
Sharen turun ke lantai dasar saat jam makan malam. Masih sepi, sepertinya orang tua dan adik-adiknya belum pulang.
"Bik.., belum pada pulang ya..",
"Belum Non...",
"Oh tumben.., ke mall aja dari siang sampe malem..",
"Katanya sih mampir ke tempat Oma non..",
"Hmmm, pantesan lama banget..",
"Makan malamnya mau di antar ke atas aja Non? ke kamar?",
"Nggak usah bik, Sha makan disini aja..
Bisa minta tolong dibikin lemon tea?",
"Bisa Non.., anget atau dingin?",
"Anget aja bik,
makasih ya..",
Sharen menikmati makan malamnya seorang diri. Tentu saja rasanya aneh, karena biasanya ada anggota keluarga yang lain. Tidak menyesal karena memilih untuk tidak ikut pergi. Sharen malas, dia lebih memilih untuk menggambar desain.
Kembali ke kamarnya ketika perutnya sudah terisi penuh. Sharen memandangi jam dihadapannya, menunggu kekasihnya menghubungi. Menunggu cukup lama, akhirnya waktu yang ditunggu tiba.
"Sayang..., lagi apa..?",
"Di kamar aja, nunggu kamu..",
"Kenapa nggak hubungin dulu..?",
"Takutnya belum pulang kerja..",
"Kamu udah makan?",
"Udah..,
kamu..?",
"Belum sayang..,
mandi aja belum, ini aku sampe, langsung hubungin kamu..",
"Cieh.., pasti kangen aku..",
"Kangen banget,
kamu nggak kangen..?",
"Kangen lah.., masa nggak..",
"Hari ini kemana aja sayang?",
"Di rumah aja.., aku males..",
"Nggak ke butik..? ke Prime?",
"Nggak.., diajakin mommy ke mall aja aku males..",
"Terus ngapain aja seharian? di kamar mikirin aku..?",
"Ya bisa jadi gitu,
aku lagi gambar desain buat bridesmad, desain gaun-gaun siapa tau bentar lagi nikah..",
Nathan tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.
"Iya kan Nath..?",
"Iya sayang, bentar lagi nikah..",
"Yakin?",
"Yakin....kita pasti nikah kok..",
"Yakin banget..?",
"Iya sayang..,yakin.
desain gaun pengantin juga nggak..?",
"Iya..,
pede banget ya aku..",
"Kamu percaya kan sama aku..?",
"Ya percaya..",
"Mulai sekarang, coba cari-cari WO buat pernikahan kita..",
"Pengennya sih gitu, tapi nanti aja nunggu kamu pulang..",
"Hmmm..ya udah tunggu aku...
Kamu udah ngantuk?",
"Belum Nath.., kan aku nunggu kamu.., jadi ngantuknya diundur aja..",
"Diundur? ada - ada aja kamu..",
"Nath.., tadi tiba-tiba aku dipanggil Daddy..",
"Iya sayang, terus..? ngomongin soal kita..?",
__ADS_1
"Dikit sih..",
"Daddy bilang apa..?",
"Daddy tanya, aku udah yakin sama kamu atau nggak? terus tanya lagi, kalo misalnya kamu tiba-tiba ngajakin nikah, aku siap apa nggak?",
"Terus kamu jawab apa..?",
"Ya jawab yakin, aku mau..gitu..",
"Udah..? gitu doang..?",
"Huum..abis itu dikasih duit sama Daddy..",
"Duit..?",
"Iya..hari ini Daddy bagi-bagi duit. 10 juta masing-masing buat Jaz sama Ze.., terus aku dikasih 9 ribu Dollar..",
"9 ribu Dollar? masa..?",
"Iya Nath, aku juga nggak tau kenapa tiba-tiba dikasih duit..",
"Bukan 9ribu.., kamu pasti salah ngitung..",
"Nggak kok.., bener 9ribu, hampir seratus juta kan..?",
"Coba hitung lagi...",
"Bentar deh, aku ambil amplopnya..",
Sharen mengambil amplop yang dia simpan di laci mejanya. Mengeluarkan uang lembar demi lembar.
"Bentar aku itung dulu..",
Sharen menghitungnya dengan teliti.
"Oh iya.., bukan 9ribu tapi ada lebih 50, berarti 9ribu lima puluh dollar..",
"Tuh kan, salah itung..",
"Kamu kok tau aku salah itung..",
"Aku udah tau kebiasaan kamu sayang..", dalihnya.
"Hehe iya, aku bingung kalo disuruh ngitung uang asing..",
"Kata Daddy, itu uang buat apa..?",
"Buat disimpen Nath..,
pokoknya random banget deh Daddy hari ini, tiba-tiba ngasih duit aku sebanyak itu...",
"Hehe ada-ada aja deh kamu..",
"Nath.., cepet pulang dong.., aku kangen..",
"Lusa udah terbang sayang, sabar ya..",
"Takut kenapa?
Katanya seneng kalo aku pulang..?",
"Aku takut ketemu sama Mama Farah, aku takut kamu ketemu sama Mommy..",
"Kan udah dibilang dari kemarin, nggak apa-apa.., nggak akan lulus kalo belum ujian kan? yakin sayang..",
"Gimana pun nanti, kamu tetep sayang sama aku kan..?",
"Sampai kapanpun, aku sayang sama kamu.., you're the only one sayang..",
"Hmmmm, makasih cinta...",
"Aku gerah, mau mandi dulu ya,
kamu udah ngantuk..? kalo udah, bobok aja nggak apa-apa.., besok dilanjut lagi ya..",
"Masih kangen, tapi aku juga ngantuk, aku tidur aja ya Nath, besok aku bangunin kamu kayak biasanya ya..",
"Iya sayang..
good night, have a nice dream.., i love you..",
"Makasih..
I love you, too..",
Sudah pamit untuk beristirahat tapi nyatanya Sharen justru tidak bisa tidur setelah kamarnya diketuk oleh Kinara. Iparnya itu memberikan paper bag kecil kepadanya.
"Mbak.. parfum dari mommy...",
"Makasih ya Na.., kalian baru pulang..?",
"Iya mbak..",
"Belanja banyak..?",
"Mommy mbak yang belanja banyak, Na sama Mas Javas sih biasa aja..,
tuh mommy masih dibawah..",
Sharen segera turun dan memastikan apa yang dibilang oleh Kinara. Benar saja, Mommy berbelanja cukup banyak. Memang tidak semua yang dibeli adalah barang merah, tapi belanjaan Mommy ini jika dimasukkan ke dalam mobil pasti penuh.
"Banyak banget mom..",
"Iya.., mumpung dibayarin sama Daddy..",
"Kan biasanya juga gitu..",
__ADS_1
"Kan biasanya pake kartu yang Mommy pegang, tapi kalo ini dibayar sama Daddy pake kartunya..",
"Senangnya...
Daddy nggak punya maksud apa-apa kan? biasanya kalo lagi manjain mommy, pasti Daddy pengen sesuatu. Jangan-jangan Daddy minta tambah adek, atau tambah istri mom..?",
"Husst.., kamu ngawur aja. Kalo tambah adek sih mommy nggak apa-apa, asal negosiasinya bener. Tapi, kalo tambah istri ya jelas mommy nggak mau. Emangnya kamu mau punya mommy tiri? apalagi kayak tante Erna itu..?",
"Dih .., amit-amit...
Tapi, makasih ya mom. Sharen jadi kebagian parfum, kebetulan parfum Sha emang ada yang mau habis..",
"Iya sayang, sama-sama..",
Kalau dipikir-pikir apa yang dibilang Sharen tentang Daddy, ada benarnya. Mommy jadi kepikiran.
"Mas...",
"Iya sayang..",
Mommy mendekat, dan dengan memeluk suaminya.
"Makasih untuk hari ini...",
"Sama-sama sayang..",
"Ada apa mas..?",
"Apanya..?",
"Hmmm.., tiba-tiba ngasih anak-anak duit, terus mas juga hari ini nurutin apa yang Aira mau..,
ada yang pengen mas sampein ke Aira..?",
"Nggak ada sayang..",
"Beneran..?",
"Iya..,
Kamu pikir, mas nyogok kamu, gitu ya..?",
"Huum...",
"Mas kan besok harus terbang ke Bali, jadi pengen nyenengin kalian..",
"Makasih mas..
Mas berapa lama di Bali..?",
"2 hari semalam sayang..,
mau ikut..?",
"Aira di rumah aja,
mas kan udah sama Javas..",
"Iya udah kalo gitu..
Ra.., kalo Sharen punya pacar, gimana?",
"Ya nggak apa-apa, Aira seneng..",
"Kalo tiba-tiba Sharen nikah..?",
"Ya jangan tiba-tiba dong mas, kan semua butuh persiapan..,
Aira pengen nikahnya Sharen itu seperti pernikahan pada umumnya. Ada acaranya, ngundang tamu, kayak Kai kemarin itu mas...",
Rendra tersenyum tipis. Seperti menyiratkan sesuatu.
"Kamu udah siap kehilangan Sharen..?",
"Sharen kan udah dewasa mas, Javas aja udah nikah. Cepat atau lambat, Sharen juga pasti bakalan nikah, mau gimana? hukum alam kan? ",
"Tapi, mas belum bisa kehilangan Sharen Ra..,belum siap lepasin dia buat suaminya..",
"Iya..mas kan sayang banget sama dia..",
"Selain kamu sama Mamah, Sharen itu wanita yang sangat berharga buat mas Ra..",
"Anak perempuan emang gitu ya mas? Deket banget sama bapaknya..
Mas punya calon buat Sharen..?",
"Biar Sharen menentukan pilihannya sendiri Ra..",
"Selama ini mas kan suka jodohin Sha sama Nathan...",
"Kalo sama Nathan, kamu setuju..?",
"Dari dulu, Aira kan nggak rewel soal jodoh Sha mas. Asal, keluarganya juga menerima Sharen dengan tangan terbuka, itu aja kok syaratnya..",
"Berarti boleh? kalo sama Nathan..?",
"Tergantung Sha, sama yang paling penting tergantung Farah.., kalo Farah masih tetep kayak gitu, ya Aira juga nggak bakal ngebolehin Sharen sama Nathan.
Emangnya sha punya hubungan sama Nathan mas..?",
"Nggak tau, kamu tanya sendiri aja sama anak kita..",
"Ya, Aira sih nggak keberatan, sebenarnya setuju-setuju aja, yang penting Sharen bahagia mas. Tapi, kan dari dulu dia yang nggak mau sama Nathan, jadi ya udah nggak usah dipaksa juga..",
"Iya.., nggak ada yang maksa juga kok sayang...
udah malem, kita tidur yuk..",
__ADS_1
Daddy sedikit membukakan jalan untuk Nathan. Dari awal, Daddy kan memang tim Nathan garis keras. Hanya saja, akhir-akhir ini sedikit memperhalus gerakannya. Tidak frontal seperti dulu, yang sangat terlihat menggebu-nggebu mendukung Nathan untuk bisa mendapatkan hati Sharen.
Bab selanjutnya, Nathan pulang...