Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Permintaan Kinara


__ADS_3

Dua Minggu telah berlalu. Bertemu Javas hanya dipagi hari dan malam hari, sudah biasa bagi Kina. Protes? Pernah, lebih tepatnya mengeluh. Tapi, Javas hanya memberikan janji-janji manis tanpa menepatinya. Waktunya banyak dihabiskan untuk Mine dibandingkan Kinara. Minta maaf lagi dan lagi. Dan Kina terus menerus memaafkan.


"Mau kayak gitu terus Na? coba dong tegas sama Javas.., istrinya itu Mine, atau kamu sih..?",


"Mbak Sharen kan kakaknya, coba dong dinasehati...", ucap Kina ketus.


Sharen membelalakkan matanya, ketika Kina menjawab ucapannya. Adik iparnya yang terkenal penyabar ternyata bisa mengeluarkan kata-kata nyelekit seperti itu. Mommy yang mendengar hanya meresponnya dengan senyuman sambil memandang ke arah Sharen yang terlihat mati kutu. Sharen memang terus-terusan memprovokasi Kina untuk bersikap tegas pada suaminya. Itu lah mengapa, Kina merasa mungkin sudah bosan mendengar kata-kata Sharen yang membuat kupingnya memerah.


Mommy sendiri, sudah berusaha menasehati putranya, tapi tetap saja mental. Hingga suatu malam saat Kina hendak mengambil minum. Tak sengaja dia mendengarkan percakapan ceramah mommy yang memang sengaja menunggu kepulangan Javas.


"Hebat ya kamu, jam segini baru pulang? emangnya sejak kapan CEO kerja sampai larut malam? dulu Dad aja nggak pernah kayak gini...",


"Mom...belum tidur..?"


"Ditanya malah balik tanya, dari mana aja?",


"Jenguk Mine mom...",


"Kalo jenguk itu paling lama 30 menit, ini kamu sampe malem kayak gini. Itu namanya bukan jenguk, tapi nemenin.."


"Iya mom...",


"Eh..mau kemana?",


"Mau ke kamar mom..., kangen sama istri Javas..",


"Kalo kangen tuh ditemenin seharian, bukannya di tinggal.. Kamu emang udah nikah, tapi kamu tetep anak mommy. Kalo kamu nggak bener, Mommy juga nggak bisa tinggal diem. Kamu udah nikah, udah punya istri, coba lah Vas tanggung jawab sama istri kamu..",

__ADS_1


"Javas juga udah tanggung jawab kan mom? nafkah lahir nafkah batin juga lancar..",


"Semuanya itu sia-sia kalo kamu nggak punya waktu buat istri kamu..",


"Mom.., tinggal 2 Minggu lagi. Sabar ya..Javas juga nggak bisa kayak gini terus..",


"Janji kamu tuh udah kayak belut, licin. Nggak bisa dipegang...",


"Javas cuma mau nemenin Mine disaat-saat terakhirnya mom..",


"Emangnya kamu yakin kalo Mine bakalan meninggal? kalo justru dia sehat? kamu gimana?",


"Istri Javas cuma Kina mom...",


"Kalo mommy nasehatin kamu, itu tandanya mommy peduli. Tapi kalo mommy udah capek, jangan harap ya mommy ngasih nasehat, perhatian ke kamu aja nggak...",


"Nggak ninggalin, tapi nambah istri? gitu maksudnya?"


"Nggak mom, Kina satu-satunya...",


"Kamu emang bebal Vas, susah dinasehatin...",


Kina mendengar semua percakapan suami dan mertuanya. Kina jadi tahu jika ibu mertuanya ternyata ikut mengkhawatirkan nasib rumah tangganya. Kina juga sedikit lega karena jawaban dari Javas.


Kina pemaaf atau memang dia yang terlalu cinta kepada suaminya?


Dua hari lagi adalah hari ulang tahun Kina. Ini adalah ulang tahun pertamanya bersama Javas. Tidak ingin terlalu berharap dengan Javas, karena dia tahu jika suaminya sedang sibuk. Kina hanya meminta satu hal kepada suaminya.

__ADS_1


"Mau kado apa?", tanya Javas tiba-tiba ketika mereka hendak turun untuk menikmati sarapan bersama.


"Terserah mas aja..",


"Kamu mau apa?",


"Hmmmmm yakin mas bisa penuhi?",


"Bisa sayang...",


"Kina pengen waktunya mas, sehari aja kita berduaan..., bisa? mas mau?",


"Cuma itu..?",


"Waktu itu lebih berharga dari apapun kan?",


"Kamu lebih berharga..",


"Nggak usah gombal..., tepatin janji mas.."


"Iya sayang.., nanti dikosongin jadwalnya buat kamu..mas sebenarnya udah nyiapin kado buat kamu..",


"Apa..?",


"Rahasia..",


"Hmmm..Ayo cepatan turun..",

__ADS_1


Kina memang hanya meminta waktu, sesuatu yang tidak didapatkannya akhir-akhir ini dari Javas. Kita lihat apakah Javas bisa menepati janjinya kali ini?


__ADS_2