Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Surprise from Daddy


__ADS_3

Meskipun tinggal di rumah orang tuanya, tapi Nathan dan Mamanya tidak pernah mengobrol atau berada dalam satu ruangan di rumah besarnya. Ini, karena Nathan menghindar, dia enggan untuk bertatap muka secara langsung dengan Mamanya. Makan saja, Nathan menyuruh Maid untuk mengantarkan ke kamarnya. Layaknya pemain sinetron, Nathan tidak ingin berakting satu frame dengan Mama Farah. Nathan benar-benar kecewa.


"Sampai kapan kayak gini sama Mama kamu, Nath..?", tanya neneknya, ibu dari Mama Farah.


"Sampai Mamah menyadari kesalahannya Nek..",


"Mama kamu cuma takut, itu aja..",


"Nenek tau kan? gimana keluarga Rendra Perdana? selama ini dia baik kan sama kita? apa mereka pernah menganggap kita remeh..? nggak kan..?",


"Iya nenek tau..


diobrolin lagi ya sama mama kamu..",


"Nggak perlu, acaranya juga besok malam kan..? percuma juga Nathan ngomong panjang lebar, tapi Mamah tetep kekeuh sama pendiriannya. Daripada Nathan nggak mood, mending nggak usah.., besok hari bahagia Nathan nek..",


"Nanti coba nenek nasehatin Mama kamu ya..",


"Iya.., coba aja kali aja bisa..


Kalo gitu, Nathan mau berangkat kerja dulu nek..",


"Hati-hati, cu....",


Nathan masuk ke dalam mobilnya, dan sebelum benar-benar pergi, dia berpamitan terlebih dahulu kepada pujaan hatinya.


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya..",


Tidak berselang lama, sebuah chat balasan diterima oleh Nathan.


"Hati-hati cinta,


janji hari ini setengah hari kerja aja ya, abis itu istirahat di rumah.., aku udah bilang sama Javas biar nggak ngasih banyak tugas ke kamu..",


Nathan tersenyum ketika membaca balasan chat dari Sharen.


"Iya sayang, janji...


Bye..",


Di rumah megah nan mewah milik keluarga Rendra Perdana, sudah nampak orang-orang berlalu lalang. Tukang tenda, tukang dekor, lighting, serta yang lainnya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Acara pertemuan besok memang digelar di halaman samping dan belakang rumah.


Sharen nampak mengawasi, ah bukan. Lebih tepatnya melihat-lihat mereka yang sedang membantunya menyiapkan acara bahagianya.


"Halo.. ponakan aunty.., ih gemes deh sama kamu. Udah bisa bawa kepala ya...",Sharen menciumi putra adiknya yang di dudukkan di dalam stoller.


"Iya mbak.., udah bisa..",


"Hmm.., Na.., wajah kamu kok aneh, kayak ada sesuatu, kenapa..?",


"Nggak ada apa-apa mbak..",


"Lagi berantem sama Javas..?",


Kinara menggeleng, cukup lama diam dan akhirnya dia menjawab.


"Mbak.., bukan Na yang berantem.., tapi Daddy sama Mommy..",


"Hah..?", pekik Sharen. Jantungnya langsung berdebar. Bagaimana bisa orang tuanya bertengkar sementara besok adalah hari lamarannya.


"Serius Na..?",


"Iya.., tadi Na denger waktu lewat depan kamar karena pintunya nggak ditutup rapet mbak.., Mommy kedengeran nangis..",


"Na.., Mommy sama Daddy nggak mungkin mau batalin acara kakak besok, kan..?",


"Nggak lah kak..",


"Terus, kenapa Mom sama Dad berantem? masalahnya apa?",


"Na juga nggak tau mbak..",


"Ya udah, kakak tanya sendiri aja deh. Masa iya besok acara tapi malah Mom sama Dad pada berantem..",


"Nggak usah mbak..


Mommy sama Daddy keluar, barusan pergi berdua..",


"Abis berantem tapi keluar? kok aneh.., coba kakak nanti tanya sama Mommy.."


"Mbak.., tapi jangan bilang kalo Na yang bilang ya. Kina takut, nanti dikira suka nguping..",


"Nggak.., kamu tenang aja ya..",


Menepati janjinya pada Sharen, Nathan kembali dari kantor saat jam makan siang. Ternyata, Papa belum pulang padahal tadi asistennya bilang jika Papa Aldo sudah keluarga sejak tadi. Nathan kira Papanya sudah kembali.


"Mbak.., tolong makannya nanti anter ke atas ya..",


"Iya mas,


tapi, nggak mau makan sama nenek atau Tante aja?",


"Nggak..aku males..",


"Nyonya nggak ada mas, daritadi pergi..",


"Ya udah kalo gitu..,


makanya nggak usah dianter ke kamar, biar aku nanti makan disana..",


Sudah mengerti dengan keadaan jika Farah memang tidak menyetujui hubungan Nathan dengan Sharen. Sudah mencoba menasehati, tapi apa daya. Semuanya mental, dan Farah tetap pada pendiriannya. Baiknya, keluarga seperti orang tua, mertua, serta saudara-saudaranya masih menghormati Aldo dan menghargai keputusan Nathan, sehingga mereka tetap mendampingi Nathan meskipun tanpa kehadiran Farah nantinya.


"Sabar aja kak.., nanti lama-lama juga luluh sendiri. Masa iya, tinggal anak satu-satunya tapi dibiarin gitu aja..",


"Ya gimana ya Tante, itu kan kalo pikiran normal orang tua pada umumnya. Tapi, kalo Mama Nathan kan agak lain..",


"Hussst.., nggak boleh kayak gitu. Gimanapun juga Mama kamu itu perempuan yang melahirkan kamu..",


"Nathan kira cuma anak tiri bukan anak kandung..",


"Kak.., jangan gitu ah..


Nggak baik..., boleh kecewa tapi jangan ngomong pedes kayak gitu...",


Nathan kembali masuk ke dalam kamarnya setelah tahu Mamanya sudah pulang. Terpaksa, tidak menyambut keluarga dan saudara-saudaranya yang sudah mulai berdatangan ke rumahnya. Sebagian dari mereka memang menginap, namun karena keterbatasan kamar, mereka hanya mampir singgah. Sekedar menyapa lalu ke hotel dan datang kembali saat menjelang acara nanti.


Nathan mencoba menghubungi Sharen, namun tidak ada sahutan. Kekasihnya itu sepertinya sudah istirahat malam, atau mungkin masih sibuk melihat persiapan acara di rumahnya.


Kamar Nathan diketuk oleh seseorang.


"Nath..",


Tahu suara Mamanya, Nathan diam tidak menyahut.


"Nath.., Mama mau ngomong...",


Enggan beranjak untuk membukakan pintu, Nathan malah bersiap-siap untuk beristirahat.


Keesokan harinya.


Masih sama dengan hari sebelumnya. Hari masih pagi, tapi suasana di rumah Rendra Perdana sudah ramai oleh para pekerja yang menyiapkan acara nanti malam.


Sharen nampak santai menggunakan daster rumahan. Dia baru saja berkeliling ke rumahnya untuk melihat-lihat Venue. Semuanya sesuai dengan harapan.


"Sha.., sarapan dulu sayang..", ucap Mommy ketika melihat putri semata sayangnya masuk ke dalam ruang makan.


Kebetulan, hanya mommy yang berada disana, Daddy dan adik, iparnya serta keponakan lucunya berada di Venue, melihat persiapan acara.


"Iya mom..,


Mommy sama Sha, telat makannya ya mom..",


"Iya.., yang lainnya udah duluan. Tadi, mommy nyiapin sarapan buat Dad, mintanya roti bakar..",


"Tumben pagi-pagi minta roti bakar..",


"Nggak tau, Daddy kan gitu suka tiba-tiba..",


Sharen mengamati mimik wajah Mommy ketika membicarakan tentang Daddy. Semuanya normal. Lalu, kenapa kemarin mereka bertengkar? Tapi, apakah Kinara yang salah dengar? sepertinya tidak. Adik iparnya itu adalah seorang yang sangat berhati-hati dengan ucapannya.


"Mom..., kemarin kenapa berantem sama Daddy..?", tanya Sharen to the point.


Mommy hanya tersenyum.


"Nggak apa-apa sayang..",


"Soal acara malam ini mom..?",


"Nggak kak..",


"Terus apa..?",


Mommy yang memang sudah menyelesaikan sarapan paginya, mendekati Sharen dengan mengelus rambutnya.


"Kamu bahagia ya sama Nathan, nak...


Mommy selalu mendoakan kamu..", ucap Mommy dengan suaranya yang bergetar. Tak mampu menahan keharuannya, Mommy menangis, tapi buru-buru menyeka air matanya.


"Mommy nangis..? kenapa..?",


"Nggak apa-apa, mommy cuma takut nglepasin kamu.., mommy belum siap..",


"Dilepasin kemana mom..? Sha kan disini..,


kalopun nikah juga nggak akan kemana-mana..",


"Iya..",


"Jangan sedih-sedih lagi ya..",


Oh jadi ini masalahnya. Mommy mungkin sedih karena memikirkan Sharen. Bukan menangis karena bertengkar dengan Daddynya.


"Ini kenapa sih? kok kayaknya pada sedih gitu..? kan harusnya seneng, nanti malam ada yang lamaran..",


Tante Fafa tiba-tiba datang dan langsung menemui mereka di ruang makan.


"Nggak apa-apa..

__ADS_1


mbak udah lama..?", tanya Mommy.


"Barusan aja..",


"Sama mamah mbak..?",


"Iya.., tuh lagi nyari Rendra di belakang..",


"Sarapan dulu mbak..",


"Nggak deh Ra.., aku udah sarapan..",


"Sea kemana mbak?",


"Sea mabuk...,


ngidam dia..",


"Hamil bude?",


"Iya Sha..",


"Alhamdulillah...",


"Paling nanti sore kesininya..",


"Iya mbak nggak apa-apa..",


Waktu terus berlalu, dan acara juga semakin mendekati waktunya. Sore ini Sharen sudah mulai di make up oleh MUA professional.


"Mau make up kalem natural aja mba..,


jangan menor ya mbak, nanti calon suamiku nggak kenal sama aku..",


"Hehe iya ..


Iya tenang aja..


Tetep bold aja ya Sha.., tapi nanti keliatan soft kok.., kalo natural takutnya nanti kamu kebanting sama tamu yang lain..",


"Bisa aja.., emangnya smackdown dibanting-banting..",


"Itu kan perumpamaan aja Sha..",


Sharen sudah selesai dirias. Seperti janji MUA tadi,bold tapi soft tetap terlihat natural.


"Aku suka banget...",


"Kan? gimana? suka Sha..",


"Suka banget mbak.., makasih..",


"Ambil Video dulu buat konten ya Sha..",


"Boleh.., tapi uploadnya setelah aku posting di akunku ya mbak..",


"Oke Sha..",


Mommy, Jaz, Kina dan Tante Fafa masuk ke dalam kamar untuk melihat penampilan Sharen.


"Anak mommy..., cantik banget Sha..",


"Makasih..


Mommy juga cantik banget..",


"Iya dong, kan cantiknya kamu juga nurun dari Mommy...",


"Keluarganya Nathan, katanya udah otw loh Sha..",


"Iya bude? Sha belum cek hape..",


"Kak Sha, cantik banget..


Jaz cakep nggak kak..",


"Aduh.., adik kak Sha ganteng banget deh, apalagi pake batik kayak gitu..


Bentar lagi sunat ya Jaz? apa mau sunatnya barengan kak Sha nikah?",


"Nggak ah.., Jaz belum mau sunat..",


"Sha.., udah jangan digoda adiknya, nanti dia sakit kayak dulu..",


"Hehe iya mom..",


"Mommy sama yang lainnya ke bawah dulu. Kamu berarti di kamar dulu kan?",


"Iya mommy..",


Semakin lama semakin deg-degan. Apalagi, saat mendengar dari Handie Talkie yang dipegang crew EO yang mendampingi Sharen, jika Nathan dan keluarganya sudah sampai di rumahnya.


"Keluarga calonnya udah sampe nih mbak..", ucap crew pada Sharen.


Sharen menghela nafasnya panjang.


"Tenang, slow.., penampilan kamu udah sangat cantik kok..", ucap MUA pada Sharen.


"Iya cantik banget malahan..",


Selang berapa lama kemudian, terdengar jika acara sudah dimulai. Ya, memang Sharen tidak langsung berada di venue, tapi di sembunyikan terlebih dahulu.


"Gini ya rasanya..",


"Deg-degan ya Sha..", ucap MUA, yang sebelumnya memang sudah akrab mengenal Sharen.


"Banget mbak..",


"Mbak Sharen.., siap-siap ya, kita turun sekarang.., terus ke venue..",


Sharen dengan didampingi MUA serta crew EO, turun ke lantai dasar. Di sana, tepatnya di ruang tengah, susah berjejer rapi seserahan atau bawaan dari Nathan.


"Lah, Sha.., katanya persiapannya cuma singkat, kok ini banyak banget bawaannya...",


"Nggak tau.., kata Nathan juga ala kadarnya, orang cuma 5 harian mbak..",


Ada tas, sepatu, baju, make up dan keperluan Sharen lainnya. Sisanya, banyak makanan yang dibawa oleh keluarga Nathan.


"Mbak Sharen.., siap-siap keluar ya..",


Tante Fafa masuk ke dalam rumah.


"Sama Bude ya Sha..",


Sharen memegang erat lengan Tante Fafa. Langkah Sharen berat, selain karena memakai kebaya, Sharen juga nervous.


Sharen keluar dengan senyuman manisnya. Tamu yang hadir, terkesima dengan Sharen yang sangat cantik malam itu. Kamera Handphone juga sudah siap untuk mengambil gambar atau video ketika Sharen menuju tempat duduknya.


"Mas Nathan, ini benar mbak Sharen, perempuan yang mas minta jadi istrinya mas Nathan?",


Nathan mengangguk.


"Yang kiri apa kanan mas..",


"Yang kiri..."


"Oke.., mbak Sharen biar duduk dulu..",


Sharen duduk dengan diapit oleh kedua orang tuanya. Kursinya berhadapan dengan keluarga Nathan. Namun, masih berjarak.


Sharen menaikkan pandangannya, dan sedikit kaget, karena yang duduk mendampingi Nathan adalah Papa Aldo dan Mama Farah. Ya, ibu Nathan akhirnya datang ke acara penting mereka.


Sharen dan Nathan melempar senyum dan saling berpandangan. Nathan mengedipkan sebelah mata untuk menggoda kekasihnya. Sharen menunduk malu.


"Mbak Sharen.., tadi mas Nathan sudah izin ke orang tua mbak Sharen untuk meminang. Sekarang, kita mau dengar jawaban mbak Sharen. Mbak Sharen sama mas Nathan mungkin bisa maju ke depan sini..", ajak MC agar kedua calon mempelai maju ke atas panggung kecil yang sudah dihiasi oleh backdrop.


Sharen dan Nathan maju, dan mereka berdua sekarang menjadi pusat perhatian.


"Mas Nathan, silahkan..", ucap MC.


Sharen dan Nathan saling berhadapan. Dan, sekarang giliran Nathan untuk melamar Sharen secara resmi.


"Sharen sayang....,


Sudah dari kecil, kita bersama-sama, bahkan saat kita masih di dalam embrio kata kamu...",


Ucapan Nathan tersebut langsung menimbulkan gelak tawa diantara tamu yang hadir.


"Kamu tau sayang? sudah sejak lama aku menaruh perasaan ke kamu. Nggak tau dari kapan, tapi yang jelas dari awal rasa itu ada, aku percaya kalo kamu adalah tulang rusukku.


Sha.. mungkin sebuah kata, beribu kalimat, tidak bisa menggambarkan betapa berartinya kamu buat aku. Kata cinta saja mungkin tidak cukup untuk melukiskan perasaan yang aku punya buat kamu Sha..


Sha.., didepan keluarga besar, di hadapan orang tua mu dan orang tua ku, izinkan aku untuk memintamu untuk menjadi istri ku, menjadi ibu dari anak-anakku kelak, menjadi pendampingku seumur hidup ku.


Queen Sharen Belvanya Perdana, maukah kamu menerima pinanganku, sayang...?",


Sharen tak kuasa menahan air matanya. Namun, secepat kilat dia menyekanya.


"Sebelum Sha jawab, izinkan Sharen meminta izin sama Daddy dan Mommy..",


Pandangan Sharen menghadap kepada kedua orang tuanya, namun masih tetap berada di Venue.


"Daddy, Mommy.. terima kasih selama ini sudah mendidik dan membesarkan Sharen dengan penuh kasih sayang.


Malam ini, apapun keputusan Sharen yakinlah Dad, Mom.., ini yang terbaik untuk Sharen..",


Di tempat duduknya, Mommy terlihat menyeka air matanya karena tak kuasa menahan harunya.


"Nath.., sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih buat kamu karena selama ini sudah sayang dan sangat mencintaiku dengan tulus.


Malam ini, dihadapan keluarga kita aku mau mengatakan...


Ya.., aku mau jadi istri kamu...",


Suara tepuk tangan langsung terdengar ketika Sharen menjawab lamaran dari Nathan.


"Alhamdulillah.., jadi lamaran mas Nathan diterima sama Mbak Sharen...,

__ADS_1


Secara simbolis Mama Mas Nathan mau memberikan sesuatu untuk mbak Sharen.


Silahkan orang tua Mas Nathan , orang tua Mbak Sharen juga bisa mendampingi...",


Mama Farah memakaikan cincin di jari manis Sharen, dengan didampingi oleh Papa Aldo.


"Makasih Tante..",


"Selamat ya Sha...",


Ucapan tulus keluar dari Mama Farah yang sebelumnya kurang menyetujui hubungan Sharen dan Nathan.


Mereka berenam, berfoto bersama.


"Selamat ya Sha..",


"Makasih om...",


Acara inti selesai, dilanjutkan jamuan makan dengan diisi oleh live music.


Sharen dan Nathan masih mengambil foto dengan latar backdrop.


Surprise, fotografer yang mengambil foto prewedding mereka juga ikut hadir dan juga ikut andil mengabadikan moment mereka pada malam ini.


"Malam mas..", sapa Sharen.


"Halo..ketemu lagi kita..",


"Emang sengaja kamu undang ke sini Nath..?kamu suruh pulang..? ",


"Nggak sih, dia juga lagi pulang. Aku tau status di WA nya lagi diIndo, ya udah sekalian aja..",


Tiba-tiba acara live music berhenti. Mereka disuguhkan dengan kumpulan foto-foto masa kecil Sharen dan juga Nathan.


Ini bukan bagian dari acara. Sharen juga tidak pernah tahu jika akan ada tayangan video dari layar TV yang berada disana.


"Kok ada ini Nath? kamu ya yang minta..?",


"Nggak sayang.., nggak tau..",


Video dari Sharen dan Nathan saat kecil, remaja hingga dewasa. Termasuk foto-foto kebersamaan mereka yang dijadikan video. Sharen menggenggam tangan kekasihnya, saat video mereka diputar.


Namun, tiba-tiba ada sebuah tayangan video yang openingnya diambil dari Apartement Sharen di Aussie. Dan, jeng...jeng..


"Dave Nathaniel Adyasta saya nikahkan engkau dengan putri kandung saya Queen Shareen Belvanya Perdana dengan mas kawin berupa uang senilai sembilan ribu lima puluh dollar Australia, dibayar tunai...


Saya terima nikahnya Queen Sharen Belvanya Perdana untuk diri saya, dengan mas kawin senilai sembilan ribu lima puluh dollar Australia, dibayar tunai..",


"Sah....", ucap Vano dan mas fotografer tersebut dengan bersamaan.


Sharen tercengang melihat video tersebut, dia bahkan sampai melepaskan genggamannya pada tangan Nathan. Sharen menutup mulutnya yang menganga.


"Sha...", ucap Nathan yang sebenarnya dia juga tidak menyangka, video saat dirinya mengucapkan ijab qobul, ditayangkan pada acara lamaran mereka.


"Sha....", ucap Nathan lagi.


"Nath.., ini apa..?",


Nathan belum sempat menjawab, karena Daddy langsung berbicara menggunakan microfone.


"Ini memang acara lamaran sekaligus pengumuman kalo sebenarnya, Nathan sudah sah secara agama menjadi suami dari putri saya. Mereka sudah saya nikahkan dibawah tangan pada saat di Aussie...", ucapan Daddy yang membuat tamu yang hadir juga bertanya-tanya.


Daddy hanya memberikan sambutan singkat tanpa berbicara lebih panjang lagi.


Nathan dan Sharen langsung mendapatkan ucapan selamat dari kedua pihak keluarganya. Mereka satu persatu bergantian menyalami kedua pengantin yang sudah hampir tiga minggu sah menjadi suami istri.


"Selamat ya...",


"Makasih Tante...",


Sharen masih belum mampu berkata-kata, dia hanya tersenyum tipis. Ada banyak pertanyaan yang memenuhi kepalanya saat ini.


"Nath.., aku pusing...",


"Mau duduk aja..?",


Sharen mengangguk.


Nathan menuntun istrinya duduk, lalu memberikan segelas air putih untuk Sharen.


"Minum dulu ya..",


Sharen meneguk habis minumannya.


Keluarga Nathan kembali pulang, terkecuali keluarga inti, kedua orang tuanya serta kedua neneknya. Mereka masih mengobrol secara serius untuk membahas acara pernikahan Nathan dan Sharen berikutnya.


"Dad, Mom.., Sha ke atas dulu ya, Sha pusing..",


"Mau dianterin obat pusingnya, Sha...?",


Sharen hanya mengangguk. Dia menuju kamarnya diikuti oleh Nathan di belakangnya.


Semenjak pernikahannya diumumkan, Sharen memang tidak banyak bicara.


"Mau istirahat sayang..?",


"Mau hapus make up dulu..",


Dengan sabarnya, Nathan menunggu diluar kamar. Sharen masih didampingi oleh MUA yang meriasnya tadi.


"Mas.., udah selesai,


silahkan kalo mau masuk..


saya permisi pulang dulu..",


Ini adalah kali pertama Nathan memasuki kamar milik Sharen.


"Sayang..", Nathan menghampiri Sharen yang sudah berbaring di atas ranjangnya.


Nathan duduk ditepi ranjang, dengan mengelus sayang kepala istrinya.


"Masih pusing..?",


Sharen mengangguk.


"Kita udah sah jadi suami istri, Nath..?",


"Udah sayang..",


"Kenapa nggak ada yang bilang ke aku?",


"Yang tau cuma Daddy, aku, Vano, sama temenku itu. Aku juga nggak tau kenapa tiba-tiba Daddy, ngumumin pernikahan kita..",


"Mama kamu? Papa kamu? Mommy aku juga nggak tau..?",


"Waktu aku ijab qobul, aku video call Papa, jadi Papa tau. Mama ku baru aja tau, Mommy kamu kayaknya juga baru dikasih tau sama Daddy..",


"Kenapa harus dirahasiain Nath..?",


"Ini permintaan Daddy, dan aku menyanggupi..",


"Kenapa kamu selalu nurut sama Daddy?",


"Karena beliau yang berhak penuh atas kamu Sha, sebelum aku.., suami kamu. Tanpa restu Daddy, aku nggak bisa nikahin kamu..",


"Alasan Daddy apa rahasiain ini semua?",


"Kamu tanya aja sama Daddy, ya..?",


"Malam ini, kamu nginep sini kan?",


"Nggak sayang..",


"Kenapa? dilarang sama Daddy..?",


"Aku belum tanya sama Daddy, tapi secepatnya nanti kita bisa tinggal bersama. Sementara, aku baru bisa kasih kamu nafkah lahir, batinnya belum ya sayang..", ucapnya berbisik.


"ATM yang kamu kasih, itu sebenarnya nafkah buat aku..?",


"Iya..",


"Kenapa aku jadi kayak orang bego sih Nath..?",


"Nggak sayang, kamu pinter, kamu cantik, kamu istri aku.., Ini kesepakatan aku sama Daddy, antara laki-laki dan laki-laki. Jadi, aku harus tepatin janji aku. Aku juga nggak tau kenapa tiba-tiba Daddy nunjukkin video ijab qobul...",


"Aku pusing beneran..",


"Kamu kaget ..? maaf ya..",


"Kamu disini, kan malam ini..?",


"Nggak dulu..,


Aku harus bicarakan ini sama keluarga kamu, keluarga ku juga. Sabar ya sayang..?",


"Istrinya lagi sakit, masa suaminya ninggalin..",


"Jangan buat aku merasa bersalah sayang.., sabar ya. Sebentar lagi..",


Pintu kamar Sharen diketuk oleh Bibik yang membawakan obat untuk Sharen.


"Makasih ya Bik..",


"Sama-sama..",


Nathan membantu Sharen meminum obatnya.


"Langsung tidur ya..?",


"Temenin kan?",


"Aku kebawah dulu, ya..",


"Ya udah..",


Nathan mengecup kening Sharen, tak lupa mencium bibir istrinya.

__ADS_1


Nathan keluar dari Kamar Sharen menemui keluarganya yang sedang mengobrol dengan keluarga Sharen.


Flashback bab selanjutnya ya.


__ADS_2