Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Dasi


__ADS_3

Tidurnya malam ini terasa sangat nyenyak, tidak terbangun saat tengah malam. Kinara menggeliat, perlahan membuka matanya. Kinara langsung tersadar jika malam tadi dia tertidur di mobil Javas.


"Hah..",


Kinara langsung bangun dari tidurnya, spontan melihat pakaian yang dia kenakan. Benar, Kinara masih memakai dress yang tadi malam dia pakai. Tidurnya seperti mayat hidup, sampai-sampai tidak mendengar suara barang sedikitpun.


Kinara menoleh ke sampingnya, dilihatnya Javas yang masih terlelap tidur, dengan posisi membelakanginya.


Tanpa mengusik tidur suaminya, Kinara bangun langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Terus yang bawa aku ke kamar, siapa? mas Javas??", tanyanya pada diri sendiri.


Selesai menjalankan ibadahnya Kinara lantas turun, karena sangat penasaran dengan pertanyaan yang timbul dalam benaknya.


Tanpa basa-basi, Kinara langsung mencecar pertanyaan pada maid yang bertugas tadi malam.


"Bik.., tadi malem kayaknya Kina kan ketiduran ya di mobil..",


"Iya non.., di bawa mas Javas ke atas..", ucapnya langsung menjawab pertanyaan yang memenuhi otaknya.


"Mas Javas? bukan mamang?",


"Bukanlah non., mamang kan bantu parkir mobil..",


"Bukan Bibik..?",


"Bibik mana kuat bopong non Kinara..",


"Terus mas Javas bawa Kinara, gimana?",


"Gimana apanya? ya dibopong non.., kayak disinetron-sinetron gitu..",


"Kayak gini..", ucapnya mencontohkan posisi dengan menegadahkan kedua tangannya.


"Iya.., gitu..",


"Astagfirulloh bik..",


"Kenapa non..? kok panik?",


"Nggak apa-apa..",


"Non digantiin baju ya sama mas Javas?", tanyanya yang melihat Kinara sudah berganti pakaian menggunakan daster rumahannya.


"Nggak.., ini tadi Kina ganti baju sebelum sholat..",


"Oh gitu..,


Non.., nyonya sama bapak hari ini pulang..",

__ADS_1


"Mom sama dad ya?


Iya Jaz kemarin sih bilang gitu..",


"Bibik hari ini berarti masaknya agak banyakan ya non..",


"Iya bik..,terserah Bibik aja..",


Sarapan sudah siap di meja. Kinara masuk kembali ke dalam kamarnya untuk ganti menyiapkan keperluan suaminya. Javas ternyata baru mandi, dan Kinara buru-buru menyiapkan pakaian kerja Javas, seperti biasa kecuali dalaman yang akan disiapkan sendiri oleh Javas.


Kinara kembali ke dapur, untuk memberikan uang belanja kepada Bibik yang mengaku kehabisan uang belanja.


"Bik.., ini uang belanjanya ya..",


"Kok banyak non? kan bibik minta buat hari ini aja. Besok Bibik minta sama nyonya..",


"Nggak usah.., ini aja dipake sampe abis dulu ya..",


Kinara yang sedang mengobrol dengan Maid senior, dipanggil oleh Maid yang satunya.


"Non.., dipanggil mas Javas ke atas..",


Kinara yang dari bangun pagi belum bertegur sapa dengan Javas dibuat deg-degan. Dia memang sengaja menghindari Javas. Kinara tidak tahu bagaimana dia harus bersikap? Kinara malu.


"Kenapa bik?",


"Nggak tau non.., bilangnya non Kinara disuruh ke kamar.."?,


Perasaan udah aku siapin semua..", ucapnya lalu naik kembali ke lantai atas menuju kamarnya.


"Na.., aku hari ini ada meeting sama klien dari luar. Tolong siapin dasi Na..", pinta Javas.


Aman, Kinara tidak perlu khawatir karena Javas tidak membahas kejadian tadi malam.


"Oh iya.., bentar Kina ambilin mas..",


Memilih warna dasi yang cocok dipadu padankan dengan warna kemejanya, Kinara lantas memberikannya pada Javas.


"Nih mas..",


"Kalo cuma ngambilin, aku nggak perlu manggil kamu kesini..",


"Mas Javas perlu apa lagi?",


"Harus dijelasin lagi ya Na?",


"Apa mas?",


"Pakein...",

__ADS_1


Kinara dibuat salah tingkah.


"Oh..",


"Oh..,


ayo cepetan Na..",


"Iya mas..",


Javas sedikit menurunkan badannya ketika Kinara mengalungkan dasi di lehernya. Untuk pertama kalinya, Kinara berdekatan dengan Javas, dalam posisi dekaaaattttt sekali seperti ini. Kinara yang grogi sampai salah mengikat dasi Javas.


"Bisa nggak..? kok dilepas pasang lagi?",


"Bisa mas.., kina kan dulu setiap hari .....",


"Apa? makein Firman dasi juga?", sahutnya menghentikkan gerakan tangan Kinara dengan tangannya. Keduanya saling pandang. Javas melihat Kinara dengan sorot mata tajamnya.


"Kenapa diem?",


"Mas Javas jangan marah, Kina takut..", ucapnya dengan menjawab pertanyaan Javas dengan mengumpulkan keberaniannya.


"Nggak usah aja, aku bisa pake sendiri..",


"Tiap hari Kina pake dasi kalo mau pergi ke sekolah, dulu..", ucapnya menjelaskan.


Kinara tertunduk.


Javas melepaskan tangannya lalu mengusap rambut Kinara. Kali ini dengan suara yang lebih lembut dari sebelumnya.


"Kalo gitu, ayo lanjutin..",


Javas memperhatikan wajah serius Kinara saat istrinya memakaikan dasi untuknya. Terlihat cantik seperti biasanya. Aroma wangi tubuh Kinara semerbak mengusik Indra penciumannya.


Selalu wangi.., aku suka.., ucapnya.


Ingin sekali melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan tadi malam. Tapi, Javas ragu dengan respon Kinara nantinya. Akhirnya, Javas menahannya.


"Udah?", tanyanya ketika tangan Kinara berhenti.


"Udah mas..",


"Makasih


Aku nggak marah Na..,


Kita ke bawah sarapan..",


Kinara menghela nafasnya panjang. Bukan hanya karena takut melihat sorot mata tajam Javas. Tapi, sedari tadi detak jantungnya berpacu seperti habis berlari. Untuk pertama kalinya, dia saling pandang dengan suaminya. Dilihat seperti itu, membuatnya hatinya meleleh. Lagi-lagi, Nisa benar.

__ADS_1


"Nis.., aku takut baper..", ucapnya dalam hati.


__ADS_2