Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Bahagia


__ADS_3

"Sha.., kok nggak turun-turun..?",


"Maaf Mom.., ini Nathan...",


"Oh Nathan..,


kalian kenapa nggak turun-turun juga?",


"Iya mom maaf..",


"Ngapain..?",


Yaelah Mommy, pake tanya segala.., kayak nggak pernah jadi pengantin baru aja.


"Hmmmm..",


"Ya udah, nggak usah dijawab. Mommy udah tau..,


cepatan turun ya Nath.., udah ditungguin buat makan malam..",


"Iya mom...,


nunggu Sha keluar kamar mandi..",


"Oke..",


Nathan menutup telepon. Sharen cekikikan disamping suaminya.


"Kenapa yank..pasti diomelin sama Mommy..",


"Hmmmm.., sama kayak Mamah kalo ngomel..",


"Kamu sih, minta nambah...",


"Yang godain terus siapa tadi.., hmmmmm...?",


"Ya kamunya gampang kegoda..",


"Udah deh, ayo sayang cepetan turun.., nggak enak kalo ditungguin. Kasian kan kalo mereka nggak makan gara-gara nungguin kita?",


"Gendong...",


"Jalan sendiri ya..",


"Gendong...,


sakit yank..",


"Alah..alasan...


manja banget.., untung cinta..",


Sharen akhirnya digendong oleh Nathan. Dia memeluk erat suaminya yang menggendongnya dibelakang. Hanya saat mereka masuk ke dalam lift, saat menuju ruang makan, Sharen berjalan kaki.


Meskipun tergolong keluarga kaya, namun sesekali mereka juga bergaya hidup sederhana.


Oh ya? apa itu?


Mereka makan malam bersama dengan duduk di lantai dengan lesehan. Yang duduk di kursi hanya Oma dan Kakek saja yang memang keduanya sudah sepuh. Lainnya duduk melingkar dengan mengitari menu makanan yang berada di tengah.


Malam ini memang masih banyak keluarga yang berada disana. Jadi, lebih nikmat mereka makan bersama, daripada harus bergantian karena terbatasnya kursi yang berada di ruang makan.


"Nah ini pengantinnya baru turun..ayo Sha.., suaminya diambilin makan dulu..", ucap Tante Fafa yang nampak sibuk memastikan hidangan malam itu tidak ada yang kurang.


"Makasih Tante..",


Suasana malam itu ramai memang, apalagi ada beberapa anak balita yang sedang drama karena tidak mau makan.


"Iya deh, yang tau kalo pengantin baru. Makannya sepiring berdua..", ejek Rai.

__ADS_1


"Ye.., sirik aja...,


makanya cepetan nikah bisa rasain...",


"Nanti deh, nunggu Vano nikah dulu...",


"Tenang, kan aku masih nunggu calon wisuda.., abis itu gas nikah. Takut ditikung orang ..", ucapnya. Padahal Vano tidak sedang menyindir siapapun, tapi sepertinya Bian merasa. Dia terlihat salting saat Vano berbicara seperti itu.


"Kalo ditikung ya, udah sih lepasin aja. Kayak nggak ada cewek lain aja..",


Memang bukan hanya sekedar makan malam biasa, tapi mereka bisa berkumpul dan mengobrol bersama.


Pagi itu, suasana kediaman Rendra Perdana sudah terlihat sibuk. Mereka sedang bersiap untuk pergi ke hotel, untuk acara resepsi pernikahan Sharen dan Nathan yang digelar esok hari. Menaiki mobil pribadi masing-masing, tapi mereka berangkat beriringan dengan kawalan mobil polisi.


"Sayang.., udah belum..",


"Iya bentar yank, ini mau ambil tasnya dulu..",


"Ayo cepetan...",


"Iya-iya ini udah...",


Lagi-lagi menjadi yang terakhir turun. Mereka sudah di tunggu oleh rombongan keluarga. Dan, mommy kembali mengomel namun kali ini kepada putrinya.


"Sha.., kalo kayak gitu tuh disiapin.., ini lho lima belas menit doang cuma nunggu kamu..",


"Iya Mom, maaf. Tadi Sharen bangunnya telat..",


"Lembur ya?",


"Hehehe..",


Mommy melihat ke arah Nathan, dan disambut oleh cengiran polos menantunya. Ya, namanya juga pengantin baru. Gas poll...rem dol...jadi gas terus.


Acara resepsi diadakan di hotel bintang lima milik Prime grup. Terpantau, pagi ini ada belasan mobil mewah yang tiba beriringan. Rombongan keluarga besar keluarga Perdana. Mereka disambut oleh pegawai hotel yang memang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan keluarga dari bos besarnya.


Tidak angsung masuk ke dalam hotel, melainkan melihat-lihat karangan bunga yang sudah tapi berjejer disana.


"Iya sayang.., kan ini mantu pertama kita. Seharusnya ini yang kedua, sayangnya Javas sama istrinya nggak mau dirayain kayak gini..",


"Ya gimana mereka nikahan aja dadakan...",


Daddy dan Mommy tampak berkeliling melihat karangan bunga yang dikirimkan oleh keluarga, kerabat serta koleganya yang mengucapkan selamat untuk pernikahan putri mereka.


"Dad.., kalo Jaz khitan dapat bunga kayak gini juga..?", ucap putra bungsunya.


"Iya dong..,


nanti dirayain disini juga ya..",sahut mommy.


"Beneran Mom..?",


"Iya.., nanti juga dapet bunga kayak gini.


Jadi, Jaz kapan mau dikhitan..?",


"Bareng Zee aja ya Dad..",


"Kelamaan sayang...


Hmmm..gimana kalo dua tahun lagi? Jaz berani? nanti Dad beliin mobil kayak punya kak Javas, punya Jaz warna hitam aja ya..",


"Hmmmmmm....", Jaz nampak berpikir.


"Oke.., deal...", ucapnya dengan mengulurkan tangan.


"Deal...", Daddy menjabat tangan Jaz tanda kesepakatan diantara mereka.


"Mas.., orang dia masih kecil dibeliin mobil..",

__ADS_1


"Nggak apa-apa, kan mobilnya bisa dipake mas sayang..",


"Alah...modus. Bilang aja mas yang kepengen beli mobil..",


Malam akhirnya tiba. Sharen sudah cantik dengan dress pengantinnya. Dress yang dirancang oleh dirinya sendiri, terlibat sangat cantik membalut tubuhnya. Meskipun terlibat sangat simple, namun tak mengurangi keindahan dress yang dikerjakannya bahkan dalam waktu yang lumayan singkat. Make up ny natural, tapi terlihat sangat cantik. Rambutnya juga sangat simple. Tapi, malam itu dia benar-benar terlihat sangat cantik bak putri.


"Cantik banget istri aku..",


Senyuman terukir indah, ketika mendengar suami memuji penampilannya malam itu.


"Makasih sayang.."


Sebelum memasuki venue, undangan yang hadir disuguhkan oleh foto-foto prewedding mereka. Foto yang sederhana dengan outfit seadanya, namun terlihat sangat estetik. Maklum, hanya persiapan ala kadarnya kala itu. Tapi, tak mengapa. Mereka tetap cantik dan tampan.





Jika sebelumnya rangakaian pernikahan mereka melewati prosesi adat Jawa yang sedikit jelimet dan melelahkan. Resepsi kali ini mengusung tema internasional. Lebih simple.



( gambar nyari digoogle, ini yang sreg sama author, maaf ya kalo ada yang kurang sreg)


Lighting, dekorasi, soundsystem, dan pendukung lainnya benar-benar disiapkan dengan baik dan sangat matang. Resepsi mewah yang menelan biaya miliaran ini dikerjakan dengan waktu singkat namun dengan hasil yang sangat memuaskan. Setara dengan uang yang sudah dikeluarkan oleh Keluarga Rendra dan Aldo.


"Tangan kamu dingin banget..",


"Nervous yank..",


"Nggak apa-apa, ada aku..",


Cahaya lampu menyorot, ketika Mereka berdua mulai berjalan, untuk masuk ke dalam Venue. Sharen memang tegang, malam ini dia ratunya. Tentu saja, ribuan pasang mata akan tertuju kepadanya.


Dengan membawa bucket bunga, Sharen menggandeng erat lengan Nathan. Mereka berdua berjalan ditengah-tengah melewati para tamu undangan. Banyak diantara tamu undangan yang mengambil gambar mereka. Selain sebagai bahan untuk eksis, juga bentuk dari kekaguman mereka pada sepasang pengantin yang sangat serasi. Tak sedikit pula, yang mengambil gambar Zoya dan Jaz yang berjalan di depan mereka sebagai pengiring pengantin.


Senyum mengembang diantara keduanya. Ketika mendapatkan sambutan hangat serta ucapan selamat ketika melewati tamu undangan yang malam itu lebih mirip sebagai fans yang bertemu dengan idolanya. Sharen sesekali juga melambaikan tangannya ketika melihat tamu undangan yang dia kenal.


"Gimana mas, awal mulanya ketemu sama mbak Sharen..?", tanya MC yang mengundang mereka berdiri di atas panggung.


"Saya sama Sharen, memang sedari kecil sudah bersama, orang tua kamu bersahabat. Sejak kecik memang saya udah ngincer nih mas, tapi sayangnya baru diterima...",


"Cinta dari kecil ya berarti...",


"Ya begitu..",


"Mbak Sharen.., kenapa kok akhirnya menerima mas Nathan...?",


"Hmmmm.., saya sadar semua kriteria jodoh yang saya cari, ada di dia semua...",


Suara tepuk tangan bergemuruh ketika tamu undangan mendengar jawaban apik dari Sharen.


Mereka berdua berdansa diiringi suara musik yang syahdu. Malam ini mereka berdua berbahagia karena pernikahannya begitu mendapatkan banyak selamat dan doa dari para tamu undangan yang hadir.


"Kamu tau nggak, doa apa yang akhir-akhir ini aku panjatkan?", tanya Nathan di sela-sela dansa mereka.


"Apa..?",


"Bersyukur sama Tuhan karena udah menakdirkan aku berjodoh sama bidadari secantik kamu...semoga hanya kematian yang memisahkan kita..",


"Yank..., makasih udah pilih aku jadi istri kamu..",


"I love you, Sha..", Nathan yang terbawa suasana dengan tidak tahu malunya mengecup bibir istrinya dihadapan ribuan tamu yang hadir.


Tepuk tangan serta teriakan histeris menggema, melihat keromantisan mereka.


"Aku malu...", ucap Sharen yang menenggelamkan wajahnya di dada Nathan.

__ADS_1


"Aku cuma pengen mereka tau, aku bahagia milikin kamu.


Agak disingkat guys, biar nggak kepanjangan yak. Kalo ada typo, maafin. Besok diedit.


__ADS_2