
Kinara membuka matanya perlahan, namun kembali terpejam ketika Javas melakukan sesuatu padanya.
Bibir Javas kini sudah mendarat di atas bibirnya dan melum*tanya halus. Keduanya berciuman, dan tanpa malu-malu lagi, kedua tangan Kinara memegang erat pinggang Javas. Merasa mendapatkan respon, Javas semakin memperdalam cium*annya. Kinara membalasnya, membuka bibirnya dan membiarkan Javas merasakan inchi bibirnya. Mereka melakukan dengan sangat lembut, hingga lupa jika Kinara sedang ditunggu.
Tangan Javas mulai nakal meraba dada Kinara dan meremasnya perlahan. Dia lakukan dari luar, karena hanya ingin melihat bagaimana respon Kinara.
"emmhhhhhhh...",
Tidak dia sangka, Kinara meresponnya dengan suara desah*an yang terdengar erot*is ditelinganya.
Beberapa kali Kinara mencoba menyingkirkan tangan Javas, namun beberapa kali pula Javas berhasil mempertahankan usahanya.
Aktivitas semi intim yang baru mereka lakukan pertama kali, berlangsung hingga sepuluh menit lamanya. Diakhiri Javas dengan ciuman kasar yang membuat bunyi decapan ketika bibirnya beradu.
Kedua kening mereka bertemu.
"Bibir kamu manis.., aku suka..",
Javas tersenyum ketika mengucapkannya membuat Kinara tersipu.
Javas kembali mencium bibir Kina, namun hanya sebuah kecupan.
"Tapi, kita masih belum selesai Na..", ucapnya. Javas benar-benar mengakhirinya dengan mencium kening Kinara.
Entah apa maksud Javas, tapi hati Kinara berdesir, rasanya deg-degan ketika baru saja menyadari, jika dia sedikit lepas kontrol. Tapi, Kina juga tidak bisa menahannya, tidak dapat lagi menyembunyikan perasaanya yang selama ini dia simpan.
"Kina udah ditunggu mas..",
"Iya tau..",
"Mom sama mbak Sharen pasti marah..",
"Nggak mungkin..
Aku antar..",
Saat keluar, sudah ada dua wanita cantik yang berdiri di depan pintu kamar Javas. Aira dan Sharen menelisik penampilan Kinara, dari atas sampai bawah. Dan.., lagi-lagi mulut sembrono Sharen berulah.
"Kalian bikin ponakan dulu ya? Lama banget..",
"Kina nyiapin bajunya Javas..", ucap Javas.
"Daritadi loh padahal..
Na.., tuh kemeja lecek banget..",
"Hah..", jawab Kina menurunkan pandangannya memeriksa kemeja soft peachnya berbahan katun tipis yang rentan lecek.
"Belum disetrika?",tanyanya lagi.
"Iya mbak, lupa..",
__ADS_1
"Tapi aneh, leceknya cuma dibagian dada doang..", ucap Sharen lagi yang membuat mommy Aira menahan tawanya.
"Hah..",
"Dari tadi Hah aja Na.., udah yuk berangkat. Suami kamu emang nggak tau sikon.., udah tau kamu mau diajak pergi, malah dieksekusi duluan..",
"Mommy pernah muda.., udah paham apa yang kalian lakuin. Udah ya Vas.., anu nya ditunda dulu. Ini mommy pinjem istri kamu bentar..",
Mommy Aira merangkul Kinara dan mengajaknya turun ke bawah. Diikuti oleh Sharen dan Javas di belakangnya.
"Kamu tuh.. bikin kesel kakak aja.., tahan dulu kenapa sih Vas..",
"Katanya minta keponakan?", goda Javas.
"Iya.., tapi entar aja bikinnya jangan sekarang..",
"Enak kak..", bisiknya Javas.
"Hihi..jijik kakak..",
"Hahahaha....",
Sudah menunggu kecil Jaz yang sudah bersiap di depan mobil bersama Daddynya. Hari ini Jaz memang terlihat bersemangat karena hari ini dia akan bermain bersama Zoya, saudara sepupu dan sepersusuannya.
"Lama banget..", ucap Rendra.
"Nih anak dad.., bikin ulah mulu..",
"Udah udah.., kalo kalian ribut kita jadi nggak pergi-pergi..",
Aira sama anak-anak pergi dulu ya mas..", pamitnya pada sang suami dengan mencium tangannya.
"Iya hati-hati..", balasnya dengan mencium kening sang istri.
Hal yang sama dilakukan oleh Javas dan Kinara.
"Kabarin begitu sampai dimall..",
"Iya mas..,
Pergi dulu ya..", ucapnya .
Javas mencium kening Kina. Mereka sudah tidak malu-malu lagi melakukan di depan keluarganya.
Jaz langsung melihat ke arah kakak perempuannya.
"Kasian kak Sharen..",
"Kenapa?", tanya sus Sri.
"Nggak ada yang mau cium..", ucap Jaz yang langsung mengundang gelak tawa Mommy dan Daddynya.
__ADS_1
"Iya ya.., kasian kak Sha ya Jaz. Suruh kakak kamu punya suami..", ucap Daddynya.
"Dad.., ngeledek deh..
Kak Sha cium kamu aja deh...., ih gemessss.., pipi gembul..", ucapnya menggendong sang adik lalu menciumnya. Sharen membawa masuk adiknya ke dalam mobil.
"Titip istri Javas ya mom.., jangan sampai lecet..",
"Iya iya.., cuma shopping abis itu ke rumah Om Revan Vas..",
"Beneran jagain loh mom..",
"Iya iya.., bawel
Ayo Na masuk..",ucap Aira mengajak menantunya masuk ke dalam mobil.
Baru saja mobil mereka melaju meninggalkan rumah, tapi ponsel Kina sudah berbunyi nyaring. Siapa lagi kalo bukan dari suaminya.
"Belanjanya nggak usah lama-lama.., biar kita juga cepet ketemunya..",
Sebuah chat dari suaminya yang membuat Kinara tersenyum simpul.
"Kinara nggak berani, semuanya tergantung mom sama mbak Sharen..",
"Dua jam lagi aku sama Dad otw ke rumah om Revan.., kamu cepet nyusul ya..",
"Sampe di mall aja belum mas.."
"Bodo amat, nggak mau tau..",
Kinara akhirnya menyerah dan membiarkan suaminya itu mengomel dalam bentuk tulisan.
Ting...
Belum juga dibuka.., sudah berbunyi kembali.
Ting...
Ting...
Disusul dengan chat yang lain.
"Na.., ponsel kamu berisik banget, Javas ya..",
"Iya mbak.., maaf. Na silent dulu ya..",
"Dasar, posesif..",
"Kayaknya Javas ini bucin, Daddy wanna be deh Sha..", ucap Aira.
"Iya.., udah keliatan mom...",
__ADS_1
Kinara hanya diam, malu sekaligus tersanjung mendengar ucapan kakak ipar serta ibu mertuanya. Yang jelas, Kina bersyukur bisa diterima dengan baik oleh keluarga suaminya.