Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Mine, apa kabar?


__ADS_3

Hanya Sharen yang menjadi teman bicara Aira. Putrinya yang meskipun sedang di negeri orang tetapi terus menanyakan keadaan adik tercintanya. Sharen yang sudah mulai berpikir dewasa, tidak hanya mendengarkan keluh kesah mommynya tetapi juga memberikan masukan kepada mommynya.


"Udah ketemu sama Luna? terus gimana?",


"Iya.., itu temennya Nathan..",


"Oh.., temennya Nathan ya Mom..",


"Coba deh Sha coba kamu bilang sama Nathan..",


"Sharen memang masih komunikasi sama Nathan, tapi nggak pernah bahas Mine sama Javas mom..",


"Apa mereka menyembunyikan sesuatu, ya Sha..?",


"Sharen nggak bisa nebak juga mom.


Terus om Aldo sama Tante Farah, balik ke indo nggak?",


"Nggak tau ..",


"Kerjaannya om Aldo, gimana mom?",


"Mommy juga nggak tau Sha.., Daddy kamu juga santai-santai aja..",


"Mom.., Sharen boleh tanya sesuatu?",


"Apa?",


"Mom sama Tante Farah kan udah lama sahabatan, Dad sama Om Aldo apalagi.., udah lama banget. Hubungan keluarga kita..gimana?",


"Ya nggak gimana-gimana, biasa aja. Sebenernya mommy juga kecewa, tapi mau gimana lagi Sha..?",


"Jangan karena ini terus jadi musuh ya mom..",


"Nggak..


tapi mommy juga pengen denger penjelasan dari mereka..",


"Iya mom.., kasian Javas.


Oh ya sekarang keadaannya gimana?",


"Udah membaik.., tuh ada di dalam. Lagi dibadutin sama Jaz..",


"Duh..jadi kangen Jaz mom.., mau video call sama dia mom..",


"Nggak usah, yang ada nanti kamu malah sakit hati. Dia lagi sama Javas.., nanti aja ya kalo pas dia sendiri..",


"Iya deh iya..,


ya udah, Sharen mau lanjutin lagi kerjaan disini..",


"Iya sayang.., mommy juga mau masuk..,

__ADS_1


Hati-hati ya disana..",


Jaz adalah penghibur bagi Javas yang sedang merasakan sakit raga juga hatinya. Dia satu-satunya orang yang dengan beraninya meledek Javas. Orang yang mampu membuat Javas tersenyum kembali.


"Kakak kapan sembuhnya?",


"Ini juga udah sembuh..",


"Alah..C-man. Baru ditinggal pacarnya gitu aja langsung sakit..",


"Jaz....", peringat Rendra.


"Ayo dong sembuh, kita susulin kak Mimin ke sana ya. Jaz temenin..",


"Nggak usah.., kakak mau sama kamu aja..",


"Kak Mimin jahat ya, ninggalin Kak Javas disini..",


"Kak Mine kan sekolah disana..",


"Sekolah kok nggak bisa dihubungi..",


"Jaz..",


"Yes mom


Oh ya kak Javas mau makan sandwich bekal Jaz nggak? ini kan kesukaan Kak Javas..",


"Nggak usah.., kakak nggak laper..


"Iya deh..


Kak.., kapan ajakin Jaz naik mobil merah lagi?",


"Kalo kakak udah sembuh ya..",


"Kak Javas..udah berapa hari nggak mandi?",


"Udah 3 hari hehe.., kakak bau ya?",


"Iya..bau...Nggak ganteng lagi..",


"Dasar tuyul.., ngeledek aja terus..",


"Jaz temenin bobok disini ya..",


"Boleh..",


"Tapi Jaz maunya Bobok disini..",


"Katanya kakak bau?",


"Jaz bobok sama Dad di kamar situ...", ucap mommynya.

__ADS_1


"Jaz mau mandi dulu mom..",


"Mandiin mbak sus ya..",


"Oke mom..",


Malam ini keluarganya menemaninya di rumah sakit, kecuali Sharen yang memang masih berada di luar negeri. Mempunyai Daddy, mommy, kakak, serta Jaz yang selalu solid mendukung satu sama lain. Membuat Javas merasa beruntung meskipun dia pernah beranggapan jika hidupnya tidak beruntung dikala mommynya bertahun-tahun koma.


Javas pernah merasa hidupnya sempurna, memiliki keluarga yang harmonis serta kekasih cantik yang sangat dia cintai. Tapi, semuanya kini telah berubah. Tidak ada lagi gadis yang memperhatikannya, mengeluarkan Omelan ketika Javas tidak kunjung pulang karena gila kerja. Mine sudah mau lagi berada dikehidupannya.


Saat Dad, mom serta Jaz terlelap tidur, Javas meraih ponselnya yang berhari-hari jarang dia pegang. Wajah cantik Yasmine terpampang ketika Javas sudah berhasil membuka Lookscreen di hapenya.


"Kamu cantik, kakak kangen, kamu tega Mine..", ucapnya lirih.


Mine.., apa kabar?


Kak Javas udah liat..


Laki-laki itu yang membuat kamu berpaling dari Kakak?


Selama ini, kak Javas kira rumah, ternyata cuma persinggahan yang kamu tinggal untuk melanjutkan perjalanan.


Kamu lupa sama janji kita? Bahkan kak Javas udah kerja keras demi masa depan kita. Tapi, satu demi satu wishlist yang udah kita rancang. Semua hancur Mine..


Ada apa dengan kamu, sayang? bahkan hingga detik ini kakak nggak percaya dengan mudahnya kamu berpaling.


Apa yang dia punya dan nggak kamu temuin dalam diri Kakak?


Dia tampan? tapi kata mommy, kakak tampan.


Dia kaya? tapi kamu bukan gadis matre yang menilai sesuatu dari uang.


Dia sabar? apakah selama ini Kakak kurang sabar?


Apa sayang? kenapa kamu nggak mau bilang kekurangan kakak? pasti, kakak akan perbaiki.


Kakak udah urus visa tinggal di Aussie, bulan depan rencananya kakak mau kesana, nyusul tapi Kakak udah terlanjur liat foto itu.


Kamu terlihat sangat bahagia.


Anda saja kak Javas tau ini semua akan terjadi, Kakak nggak akan biarkan kamu pergi. Sekuat apapun keinginan kamu, sekuat itu pula usaha kakak untuk mencegah.


Hingga detik ini, rasa cinta itu belum hilang dari hati kakak. Kakak merasakan rindu yang teramat dalam. Meskipun kakak tau mungkin sudah tidak ada lagi cinta dan rindu kamu buat kakak.


Mine sayang, kakak disini masih nunggu kamu. Sampai kapan pun kakak akan bersabar untuk bisa bertemu kamu. Tapi, satu yang harus kamu tau. Jika dia menyakitimu, datang ke Kakak, maka kakak yang akan menyembuhkan luka itu.


Kakak nggak bisa benci kamu, karena rasa cinta yang kakak punya, jauh melebihi rasa sakit yang kakak rasakan.


Mungkin, level tertinggi dari mencintai adalah merelakan kamu pergi, dan Kakak akan lakukan. Kakak lepas kamu, bukan berarti kakak melupakan. Nama kamu, akan terus kakak bawa dalam doa.


I love you, sayang.


I Miss you, mine..

__ADS_1


Javas menyeka air mata yang membasahi sudut matanya. Tidak peduli pesannya akan dibaca atau tidak. Tapi, Javas sudah sedikit lega sudah mengungkapkan isi hatinya. Javas masih sangat mencintai Mine, tapi dia rela Mine pergi dari sisinya.


__ADS_2