Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Dia


__ADS_3

Rendra dan Aira terlibat dalam perdebatan kecil. Tepatnya, karena Aira cemburu pada Rendra yang kedapatan menyukai postingan Instagram milik Ernest yang notabene adalah mantan kekasihnya. Padahal, yang dilike Rendra adalah postingan foto keluarga Ernest. Fahmi, Ernest serta kedua putra dan putrinya, Bian dan Luna.


"Masih inget sama mantan pacar?",


"Sayang.., cuma like aja. Itupun kan foto keluarga.., bukan fotonya Ernest aja..",


"Kenapa di like? sering stalking Instagram mantan?",


"Nggak.., cuma muncul diberanda aja Ra..",


"Tetep aja.., dilike..",


"Udah mas unlike sayang..",


"Telat..",


Aira yang kesal langsung masuk ke dalam rumah, meninggalkan Rendra yang sedang santai di halaman belakang. Sharen, Javas serta Kinara yang melihatnya hanya diam. Meskipun, terlihat lucu karena diusianya yang sudah tidak lagi muda, Aira masih saja cemburu pada Rendra.


"Kina permisi dulu.., mau nyiapin makan malam..",


"Oh iya.., kakak bantu ya..",


Kinara dan Sharen ikut menyusul mommy masuk ke dalam rumah. Menyisakan Rendra dan Javas yang masih berada di halaman belakang.


"Padahal udah dad unlike Vas.., mommy kamu nggak berhenti ngomelnya..",


"Ya salah Dad sendiri.., udah tau mommy bakalan marah, eh nyari penyakit..",


"Dad kira mommy udah nggak periksa hape lagi, ternyata masih..",


"Kayak anak muda aja..",


"Mommy sama Dad emang masih muda..,


Perempuan tuh gitu Vas.., kesalahan sekecil apapun, pasti bakalan diingat sama mereka..",


"Hmmm.., gitu ya dad..",


"Istri mu sih keliatan kalem ya Vas.., kalo marah nggak bakalan kayak mommy..",


"Nggak pernah marah Dad..",


"Belum aja..",


"Mudah-mudahan sih nggak kayak mommy..


Kalo mommy marah, Daddy gimana?",


"Ya dirayu..",


"Caranya?",


"Perlu Daddy omongin sama kamu? hemmm? kamu kan udah nikah.., pasti tau maksud dad..",


"Iya iya..,udah nggak usah dibahas ..",


Perbincangan hangat keluarga, akhirnya berakhir dengan curcolnya Daddy Rendra pada Javas.


"Nanti aku jemput Na..", ucapnya ketika Javas mengantarkan istrinya ke rumah sakit..",


"Iya mas..",


"Na..,masuk dulu mas..",


"Iya.., good luck..",


"Makasih...",


Kinara langsung keluar dari mobil, setelah memberikan salam perpisahan dengan mencium tangan suaminya. Sebuah kebiasaan yang selalu dia lakukan saat hendak berpisah dengan Javas.


Sikap manis Kinara kepadanya, menjadi penyemangat ditengah jadwal yang sangat padat.


"Abis ketemu klien, apalagi Tam?", tanyanya pada Tama.


"Meeting sama orang proyek..",


"Abis itu?",


"Meeting sama management...",


"Udah..?",


"Mau ditambahin lagi?",


"Aku kan nanya..",


"Udah.., itu aja. Apa mau dateng ke acara ulang tahun klien? nanti malem..",


"Nggak...,males..",


"Ya udah..,emang rencananya nanti yang datang big bos..",


"Siapa? dad? atau om Revan?",


"Rencananya sih pak Rendra..",


"Dad? mau dateng sama siapa?mommy..?",


"Lha iya sama Bu Aira, emang mau siapa lagi? ibu tiri..?",


"Ngawur kamu..,


Mom itu lagi marahan sama dad.., gitu maksudnya..",


"Palingan juga udah baikkan. Tadi aku udah tanya pak Rendra, konfirm dateng..",


"Ya udah.., ayo mulai meetingnya..",

__ADS_1


"Semangat bener..",


"Iya kejar setoran..",


Menuntaskan kegiatannya hari ini dengan ditutup oleh meeting dengan management. Javas benar-benar menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pimpinan. Namun, saat jam sudah menunjukkan jam pulang Kinara dari rumah sakit. Javas memilih untuk pergi sebelum meeting selesai.


"Handle dulu Tam..",


"Mau kemana?"


"Ke rumah sakit..",


"Apanya yang sakit Bos?",


"Jemput Kinara...",


"Oh.., aku lupa..",


"Garis besarnya udah aku sebutin tadi, jadi pengaplikasiannya tinggal di jabarin aja. Aku minta laporannya besok pagi..",


"Oke boss",


"Oke.., bapak ibu, saudara sekalian. Saya minta maaf tidak bisa mengikuti meeting sampai selesai karena ada keperluan pribadi. Meeting diambil alih oleh pak Tama. Silahkan bahas apa yang saya minta tadi. Tanpa saya, mungkin anda semua bisa lebih leluasa untuk berdiskusi... selamat sore..",


"Sore pak..", ucap mereka serentak.


Meskipun jalanan padat merayap, namun Javas sampai di rumah sakit tepat waktu.


"Udah lama nunggunya Na..?",


"Nggak kok mas.., barusan aja..",


Keduanya lelah, tidak ada obrolan sepanjang perjalanan dari rumah sakit menuju rumah. Apalagi, Kinara yang sangat terlihat lelah dari wajahnya. Masih cantik, hanya saja sedikit layu. Tidak segar seperti biasanya.


Sharen dan Jaz sedang bermain di ruang tamu ketika keduanya pulang. Sharen langsung memanggil Kinara, begitu adik iparnya muncul.


"Na.., sini..",


"Na.., mau bersih-bersih dulu mbak..",


"Sini, bentar aja...", ucapnya.


Kinara menghampiri Sharen. Javas yang tidak dipanggil pun ikut mendekati kakaknya.


"Halo kak Vas..", sapa Jaz dengan sumringah.


"Kakak curiga kalo kamu manis kayak gini Jaz..",


"Jaz ganteng bukan manis, Jaz bukan gula..",


"Mulai deh..",ucap Javas.


"Na.., ini ada bunga.., buat kamu..",


"Makasih mbak, dalam rangka?", Kinara mengambil satu buah tangkai bunga mawar dari tangan Sharen.


"Siapa?", sahut Javas.


"Nggak tau juga, inisialnya F..",jawab Sharen.


"Firman?", tanyanya.


"Nggak tau..,


Jaz beresin yuk mainannya. Kak Sha mau mandi, kamu masuk kamar.., panggil mbak sus, oke..",


Kinara naik ke lantai atas, sedangkan Javas tak tahu langsung kemana.


Kinara keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badannya. Kinara langsung mendapati bunga untuknya ,sudah tidak ada di atas meja. Tidak perlu repot-repot bertanya, karena Javas sudah lebih dahulu berbicara.


"Bunganya udah aku buang.., aku nggak suka..",


"Iya mas..",


"Kenapa nggak kamu buang dari tadi? kamu seneng dikasih bunga sama dia?",


"Nggak mas.., tadinya mau Kina balikin aja ke dia..",


"Oh mau ketemuan sama dia?",


"Bukan..,biar dianter sama abang ojek..",


"Aku bahkan bisa kasih lebih dari itu buat kamu, se toko-tokonya juga bisa, sekebunnya pun bisa Na..",


"Iya Kina tau,


Airnya udah Kina siapin, bajunya juga udah. Mas Javas mandi dulu.., Kina mau ke bawah..",


Javas merasa tidak puas dengan tanggapan dingin yang istrinya tunjukkan. Biasanya Kina yang akan meminta maaf, tapi ini? tidak sama sekali.


Kinara cuek, enggan menanggapi kemarahan Javas. Kinara merasa Javas berlebihan.


"Mom sama Dad, udah pergi Queen?",


"Udah.., makan sekarang aja. Jaz disuapin dikamarnya..",


Mereka bertiga makan malam bersama. Tanpa kehadiran Mom dan Dad yang sedang menghadiri undangan. Sedangkan Jaz memilih untuk makan di kamarnya.


"Kamu apain satpam yang piket shift 1 tadi?",tanya Sharen ketika mereka sudah menyelesaikan makan malam.


"Nggak diapa-apain.., kenapa?",


"Boong.., kamu skors kan?",


"Hmmmmm, masih mending. Daripada di pecat..?",


"Jangan seenaknya gitu Vas.., nggak baik..",

__ADS_1


"Vas udah bilang, tolak semua pemberian dari Firman.., tapi masih aja lolos. Berarti mereka nggak dengerin apa yang Javas bilang..",


"Nggak usah nyalahin securitynya. Tadi, ada Abang ojek yang nganterin, kakak yang terima langsung karena kebetulan tadi kakak di depan..",


"Kakak kan tau Firman itu mantannya Kina, kenapa diterima? sengaja?",


Iya, kakak pengen liat reaksi kamu.


"Kenapa? kamu nggak suka?",


"Nggak..",


"Kamu cemburu Vas..?",


"Ennnnngggakk...",ucapnya gugup.


"Bilang aja cemburu..,


lagian ya, tadi nggak ada atas nama Firman, cuma ditulis inisial F aja.., mana kakak tau itu dari Firman..",


"Alasan..",


"Securitynya besok tetap kerja ya. Nggak ada skors-skorsan segala..",


"Dia salah.., nggak ngelakuin sesuai instruksi..",


"Nggak.., kalo Dad sama Mom tau ini, mereka juga pasti nggak setuju. Kan kakak yang nerima bukan dia..",


Kinara hanya menjadi pendengar, memilih untuk tidak ikut dalam perdebatan antara kakak adik itu. Kinara meneguk habis minumannya. Dia lantas berpamitan kepada Sharen.


"Mbak.., kina ke atas duluan..",


"Iya Na..", jawab Sharen.


Kinara naik ke atas, tanpa ikut membantu membereskan perabotan bekas makan seperti yang biasa dia lakukan. Dari wajahnya, Kinara sepertinya sedang menyimpan sesuatu.


"Tuh.., nggak usah ngeyel. Istri kamu kayaknya marah..",


"Seharusnya Javas yang marah, bukan dia..",


"Susulin gih..",


Javas langsung menyusul istrinya. Memanggil-manggil nama Kinara, namun istrinya tidak memberikan responnya sama sekali.


"Na......!!!!!",


Kinara melangkahkan kakinya tanpa mempedulikan Javas.


"Na..", Javas meraih tangan Kinara.


Kinara menghentikkan langkahnya.


"Kamu kenapa?",


"Na ngantuk..",


"Kamu marah..?",


Kinara menggeleng .


"Kina cuma nggak suka, mas seenaknya sama security. Dia nggak salah..kan mbak Sharen udah cerita..",


"Iya.., tapi tetap aja dia salah..",


"Oke kalo itu pendapat mas Javas..",ucapnya berbalik badan, hendak menuju ke kamar tapi dicegah oleh Javas.


"Aku belum selesai ngomong..",


"Mas Javas mau ngomong apa?",


"Aku nggak suka kalo mantan kamu itu masih ngirim sesuatu ke rumah ini. Pokoknya nggak suka..",


"Kenapa?", tanya Kina.


"Aku nggak suka aja.., kamu istriku..",


"Dan mas Javas, suami Kina.., iya kan..?",


"Iya.., kita suami istri..",


"Kalo ada sesuatu yang nggak Kina suka, Kina bisa protes..?",


"Bisa..",


"Oke..,


Kalo Kina boleh jujur, memang masih ada dia disini..", ucapnya dengan menunjuk dadanya.


"Tapi, dia.., udah nggak ada di dalam sini..",tunjuknya pada kening samping.


"Kina memang masih ada rasa sama dia ( Firman ) meskipun tinggal kepingannya. Karena semuanya udah usai. Tapi, sedikitpun dia udah nggak ada dipikiran, Kina sadar laki-laki yang di depan Kina, yang kina ajak bicara itu mas Javas, bukan dia.


Selama hampir 2 bulan kita menikah, berapa kali mas Javas sebut nama Kina dengan nama dia ( Mine )? Mas tau?",


Javas menggeleng.


"Dua puluh enam kali mas..",


"Kamu ngitung?",


"Iya.., Mas Javas tau, artinya? berarti setiap dua hari sekali, mas Javas salah sebut nama Kina, dengan nama dia..dan mas Javas nggak pernah sadar setiap kali mas Javas salah sebut nama..",


Javas diam.


"Kina pernah protes selama ini? Kina pernah marah sama mas Javas? nggak kan? itu karena Kina sadar diri. Mas Javas nikahin Kina hanya karena kasian, Kina tau. Tapi, bagi Kina, mas Javas tetap pahlawan


Mas Javas boleh marah sama Kina, tapi jangan ke orang lain. Kina tau mas Javas kesel, tapi nggak gitu mas..",

__ADS_1


"Kina ngantuk ..", ucapnya masuk ke dalam kamar.


__ADS_2