Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Pesanan Mommy


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, hanya radio car yang menemani mereka. Hanya suara penyanyi Tulus yang terdengar.


Perjalanan membawamu, bertemu denganku


ku bertemu kamu


sepertimu yang kucari,


konon aku juga


seperti yang kau cari..


Namun, sayangnya hanya sepenggal saja lagu yang sebenarnya sedang Kinara nikmati. Javas langsung mengecilkan volume ketika ponselnya berbunyi.


"Halo..."


"...........",


"Dari nganterin Mine..",


"..........",


"Mau apa cantik?",


Mata Kinara terbelalak mendengar pembicaraan Javas yang entah dengan siapa. Kinara memanyunkan bibirnya. Dia kira Javas setia, ternyata mendua.


"Iya mom.., ini nanti sekalian mampir.


Udah dibayar belum..?",


Oh.., ternyata sama Bu Aira, aku kira sama selingkuhannya.


"Kirim reservasinya ke Javas kalo gitu...",


".............",


"Iya mommy sayang..",


Javas memang selalu bersikap manis kepada mommynya. Seperti barusan, dia memuji kecantikan Aira yang walaupun sudah berkepala empat tapi masih terlihat muda dan cantik.


"Dok.., kita mampir dulu di ruko depan ya. Sekalian ambil pesanan mommy..",


"Iya mas nggak apa-apa..",


Javas agak sedikit kaget dengan suasana toko kue siang itu. Terlihat sangat ramai dengan antrian memanjang. Mungkin akan sampai berjam-jam dia akan berdiri di sana untuk mengambil pesanan mommynya. Javas yang awalnya sudah keluar mendadak masuk kembali ke dalam mobilnya. Ingin mengomel, tapi dia takut kualat. Apalagi, yang menyuruhnya adalah perempuan yang melahirkannya.


"Mom.., antriannya panjang banget...", adunya pada sang mommy melalui panggilan telepon.


"..................",


"Iya, Javas tau. Hari ini emang opening tokonya. Javas pulang ya biar diambil sama sopir aja..",


"...............",


"Mommy......, oke-oke.., Javas yang ambil..",


Kinara mendengar obrolan antara Javas dan Mommynya. Memang suasana di luar terlalu ramai, belum lagi mayoritas pengantre adalah ibu-ibu serta remaja putri. Sudah pasti, selain tidak sabar untuk mengantri. Javas tentu malu.


"Mas.., biar saya aja yang ngambilin pesanan ibu Aira..",


"Nggak usah.., kan dokter juga buru-buru mau periksa mommy kan..?",


"Ini tadi udah chat-an sama ibu.., katanya beliau udah minum obat. Nanti sampai di rumah tinggal saya periksa ..",


"Nggak usah dok.., aku pesenin taxi aja. Dokter pulang aja duluan..",

__ADS_1


"Nggak apa-apa mas.., biar saya aja yang turun..berapa kode reservasinya?",


Kinara akhirnya turun dari mobil lalu mengantri untuk mengambil pesanan Aira. Hanya makanan berupa dessert yang menyerupai puding dan orang-orang rela untuk berusah payah mendapatkannya. Selain katanya enak, pemilik kedai ini adalah artis ternama. Salah satu hal yang membuat magnet jual semakin menarik.


Kinara sanggup berdiri antara puluhan orang ditengah suasana terik seperti ini memang bukan perkara yang mudah. Bukan pula perkara yang sulit. Hanya saja, membutuhkan kesabaran extra.


Menunggu hampir satu jam lamanya, tapi belum ada tanda-tanda Kinara keluar. Bukannya sepi, tapi lama kelamaan toko itu sangat ramai didatangi oleh para pengunjung. Tidak sabar, akhirnya Javas menyusul Kinara ke dalam toko yang berjubel. Meskipun begitu, mereka antre dengan sangat rapi, seperti rel kereta yang berbentuk memanjang. Sebuah pemandangan yang bisa dibilang langka, yang terjadi di negara tercinta, Indonesia.


Kedatangan Javas tentu saja menjadi pusat perhatian. Selain parasnya yang tampan, penampilannya yang keren. Tapi, juga karena mayoritas yang berada di dalam sana bergender perempuan. Ada beberapa laki-laki berjaket hijau yang juga ikut mengantri tapi mereka bekerja. Javas menyesal, kenapa tadi dia tidak kepikiran untuk menggunakan jasa Abang ojek online.


Sempat celingak celinguk, akhirnya Javas menemukan Kinara yang siang itu mengenakan Midi dress dengan motif bunga. Kinara mengantri pada salah satu dari lima kasir yang tersedia disana. Kinara berada di antrian nomor 3 yang artinya sebentar lagi dia akan dilayani. Menerobos antrian, Javas menghampiri Kinara.


"Belum ya dok..?"


"Sabar, kurang 2 antrian lagi..",


"Ya udah.., kalo gitu..",ucap Javas yang lalu berbalik badan untuk kembali ke mobilnya.


Para pengunjung tak terkecuali ibu-ibu, menikmati wajah tampan Javas dengan tatapan kagum. Visual Javas seperti oppa Korea yang sering mereka lihat di dalam drama. Bedanya, ini versi aslinya yang tak kalah tampan.


Tiba-tiba ada seorang ibu muda yang menggendong anak kecil datang menghampiri Kinara.


"Mbak.., saya boleh duluan? Saya buru-buru, mau jemput anak sekolah..",


Merasa iba, akhirnya dengan senang hati Kinara mempersilahkan ibu tersebut untuk berdiri di depannya. Antrian Kinara mundur, menjadi nomor 4. Javas yang mengetahuinya, hanya menggelengkan kepalanya pasrah. Javas sudah lelah, tapi Kinara dengan santainya malah memberikan antriannya kepada orang lain.


Kinara keluar dengan menenteng beberapa paper bag dikedua tangannya. Tidak hanya itu, dia juga dibantu oleh ibu paruh baya yang ikut membawakan barang pesanannya.


"Ibu.., terima kasih banyak..", ucap Kinara ramah.


"Sama-sama.., saya duluan ya dokter..",


"Hati-hati ibu..",


Javas tidak menyangka jika pesanan mommynya sebanyak ini. Jika dihitung ada 15 paper bag berukuran sedang yang harus dia masukkan ke dalam mobil.


"Nggak bisa ditaruh di bagasi?",


"Nggak bisa mas.., nanti cepet meleleh..",


Dengan terpaksa, Javas meminta Kinara untuk duduk di depan. Iya.., tepat disampingnya. Kursi belakang, dia gunakan untuk meletakkan pesanan mommynya.


Kalo gini caranya, beneran ini jalannya pindah ke samping. Ya Allah, kuatkan iman hambaMu ini. Mine..mine..mine.., kakak setia sama kamu, sayang.


"Coba aja dokter nggak ngasih antrian ke ibu-ibu tadi. Seharusnya kita sekarang udah sampe rumah..",


"Mas Javas liat ya ?",tanya Kinara dengan melihat ke arah Javas yang juga sedang melihat ke arahnya, membuat kedua pasang mata mereka saling bertemu. Javas yang salah tingkah, lalu memperbaiki posisi duduknya.


"I...iya.."


"Mas Javas liat nggak tadi? ibunya lagi hamil.., terus gendong anaknya. Udah gitu katanya mau jemput anaknya sekolah.., saya kasian.."


"Kalo udah tau gitu, kenapa pake ikutan antre?",


"Kita kan nggak tau, kebutuhan orang itu kayak gimana. Siapa tau dia jastip.., atau emang lagi ngidam?",


"Aneh.., anda kan dokter. Seharusnya kan nggak menyia-nyiakan waktu gitu aja..",


"Yang tadi bukan menyia-nyiakan waktu mas.., tapi nolong orang..,tadi aku langsung ditolong orang juga kan? dibawain pesanannya sampe parkiran..",


"Siapa suruh nggak minta tolong.."


"Minta tolong siapa? mas Javas? kan ada di mobil.., gimana cara minta tolongnya coba.."


"Terus ibu tadi siapa? kok kayaknya kenal.."

__ADS_1


"Oh itu.., iya.


Pernah ketemu di rumah sakit.., ibunya masih inget sama aku ternyata..",


Mereka berdua akhirnya sampai di rumah berbarengan dengan Jaz yang juga baru pulang dari kegiatan lesnya. Putra bungsu dari pasangan Aira dan Rendra itu, sedikit kaget dengan kedatangan Javas yang pulang berdua bersama Kinara. Jaz menunggu sampai Javas dan Kinara turun dari mobilnya.


"Hallo kakak dokter..",


"Jaz.., baru pulang ya ganteng..",


"Huum..,


Kakak dokter sama kak Javas habis dari mana...",


"Kepo..", sahut Javas.


"Cieh..cieh pulang berdua nih. Awas ya.., Jaz aduin sama kak Mine..",goda Jaz.


"Heh.., tuyul.., liat nih kak Javas bawa apaan? ini mommy yang nyuruh. Daripada ngomong nggak jelas, mendingan bantuin kak Javas sama dokter Kinara, masukkin pesanan mommy ke dalam.."


"Oke kak..",


Javas mengomel kepada Mommynya. Hari ini dia harus menghabiskan dua jam waktunya hanya untuk mengambil pesanan mommynya.


"Makasih ya dok.., sudah dibantu..",


"Sama-sama Bu Aira. Maaf, saya permisi ke kamar dulu ya Bu.."


"Silahkan dok..",


"Cuma dokter Kinara aja yang diucapkan terima kasih? Javas nggak?"


"Makasih anak mommy.."


"Mom.., dua jam mom..dua jam..cuma buat ngambil makanan ginian...",


"Iya sayang.., mommy tau. Makasih sekali lagi ya ganteng. Tadinya mommy mau minta tolong kak Sharen buat ngambil. Eh.., tadi waktu mommy telepon, dia lagi ada di rumah Bian.., ya udah. Mommy minta tolong sama kamu.."


"Dasar.., Queen...


Mommy pesennya kenapa banyak banget?"


"Buat di rumah, sama dibagi-bagiin.. ini makanan lagi viral loh Vas..",


"Iya Javas tau. Tadi yang antri aja banyak banget..",


"Mommy.., kak Javas pergi berdua sama kakak dokter tuh..",adu Jaz kepada mommynya.


"Tuyul.., nggak usah ngadu. Mommy juga udah tau.."


"Hayoloh.., Jaz bilang ke kak Mine ya.."


"Bilang aja.., kak Mine juga udah tau.."


"Kak Javas bohong.., kak Javas bohong...", ucap Jaz sambil berlari karena Javas mengejarnya.


"Awas ya.., kalo ketangkep. Kak Javas masukkin kamu ke kandang macan. Biar di makan sekalian.."


"Daddy.., kak Javas nakal...., tolong Jaz dad...", Jaz yang tertangkap meronta kegelian karena digelitiki oleh Javas.


"Minta ampun nggak..hmmm..ayo bilang lagi.."


"Ampun kak..ampun..", ucapnya tertawa.


"Javas.., kasian adeknya..",

__ADS_1


"Biarin Mom.., dia usil...", ucap Javas yang terus saja menggelitiki adiknya.


__ADS_2