
"Usaha papa sama mama sebenarnya nggak ada korelasinya dengan hubunganmu sama Sharen Nath.., kalo kamu cinta..ya kejar.., jangan berhenti sebelum kamu dapetin..",
"Kayaknya susah Pa.., Sharen prinsipnya kuat. Dia pasti mikirnya macem-macem..",
"Maafin papa Nath kalo buat kamu ngalah dan nyerah.., tapi papa juga nggak bisa berbuat apa-apa.., Mine butuh Javas..",
"Iya pah..", ucapnya pasrah.
"Jangan merasa kalo papa sama Mama lebih mentingin Mine daripada kamu Nath.., tapi kamu juga tau sendiri gimana keadaan adik kamu... Papa sama Mama cuma pengen liat dia bahagia di sisa hidupnya.."
"Iya Pa, Nath ngerti...",
"Nanti malam, giliran Nath yang jaga Mine?",
"Nggak usah, biar Papa Mama aja yang jagain, kamu tidur di rumah...",
"Tadi malem kan udah Papa Mama, nanti malem Nath aja Pa..",
"Nggak usah.., biar Papa Mama aja.., Mama mu pasti juga nggak bakalan bisa tidur kalo ninggalin Mine..",
"Kasian Mama..",
"Mama kamu kuat.., dia tegar tapi cuma di depan Mine aja. Mama kamu juga sering nangis, cuma nggak ditunjukkin aja ke anak-anaknya. Mungkin, Mama memang egois Nath, tapi percaya. Semua yang dilakuin Mama semua demi anak-anaknya..",
Nathan mengangguk. Mereka berdua lantas masuk ke dalam kamar inap Mine.
"Kak..Mama papa titip Mine ya. Mama nemenin Papa pergi kondangan dulu..",
"Iya Ma...",
"Mine sayang, sama kak Nath dulu ya.., Mama Papa cuma bentar kok, ya..",
"Iya Ma.., hati-hati..",
Pergi kondangan memang hanya sebuah alasan saja. Sebenarnya, Farah dan Aldo hendak pergi menemui Aira dan Rendra. Mereka sudah membuat janji bertemu sebelumnya.
Menutupi semua dari Mine memang cara yang dipilih Aldo dan Farah. Mental anaknya adalah hal yang terpenting saat ini. Mine tidak tahu jika keduanya orang tuanya hendak bertemu menemui kedua orang tua mantan kekasihnya.
Aira tidak merasa curiga ketika Farah meminta untuk bertemu. Hanya saja merasa surprise karena tiba-tiba sahabatnya itu pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Meskipun, sebetulnya keduanya memang sudah tidak ada komunikasi setelah Farah memilih menetap di Aussie.
Yang membuat Aira aneh adalah tempat pertemuan mereka. Farah dan Aldo memilih untuk bertemu dengan Aira dan Rendra di kantor Prime grup. Tepatnya, di ruang kerja Rendra.
"Disini..? nggak salah mas..?",
"Iya sayang.., disini..",
"Aira kira di Cafe gitu..",
"Nggak...",
__ADS_1
Pintu tiba-tiba terbuka, dan yang masuk ke dalam ruangan tersebut adalah Javas.
"Dad manggil Javas..?",
"Iya nak.., duduk...",
"Ini ada apa sih sebenarnya?", tanya Aira yang mulai kebingungan...",
"Ada apa mom..?",
"Kamu juga mau ikut ketemu sama Aldo Farah?"
"Om Aldo sama Tante Farah?mereka pulang?",
"Iya Vas..",
Javas yang sudah berdiri dan hendak keluar dari ruangan, langsung dicegah oleh Rendra.
"Vas.., disini dulu..",
"Ada apa Dad? ngapain coba ketemu sama Om Aldo sama Tante Farah? ",
"Bentar aja..",
Dan kali ini, Javas memilih untuk duduk disamping mommynya.
Sekitar lima belas menit menunggu, akhirnya Aldo dan Farah datang.
"Far.., kok aku pangling. Kamu kurusan..?",
"Kenapa? aku keliatan tua ya?keliatan kempot pipinya?",
"Nggak gitu.., tapi keliatan nggak seger aja..",
"Emang iya..",
Javas merasa canggung ketika bertemu dengan kedua orang tua Mine. Memang ada rasa kecewa yang dia rasakan. Hubungannya bersama Mine yang berakhir dengan keputusan sepihak dan karena pengaruh orang ketiga.
Javas hanya tersenyum tipis ketika Aldo dan Farah menyapanya.
"Sebenernya kami malu ketemu sama kalian, Ren, Ra.., Vas.., tapi kami juga terpaksa dan memang harus ketemu sama kalian............................",
Farah mulai menjelaskan panjang lebar, awal hingga akhir dengan sedetail mungkin. Sesekali dia menyeka air yang keluar dari sudut matanya. Aira terlihat membekap mulutnya ketika mendengarkan cerita dari Farah. Javas yang terlihat sangat kaget. Hanya Rendra yang terlihat biasa dengan wajah datarnya. Dan, alasan Mine meninggalkannya selama ini bukan karena dia selingkuh. Tapi, karena sakit yang dideritanya sejak lama.
"Semoga kalian ngerti gimana posisi sebagai seorang ibu..."
"Kenapa nggak bilang terus terang Tan...? kenapa justru kalian malah menutupi ini semua dari Javas?",
"Ini semua bukan kemauan kami Vas.., tapi permintaan dari Mine.., dia nggak mau kamu tau..",
__ADS_1
"Terus tujuan kalian minta Javas buat dampingi Mine, itu apa Tan om?",
"Umur Mine mungkin udah nggak lama lagi Vas, jadi Tante mohon bantu kami Vas. Mine butuh kamu ada disampingnya. Tante sedih kalo malem-malem dia ngigau selalu panggil nama kamu..",
"Tante sama Om pikir Javas ini apa ? laki-laki pengecut yang bakalan ninggalin pacar Javas, karena dia sakit? Apa Tante sama Om pikir Javas bakalan selingkuh setelah tau keadaan Mine?",
"Iya Vas, kami salah karena udah bantu Mine menutupi semua ini. Tapi, kamu juga harus tau posisi Om sama Tante waktu itu..",
"Javas bakalan ada disamping Mine, kasih dukungan ke dia, kalo perlu Javas temenin berobat Om.., bukan malah sembunyiin ini semua dari Javas. Tante sama Om tau gimana hancurnya Javas karena ditinggal Mine waktu itu? dunia seakan runtuh om...",
"Tante mohon..bantu kami Vas..",
"Dulu kalian minta Javas buat menjauh, tapi sekarang kalian minta Javas untuk dekat sama Mine, disaat posisi Javas udah punya istri..",
" Tante cuma pengen kamu kasih dukungan moral sama Mine.., tolong temui dia Vas..",
"Oke..Temui aja kan Om..Tante..?",
"Mine masih berharap sama kamu Vas...",
"Far.., Javas udah nikah Far..", sela Aira.
"Tapi, Mine belum tau kalo Javas udah nikah Ra.., aku nggak tega ngasih tau..",
"Astaga Far....",
"Maksud Om sama Tante gimana? mau liat rumah tangga Javas hancur, gitu maksudnya..?",
"Tante sama Om nggak berpikir sejauh itu Vas. Segala cara sudah kami tempuh, tapi nggak ada hasilnya. Umur Mine mungkin udah nggak lama lagi, Tante cuma mau liat dia bahagia aja Vas.., nggak lebih..",
"Tapi, Javas nggak bisa kalo gini caranya.., gimana pun juga Javas punya istri...",
"Vas.., tolong Tante Vas, tolong Mine.., dia harus kuat untuk menghadapi penyakitnya, mental dia harus kami jaga Vas. Kalo perlu, kami yang akan meminta izin ke istri kamu...",
"Javas akan bantu, tapi Mine juga harus tau posisi Kina Om...,",
"Kamu udah nggak sayang lagi sama anak Tante Vas..?",
Javas diam sejenak, dan pertanyaan Farah kali ini sukses membuat Javas mati kutu. Javas memang sudah beristri, tapi dia juga tidak bisa memungkiri, ada kisah yang belum usai antara dia dan Mine.
Spoiler :
"Kenapa?", tanya Sharen.
Bukannya jawaban, Kina justru langsung memeluk erat Sharen dan menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan kakak iparnya.
"Nangis Na.., nangis sepuas kamu. Kakak ngerti perasaan kamu..",
"Hu..u...u....u....u...u...",
__ADS_1
Sharen membiarkan adik iparnya menangis, hanya usapan yang dia berikan untuk merespon Kina.
"Ternyata ini tujuan kamu yang sebenarnya Nath untuk deketin aku? kamu mau jadiin aku seperti Luna? Kamu nyakitin aku, kalo Javas nyakitin Mine? gitu Nath? kamu jahat...", ucapnya dalam hati.