
Sharen mengguncang-guncangkan tubuh suaminya. Nathan masih terlelap tidur, berbanding terbalik dengan Sharen yang sudah terlihat rapi, cantik dan segar.
"Yank...bangun....",
Nathan tidak bergeming, dia tetap saja diam meskipun istrinya sedang mengusik tidurnya.
"Yank.., udah siang nih..ayo bangun...
mas....",
Nathan tetap diam, dia malah merubah posisinya dengan membelakangi Sharen.
"Yank.., ayo bangun...",
"Ngantuk...", jawab Nathan malas.
"Udah pagi yank..",
"Hmmm..",
"Yank..ayo...",
Kesal, akhirnya Nathan merubah posisinya kembali dengan menghadap istrinya. Nathan justru memeluk paha istrinya yang berdiri di pinggir ranjang.
"Mas ngantuk banget..., semalem nggak bisa tidur..",
"Kenapa..?",
Astaga, istriku ini.., semalem kamu nggak ingat? tiap kali perutnya berhenti di elus langsung bangun minta dielus. Gimana bisa aku tidur...?
"Kamu kok udah wangi..?", tanya Nathan balik.
"Kan udah mandi, ayo bangun yank..",
"Mas mau tidur.., hari ini kita di kamar aja ya..",
Sharen mengelus perutnya.
"Baby nya minta makan yank.., masa kamu nggak kasian..?",
Mendengar anaknya disebut, Nathan langsung membuka kedua matanya.
"Kamu laper?",
"Enggak...", geleng Sharen.
"Ya udah, mas tidur lagi..",
"Bukan aku yang minta makan, tapi baby nya..., anak kita yank..",
__ADS_1
"Sarapan di kamar aja ya..",
"Nggak mau...,
kita udah ditungguin, Mommy sama Mama daritadi telepon terus nyuruh kita cepetan..",
"Ngantuk banget sayang..",
"Ya udah.., kalo gitu aku sarapan sendiri aja, mas balik tidur aja..",
"Iya..iya.., nggak..
mas bangun nih...",
"Gitu dong...",
"Anak Papa laper ya sayang..
bentar ya.., Papa mandi dulu..", ucapnya dengan mengelus perut Sharen yang sudah sedikit berisi.
Nathan berjalan ke arah kamar mandi.
"Tolong siapin baju sayang...",
"Iya mas..",
Tidak seperti Sharen yang membutuhkan waktu berpuluh-puluh menit. Bagi Nathan, mandi selama 10 menit sudah lama untuknya. Sudah cukup untuk membuat matanya sedikit lebih segar.
"Nggak ada acara apa-apa..",
"Kok kita couple-an warna..?",
"Iya..aku lagi pengen pake baju warna merah aja, ini juga dress-nya dibeliin sama Mamah kemarin.., bagus kan yank..?",
"Iya bagus sayang..,
cantik banget dipakenya..",
"Ayo...",
"Habis sarapan, mau kemana emangnya..?",
"Jalan-jalan lagi yuk..?",
"Liat nanti..
mata mas berat banget..
tadi malem, kamu nyenyak boboknya..?",
__ADS_1
"Nyenyak banget..",
Nathan meringis. Terang saja, yang dibuat tidak nyenyak kan memang Nathan. Tidak masalah kalau hanya sesekali, tapi jika harus dilakukan 7 bulan kedepan? bagaimana nasibnya?
Sharen benar, sesampainya di Restoran hotel, sudah nampak keluarganya di sana. Sharen dan Nathan menjadi orang yang terakhir tiba.
"Ini dia yang ditunggu, kok lama banget..?",
"Nungguin mas Nathan bangun Mah..",jawab Sharen.
"Nathan udah bangun dari subuh Mah..", sela Nathan.
"Iya abis sholat tidur lagi Mah..", jawab Sharen lagi.
"Iya ngantuk sayang..",
"Udah-udah.., sekarang makan Nath..., Sha.., tuh udah disediain...",
"Hmmm.., makasih mah...",
Meskipun sudah mandi, tapi wajah lelah dan kantuk Nathan masih kentara. Ini, tak luput dari penglihatan Mamanya yang kebetulan duduk satu meja dengannya.
"Nath.., kenapa..?",
"Apa mah..?",
"Kok lesu...?",
Nathan diam, dia menunggu Sharen pergi nampaknya ingin mengambil makanan lagi.
"Tadi malem, Nathan disuruh ngelus-elus perutnya Sharen.., tiap Nathan berhenti. Sha bangun.., gitu aja terus mah. Nathan capek..",
Mamah Farah tersenyum
"Oh gitu...",
"Gitu doang mah..?",
"Lha terus apa..?
itu nggak sebanding sama Sharen. Nanti, lama kelamaan anak di dalam perut kamu itu gede. Kemana-mana harus dibawa Sharen, mana badan istri kamu itu kecil. Kasian.., pasti keberatan bawa anak kamu.
Kamu.., diminta tolong elus-elus perutnya gitu aja ngeluh...",
"Ya nggak ngeluh Mah, Nathan kan cuma cerita aja..",
"Sama aja.., ngeluh itu ceritanya..",
"Udah mah..nggak usah bahas lagi. Istri Nathan dateng..",
__ADS_1
Singkat dulu ya..,
lagi nggak enak badan lagi..