
Mommy Aira terlihat sumringah ketika melihat kamar cucunya yang sudah selesai dikerjakan. Beliau memamerkan kepada Sharen untuk melihat dekorasi kamar putra Kinara nanti.
"Gimana Sha? apa yang kurang..?",
"Katanya mau dominan warna biru..?",
"Nggak deh, mommy pikir-pikir pake warna netral aja. Iya kalo bener laki-laki, kalo perempuan gimana?",
"Iya sih.."
"Kurang apa Sha..?",
"Kurang meriah sih mom.., pernak pernik bayinya kurang rame..",
"Maunya yang rame gitu? kan masih bayi Sha.., maksud mommy biar gini aja. Kalo Kina pulang, biar dia yang nambahin sendiri sesuai seleranya..",
"Tempat tidurnya mana mom..?",
"Itu box nya...",
"Ya, kalo Kinara mau tidur disini..tidur dimana dong?",
"Yah Sha.., kan emang kamarnya nggak sebesar kamar kamu atau kamar mommy, mana muat dikasih tempat tidur..",
"Seenggaknya yang single bed lah mom..., kalo nggak Kina kan baby sitter yang tidur disini, iya kan..?",
"Iya sih.., nanti mommy cari deh ya..",
"Mommy yakin, Kinara bakalan pulang? udah beberapa bulan tapi nggak ada tanda-tanda dia mau pulang loh mom...",
"Mommy tiap malem selalu berdoa, semoga hati Kina dibukakan, semoga dia mau pulang.."
"Udah lah mom..jangan berharap lebih ya.."
"Kamu kok kayak nggak suka gitu..?"
"Bukan gitu mom.., Sha cuma nggak mau aja mommy terlalu banyak berharap. Sharen takut mommy kecewa..",
Wajah mommy yang awalnya cerah, berubah menjadi mendung.
"Seharusnya moment Kinara hamil, itu moment yang paling membahagiakan buat mommy Sha..., ini cucu pertama buat Mommy sama Dad. Mommy bisa ngasih dia arahan, perhatian, contoh, saran, cara gimana jadi ibu baru, belanja perlengkapan bareng, persiapan acara 4 bulanan, 7 bulanan, acara lahiran, sampe acara Aqiqahan.., tapi Kinara malah marah sama adik kamu..",
"Ya Javasnya keterlaluan kan mom...",
"Iya mommy tau, Kina boleh marah sama Javas, tapi jangan sama mommy, Daddy, kamu, atau Jaz kan? kalo dia marah, harusnya bilang. Mommy kan bisa nyuruh Javas pergi dari sini, biar Kina aja yang disini.."
"Astaga Mommy, masa iya anak mommy sendiri mau diusir..",
"Ya Javas yang salah kan Sha.., walaupun dia anak mommy, tetep aja dia yang salah..",
"Iya mom...",
"Mommy mau sewa detektif profesional buat nyari Kinara. Sebelum dia lahiran, pokoknya Kina harus ketemu. Kelamaan kalo Mommy ngandelin Dad atau adik kamu..",
"Ya udah terserah mommy aja..",
"Kamu besok jadi keluar kota lagi? kerjaan kamu akhir-akhir ini banyak ya Sha..",
"Iya mommy, bulan ini ngerjain 5 baju pengantin..., exclusive semua..jadi hunting bahan, sekalian mau pemotretan juga..",
"Sampai kapan? 3 hari lagi Chelsea mau operasi, kamu udah pulang kan..?",
"Pulang mom.., Sha pulang lusa kok..",
"Oke.., jangan sampe nggak pulang ya. Ini cicit pertamanya Oma loh..",
"Iya.., Sha pasti pulang, tenang aja..",
Jika dihitung-hitung, jarak kehamilan Sea dan Kinara hanya berjarak sekitar kurang lebih satu bulan. Jika Sea 3 hari lagi akan melahirkan, itu tandanya usia kehamilan Kinara sudah memasuki usia 8 bulan. Tahu artinya? Berarti 7 bulan sudah Kinara pergi dari kehidupan Javas, dalam keadaan dirinya yang tengah hamil 1 bulan.
__ADS_1
"Lho..katanya besok? kok sekarang..?", jawab Aira yang mendapatkan telepon dari Fafa.
"Sea udah kontraksi Ra...",
"Oke..oke mbak.., kita ketemu di rumah sakit ya..",
Seharusnya besok malam, Sea dijadwalkan untuk menjalani operasi Caesar. Tapi, pagi ini Aira mendapatkan kabar jika Sea harus dilarikan ke rumah sakit karena sudah merasakan kontraksi.
"Habis kita mandi, sarapan langsung ke rumah sakit ya mas..",
"Iya sayang, mas mandi dulu. Baju mas siapin ya..",
"Iya mas..",
Selesai menyiapkan baju untuk Daddy, Mommy menelepon Sharen berniat untuk memberitahukan tentang keadaan Sea. Namun, belum ada jawaban dari Sharen. Ya, putrinya saat ini memang berada di luar kota untuk urusan pekerjaannya.
"Jaz makan yang banyak ya.., bekalnya Jaz buat makan siang, tolong di siapin ya Sus..",
"Baik nyonya..",
Mereka berempat berangkat menggunakan 3 buah mobil. Satu untuk Daddy, mommy dan Jaz, satu untuk Javas dan satu lagi khusus untuk sus Sri. Javas bisa saja menumpang di mobil Alph*ard yang dinaiki keluarganya. Tapi, dia memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri. Javas kan masih dianak tirikan oleh mommy nya. Jadi, daripada di dalam mobil juga tidak dianggap, lebih baik dia menggunakan mobil yang lain.
"Sharen belum bisa dihubungi mas..",
"Mungkin masih capek, atau malah lagi perjalanan?",
"Iya, kayaknya sih di jalan. Hari ini, memang jadwalnya dia pulang...",
"Ya udah, nanti dicoba lagi aja. Atau di chat aja, pasti dibaca kalo dia pas pegang HP..",
"Iya, udah kok mas..",
Hari ini ada yang berbeda. Entah apa itu, tapi sedari tadi jantung Javas berdetak tidak seperti biasa. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Firasatnya mengatakan, ini ada hubungannya dengan istri dan putranya.
"Semoga kalian baik-baik aja, sayang...",
Untung saja, Javas masih bisa berkonsentrasi untuk menyetir. Akhirnya, dia sampai di rumah sakit milik keluarganya dengan selamat.
Javas mengekor, mengikuti kedua orang tua serta adiknya, menuju ruang bersalin. Disana, sudah ramai, ada keluarga Kai, keluarga Sea juga tak ketinggalan Oma yang ikut menunggui cucu menantunya melahirkan.
"Iya, baru ditanganin..tadi Sea sempet jatuh Ra..",
"Astagfirullah mbak, kok bisa..",
"Iya, pas mau mandi...",
"Semoga persalinannya lancar ya mbak..",
"Aamiin...",
Semua yang ada disana tegang menunggu proses kelahiran anak Kai dan Sea.
"Kai di dalam kan mbak?",
"Iya..nemenin Sea...",
Sharen yang sedari tadi tidak bisa dihubungi, tiba-tiba menghubungi mommy nya.
"Mommy.., di rumah sakit?",
"Iya Sha.., kenapa..? kok kamu kedengarannya panik gitu, kenapa?",
"Nggak apa-apa.., Mommy sama Daddy?",
"Iya sayang.., kenapa..? kamu kok ngos-ngosan gitu..",
Mbak..sakit...
"Kamu kenapa Sha..?",
"Ada Javas mom..?",
__ADS_1
"Iya dia disini, lagi ngobrol sama Rai.., kamu kapan kesini..?",
"Ini Sha udah di rumah sakit, bentar lagi kesitu mom...",
Ditengah keheningan dan ketegangan menunggu proses kelahiran. Tiba-tiba datang petugas medis yang mendorong pasien yang juga sepertinya akan melahirkan. Yang membuat terkejut adalah pasien itu didampingi oleh perempuan cantik yang tidak asing.
"Iya sabar ya..",
"Mbak..sakit..",
"Iya Na.., sabar ya.., ini kita udah sampe..",
Mommy Aira mematung, seperti tidak percaya apa yang dilihat di depan matanya. Beliau, yakin ini bukan mimpi tapi nyata. Mommy Aira sampai tidak bisa berkata-kata.
"Sha...,
Kinara...", ucap Daddy.
Sharen sama sekali tidak tergugah dengan ucapan Daddynya, dia terus menenangkan Kina yang menggenggam tangannya erat.
Javas yang sedang mengobrol serius dengan Rai, sampai tidak menyadari kehadiran istrinya. Hingga akhirnya, tangannya ditarik oleh Sharen yang lewat di depannya.
"Kak Sha...",
Sharen langsung mengganti tangannya dengan tangan Javas untuk digenggam oleh Kinara.
Javas terkejut ketika melihat seseorang yang berada di atas brangkar adalah istrinya. Kinara terlihat kesakitan.
"Na.., ini kamu sayang...??",
"Sakit mbak....",
"Iya..sabar ya Na..",
"Kak.., Kina kenapa..?",
"Mau lahiran, nggak liat?",ucap Sharen yang terdengar panik.
Kina menggenggam erat tangan Javas.
Sebelum masuk ke ruang bersalin, Sharen bertanya kepada adik iparnya.
"Mau di temenin kakak, atau suami kamu..?",
"Javas aja yang nemenin kak...
Mas temenin ya sayang....", pinta Javas dengan mengelus kening istrinya.
"Na.., kamu mau ditemenin Javas..?",
Kinara mengangguk.
"Ya udah kamu semangat ya.., pasti bisa..kamu hebat..",
"Makasih mbak..",
Kinara masuk ke ruang bersalin dengan ditemani oleh Javas.
Mommy Aira dan Daddy langsung menghampiri Sharen.
"Sha.., Kina mau melahirkan...?",
"Iya mom...",
"Bukannya masih 8 bulan..?",
"Nggak tau, kayaknya maju..",
"Kamu kok bisa ketemu sama Kina? dimana Sha? atau jangan-jangan selama ini kamu udah tau dia ada dimana?",
"Sayang.., udah ya, nanti aja tanya ke Sharennya. Kita berdoa, semoga persalinannya Kinara lancar, cucu kita selamat, Kinara sehat..",
__ADS_1
"Kita bicara nanti ya Sha...mommy minta penjelasan dari kamu..",
Sharen diam. Mukanya pucat. Bukan karena takut dengan peringatan mommy. Tapi, dia shock karena baru kali ini dia melihat dan mendampingi langsung seorang ibu yang kesakitan karena akan melahirkan.