Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Jangan-jangan?


__ADS_3

"Pagi sayang..",


"Pagi..", jawab Javas ketus, dia menjadi penghuni terakhir yang tiba di ruang makan.


"Kamu marah?", tanya Aira.


"Javas laper..", jawabnya singkat


"Tadi malem kelaperan ya? kamu makan mie instant?",


Javas melirik dokter Kinara, seperti tidak terjadi apa-apa, Kinara masih asyik dengan makanan di piringnya.


Aira tahu karena salah satu Maid bercerita jika ada satu buah mangkok bekas sisa mie instant.


"Iya.., nggak ada makanan..",


"Kan maidnya emang diajak semua.., nggak ada yang masak...",


"Javas tau..",


"Jangan kayak anak kecil deh Vas, ngambek..",sahut Sharen.


"Kalian seneng-seneng di atas penderitaan Javas..",


"Lebay.., orang kita liburan kok. Hitung-hitung buat seneng yang kerja. Tiap hari mereka cuma liat piring, sendok, pisau, garem, sayur, sapu, kemoceng, kanebo.., kan sekali-kali diajak liat pemandangan. Biar mereka happy, kerjanya rajin..",


"Iya iya.., terserah deh..",


"Besok ke kantor ya Vas..", kali ini Rendra yang berbicara.


"Secepat itu dad?",


"Lebih cepat lebih baik..",


"Lusa Yasmine mau berangkat Dad, Vas mau puas-puasin pacaran dulu..", tawarnya.


"Besok ke kantor, Dad mau ngenalin kamu sebagai pengganti Dad.., abis itu kamu mau kemana, terserah. Yang penting kamu tetep pulang ke rumah..",


"Iya Dad..", jawabnya pasrah.


"Nah gitu.., kamu kalo nurut kayak gini keliatan gantengnya, kayak Dad waktu muda. Iya kan mom?",


"Lebih ganteng dari Dad malahan..",


"Halah..,gombal semua..",ucap Javas jengkel. Kalo hal rayu merayu memang Mom dan Dad jagonya.


"Kalo Jaz, ganteng nggak mom..", tanya si bungsu, yang selalu menjadi pencair suasana.


"Ganteng dong..",


"Ganteng Jaz atau kak Javas..",

__ADS_1


"Ganteng Dad dong..",


"Kok gitu..",ucapnya cemberut.


"Karena Dad suami mommy..",


"Gitu ya..


Dad.., kapan kita naik bus lagi?",


"Kalo kita liburan lagi, Jaz seneng?",


"Seneng banget Dad..",


"Kalo gitu, Jaz harus sehat terus, biar bisa liburan. Sekarang makanannya di habisin ya..",


"Oke dad..",


Javas menghampiri Eljaz yang sedang asyik bermain dengan Kinara dan Suster Sri di halaman belakang .Mom dan Daddynya sedang menerima tamu di depan, sedangkan Sharen berada di dalam kamar.


"Main apa Jaz?",


"Lagi buat robot-robotan..


Kak Javas kapan ngajakin Jaz naik mobil merah lagi?",


"Nanti sore, mau? kita ke rumahnya kak Yasmine? ",


"Ngapain ke sana? paling kak Javas juga mau pacaran..",


"Beneran kak?",


"Iya lah.., masa kakak bohong..",


"Oke nanti sore ke rumah kak Mine deh..",


Suster Sri dan Kinara hanya menjadi pendengar obrolan antara Jaz dan Javas.


"Dok.., makasih yang semalem..", ucap Javas tiba-tiba yang membuat Kinara refleks melihat ke arahnya.


"Iya mas sama-sama..",


"Jaz.., kakak ke dalam dulu ya.., nanti sore jangan lupa.., kamu mandi pake baju keren biar nggak kalah ganteng dari kakak..",


"Baju Jaz kan bagus-bagus, abis dibeliin sama Mom, gambarnya keren-keren..",


"Oke deh..",


Sus Sri melihat Javas dan Kinara secara bergantian. Setelah memastikan Javas sudah benar-benar masuk ke dalam rumah, Suster Sri lalu bertanya kepada Kinara karena penasaran.


"Emangnya semalem, mbak Kinara ngapain sama mas Javas?",

__ADS_1


"Hah!?! ngapain mbak?",


"Itu tadi kok bilang terima kasih segala..",


"Oh itu.., tadi denger kan waktu Bu Aira bilang kalo semalem mas Javas makan mie instant.., itu aku yang buatin..",


"Hah? kok bisa mbak?",


"Iya semalem kan aku turun nih, mau ambil air minum, galon di atas kebetulan airnya abis. Pas di pantry ternyata ada mas Javas, lagi mau masak mie..",


"Terus dokter menawarkan diri, masakin gitu?",


"Ngawur.., bukan. Tiba-tiba mas Javas terima telepon, aku mau balik ke atas tapi airnya mendidih.., kayaknya mas Javas juga ngobrolnya lama. Ya udah, aku terusin aja buat mienya..",


"So sweet banget sih..",


"Hustt, bukan gitu, kayaknya dia emang kelaperan. Karena waktu aku ambil air, aku denger suara perutnya, krucuk-krucuk gitu. Mau ketawa, tapi aku tahan..",


"Hahaha.., kasian ya..",


"Makanya aku buatin mie nya.., kasian.."


"Kebetulan ya mbak, apa jangan-jangan..",


"Jangan-jangan apa?"


"Mbak kina sama mas Javas itu jodoh..",


"Ngawur, perkara mie instant kenapa sampe jodoh sih mbak..


aku buatin biar kita nggak gosong?",ucap Kinara yang tidak serius menanggapi ucapan ngawur dari mbak Sri.


"Gosong?",


"Iya.., mati kepanggang karena kebakaran.., iya kan?",


"Ih.., ya Allah amit-amit mbak..",


"Jangan bilang siapa-siapa ya.., aku nggak enak, gimanapun juga disini aku cuma kerja mbak. Nanti dikiranya aku SKSD sama anak majikan..",


"Mbak kan dokter, bukan kayak saya..",


"Sama aja mbak.., kita disini sama-sama kerja..",


"Mbak Kina sampe kapan disini?",


"Belum tau, nunggu dari rumah sakit mbak, kalo dilihat keseluruhan, Bu Aira udah sehat.., cuma memang masih membutuhkan pengawasan..",


"Yah.., nanti kalo udah nggak ada Mbak kina, aku nggak ada temen curhat lagi dong..",


"Nggak lah, kita kan masih bisa chatan, telpon, video callan..",

__ADS_1


"Tetap aja beda mbak..",


Mereka berdua berbicara dengan setengah berbisik, karena takut jika Jaz mendengarnya. Kebetulan Jaz berkonsenterasi pada mainanannya, sehingga tidak begitu mempedulikan Kinara dan Sus Sri yang sedang asyik mengobrol.


__ADS_2