Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Akhirnya Sah


__ADS_3

Jam masih menunjukkan pukul 3 pagi. Tapi, Sharen sudah bangun dari tidurnya. Tidur selama 4 jam, sudah cukup baginya. Meskipun, matanya masih terasa sangat berat, tapi hari ini adalah hari yang paling dia tunggu. Nathan akan menikahinya secara resmi. Dan, itu artinya mereka akan terus bersama.


Pukul 4 nanti, MUA akan meriasnya. Tidak ada malas-malasan, Sharen bergegas mandi. Jangan sampai dia terlambat dan akan mempengaruhi jadwal yang sudah tersusun rapi. Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membersihkan tubuhnya. Sharen keluar kamar berniat untuk mengambil air minum.


"Sha....",


Sedikit kaget dengan suara yang menyapanya. Namun, Sharen tetap tenang meskipun dia sangat tidak ingin bercengkerama dengan orang tersebut.


"Haus..?",


"Iya..",


"Jam segini kok udah bangun? bukannya kamu harusnya banyak istirahat..?",


"Mau dirias setengah jam lagi..",


"Oh gitu...


Kenapa cuek sama aku..?",


"Terus harusnya gimana?",


"Ya nggak gimana-gimana, kayaknya males banget ngobrol sama aku..",


"Kak Bian kenapa jam segini udah bangun?",tanya Sha terpaksa basa-basi.


"Susah tidur aja..",


"AC nya mati..?",


"Nggak.., tapi susah tidur aja..",

__ADS_1


"Oh gitu..,


Sha tinggal ya..",


"Kenapa buru-buru sih Sha..",


"Nggak apa-apa, kan bentar lagi mau dirias. Tuh, bentar lagi juga yang lainnya pada bangun. Sha nggak enak aja kalo pada liat..",


"Kenapa? kamu takut baper lagi sama kakak? apa kamu takut malah nanti nikahnya batal..?",


"Baper sama kak Bian..?Hehe.., Nathan jauh lebih baik dari kak Bian. Kayak rumah ini sampai Mekkah, jauh banget....,


Takut batal nikah? kak Bian lupa? Sharen udah resmi jadi istrinya Nathan. Ya, meskipun istri siri, tapi bentar lagi kami sah. Udah deh, kak Bian nggak usah ngelantur ngomongnya...",


"Hmmm, ya udah selamat kalo gitu..", ucap Bian dengan mengulurkan tangan.


Alih-alih menjabat tangan Bian, Sharen justru tersenyum smirk.


"Ehemmmm....",


Suara deheman Javas memecah suasana tegang saat itu. Bian terlihat salting, tapi tidak dengan Sharen yang nampak tenang.


"Kok udah bangun Vas..?",


"Iya.., mau ngambil air minum buat Kina, kasian kehausan. Daritadi Zee net*ek nggak berhenti..",


"Oh gitu..,


Kakak ke kamar dulu..", ucap Sharen.


Sharen berjalan menuju kamarnya. Javas langsung mengultimatum Bian setelah kakaknya menjauh.

__ADS_1


"Kenapa? nyesel nggak jadi sama kak Sharen..",


Bian diam, dia hanya tersenyum.


"Inget perut kak Gladys, itu buncit bukan gara-gara makan seblak, tapi ada bayinya. Itu anak kak Bian..",


"Iya tau..",


"Susah move on sok-sokan nyakitin..",ucap Javas to the point.


Hari ini cuaca cerah, secerah suasana hati Sharen yang sudah tidak sabar bertemu dengan suaminya. Jam menunjukkan pukul 7 pagi, itu artinya sebentar lagi dia akan duduk disamping Nathan, dan seterusnya mereka akan bersama-sama.


Sharen sudah cantik mengenakan gaun pengantin adat Jawa. Riasannya, Sanggulnya, Paesnya, kebayanya semuanya menyatu. Sehingga membuat Sharen terlihat sangat cantik dan anggun. Sharen masih berada di dalam kamarnya, sedang mengabadikan moment sesuai dengan arahan fotografer.


Nathan dan keluarga besarnya sudah tiba di kediaman Sharen. Dia langsung duduk di singgasana, tempat mereka akan melangsungkan pernikahan. Dengan dituntun oleh Mommy Aira dan Tante Fafa, Sharen berjalan dengan anggun. Nathan menyambut istrinya dengan senyuman merekah. Akhirnya, dia sudah bisa melihat permaisurinya secara langsung. Nathan berdiri menyambut kedatangan Sharen. Tidak ada percakapan, mereka hanya saling melempar senyum. Nathan membantu istrinya yang kesulitan duduk karena mengenakan jarik.


Petugas pernikahan sudah datang, dan acara segera dimulai. MC membuka acara, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci. Memang bukan acara akad nikah, melainkan sidang isbat. Nathan sudah resmi mempersunting Sharen dengan akad nikah yang berlangsung di Sydney. Menurut ulama yang dimintai Daddy pendapat, Nathan sudah tidak perlu lagi mengucapkan ijab, karena pernikahan sudah resmi secara agama. Jika ingin meresmikan secara negara, cukup dengan sidang isbat.


Video ijab qobul yang berlangsung di Sydney, kembali diputar. Video yang memperlihatkan jika Nathan benar-benar dalam keadaan sadar, dan tanpa paksaan menikahi Sharen. Meskipun tanpa sepengetahuan Sharen, namun Daddy sebagai wali mujbir berhak menikahkan putrinya tanpa sepengetahuan atau izinnya. Dalam hal ini, yang berhak hanyalah Ayah kandung dan kakeknya.


Nathan dan Sharen akhirnya bisa menandatangani dokumen nikah. Sharen dan Nathan sudah memegang Buku bergambar Garuda. Mereka sudah resmi menjadi suami istri, secara negara. Sharen dan Nathan tampak bahagia, mereka berfoto dengan memamerkan buku nikahnya.


Acara dilanjutkan dengan sungkeman. Nathan dan Sharen bergantian sungkem kepada orang tua. Daddy dan Mommy sepertinya sudah menghabiskan air mata mereka saat pengajian dan siraman kemarin. Tidak ada lagi air mata, yang ada hanya doa untuk pernikahan putri mereka.


"Anak Daddy cantik banget hari ini. Bahagia ya Nak...",


"Makasih Dad...",


"Daddy serahin putri kesayangan Daddy sama kamu Nath.., jangan sesekali kamu nyakitin Sharen. Jaga dia seperti Daddy menjaga dia.., Sharen harus bahagia Nath..",


"Mohon doanya Dad, semoga Nathan bisa selalu menjaga dan membahagiakan Sharen...",

__ADS_1


Satu acara penting akhirnya terlaksana dengan lancar. Hanya tinggal satu acara lagi, yang sebenarnya lebih ribet dan melelahkan dari acara-acara yang lain. Besok malam, mereka akan mengadakan resepsi pernikahan dengan mengundang lebih dari 1000 tamu undangan. Jika 1 tamu undangan membawa pasangan, tinggal kalikan saja. Sudah bisa membayangkan kan betapa banyaknya?


__ADS_2