
Sharen berlari menghampiri keluarganya yang menyambut kepulangannya. Orang yang pertama dia hampiri adalah Aira, mommynya.
"Mommy.., Sha kangen banget...",
"Sha.., ya Allah nak..akhirnya mom bisa peluk kamu lagi...",
"Mommy sehat kan?",
"Alhamdulillah...",
"Oma......",
Sharen memeluk Omanya yang duduk di kursi roda. Oma memang sengaja ikut, karena juga ingin menyambut kepulangan cucunya yang hampir 2 bulan ini pergi.
"Sehat kan?",
"Sha sehat, Oma sehat kan?",
"Alhamdulillah...",
Menghampiri Bunda Fafa serta Om Revan yang juga ikut ke bandara.
"Bunda..",
"Ponakan.., lama-lama jadi bule..",
"Iya.., hehehe sebenernya pengen lama disana Bun, tapi Mommy udah ngomel, nyuruh pulang terus..",
"Kangen tapi khawatir, kamu disana kan sendirian, cuma sama asisten aja..",
"Iya Bun..",
"Halo om ganteng..",sapanya pada Revan.
"Ckckck..tambah cantik aja..",
"Iya dong..,
Hei.., calon pengantin..",sapanya pada Kai.
"Nggak lupa oleh-olehnya kan kak?",
"Tenang.., buat kamu sama Sea kakak beli khusus...",
Sharen menghampiri adik laki-lakinya.
"Kakak..., kangen banget sama kamu..",
Sharen membuka tangannya lebar-lebar, begitu juga Javas yang sudah bersiap menyambutnya. Namun, Sharen malah memeluk perempuan yang berdiri di samping Javas.
"Halo adik ipar..., kangen banget.., udah lama ya nggak curhat lagi..", Sharen memeluk Kinara dengan hangat. Mereka berdua saling berpelukan.
"Halo mbak...",
"Selamat ya atas pernikahannya.., semoga bahagia selalu..",
"Aamiin makasih banyak mbak..",
Javas terlanjur bete, karena merasa dipermainkan oleh sang kakak. Namun, Sharen bergantian memeluknya.
"Kakak juga kangen banget sama kamu...",
"Kenapa pulang? nggak disana aja sekalian..",
"Jahat banget sih...",
"Dari dulu...",
"Oh ya.., kamu kan belum ngasih kakak apa-apa. Kalo kata orang, adik yang nikah duluan, harus ngasih apa yang kakaknya mau. Kapan kita shopping?",
"Siapa yang bilang..?",
"Dibilangin nggak percaya..,
Jadi kapan?",
__ADS_1
"Terserah kamu aja..",
Sedari tadi, Sharen mencari makhluk kecil yang paling dia rindukan. Namun, tidak terlihat keberadaanya.
"Mom.., Jaz mana? dad mana?",
"Hehehe.., adik kamu dari tadi tuh ngambek gara-gara mommy",
"Terus dimana?",
"Ya sama dad.., tadi minta dibeliin minuman..",
"Yah....",
"Nah.., itu dad..", tunjuk Aira pada suaminya yang sedang menggendong Jaz.
Sharen berlari ke arah Daddynya.
"Dad........",
Rendra menyambutnya, membawa putri pertamanya dalam pelukannya.
"I Miss you, dad..",
"Daddy juga kangen banget sama kamu..",
"Daddy kok tambah ganteng, keliatan awet muda..",
"Laki-laki itu terlihat keren di tangan perempuan yang tepat..",
"Bisa aja..",
Sharen langsung menyosor Jaz, tapi adiknya itu malah memalingkan wajahnya.
"Masih ngambek ya? diapain mommy sih..",
"Jaz lagi tidur di rumahnya Om Revan. Mau diajakin pulang, di bangunin. Jaz ngambek, mommy kamu malah ngomel-ngomel, Jaz ya ngamuk.., daritadi loh ini minta gendong terus, marah-marah nggak jelas..",
"Iya udah, biarin aja. Mau digendong sama Kak Sha, nggak ganteng..?",
Jaz menggelengkan kepalanya.
Rombongan keluarga, keluar dari bandara. Ada total 3 mobil yang melaju beriringan. Yang pertama mobil yang membawa keluarga Rendra, kedua mobil yang isinya keluarga Revan, dan yang terakhir mobil si pengantin baru.
"Ngantuk ya Sha..",
"Nggak Oma.., Sha pengen peluk Oma aja..",
"Adik kamu, udah nikah.., kamu kapan?",
"Oma.., kan belum ada calonnya..",
"Oma sebenernya khawatir, kalo kakak dilangkahi adik nikah.., nanti takutnya....,kamu...",
"Jadi perawan tua? " sahut Sheren.
"Oma.., Sharen bukan perawan tua. Sharen masih muda, emang Sharen kan belum siap nikah, adik Sharen yang siap. Udah ada calonnya, ya udah biar dia aja yang nikah duluan. Sharen nggak apa-apa Oma.., jangan khawatir ya..",
"Oma doain biar cepet dapet jodoh ya..",
"Nah.., itu aja Oma.. lebih baik doain Sharen, daripada khawatirin. Iya kan?",
"Iya sayang.., kalo kamu ngantuk, tidur aja..",
"Oma nginep di rumah kan? tidur sama Sha ya?",
"Oma nanti pulang, kan udah dijemput sama Om Revan..",
"Hmmm.., gitu ya..",
Mereka makan malam bersama di salah satu resto keluarga. Bagi Sharen, inilah makan malam yang sangat istimewa karena akhirnya dia bisa menikmati masakan Indonesia yang tiada duanya.
"Enak banget ini mom....",
"Disana nggak ada sate ya? nggak ada nasi rawut kayak gini nak?",
__ADS_1
"Nggak ada.., mommy nih liat. Sha aja udah turun 3 kilo..",
"Ya nanti juga kalo beberapa hari disini jadi nambah 5 kilo..",
"Jangan dong mom...",
Jika semuanya makan dengan tenang. Lain halnya dengan Dad Rendra yang masih harus memangku putra bungsunya. Entah lem apa yang dipunyai Rendra sehingga Jaz bisa menempel seperti ini.
"Jaz.., sama kak Sha yuk.., biar Dad makan dulu..",
"No...!!!!!",
"Kenapa sih? Moma padahal punya mainan baru buat kamu..",
"Biarin..."
Menyerah, akhirnya Sharen kembali ke tempat duduknya. Aira tidak berani untuk mendekati putranya, karena takut Jaz akan mengamuk histeris. Jaz, memang paling tidak bisa jika dimarahi oleh Aira. Jaz terlalu sensitif jika menyangkut mommynya . Anak kecil itu trauma bila ditinggal oleh Mommy.
Tidak ada satupun yang bisa membujuk, akhirnya Kinara mencoba untuk merayu adik iparnya. Meskipun, makanan dipiringnya juga belum habis dia makan.
"Jaz.., ikut kak Kina..mau? biar Dad makan dulu.., kasian dad..,Jaz kan udah gede..Dad keberatan..,
Mau sama kak dokter ya..?",
Jaz yang sedari tadi menyembunyikan wajahnya di pundak Rendra, akhirnya luluh. Dia mau untuk digendong oleh Kinara.
"Owalah.., mau digendong aja pilih-pilih dulu ya Jaz...", ucap bunda Fafa.
Kinara membawa Jaz untuk duduk di meja sebelah yang kebetulan kosong. Kinara terlihat berbincang dengan Jaz yang lama kelamaan mau berbicara meskipun dalam nada yang rendah.
Javas langsung ikut berpindah tempat, dengan membawa piring yang berisi lauk dan gelas minumannya.
Javas berpindah tempat makan, menemani istrinya yang masih berusaha untuk membujuk Jaz yang tengah merajuk.
Javas yang sudah melahap habis makan malamnya, langsung menawari Kinara.
"Na.., kamu makan aja.., biar Jaz aku yang gendong..",
Kinara belum menjawab, tapi Jaz keburu menyahut.
"Nggak mau....!!!",
"Itu kasian kak dok.. belum makan Jaz..",
"Nggak mau.., Jaz mau dipangku kak dok..",
Mengalah, akhirnya Javas membawa piring dan gelas untuk Kinara.
"Na.., makan dulu..",
"Nanti aja mas..",
"Makan Na.., kan bisa makan sambil mangku kayak gitu..",
Kesal, Javas lalu duduk disamping Kinara.
"Ayo makan...", Javas menyodorkan sendok berisi makanan ke depan mulut Kinara.
"Mas...",
"Kenapa? malu disuapin sama suami sendiri?",
"Nanti aja mas..",
"Buka mulut...",
Kinara masih mengunci mulutnya, sambil melihat ke sekitar.
"Kina..,
buka mulut..",
Kinara akhirnya membuka mulut. Satu suapan masuk ke dalam mulutnya. Javas menyuapi Kinara, sampai istrinya itu menghabiskan sisa makanan yang ditinggalkan tadi.
"Makasih mas..", ucapnya ketika Javas selesai memasukkan porsi terakhir ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Bisa minumnya?",tanya Javas yang hendak meraih gelas minum untuk Kinara, tapi istrinya sudah terlebih dahulu mengambilnya.
"Iya.., bisa mas..", ucapnya sebelum meneguk air minumnya.