Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Berat


__ADS_3

Sharen sampai di rumahnya. Orang pertama yang dia cari adalah adiknya, Javas.


"Vas....


Vas...", ucapnya nyaring, setengah berteriak.


Bukannya Javas, justru mommynya yang muncul dari pantry dengan membawa satu buah mangkok berisi masakkan.


"Ada apa sih Sha? kok teriak-teriak..",


"Javas mana mom?",


"Adik kamu kan belum pulang, katanya mau dinner sama Mine..",


"Ckckck.., giliran dibutuhin aja, malah nggak ada. Kalo nggak butuh, malah ada terus..",


"Javas buat masalah apa sih Sha? kok kamu panik kayak gini..",


"Bukannya buat masalah, justru nanti Javas yang nyelesein masalah..",


"Masalah apa?",


"Nathan resign jadi asistennya Sha, mom..",


"Nathan resign? kenapa sayang..?",


"Dia kan mau nemenin Mine kuliah diluar.., ya mungkin cuma beberapa bulan aja mom..",


"Seharusnya bisa ambil cuti aja kan?",


"Sha juga udah bilang kayak gitu, tapi dia tetep keukeuh mau resign mom..",


"Terus hubungannya sama Javas apa?",


"Tadi Sha bilang kalo dia bisa resign atas persetujuan Javas.., padahal sebenarnya cuma butuh ACC dari Sha aja sih. Tapi, Sha nggak ACC mom.., kalo nanti Sha balik ke kantor lagi, siapa yang bantuin kerjaan?"


"Nathan resign, nak?", tanya Daddynya yang datang tiba-tiba..",


"Iya Dad..",


"Kalian masih marahan?",


"Nggak dad..bukan.. Nathan kan mau ikut Mine keluar negeri, itu alasannya.."


"Mungkin Nathan nggak enak sama kamu, kalo kelamaan cuti..",

__ADS_1


"Nggak enak kenapa? orang Sha juga mau liburan kan?",


"Hargai keputusan Nathan..",


"Nggak bisa gitu Dad...",


"Dia udah pamit baik-baik..",


"Terus, siapa yang bantuin kerjaan Sha..?",


"Kita cari orang baru..",


"Nggak bisa gitu Dad.., nggak..",


Sharen yang tidak mendapatkan dukungan dari Daddynya langsung pergi menuju ke kamarnya. Sharen kita Daddynya akan berpihak kepadanya, namun perkiraannya salah.


"Tuh kan mas.., ngambek kan anak kita..",


"Itu hak Nathan buat resign sayang, kita nggak bisa paksain..",


"Iya sih, tapi apa mas nggak bisa bujuk Nathan?",


"Mungkin bisa.., tapi kayaknya nggak perlu. Nanti kalo Nathan mau balik kerja, kapan pun itu.. mas terima dia dengan tangan terbuka..",


Mau makan sekarang mas..?",


"Boleh..,


si bungsu mana?",


"Baru belajar di kamarnya, tadi makanannya udah dibawain ke kamar..",


"Kita dinner berdua?",


"Makan malam biasa mas, dinner masa kayak gini?",


"Kamu maunya dimana? tepi pantai? restoran? atau dimana? coba sebutin.., mas pasti kabulin..",


"Cukup di rumah aja mas.., kumpul sama anak-anak.., udah..,itu lebih dari cukup..",


"Istri mas emang nggak pernah nuntut macem-macem..",


"Yang penting mas setia..",


"Pasti sayang..",

__ADS_1


Yasmine memang hanya pergi sementara. Bahkan, setiap beberapa bulan sekali dia juga berjanji akan pulang kembali ke Indonesia. Tapi, entah kenapa Javas sangat berat melepas kekasihnya yang pergi untuk melanjutkan pendidikannya.


Ini adalah kali pertama mereka harus menjalani hubungan jarak jauh. Javas dan Mine memang hampir tiap hari bertemu. Mereka kerap kali menghabiskan waktu bersama. Mine adalah cinta pertama bagi Javas dan begitu pula sebaliknya. Mereka sudah bersama mungkin bisa dibilang semenjak Mine lahir kedunia. Berarti sudah lebih dari 17 tahun. Berat bagi keduanya untuk menjalani LDR? sudah pasti.


Malam ini mereka dinner bersama. Ini adalah malam terakhir bagi mereka untuk menikmati waktu bersama.


"Sayang..",


"Iya Bebi..",


"Ada sesuatu buat kamu..",


Javas mengeluarkan kotak dari sakunya, dan memberikan untuk Mine.


"Ini apa kak?",


"Buka aja..",


Tentu saja bukan cincin, karena tempo hari Javas sudah memberikan untuknya.


"Wow...bracelet..", ucap Yasmine. Matanya silau oleh kilauan cahaya yang terpancar dari perhiasan tersebut. Meskipun berukuran kecil namun Yasmine tahu, harganya sudah pasti mahal karena terdapat hiasan satu buah mata berlian.


"Kak.., ini buat Mine..?", tanyanya.


"Iya sayang.., buat kamu..",


"Makasih sayang..",


"Kakak pakein..",


Javas mencium tangan Mine ketika dia telah memasangkan perhiasan cantik itu ke tangan kekasihnya.


"I love you..",


"I love you, too..", ucapnya. Yasmine tak kuasa membendung air matanya. Yasmine menangis.


"Kenapa nangis?",


"Yasmine sebenernya nggak pengen pergi kak, tapi Mine harus pergi. Kak Javas rela nunggu Mine kan? sabar nunggu kan sayang..?",


"Kakak disini sabar nunggu, setia sama kamu.., kamu disana kuliah, kakak disini kerja.., buat masa depan kita..",


"Makasih kak..",ucapnya memeluk hangat tubuh Javas.


Javas berat, tapi kuliah diluar negeri adalah keinginan Mine dari dulu. Dan, Javas tidak akan menghalangi, meskipun dia juga tidak rela.

__ADS_1


__ADS_2