
Rupanya, ada paparazi ala-ala yang mengambil diam-diam foto Nath dan Sha saat mereka berada di outlet. Jahatnya, foto tersebut masuk dalam artikel berita yang diberi judul dengan kata-kata menohok yang menggiring opini negatif para pembacanya.
Setelah di tuduh sebagai pelakor, Sharen yang tidak mahal, dibelikan underware yang berharga tidak murah. Mereka sudah tinggal serumah?
Bukan portal biasa, tapi sebuah media online yang sudah lumayan besar. Aneh, rasanya jika mereka justru memuat artikel yang sebenarnya penting tidak penting. Penting bagi mereka yang suka mengikuti berita para artis atau selebgram. Tapi, menjadi tidak penting mengingat media Menit.com ini bukanlah media atau akun gosip yang biasa memuat berita artis atau selebgram.
Rasanya sakit hati ketika baru saja membuka judul artikel tersebut. Tapi, Sharen sudah siap dengan segala resikonya. Pernikahannya bersama Nathan yang digelar diam-diam dan belum diumumkan ke khalayak ramai, memang berpotensi menjadikan bahan gunjingan.
Memang hanya judul saja yang terkesan click bait. Karena saat dia membacanya lengkap, tidak ada kalimat atau narasi yang memojokkannya. Memang, bisa-bisanya saja yang membuat judul artikelnya. Huft.., baru saja menjalani pernikahan bahagianya, ada saja ujiannya.
"Kenapa..? kok dari tadi diem..?",
"Nggak apa-apa Nath, aku kekenyangan...",
"Ya udah sayang, bobok gih.., nanti kalo udah mau sampai hotel, aku bangunin. Atau mau dibopong aja..?",
"Ehmm.., nggak usah..",
Sharen memendamnya. Tidak perlu repot-repot untuk mengadu pada suaminya. Sebentar lagi Nathan juga akan mengetahuinya. Entah dari laporan seseorang atau mengetahuinya sendiri. Atau justru malah Daddy yang akan tahu terlebih dahulu dan akan membuat perhitungan kepada jurnalis yang membuatnya.
Mereka sampai ke hotel yang sudah seperti rumah sendiri. Apalagi kalau bukan karena hotel yang saat ini mereka huni adalah hotel milik Prime grup. Tentu saja, pegawai disana sudah mengetahui siapa mereka. Meskipun tidak semuanya, tapi paling tidak privasi mereka aman.
"Nath.., aku mau mandi dulu ya..gerah..",
"Boleh ikut..?",
"No...,
nanti aku keramas lagi..., kelamaan...",
"Ya udah,
nanti malem aja kalo gitu...",
Lagi-lagi bersungut-sungut karena digoda oleh suaminya.
Hampir setengah jam berada di kamar mandi, Sharen keluar. Tidak seperti saat masuk tadi, tapi wajah suaminya yang biasanya tampan seketika berubah menyeramkan seperti algojo yang hendak mengeksekusi korbannya.
__ADS_1
"Kurang ajar yang nulis, dia nggak tau aku itu siapa? dia nggak tau siapa istriku Tam..? pokoknya aku nggak mau tau, cari siapa yang udah berani foto sama nulis artikel sampah kayak gitu..",
"Iya-iya.., slow Nath.., tenang..
jangan emosi Nath...",
"Gimana enggak emosi, liat judul kayak gitu. Maksudnya apaan? secara nggak langsung dia udah nyebut istri aku itu murahan. Tidak mahal, berarti murah kan?? berani-beraninya dia...",
"Sebenarnya aku juga nggak abis pikir sama artikel ini Nath..",
"Bawa dia ke aku.., mau laki atau perempuan, aku juga nggak peduli...",
"Oke..oke...",
Nathan menutup teleponnya. Amarahnya sudah mencapai pucuk kepalanya. Dan, baru bertanya kali ini Sharen melihat wajah suaminya yang terlihat garang. Sharen hendak mendekat, tapi takut.
"Sayang...
nggak usah buka medsos hari ini ya..", ucap Nathan yang langsung menghampirinya. Suaminya itu langsung memeluk Sharen yang masih mengenakan handuk kimononya.
"Aku nggak mau kamu sakit hati..",
"Karena artikel itu?",
Nathan melepas pelukannya. Dia menatap wajah istrinya.
"Kamu udah baca..?",
"Udah...",
"Kenapa nggak cerita..?",
"Ya pasti cepat atau lambat, kamu juga tau kan Nath..?
kamu bicara sama siapa barusan? Tama..?",
"Iya.., aku mau cari orangnya, kalo perlu mau tuntut medianya juga..
__ADS_1
Mereka boleh bikin narasi jelek atau negatif tentang aku, tapi nggak sama kamu...",
"Nath..udah,
ini mungkin karena pernikahan kita belum diumumin aja, jadi mereka kayak gitu..",
"Mau diumumin atau nggak, tapi mereka nggak bisa nulis seenaknya kayak gitu.
Apa nanti kata Daddy, kalo liat anak perempuannya digituin? aku malu, nggak bisa protect kamu..",
"Jadi, karena kamu malu sama Daddy..?",
"Iya..tapi yang paling penting..karena
kamu istriku, jadi aku wajib menjaga harkat martabat kamu kan? ",
Sharen mengangguk.
"Lain kali, kalo ada apa-apa bilang ya . Jangan kayak gini..",
"Iya Nath..
Daddy benar selama ini..",
"Apa..?",
"Cuma kamu yang bisa mengenal, melindungi, mencintai aku dengan baik dan layak. Kamu pemenangnya Nath...",
Nathan kembali membawa Sharen ke dalam pelukannya.
"Karena kamu, duniaku Sha..
I love you...",
"I love you, too Nath..",
Kira-kira marahnya Nathan nanti, sama kayak Daddy nggak ya...
__ADS_1