
Pernikahan Sharen dan Nathan yang digelar mewah dan megah, menjadi trending topik dikalangan artis, juga para pengusaha. Jika dinilai, mungkin 98 persen. Mendekati sempurna.
Setelah 2 hari bermalam, akhirnya keluarga besar Rendra dan Aldo keluar meninggalkan hotel. Mereka langsung mengantarkan Sharen dan Nathan kembali ke Apartement, tempat mereka tinggal.
Jauh lebih kecil dibandingkan rumah pribadi mereka. Tapi, ini keputusan yang Nathan dan Sharen ambil. Mereka ingin mandiri, sebelum nanti malaikat kecil hadir ditengah - tengah mereka.
Sebenarnya, yang sangat keberatan jika mereka memilih tinggal di Apartement adalah Aira dan Farah. Bagaimana tidak? rumah pribadi mereka bisa dibilang lebih dari cukup untuk menambah 1 anggota keluarga baru. Apalagi, rumah Farah yang memang hanya dihuni oleh tiga orang. Dan kini, Nathan malah pergi dari rumah. Berbeda dengan Papa Aldo dan Daddy Rendra yang memberikan kebebasan untuk kedua anak mereka.
"Kalian yakin? tinggal disini? pulang aja ya ke rumah Mana. Sepi disana..",
"Kan kita udah sepakat mah...",
"Iya deh.., tapi beneran ya. Kalo nanti Sharen hamil, kalian langsung pindah ke rumah Mamah..",
"Iya mah.., makanya biarin Nathan sama Sharen tinggal disini. Biar bebas, mau di dapur, toilet, depan TV, nggak ada yang ganggu...",
"Kamu itu, ngomongnya mesum. Nggak malu sama mertua kamu?",
"Nggak.., Mommy Aira juga dulu sama Daddy suka-suka dimana aja, iya kan Mom..",
Jangankan dulu, sekarang saja masih suka dimana saja dan kapan saja. Mereka tidak tahu saja, Daddy dan Mommy juga selalu menyempatkan quality time berdua. Pergi staycation, tanpa Jaz tentunya.
"Sha.., nggak usah masak ya. Kalo mau nyuci baju dilaundry . Kalo mau bersih-bersih, manggil orang aja..., pokoknya jangan capek-capek..",
"Yang penting perut suami kamu kenyang, jangan lupa juga kebutuhan di bawah perut diperhatiin Sha..", nasehat Mommy. Sharen terlihat malu-malu meong.
"Tuh sayang, jangan perutnya aja yang kenyang, bawah perut juga..",
__ADS_1
"Iya yank..",
Untung saja Jaz memilih untuk bersama Javas yang sedang mengantar Kina untuk pulang kampung. Jadi, tidak masalah jika mereka berbicara dewasa.
"Kalian baik-baik disini..,
Cuti kamu tinggal 3 hari Nath, gunakan sebaik-baiknya. Cepet kasih Daddy cucu...",
"Iya Dad, minta doanya..",
"Tumben, Daddy bilang kayak gitu..?", tanya Sharen.
"Kerjaan kan butuh Nathan, Sha..
nggak masalah nggak ke kantor, yang penting kapan saja, Daddy bisa ganggu dia. Tapi, untuk 3 hari ini, dia free..",
"Hmmm gitu...",
"Mbak Sharen..,
mau mengingatkan, 1 Minggu lagi ada pemotretan sama Anthony Lie...",
Pesan dari asistennya yang tentu saja membuat Sharen terkaget-kaget. Dia baru ingat, jika memang sudah mempunyai kontrak dengan majalah, untuk melakukan potret bersama dengan artis asal Filiphina tersebut. Tapi, kontrak dia dapatkan saat dia berstatus masih lajang, bahkan tidak mempunyai pasangan alias jomblo. Kontrak lama yang dia dapatkan saat dulu usai putus dengan si brengsek Bian.
Jika Sharen membatalkannya, dia akan mendapatkan denda yang cukup besar. Bukan sekedar denda, tapi majalah itu juga berhak untuk melanjutkan ke proses hukum jika merasa di rugikan. Lalu, apa yang akan dikatakan Sharen kepada suaminya? Mustahil, Nathan akan mengizinkannya. Sementara, Anthony partner nya adalah model yang saat ini sedang naik daun. Digandrungi kamu remaja, dewasa juga emak-emak. Tak hanya itu pemotretan juga pasti akan membutuhkan kontak fisik dan sudah pasti Nathan akan melarangnya.
"Yank...,
__ADS_1
maen yuk..?",
"Maen apa..?",
"Mau gaya apa..?",
Nathan mengernyitkan dahinya. Tumben-tumbenan suaminya mengajak bercinta disiang bolong seperti ini. Apalagi, sampai menawarinya gaya.
Nathan meletakkan tangannya ke kening Sharen.
"Kamu sakit..?",
Sharen menggeleng.
"Kesambet..?",
Sharen menggeleng cepat.
"Terus kenapa tiba-tiba agresif kayak gini? Kamu abis nonton BF ya? hor-ny sayang..?",
"Emangnya suami aja yang boleh minta..?",
"Ya nggak gitu, boleh kok istri minta. Pahalanya malah gede..",
"Mau apa nggak?",
"Cerita, ada apa..?",
__ADS_1
"Udah deh kebanyakan tanya..", ucap Sharen yang mendorong suaminya hingga bersender ke sofa. Setelahnya, dia membuka kemeja lalu melucuti pakaian atasnya hingga tak bersisa.
Sharen naik ke atas tubuh Nathan dengan menyodorkan kedua gunung kembarnya yang lalu disambar oleh Nathan.