Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Flashback


__ADS_3

Apart Sdyney..


Daddy Rendra dan Vano akhirnya sampai di Apartement Sharen. Daddy bisa leluasa masuk, karena Dad juga memegang kunci cadangan. Seharusnya Minggu depan Daddy bertolak Sydney, tapi urusan di Jepang selesai lebih awal. Daddy sengaja tidak memberitahu Sharen tentang kunjungannya. Biar surprise maksudnya.


"Dad.., Vano keluar ya..


mau nyamperin Icha..",


"Iya nggak apa-apa.., Daddy juga mau istirahat dulu..",


"Nanti Vano bawain makanan ya Dad..",


"Iya makasih...",


Daddy melihat banyak perubahan ketika Sharen hidup sendiri di Sydney. Salah satunya adalah lemari pendingin yang penuh dengan bahan makanan. Dapur yang nampaknya juga sering digunakan. Itu tandanya selama Sharen berada disana, dia selalu memasak. Ya, benar memang. Daddy juga tahu dari CCTV yang dipasang diseluruh ruangan, kecuali kamar tidur dan kamar mandi.


Daddy tahu selama di Sydney, putrinya berhubungan dengan Nathan. Mereka juga kerap tertangkap berduaan oleh orang yang bertugas menjaga dan mengawasi Sharen. Tapi, Daddy belum bisa memastikan seperti apa hubungan mereka, karena Sharen juga tak pernah sedikitpun menyinggung soal Nathan.


Daddy sempat mendengar suara Sharen dari luar yang sedang bercakap dengan seseorang. Namun hanya sebentar karena setelahnya suara putrinya hilang. Mencoba memeriksa dengan keluar Apartement. Daddy justru dibuat suprise oleh Sharen yang sedang berciuman mesra dengan seorang pemuda. Bukan hanya ciuman biasa, tapi ciuman yang mengarah pada hal intim, tangan pemuda itu bahkan dengan beraninya menelusup ke dalam kemeja yang dipakai oleh Sharen. Mencegah terjadi hal lebih dari pada itu, Daddy segera bersuara.


"Nathan...!!!!


Sharen....!!!!!",


Namun, keduanya masih melanjutkan ciuman mereka. Mungkin baru menyadari kehadirannya, Sharen dan Nathan menghentikan aktivitasnya.


"Daddy....", ucap Sharen.


Daddy menggelengkan kepalanya.


"Dad....", ucap Sharen menghampiri Daddy nya.


"Perbaiki kancing kemeja kamu...", jawab Daddy yang lalu di respon Sharen cepat dengan mengancingkan dua butir kancing atasnya yang terlepas dari lubangnya.


"Maaf Dad...", Sharen menunduk.


"Om.., Nathan minta maaf...",


"Kalian bener-bener ya. Kalo Daddy nggak pergoki kalian, mau dilanjut di atas kasur..?",


"Nggak Dad...", geleng Sharen.


"Sha sama Nathan udah biasa ngelakuin ini , tapi nggak pernah lebih dari itu..",


"Udah terbiasa..?",


Daddy menggelengkan kepalanya. Raut wajahnya menunjukkan kekecewaan.


"Nath.., kita selesaikan ini di dalam antara laki-laki dan laki-laki.


Kamu Sha.., tetep disini.., jangan masuk sebelum Daddy nyuruh kamu..",


"Daddy mau apain Nathan Dad..?


Jangan diapa-apain Dad, Sha sayang sama Nathan. Bukannya selama ini Daddy selalu jodohin Sha sama Nathan kan?",


Daddy kecewa, melihat putrinya bercumbu dengan Nathan, dihadapannya. Ayah mana yang tidak kecewa melihat putrinya bermesraan dengan laki-laki yang bukan muhrim? Apalagi, di negara orang yang keduanya jauh dari pengawasan orang tua. Jangan sampai, masa lalunya kembali terulang kepada Sharen.


"Nath....!!!", Daddy kembali bersuara karena Nathan yang tak kunjung masuk ke dalam Apartement.


"Iya Om...",


Nathan menyusul masuk ke dalam Apartement.


"Duduk Nath..",


Meskipun takut, tapi mau tak mau Nathan memang harus bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya. Memang, bukan sepenuhnya salah, karena Sharen juga mempunyai andil. Tapi, Nathan laki-laki.


"Mau jadi laki-laki brengsek yang ngerusak anak Om..?"


"Sama sekali nggak Om..",


"Terus, maksud kamu kayak tadi itu gimana?",


"Nathan dan Sharen pacaran Om..",


"Terus, kalo pacaran boleh kayak gitu..?",


Nathan menggeleng.


"Kamu tau kan? selama ini om mati-matian jagain Sharen. Dia anak om, putri om satu-satunya. Lecet dikit aja, Om langsung panik. Apalagi liat kayak tadi Nath? Hati Om perih...",


"Maaf Om..",


"Kalo bukan karena dia yang maksa mau sekolah disini, buat lupain masalahnya di Indo, Om juga nggak bakal ngizinin. Eh, nggak taunya malah ketemu kamu lagi disini. Apa kalian emang sengaja? janjian tinggal di Sydney..?",


"Nggak sama sekali Om..",


"Oke itu nggak penting..


Sekarang jawab jujur.., kamu pernah lakuin lebih dari itu..? kalian pernah ngelakuin hal terlarang..?",


Nathan menggeleng.


"Nggak pernah Om, Nath sama Sharen nggak pernah melebihi batas..",


"Nggak melebihi batas gimana? yang kayak tadi nggak melebihi batas..? itu anak orang Nath, bukan Pela*cur yang dengan seenak jidatnya kamu ciumin, kamu raba-raba..., emangnya kamu pikir Sharen itu perempuan murahan, gitu..?",


"Sama sekali nggak Om..., Nathan menghormati, menjaga Sharen selama ini..",


"Kamu tau Om kecewa..?",


"Iya tau Om..",


"Kamu terima apa yang mau om perbuat sama kamu..?",


"Nathan terima apapun resikonya..",


"Oke.., masalah ini kita selesaikan secara gentle man. Om minta pertanggung jawaban kamu.."


"Maksud Om..?",


"Om minta kamu nikahi Sharen, saat ini juga...",


"Apa Om? nikah..?",


"Ya, Om ayah kandungnya. Om bisa menikahkan kalian, kalo kamu mau...",


Melihat Nathan yang nampak bingung, Daddy kembali bersuara.


"Om nggak maksa, tapi maaf. Penawaran yang om kasih ke kamu, cuma sekali ini saja. Kalo kamu emang serius sama Sha, mendingan kalian langsung nikah.., tapi kalo kamu nggak mau, jangan harap Om membiarkan kamu deket-deket sama Sharen.


Kamu om kasih waktu buat mikir..om kasih waktu kamu.............",


"Nathan siap Om...", sahutnya.


Daddy Rendra tersenyum penuh arti.


"Tapi, Om..ini bukan pernikahan Impian Sharen. Nathan nggak mau ngecewain dia..",


"Kamu cinta kan sama Sharen..?",


"Sangat Om..",


"Sama kayak kamu, Om juga cinta banget sama Tante Aira. Om, juga nggak akan ngecewain dia, Tante Aira juga memimpikan pernikahan putri satu-satunya digelar semewah dan semeriah mungkin..",


"Nggak jadi nikahnya Om..?",


"Nggak apa-apa kalo kamu nggak mau.."


"Nathan siap Om...",


"Maksud Om, setelah ijab qobul nanti, Om akan rahasiakan kalo kalian udah nikah, tunggu sampe kalian melakukan prosesi pernikahan sebagaimana mestinya..,, kamu sanggup..?",


"Sanggup Om, tapi Nathan minta 2 bulan dari sekarang pernikahan resmi Nathan dan Sharen diselenggarakan..",


"Oke..,


ini kesepakatan kita bersama. Om nggak memaksa kamu, dan kamu mengambil keputusan ini juga karena kamu mau...iya kan?",


"Iya Om..",


"Sekarang, siapkan saksi dan mahar pernikahan. Vano nanti jadi bisa saksi, kurang satu saksinya..kamu ada kandidat..?",


"Ada Om, teman Nathan..",


"Oke.., suruh dia kesini..",


Daddy Rendra langsung menghubungi Vano, agar keponakannya itu kembali ke Apartement.

__ADS_1


"No.., kamu balik sekarang ke Apartemen kak Sharen..",


"Satu jam lagi ya Dad.., ini Vano lagi sama Icha..",


"Daddy bilang sekarang..., ini penting..!!!",


"Iya Dad iya.., Vano pulang..",


Nathan menghubungi temannya, yang seorang fotografer. Kebetulan, hanya dia seorang muslim di Aussie yang Nathan kenal.


"Mas.., bisa nggak aku minta tolong..?",


"Apa Nath? fotoin lagi..?",


"Bukan mas.., aku mau nikah..",


"Oh..fotoin nikahan kamu..?",


"Bukan mas.., jadi saksi nikah..",


"Kapan..?",


"Sekarang...",


"Kok dadakan gini Nath..?",


"Iya mas abis ke Gap tadi..",


"Owalah.., minta tanggung jawab?",


"Iya mas..",


"Oke.., wait ya..


aku ini baru aja kelar acara event. 10 menit lagi, aku otw. Paling sampai ditempat kamu 15 menitan, jadi minta waktu 25 menit gimana..?",


Setelahnya, Nathan mencoba menghubungi Papanya, untuk mengutarakan apa yang menjadi niatnya. Nathan meminta izin pada papanya.


"Pah.., Nath mau ngomong..",


"Iya Nath, apa? perlu uang?",


"Pah.., Nathan mau nikah sama Sharen...",


"Kamu bercanda kan?",


"Serius Pah..",


"Kamu abis ngapain?",


"Nathan abis ke Gap sama Om Rendra, lagi ngapa-ngapain Sharen..",


"Astagfirullah Nath.., kamu apain Sharen..?",


"Papah.... kayak nggak pernah muda aja..",


"Terus gimana?",


"Papah restuin kan..?",


"Papah terserah sama kamu aja, kamu laki-laki, udah layaknya dan seharusnya kamu bertanggung jawab..",


"Iya Pah.., makasih Pah..",


"Nanti video call Papah mau liat prosesinya..",


Vano datang, dan alangkah kagetnya dia ketika Daddy Rendra menjelaskan duduk perkaranya.


"Gitu Dad..? terus penghulunya mana?",


"Kamu ngerti rukun nikah nggak?",


Vano menggaruk kepalanya yang tidak gagal.


"Udah cukup Daddy yang jadi walinya, nggak perlu penghulu. Ini nikah bawah tangan aja No.., ngerti?",


"Tapi, kak Sharen kan nggak tau Dad.., boleh hukumnya..?",


"Kamu tau kenapa Daddy mau nikahin Sharen sama Nathan?",


"Iya Dad..",


Vano nyengir, sedangkan Nathan langsung menundukkan kepalanya karena mendengar sindiran dari Daddy.


"Assalamualaikum...",


Teman Nathan datang.


"Ini serius Nath..?",


"Iya mas ., itu calon mertuaku.., Vano sama Mas yang jadi saksi..",


"Oke..,


udah disiapin Maharnya..?.",


Nathan menepuk jidatnya. Dia sampai melupakan hal penting seperti itu.


"Aku belum siapin Mas..",


"Uang aja udah.., yang simple.


Bilang sama mertua kamu, minta mahar berapa..?",


"Om.., minta mahar berapa..?",


"Yang tidak memberatkan kamu dan tidak merendahkan putri Om..",


Nathan meraih tasnya, dan mengeluarkan uang yang saat itu dia punya. Nathan menghitung.


"Nathan punya sembilan ribu lima puluh dollar Om.., kalo kurang, Nathan izin ke ATM dulu buat ambil..",


"Nggak usah, itu cukup Nath..",


Nathan sepertinya masih beruntung. Meskipun pernikahannya dadakan, tapi masih bisa diabadikan. Mas Fotografer berinisiatif mengabadikan ijab qobul dengan kamera professional miliknya.


"Siap Nath..",


"Siap Om..",


Nathan menjabat tangan Daddy dengan mantap.


"Dave Nathaniel Adyasta saya nikahkan engkau dengan putri kandung saya Queen Shareen Belvanya Perdana dengan mas kawin berupa uang senilai sembilan ribu lima puluh dollar Australia, dibayar tunai...",


"Saya terima nikahnya Queen Sharen Belvanya Perdana untuk diri saya, dengan mas kawin senilai sembilan ribu lima puluh dollar Australia, dibayar tunai..",


Dengan sekali tarikkan nafas, Nathan mengucapkannya dengan lancar.


"Sah....", ucap Vano dan mas fotografer tersebut dengan bersamaan.


Lantunan doa langsung dikumandangkan oleh teman Nathan. Benar-benar definisi mempunyai teman yang sangat tepat.


"Ini uangnya Daddy terima ya Nath..",


"Iya Dad..",


Panggilan seketika berubah setelah mereka menjadi mertua dan menantu.


"Pulang Nath, bawa orang tua kamu, ketemu Daddy sama Mommy. Lamar Sharen secara resmi..",


"Maaf Dad, Nathan belum bisa. Masih terikat kontrak kerja.., mungkin sepuluh hari lagi baru bisa pulang..",


"Oke.., tapi Sharen mau Dad bawa pulang ke Indo, boleh kan? Meskipun Sharen adalah tanggung jawab kamu sekarang, tapi Om belum mampu untuk melepaskan dia..",


"Iya Dad.., Nathan titip istri Nathan ya Dad..",


"Pasti Nath..",


...****************...


Sebentar lagi adalah acara lamaran Sharen dan Nathan. Meskipun mereka sudah secara resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka belum diumumkan. Sejauh ini hanya Daddy, Vano, Mas fotografer dan Papa Aldo yang mengetahui pernikahan mereka.


Daddy Rendra beberapa kali melihat Sharen yang diam seperti memikirkan sesuatu. Daddy tentu saja tahu penyebab putrinya bersikap demikian. Ini karena hubungannya tidak disetujui oleh Farah, Mama Nathan.


"Al.., gimana persiapan disana..?",


"Alhamdulillah Ren, saudara-saudara pada bantu, meskipun udah ada EO..",


"Al.., aku nggak tega sama anakku. Dia sedih karena istrimu yang nggak ngasih restunya buat mereka..",

__ADS_1


"Maaf Ren, aku juga udah berusaha buat ngasih pengertian sama Farah, tapi gagal..",


"Jalan satu-satunya, kita harus membuka rahasia pernikahan Nathan Sharen Al..",


"Nggak apa-apa? gimana sama Aira..?",


"Aku juga bakalan bilang ke Aira..",


"Oke Ren.., aku coba bilang pelan-pelan sama Farah..",


"Dua jam lagi, ketemuan di restoran hotel Prime Al..",


"Oke Ren..",


Entah apa respon Aira nanti, tapi Rendra harus segera memberitahukan pernikahan putrinya. Sharen harus bahagia.


"Sayang...",


"Iya Mas.., mau sarapan..?",


"Ra.., mas mau ngomong..",


"Iya.., ada apa..?",


"Ini serius..",


"Apa sih mas..?


Mas Rendra sini duduk sampingnya Aira, jangan kayak gitu ah..",


Mommy Aira duduk dipinggir ranjang, sedangkan Daddy duduk dengan menggunakan lututnya sebagai topangan.


"Gini aja..",


"Mas mau rayu Aira..?",


"Iya..", ucap Daddy dengan menggenggam tangan istrinya.


"Mas selingkuh..?",


"Nggak sayang..,mana mungkin mas kayak gitu,


tapi kamu mungkin akan kecewa sama mas..",


"Apa mas..?",


"Ra .., percaya kan? kalo mas ini cinta banget sama kamu?",


"Percaya..",


"Percaya kalo mas ini sangat menyayangi anak-anak kita, terutama Sharen..",


"Iya mas, dia anak perempuan kita satu-satunya. Ada apa sih..?",


"Ra.., semua yang mas lakuin ini buat kebaikan Sharen..",


"Iya.., apa mas..?",


"Sebenarnya....


Sebenarnya mas udah nikahkan Sharen sama Nathan, di bawah tangan, waktu di Aussie..",


"Hah..? apa mas..? Sha sama Nathan udah nikah..?",


"Iya Ra.., mas yang nikahin mereka..",


Ekspresi wajah Aira langsung berubah menjadi datar.


"Ra.., maafin mas, mungkin kamu kecewa.., kamu pasti marah.., tapi mas lakuin ini untuk kebaikan Sharen..",


"Sejak kapan mereka nikah mas...?", ucap Aira dengan suara bergetar karena menangis.


"Waktu mas ngajak pulang Sha, mas abis menikahkan dia Ra..",


"Kenapa nggak ada yang bilang sama Aira..? Mas nggak anggep Aira ini istri mas? Sharen nggak menganggap Aira ini Mommy nya ..?",


"Sharen nggak tau kalo dia udah mas nikahkan..",


"Sharen belum tau?",


"Belum Ra..",


"Ada apa mas sebenarnya..?"


"Mas mergokin mereka Ra..",


"Astagfirullah..., sama kayak kita dulu..?",


"Hampir Ra.., kalo nggak mas cegah, mungkin akan kejadian seperti itu..",


"Kenapa mas sembunyiin ini mas.., kenapa..?", Mommy Aira histeris, memukul pundak Daddy Rendra.


"Mas tau kamu nggak akan terima kalo anak kita menikah diam-diam ala kadarnya kayak gitu. Tadinya, mas mau simpan ini sampai mereka lamaran, sampai acara prosesi pernikahan selesai. Tapi, mas nggak tega sama Sharen.. dia sedih karena Farah nggak setuju sama hubungan mereka. Kamu sama Farah, harus tau pernikahan Sha dan Nathan.


Mas minta maaf sayang.., kamu boleh pukul mas, hukum mas semua kamu. Tapi, tolong.., mas pengen liat anak kita bahagia Ra...",


Mommy Aira berubah menjadi tenang ketika melihat Daddy Aira yang mengeluarkan air matanya. Berpuluh tahun menikah dengan Daddy Rendra hanya beberapa kali Mommy menyaksikan Daddy Rendra menitikkan air matanya. Salah satunya, ketika Sharen lahir ke dunia.


"Terus, Aira harus gimana mas..?",


"Ikut mas nemuin Farah ya.., bujuk dia Ra...",


"Kapan?.sekarang..?.ayo mas..?",


Tidak seperti dugaannya , Mommy Aira justru melunak. Menurunkan egonya, demi kebahagian Sharen.


"Jangan nangis mas.., kita kasih pengertian ke Farah ya, demi Sharen..", ucapnya dengan mengusap air mata Daddy.


Sama halnya dengan Aira, Farah juga sepertinya habis menangis. Wajahnya sembab. Mungkin, ini karena Aldo sudah memberitahukan tentang pernikahan ini.


"Ini semua bagian dari rencana kamu Ren?",


"Aku nggak tau kalo aku akan liat hal yang nggak harusnya anak kita pertontonkan Far.., mungkin bagi kamu itu hal yang sepela. Bagiku nggak, karena dia anak Perempuanku satu-satunya..",


"Mumpung kamu liat, terus kamu minta anakku nikahin anak kamu, gitu..?",


"Nathan laki-laki kan? sudah seharusnya aku meminta pertanggung jawaban dari dia..",


"Far...", ucap Mommy Aira yang langsung dicegah oleh Daddy.


"Biar mas aja yang ngomong Sayang..",


"Sekarang, Nathan udah resmi jadi suaminya Sharen?",


"Udah, meskipun masih secara agama...",


"Terus, kalian minta ketemu disini, buat apa..?",


"Far, restui anak-anak kita. Mereka udah nikah Far.., apa kamu nggak pengen liat Nathan bahagia..",ucap Mommy Aira yang akhirnya berbicara.


"Sama seperti kamu Ra, aku juga mau liat Nathan bahagia..",


"Kalo kamu takut Nathan diremehkan, karena Sharen adalah anak kami. Silahkan, Nathan bawa Sharen hidup berdua sesuai kemampuan Nathan, kami nggak akan ikut campur...., yang penting Sharen dan Nathan bahagia, dan kamu kasih restu. Udah itu aja yang kami mau..", ucap Rendra.


"Ren..Ra.., aku masih punya nurani sebagai seorang ibu. Aku juga mempunyai putri, meskipun dia sudah bahagia disana. Aku merestui mereka..",


"Alhamdulillah.., nggak terpaksa kan Far..?",


"Aku menyadari kesalahanku Ra.., itu semua hanya ketakutan ku saja. Aku yakin, anakku mampu membahagiakan anakmu..",


"Makasih Far...", Aira memeluk Farah dan keduanya menangis bersama.


"Aku akan memberikan kejutan buat untuk Nathan dan Sharen. Aku akan mengumumkan pernikahan mereka malam ini..", ucap Daddy Rendra.


Keluarga Aldo hendak bersiap untuk pergi ke rumah Rendra Perdana. Dengan ditemani oleh Aldo, Farah menuju ke kamar Nathan sebelum anaknya turun ke lantai dasar.


"Nath.., udah siap belum..?",


"Mamah ikut..? kalo Mamah cuma mau ngacau-in acara Nath, mending Mamah di rumah aja. Kali ini aja Mah, biarin Nathan membangkang sama Mamah..",


"Nath.. jangan gitu.., Mamah mau ngomong sama kamu..", ucap Papa Aldo.


"Kamu ngomong apa sih Nath..? mamah mau ikut karena Mamah mau menyaksikan anak Mamah melamar seorang gadis yang dia cintai...doa Mamah menyertaimu Nak...",


"Mamah merestui Nathan..?",


"Pasti sayang...",


"Makasih Mah...",

__ADS_1


__ADS_2