Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kamar Jaz


__ADS_3

Terlelap tidur, Kinara tidak menyadari jika saat ini yang berada disampingnya adalah Javas, bukan Jaz. Tangan Kinara bahkan dengan bebasnya berada di atas perut Javas. Lagi-lagi dia lakukan tanpa sadar.


Javas tersenyum lebar, merasa menang karena bisa mengelabuhi istrinya. Kinara boleh saja marah kepadanya, tapi nyatanya? Kinara malah memeluknya, meskipun tanpa sengaja. Menikmati, Javas enggan bergerak dari posisinya. Wajah Kinara menghadap ke arahnya, Javas bisa melihat wajah cantik istrinya sedekat ini. Hal yang tidak pernah terjadi, bahkan saat mereka tidur di kamarnya.


"Cantik.., bahkan saat kamu tidur kayak gini Na..", lirihnya.


Baru kali ini Javas tidur dengan nyenyak. Bukan karena kemarin malam terjaga, melainkan tidur dengan posisi seperti ini. Sebuah kehangatan yang baru kali ini dia rasakan.


Javas ikut terlelap. Tangan Javas menyentuh tangan Kinara yang berada di atas perutnya.


Kinara membuka matanya perlahan. Hal yang pertama kali dia lihat adalah tembok dengan wallpaper warna-warni. Ini tentu bukan kamar Javas, dan Kinara tersadar jika semalam dia tertidur dikamar Jaz.


Kinara melihat ke sampingnya. Dan..,betapa terkejutnya Kinara jika yang ada disampingnya adalah Javas, bukan Jaz. Yang membuat Kinara shock adalah posisi tangannya yang lancang.


"Hah....", Kinara membekap mulutnya. Dengan segera dia bangun dari tidurnya. Kinara yang hendak melangkah, langsung dicegah oleh Javas yang tiba-tiba terbangun.


"Mau kemana?", tanya Javas yang menarik tangan Kinara.


"Mau sholat..",


"Bentar.., kita bicara dulu.."


"Udah jam 5 lebih , Kina terlambat bangun..",


"Tidurnya nyenyak banget ya? enak?",


"Ehmm., e.....",


"Kenapa?"


"Mas.., lepasin..",


"Aku lepasin, tapi kita bicara dulu..",


Javas menarik tangan Kinara yang membuat istrinya itu terjatuh, tepat di atas tubuhnya.


"Aku mau ngomong Na..",


Kinara tidak berani menatap wajah Javas, apalagi dengan jarak beberapa centi seperti ini. Kina takut.


"Lepasin Kina mas..",


"Nggak.., sebelum kita ngomong..", ucapnya malah semakin mempererat pelukannya.


"Ini udah ngomong..",


"Rileks Na.., nggak usah tegang, aku suami kamu..

__ADS_1


Liat aku..",


Kinara menggelengkan kepalanya.


"Na.., liat aku..",


Kinara menggelengkan kepalanya kembali.


"Kinara..,liat aku Na..",


Kinara akhirnya menegakkan pandangannya, memberanikan diri untuk melihat wajah Javas. Kedua mata mereka beradu.


"Aku minta maaf ya...", ucap Javas dengan sangat..., sangat lembut.


"Untuk apa?",


"Aku tau kamu kecewa..,aku nggak bermaksud kayak gitu Na..",


Kinara menganggukkan kepalanya.


"Na ngerti, satu atau dua kali Na maklumi. Tapi ini sampe puluhan kali. Selama ini yang nggak anggap ada siapa? Na atau mas Javas..?",


"Nggak gitu Na..,


Aku selalu anggep kamu itu istriku, bahkan saat aku selesai ijab qobul..",


"Karena mas anggap istri mas itu mbak Mine, bukan Kina kan?",


"Na nggak minta mas Javas untuk anggep Na ini istri mas. Tapi, Na cuma pengen.., dianggap sebagai Kinara, bukan sebagai perempuan lain..",


"Harus berapa kali aku bilang Na? kamu itu istri aku..",


"Kina harus percaya sama mas Javas?",


"Harus...,


aku janji.., nggak akan lakuin itu lagi..",


"Kina pegang janji mas Javas?",


"Iya.., dan aku pasti tepati janji itu Na..",


"Tapi kina udah terlanjur kecewa, kina nggak percaya mas. Di dalam sini, masih ada dia..", ucapnya dengan menunjuk dada Javas.


"Kina nggak minta mas Javas lupain dia, tapi tolong hargai kehadiran Na sebagai perempuan yang katanya jadi istri mas ini..",ucapnya lagi.


"Iya Na.., aku tau.., aku salah..

__ADS_1


tapi, sedikitpun kamu nggak pernah merasa kalo selama ini aku perhatian, aku care sama kamu, hmmm?",


"Kina takut salah mengartikan sikap mas Javas..",


"Kenapa?",


"Kina nggak mau berharap lebih...",


"Kamu tau, kenapa aku nikahin kamu Na?",


"Karena kasian, karena mbak Sharen.., Na tau mas.., Na tau dan sadar diri..",


"Karena aku tertarik sama kamu..",


"Ter..tarik..?", tanya Kinara terbata.


"Aku memang kasian, aku nggak tega liat kamu. Tapi, lebih daripada itu. Aku memang tertarik sama kamu, sejak awal kita ketemu...",jujur Javas.


"Mas Javas selalu ketus sama Na, itu yang namanya tertarik?",


"Aku takut terjerat lebih dalam.., dan ternyata aku goyah..,aku nggak bisa bohongi perasaanku.


Begitu aku punya kesempatan nikahin kamu, aku nggak mau menyia-nyiakan kesempatan itu..",


"Mas Javas, bohong kan?",


"Aku serius Na.., aku jujur..",


Kinara tersenyum penuh arti, antara percaya dan tidak.


"Kamu boleh nggak percaya, tapi aku akan buktikan..",


"Lepasin Kina mas..",


"Kasih aku kesempatan Na.."


"Semua ada ditangan mas Javas. Kinara nggak mau jadi bayang-bayang mas..",


"Aku buktiin sama kamu, aku bisa lupain dia. kita baikkan ya?",


Kinara mengangguk tersenyum.


"Makasih..", ucapnya dengan mengecup kening Kinara, lama dan dalam.


"Jangan salah sebut nama lagi mas..",


"Iya..",

__ADS_1


Hendak turun dari tubuh Javas, namun Kinara terlambat. Seseorang masuk ke dalam kamar, melihat jelas dia dan Javas seperti suami istri yang sedang...........


Aaaaaaaaaaaaaa..........


__ADS_2