
Sharen benar-benar menepati janjinya. Pemotretan kemarin adalah kontrak kerjanya yang terakhir di dunia entertainment. Dia menuruti permintaan Nathan. Oh.. Sharen masih tetap ada dunia hiburan, hanya saja paling dia menerima endorse yang hanya membutuhkan kerjasama tim tanpa melibatkan figure atau artis lain.
Sharen fokus mengembangkan hobi dan bakatnya merancang busana. Dengan begitu, waktunya tidak banyak tersita. Sharen sering menemani suaminya dinas keluar kota bahkan keluar negeri. Tidak menerima kontrak kerja yang mengikat waktunya adalah pilihan yang tepat.
"Makasih sayang...", ucap Nathan ketika Sharen baru saja memasangkan dasi untuknya.
"Sama-sama..
Mau dibawain makan siang ke kantor nggak yank?"
"Boleh kalo kamu nggak repot..",
"Nggak dong..,
aku masakin ya..",
"Rajin banget istri aku.
Nggak ke butik emangnya..?",
"Nggak deh, bisa di handle dari sini..",
"Oke..
nanti mas tunggu dikantor ya..",
"Nanti Sha mau ke rumah mommy dulu..",
"Mau bareng? mas tungguin..",
"Nggak usah yank,
kan katanya ada meeting...",
"Iya sih..
Kalo gitu mas ke kantor dulu sayang..
kamu ati-ati ya nyetirnya..",
"Iya yank..
I love you..",
"I love you, too...", ucapnya dengan mengecup kening sang istri sebelum Nathan pergi.
Pernikahannya dengan Nathan sudah menginjak bulan ke enam. Usia pernikahan yang bisa dibilang baru. Dan, tentu saja jalan mereka masih sangat panjang. Belum ada pertengkaran yang berarti, dan semoga saja mereka tetap seperti ini. Mengerti satu sama lain, dan tetap menjadi pasangan yang harmonis.
Sharen memang seringkali berkunjung ke rumah orang tuanya. Sekedar main, atau melepas rindunya. Tidak ada yang berubah, dia tetaplah anak yang sangat disayang oleh Dad dan Mom. hanya saja statusnya sudah menjadi seorang istri dan tentu saja waktunya banyak dia habiskan bersama suaminya.
"Pagi mommy...", sapanya pada Mommy yang sedang berada di halaman belakang.
"Pagi sayang...,
sendirian?",
"Halo Na..",sapanya pada adik ipar.
__ADS_1
"Halo mbak..",
"Iya..Nathan kan kerja mom..",
"Kamu ngapain kesini..?",
"Ya Allah mom, anaknya dateng bukannya seneng malah ngomong kayak gitu..",
"Ya nggak gitu, maksud mom kamu sama Nathan, baik-baik aja kan..?",
"Baik-baik aja Mom...
Terus kenapa pagi-pagi kesini..?",
"Ya kan pengen maen,
Sha kesepian disana mom..",
"Ya itu kan resikonya, kamu nggak mau tinggal sama Mama Farah, disini juga nggak mau? ya udah nikmatin aja kesendirian..",
"Ya kan Sha pengen mandiri mom...,
lagian enak nggak bareng sama Mertua atau orang tua, jadi bebas mau ngapain aja..",
"Hmmm bebas tapi kesepian...",
Suara tangisan Zee terdengar. Si tampan itu sepertinya kelelahan bermain dengan susternya.
"Cup..cup cup...
Keponakan aunty kesel ya? sust nakal ya sayang..",
mau nen dulu ya..? atau mau bobok aja..?kamu tadi bangunnya subuh, Ze ngantuk ya nak..., bobok dulu ya..",
Zee terdiam, sepertinya benar anak kecil itu mengantuk.
"Mom..mbak Sharen
Na permisi dulu mau ngelonin Ze ya..",
"Iya gih, sana..
biar nggak tantrum nanti..",
Mata Sharen berbinar ketika melihat Kinara yang menggendong putranya. Meskipun terlihat keberatan, tapi Kinara tetap berusaha sekuat tenaga. Maklum, tubuh Kinara mungil sedangkan Zee gemoy.
"Sha.., seneng kan liatnya..?",
"Iya Mom.., lucu...",
"Kamu nggak pengen kayak gitu..?",
"Ya pengen lah mom...",
"Belum ada tanda-tanda ya?",
"Belum mom..", ucap Sharen dengan menggelengkan kepalanya. Ada raut kesedihan, tapi sebisa mungkin Sharen menyembunyikannya.
__ADS_1
"Nggak apa-apa..", usap Mommy pada lengan Sharen.
"Doain ya mom..",
"Pasti sayang...",
"Sha.., kalo mom ngomong kira-kira kamu tersinggung nggak ya..?",
"Apa mommy..?",
"Coba cek kesehatan, mau..?",
Sharen memandang Mommynya diiringi senyum tipisnya.
"Kamu jangan tersinggung...",
"Mommy udah pengen punya cucu dari Sharen ya..?",
"Meskipun udah punya Zee, tapi kan mom sama Dad, juga pengen dapat cucu dari kamu sama Nathan. Kalo cowok udah pasti nggak kalah gantengnya sama Ze. Kalo cewek, pasti cantik kayak mom..",
"Ye kan anak Sha sama mas Nathan, kenapa jadi mirip Mommy..",
"Kan mommy , omy nya...",
Sharen terkekeh.
"Sebenarnya nggak cuma mom sama Dad aja yang udah pengen, tapi mertua kamu juga..",
"Papa Aldo sama Mama Farah?",
"Iya.., terutama Farah, dia pengen banget cepet-cepet punya cucu.., apalagi cuma Nathan anak satu-satunya..",
"Tapi, Mama Farah nggak pernah bilang apa-apa ke Sharen..",
"Mungkin, nggak enak ngomong sama kamu, takut kamu tersinggung...
Mommy cuma ngasih saran aja, siapa tau kamu mau tes kesehatan. Bukan berarti kamu atau Nathan ada yang punya kendala. Tapi, apa salahnya cek? kalo dua-duanya oke, ya Alhamdulillah, berarti emang belum rejeki kalian aja...",
"Iya mom..nanti Sha obrolin sama Mas Nathan dulu..",
"Kalo seandainya Nathan yang punya masalah, kamu harus support dia..,
tapi kalo sebaliknya, kamu harus legowo ya..",
"Mas Nathan mau ninggalin Sharen maksudnya..?",
"Ya bukan gitu maksud Mommy..
maksudnya legowo itu ya, kamu harus terima. Nanti kita cari solusinya.., gitu sayang...",
"Iya mommy..",
"Mulai sekarang, dikurangin tuh jajan fast food, banyakin sayur sama buahnya..",
Sharen mengangguk mengerti. Pantas aja hari ini dia ingin sekali pulang ke rumah orang tuanya, ternyata ada wejangan yang sangat berguna bagi pernikahannya.
"Ya udah, ayok masakin Sha sayur tauge..biar subur..",
__ADS_1
"Ayo sayang..",