
Kinara mencoba dewasa dalam menanggapi masalah kecil dalam rumah tangganya tentang Javas yang lupa untuk menyimpan foto Yasmine. Ya, Kinara tidak menginginkan suaminya untuk membuangnya, hanya saja dia ingin agar Javas tidak menunjukkannya pada Kinara. Bagaimanapun juga, Yasmine adalah perempuan istimewa pertama yang hadir dalam hidup Javas, bukan dia yang kini sah menjadi istrinya. Kinara tahu mungkin berat untuk Javas, tapi Kinara saja sudah mampu melupakan kenangannya dengan Firman, seharusnya Javas pun demikian.
Tidur, bangun, beribadah, makan, mengobrol, nonton TV, bercanda, menscroll ponsel, online media sosial , tak lupa aktivitas yang setiap hari mereka lakukan yaitu bercinta. Kegiatan yang tidak boleh ketinggalan dan menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama untuk Javas yang saat ini sedang dibuat mabuk kepayang oleh Kinara. Tubuhnya, aromanya, desah*annya, permainannya, semua Javas suka. Javas tidak salah menjatuhkan pilihannya pada Kinara.
Memanjakan Kinara adalah salah satu hal yang menjadi kebiasaan barunya. Merasa bersalah karena sudah "menghajar" habis-habisan tadi malam. Javas memperlakukan istrinya bak seorang ratu. Seperti sekarang ini, Javas yang sudah bangun terlebih dahulu, menyeduh air lalu membuatkan minum untuk mereka berdua. Tak lupa, membeli sarapan dengan jasa Abang gojek yang mengantarkan.
Sedangkan Kinara, masih bobok syantik di atas tempat tidur dengan berselimut. Pagi tadi saat selesai menunaikan ibadah, Javas kembali "memakan" Kinara. Istrinya itu kini masih dalam keadaan telanjang, dengan banyak tanda merah yang menghiasi dadanya. Javas benar -benar rakus.
Javas menyantap habis nasi goreng yang dipesannya dari salah satu cafe dekat apartemennya. Masih menyisakan satu porsi, dan itu milik istrinya.
Pelan-pelan Javas membangunkan Kinara yang masih terlelap tidur. Terpaksa, karena hari ini mereka sudah membuat rencana untuk berbelanja bersama.
"Na.., bangun sayang.., udah pagi..mandi...",
"Hemmmmmm....", respon Kinara dengan menggeliat membuat Javas lagi-lagi dibuat menahan nafs*unya.
"Ckckk.., suaranya nggak usah dibuat kayak gitu, mas jadi pengen..",
Kinara langsung membuka matanya lebar-lebar. Khawatir jika Javas menginginkannya kembali. Bukan apa-apa, tapi rasa lelah karena aktivitas intim tadi pagi saja masih belum hilang, masa iya harus bercinta lagi? Tadi malam? sudah juga. Pokoknya kapanpun Javas menginginkannya, Kinara sudah pasti akan menurut saja.
"Jam berapa mas..?",
"Jam 9 pagi..",
"Kita pulang hari ini..?",
Javas menggeleng.
"Mas masih pengen disini, 3 hari lagi ya..",
Ini adalah hari ketujuh atau tepat seminggu mereka berdua tinggal di Apartement. Sempat mendapatkan protes dari mommy Aira yang mengaku rumah menjadi sepi karena ketidakhadiran mereka berdua.
"Kina tidur lagi ya..",
"Mandi dulu..,terus sarapan.. katanya mau belanja hari ini..?",
Kinara bangun,menyederkan setengah badannya pada kepala ranjang, tak lupa tangannya yang menahan selimut untuk menutupi tubuh polosnya yang lagi-lagi membuat Javas menggodanya.
"Kenapa ditutupin? mas udah liat semuanya. Udah sering dinikmati juga..",
__ADS_1
Kinara menghela nafasnya panjang. Javas memang sering berkata tidak sopan seperti ini. Walaupun memang sebenarnya apa yang dikatakan Javas benar adanya.
"Kina mau ngumpulin nyawa dulu mas..",
"Mau minum..?", tawar Javas.
"Apa itu mas..?", tanyanya dengan melihat sebuah cangkir yang dibawa oleh Javas.
"White coffe..",
"Mau...", ucapnya.
Javas langsung menyodorkan cangkirnya dengan membantu Kinara untuk meminumnya.
"Pelan-pelan sayang..",
Kinara meminum seperempat air yang ada di cangkir tersebut.
"Makasih mas..",
"Mandi..terus sarapan ya..",
"Nggak usah, mas udah beli online..",
Kinara tersenyum tipis. Rasanya malu, ketika justru Javas yang menyiapkan makan pagi untuk mereka berdua.
"Maaf ya..",
"Nggak apa-apa.., cepetan mandi..., apa mau dimandiin?",
Kinara langsung ngibrit masuk ke dalam kamar mandi setelah mendapatkan ancaman dari suaminya.
Kinara sudah selesai mandi, dia mendekati Javas yang duduk di kursi meja makan.
"Mas belum sarapan juga?",
"Udah..",
"Terus..?",
__ADS_1
"Mas suapin kamu.., ayo buka mulutnya..",
Semakin hari Javas memang semakin menunjukkan rasa sayangnya pada Kinara. Tapi, ini yang justru membuat Kinara takut. Takut jika tiba-tiba Javas berubah sikap.
"Mau tomatnya mas..",
Javas menyendok tomat serta nasi dan memasukkan ke dalam mulut Kinara. Keduanya terlihat sangat manis. Istrinya yang manja dan suaminya yang terlihat memanjakan. Tidak hanya menyuapi, tapi Javas juga sudah membuatkan satu gelas minuman jeruk untuk Kinara. Meskipun hanya berasal dari nutr*i sari, tapi Javas baru kali ini melakukannya. Membuatkan minuman untuk orang lain.
"Makasih mas..",
"Udah kenyang?",
"Alhamdulillah, udah..",
"Mau apalagi..?",
"Nggak ada..
Sekali lagi makasih ya..",
"Nggak ada yang gratis cantik.., nanti malam ya..",
"Apa?",
"Apa mau sekarang aja?",
"Masih pegel.., kalo gitu.., nanti malem aja deh..",
"Nah gitu dong..
Mau berangkat belanja sekarang?",
"Kina mau siap-siap dulu ya..",
"Iya sayang, mas tunggu...",
Kinara kembali masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap pergi berbelanja dengan suaminya. Hal yang pertama kali mereka lakukan.
Singkat guys, author ngantuk banget.
__ADS_1
Yang tanya Nathan Sharen Mine..., sabar ya. Memang baru sampe di kisahnya Javas Kinara kok.., nanti ada saatnya semua..