimana aja.., meeting juga bisa zoom, kecuali ada tamu harus tatap muka..",
"Iya mas..,
kalo gitu Na siapin bajunya mas dulu..",
"Mas kan ada janji juga sama kamu..",
"Janji apa?",
"Mau ke makamnya ibu..",
"Mas mau..?",
"Mau sayang..
Udah cepetan packingnya, mas tunggu didepan ya..",
Kinara kira Javas sebatas akan mengantarnya pulang saja. Tapi ternyata suaminya itu tidak keberatan untuk bermalam beberapa hari dirumahnya.
"Ketemu kakek-kakek yang biasanya itu nggak ya?",
"Kakek yang mana?",
"Itu yang suka nawarin kamu barang dagangannya..",
"Oh itu.., kenapa emangnya mas..?",
"Pengen denger aja, kakeknya ngomong apa tentang kita..
Waktu itu, dibilangin nikah.., kita nikah. Terus didoain punya anak juga..",
"Iya, sayangnya doa yang terakhir nggak manjur ya mas..",
"Nggak apa-apa.., berarti harus usaha lagi kan..?"
"Maaf ya mas..",
"Nggak apa-apa sayang...", usapnya pada rambut sang istri.
"Mas kecewa..?",
"Nggak..,
tapi, ada nggak obat yang bisa bikin cepet. Biar mens nya langsung keluar.., 2 hari gitu...",
"Mens kan darah kotor mas, jadi harus dikeluarin, kalo ditunda atau dipaksa keluar malah nanti bisa jadi penyakit..",
"Berapa lama selesainya?",
"5 hari paling cepet..",
"Mas harus puasa dulu..?"
"Iya..",
"Lama sayang..",
"Mau jalan alternatif nggak?", tanya Kina sedikit menggoda suaminya.
__ADS_1
"Hmmmm.., boleh....", ucap Javas tersipu.
Siang tadi, memang tamu bulanan Kinara akhirnya datang sesuai dengan prediksinya. Itu artinya, mereka gagal mendatangkan Javas junior di perut Kina.
Jika dulu, tidak ada masalah bagi Javas. Tapi, sekarang siklus bulanan adalah musuh terbesar bagi Javas perdana.
"Kayaknya nggak ketemu sama kakek deh mas.., ini lagi hujan...",
"Iya sih, biasanya kan di lampu merah itu ya sayang..",
"Iya.., kasian. Udah tua tapi masih cari nafkah dijalanan..",
"Namanya juga usaha mas..."
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di rumah. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Tante Tya yang memang sengaja menunggu Javas dan Kina.
"Assalamualaikum Tante..",
"Waalaikumsalam mas.., gimana perjalanannya, lancar?",
"Lancar Tante..",
"Nenek sakit apa Tante..?",tanya Kinara.
"Cuma masuk angin.., sebenarnya juga Tante nggak pengen ganggu kalian. Tapi, dari kemarin nenek nggak mau makan. Tante kan khawatir, tapi tadi waktu Tante bilang kalian mau datang, nenek jadi semangat. Udah makan, minum obat terus istirahat di kamar..",
"Ayo masuk dulu mas..." ajak Tante.
Kinara memandang iba neneknya yang terlelap tidur. Kulitnya yang kisut, tulang pipinya yang semakin terlihat, serta rambut putih nenek yang sudah putih menunjukkan jika usia neneknya sudah berada di usia senja.
"Kamu nangis..?", tanya Javas yang melihat istrinya mengusap matanya.
"Kasian nenek mas..",
"Iya kan Tante udah bilang, nenek baik-baik aja. Cuma kangen sama kamu..",
"Kangen sama mas Javas juga..", sahut Tante.
"Husst..nggak boleh bilang gitu ah.., doanya yang baik-baik aja..
Kalo nenek tinggal sama kita aja gimana?", tanya Javas meminta persetujuan.
"Kita aja masih tinggal dirumah Mom Dad mas..",
"Kita tinggal di Apartement, kalo emang kamu mau ngerawat nenek..",
"Jangan mas.., Tante masih sanggup. Kan kalo Tante lagi kerja juga ada anak Tante. Ada anak kost juga.., lagian nenek juga nggak mungkin mau keluar dari rumahnya...",
"Daripada istri Javas nangis kayak gini tante...? biar Kina juga nggak khawatir sama nenek..",
"Nggak apa-apa mas.., kina emang suka gitu. Sebelum nikah juga gitu, kepikiran mau ngajak nenek tinggal di kos-kosan..."
Mendengar keributan kecil, membuat nenek Yang sedang menikmati istirahatnya, membuka mata.
"Na....",
"Nek.., bangun..? mana nek yang sakit? biar Kina periksa ya..",
"Nggak ada yang sakit, nenek cuma kangen sama kamu...",
"Iya..Kina temenin ya nek..",
______________________________________________
Vano menyusul kakak sepupunya ke butik. Sebelumnya, mereka berdua memang sudah membuat janji untuk bertemu. Meskipun, tidak ada keperluan mendesak. Tapi, mereka memang sering menyempatkan waktu untuk bertemu. Hubungan keduanya memang dekat. Selain itu, Vano juga baru pulang dari dinas luar kota.
"Kak..",
"Udah sampe..?", jawabnya.
__ADS_1
Mereka berdua cipika-cipiki.
"Mana kain titipan kakak?",
"Nih.., kain ulos asli.., harganya mahal tuh..", ucapnya dengan memberikan paper bag berukuran sedang kepada Sharen.
"Makasih adekku yang ganteng.., berapa harganya? kakak ganti kok.."
"Nggak usah, duit Vano masih banyak..",
"Dih.., baiknya..."
"Kakak lagi sibuk..?",
"Nggak kok..",
"Itu..?", tanyanya.
"Lagi gambar seragam keluarga buat acaranya kak Gladys..",
"Oh...", jawab Vano manggut-manggut.
"Sekalian bikinin Vano kemeja kak.., buat acaranya Gladys..",
"Mau Dateng, kamu?",
"Iyalah..,diundang..",
"Kamu sih, nggak gercep.., jadinya diambil sama sahabatnya..",
"Bukan nggak gercep, tiap kali mau ke jenjang serius, juga ada aja masalahnya. Berantem, LDR, salah paham, pokoknya kayak ada halangannya. Emang nggak jodoh mungkin..",
"Gitu ya..",
"Kakak sendiri, kenapa nggak mau tunangan dulu sama Bian? diambil Gladys kan jadinya..",
"Kakak dilarang makan pedes, karena bikin sakit perut. Eh, nggak taunya Bian juga makan pedes, padahal dia tau kalo abis makan pedes perutnya jadi sakit. Terus kakak harus gimana?",
"Iya-iya, Vano tau maksudnya...",
"Ya begitulah.., jadi mending dilepaskan aja..",
"Udah bisa move on?",
"Move on sih udah, sepenuhnya melupakan sih belum. Kakak bertaun-taun loh sama dia, kayak kamu sama kak Gladys..",
"Hmmm.., iya..bener..,
Kakak udah punya pacar baru ya..",
"Belum...",
"Itu bunga dari siapa..?",
"Dari secret admirer...",
"Siapa kak?",
"Ada deh..",
"Kakak tau orangnya..?",
Sharen mengangguk.
"Cieh..., berarti bentar lagi ada yang punya pacar baru dong..",
"Nggak juga...",
"Siapa sih kak?",
__ADS_1
"Udah deh..,
yuk kakak ukur aja.., jadi dibikinin kemeja nggak?",