
"Kenapa tiba-tiba gabung lagi?",
"Om Rendra yang minta...",
"Hanya karena itu?",
"Ya karena kamu juga..",
Sharen terdiam.
"Daddy, masih aja usaha buat deketin aku sama Nathan lagi..",
"Kenapa sama aku..?",
"Kamu pikir, aku nyerah Sha..? nggak sama sekali.., kemarin aku jauhin kamu karena memang aku pengen konsen sama adikku..",
"Setelah apa yang keluarga kamu perbuat? Javas hampir aja kehilangan Kinara..",
"Aku sudah meminta maaf secara pribadi sama Javas Sha.., iya keluarga ku salah. Terutama Mama.., tapi Mama nggak berniat membuat Javas sama Kina pisah...",
"Terus apa namanya Nath..?",
"Aku, Mama, Papa memang membiarkan Jasmine untuk dekat dengan Javas. Kamu tau kenapa? karena kami tau umur Mine nggak lama lagi..",
"Kalian siapa? Tuhan? malaikat? Dewa?",
"Firasat Sha...",
"Basi Nath..",
"Aku tanya sama kamu, kenapa kamu tega nyembunyiin Kina dari Javas, Mommy, sama Daddy, dari keluarga kamu sendiri..?",
__ADS_1
"Karena Kina yang minta.., Kina udah terlanjur sakit hati sama Javas...",
"Kenapa kamu nggak bilang? minimal sama Mommy kamu..",
"Aku perempuan, dan aku tau gimana rasanya jadi Kina..",
"Kamu bantu Kina, karena sebuah alasan. Aku pun sama Sha..",
"Seenggaknya, kamu bilang sama Mine kalo Javas udah punya istri Nath, bukan ikut nutupin..",
"Buat apa? Toh, akhirnya Mine udah tau..",
"Hah...?"
"Sebelum meninggal, Mine udah tau kalo Javas sudah beristri...",
"Mine bilang gitu..?",
"Nggak.., tapi dari surat yang dia tulis buat Javas..",
"Mine cuma pengen disisa hidupnya, bisa dekat dengan laki-laki yang dia cinta. Ya, kedengarannya jahat. Tapi, Mine juga manusia biasa . Dia mempunyai ego untuk kepentingan dia sendiri Sha.., Mine nggak mungkin rebut Javas dari Kinara..",
"Ya.., karena Mine...., maaf udah meninggal. Kalo dia sembuh? lain lagi ceritanya kan..?",
Nathan menggeleng.
"Sekeras apapun aku membela Mine, meskipun itu faktanya, tapi buat kamu pasti terdengar berbeda..pasti kamu akan berpikir ya wajar aja kamu bela, dia adik kamu, gitu kan? jadi mending aku cukupkan sampe disini aja. Toh, yang kita bahas juga orangnya sudah meninggal. Mine udah tenang disana Sha..",
Sharen kembali mengunyah makanannya. Berdebat dengan Nathan, seperti sebuah lingkaran. Tidak ada ujungnya.
"Aku kangen banget sama kamu...", ucap Nathan yang memandang Sharen dalam jarak dekat seperti ini.
__ADS_1
Sharen enggan membalas tatapan Nathan.
"Kamu kapan nyerahnya sih Nath..?",
"Justru aku yang harusnya bilang kayak gitu Sha.., kamu kapan nyerahnya..? sampai kapan kamu kayak gini terus Sha..?",
"Sampe Upin Ipin sekolah SD...",
Nathan tersenyum. Sepertinya memang tidak gampang menaklukkan putri semata wayang Om Rendra Perdana. Sekalinya hampir mendapatkan hatinya, ada saja halangannya.
"Nggak apa-apa, nanti aku hubungi creatornya biar buat cerita sampe Upin Ipin masuk SMA sekalian..",
"Ih.., apaan sih..", jawab Sharen dengan menahan senyumnya.
"Gitu kan cantik.., manis banget sih..",
"Sumpah ya Nath, dulu kamu nggak kayak gini. Dari kapan kamu genit kayak gini..",
"Bukan genit, tapi itu ungkapan dari hati. Semenjak dikasih motivasi sama Om Rendra, aku jadi sadar. Cinta jangan dipendam.., cinta itu harus diungkapkan. Ya, meskipun berkali-kali dapat penolakan, tapi setidaknya kamu tau kalo aku cinta sama kamu. Nggak apa-apa sekarang kamu belum bisa balas, tapi suatu saat kamu juga pasti akan merasakan hal yang sama..",
"Kayak Fajar ya kamu..",
"Siapa?",
"Itu yang lagi viral, nggak tau?",
"Nggak.., taunya cuma Rehan aja..",
"Dih..penggemarnya Intan deh..",
"Begitu syulit dapetin kamu Sha..",
__ADS_1
"Nathan.., ih stop. Geli aku dengerny..",
"Iya iya..",