
"Jangan cemberut terus sayang,
mas ngajak kamu kesini buat happy, bukannya kesel kayak gini.."
"Mas beneran mau misahin Aira sama Zee? biarin mereka pergi dari rumah, gitu? nggak bisa dan nggak boleh mas...",
"Terus gimana? mau nunggu sampe Zee punya adik ? yang ada kamu tambah nggak mau lagi..",
"Pokoknya Javas, Kina, Zee tetep di rumah kita. Javas anak tertua kita sekarang mas. Sharen udah diboyong sama suaminya. Jaz? masih kecil..",
"Iya mas tau sayang..
Javas sebenarnya kan nggak minta..",
"Iya..tapi istrinya kan?",
"Kamu inget? waktu dulu kamu juga diem-diem pengen punya rumah sendiri? yang kamu pikirin apa waktu itu? Padahal, mamah juga sayang banget sama kamu, lagi seneng-senengnya punya Sharen..
Sama kayak Kina kan? ",
"Iya mas..tapi kan dulu kita pindah nunggu Revan nikah. Beda sama kita..",
"Sayang.., dengerin mas.
Mas seneng waktu Javas ngomong dulu sama mas. Dia nggak langsung ambil keputusan, tapi dia diskusi dulu sama Daddy nya. Mas hargai Javas, dia udah dewasa sekarang. Dia mikirin perasaan istrinya, juga nggak lupa mikirin perasaan kita..
Kamu juga nggak liat Kina? kasian dia waktu kamu ketus sama dia. Inget..., kita punya anak perempuan, jangan sampai Sharen diperlakukan di keluarga suaminya kayak gitu..",
"Aira cuma nggak siap aja mas..",
"Mas tau, Javas itu anak kesayangan kamu.
tapi kamu juga harus ingat, sekarang dia udah berumah tangga. Dia juga udah punya tanggung jawab sama istri anaknya..",
"Terus gimana mas? ",
"Mas beli rumah yang ditawarin kemarin ya? ",
"Katanya harganya nggak wajar..?",
"Udah mas nego, tinggal transaksi aja..
boleh ya? ",
"Ya udah...",
"Makasih sayang..
Javas pasti seneng, kasian dia. Beberapa hari ini bingung..",
"Dia aja nggak ngomong apa-apa sama Aira..",
"Takut kalo kamu ngamuk.., dia kan lebih takut sama Mommy nya daripada Daddynya..",
"Kalo mas takut nggak sama Aira..?",
"Takut..,
takut kehilangan kamu sayang..",
Daddy dan Mommy mulai bercumbu. Sudah pasti akan berakhir di atas ranjang dengan ******* dan erangan dari mereka berdua.
Mommy dan Daddy akhirnya kembali setelah dua hari menepi. Mereka memang selalu menyempatkan diri untuk pergi hanya berdua untuk menghabiskan waktu bersama. Usia tidak lagi muda, tapi cinta mereka tetap terjaga.
Jaz yang melihat kedua orang tuanya pulang, lantas berlari menuju mobil yang baru saja berhenti di halaman rumah.
"Mom.....!!!", teriaknya kencang.
Mommy langsung menyambut putra bungsunya dengan membawanya ke pelukan.
"Sayang..mom kangen banget.
Jaz nggak nakal kan?",
"Nggak dong...
Adeknya mana..?", tanyanya.
Jaz sebelumnya memang tidak mau ditinggal. Dengan iming-iming akan diberikan seorang adik, akhirnya dia setuju membiarkan Mom dan Dad pergi.
"Adeknya kan harus diperut mommy dulu, mana bisa langsung jadi..", sahut Dad.
"Hmmmm..kalo gitu Daddy bohong..",
"Nggak son.., Dadd nggak bohong, emang harus gitu..",
Zee yang melihat Ody dan Omy nya pulang juga bereaksi. Dia terus menatap Omy dan Ody nya yang sedang bercengkerama dengan Uncle Jaz.
"Loh..., anak ganteng ada disini ya..?",
Omy Aira langsung menggendong cucunya. Zee langsung menunjukkan gigi kelincinya.
"Zee kangen sama Omy ya..?",
__ADS_1
Zee mengangguk dengan gemasnya membuat Omy langsung menciumi cucunya.
"Kok bau acem? Zee belum mandi ya..?",
Anak kecil itu terus saja tertawa karena merasa di goda.
"Namanya mana sus..?",
"Mbak Kina nggak enak badan bu..",
"Oh.., lagi istirahat..? ",
"Iya Bu...",
"Zee sama mbak sus dulu ya. Saya mau bersih-bersih dulu..",
"Iya Bu..
sini Zee ganteng sama mbak Sus dulu...",
Daddy memeluk pinggang istrinya menuju ke ke kamar mereka.
"Tuh kan, pasti Kina lagi mikirin karena kemarin kamu ketus sama dia..",
"Kok jadi nyalahin Aira mas..?",
"Bukan nyalahin sayang,
tapi menantu kita pasti takut deh sama kamu..",
"Mungkin, ini kan pertama kali Aira dingin sama dia ya mas..",
"Tuh kan..itu tau..",
"Hehe kasian, padahal Aira kan nggak gigit ya..",
"He'em..gigit mas aja ya sayang..",
"Jangan keras-keras ih ngomongnya..",
"Mandi bareng yuk...", ucap Daddy yang langsung menarik istrinya masuk ke dalam kamarnya.
Senyum Javas merekah ketika dia keluar dari ruang kerja Daddy. Daddynya sudah menepati janjinya untuk memberikannya solusi. Javas menghampiri istrinya yang masih terbaring lemah di atas ranjang mereka.
"Sehat dong sayang..",
"Udah enakan kok mas..",
"Nggak usah terlalu dipikirin ya..",
"Mommy tadi mau ke sini, tapi mas larang..",
"Kenapa..?",
"Kamu kan masih takut sama Mommy..",
"Iya...", jawabnya dengan sedikit tersenyum.
"Besok mas punya kejutan...",
"Apa..?",
"Besok aja..,
malam ini istirahat ya, biar besok sehat..",
"Peluk...", ucapnya.
"Manja banget..
apa jangan-jangan kamu hamil..?",
"Nggak mas..
Zee masih kecil...",
"Emangnya udah di tes..?",
"Belum..,tapi kayaknya nggak...",
Pagi itu seperti biasa. Mereka menikmati sarapan bersama-sama.
Melihat kedatangan menantunya, Mommy yang sebelumnya bersikap dingin dan ketus, langsung menyapa.
"Gimana keadaan kamu Na..?", tanya Mom.
"Udah enakan mom...",
"Ya udah, makan gih..biar cepet sehat.
kamu kan masih nyusuin..",
"Iya mom..", jawabnya. Kinara menatap suaminya dan Javas tersenyum membalasnya. Mommy sepertinya sudah menyadari kesalahannya.
__ADS_1
Mommy dan Daddy sudah keluar dengan berboncengan menggunakan motornya.
"Dad sama Mom mau kemana mas..?",
"Ini kita mau nyusul, yuk..", Javas mengajak istrinya untuk segera naik ke golf car.
"Kemana..?",
"Ikut aja sayang...",
"Zee nggak apa-apa ikut..?",
"Nggak apa-apa..
Ayo ganteng...", Javas menaruh putranya di atas pangkuannya.
"Mas kan nyetir, sini Ze sama Mama aja..",
"Nggak usah, biarin sama mas sayang..
tuh dia seneng banget..",
Mereka memang tidak pergi ke tempat jauh, hanya ke tempat tetangga sebelah rumahnya.
"Rame ya mas, ada apa..?
Mom sama Dad juga kesini..?", tanyanya ketika melihat motor yang tadi dinaiki Dad dan Mom sudah terparkir disana.
"Iya, masuk yuk...",
Javas mengajak istri dan anaknya masuk. Kinara tidak tau, entah siapa dan ada apa. Yang jelas, ada beberapa staff Prime grup yang sudah menunggunya.
"Duduk Son..", ucap Daddy kepada Javas yang diikuti oleh menantunya.
Proses transaksi jual beli berjalan dengan lancar. Javas dan Daddy membubuhkan tanda tangan pada berkas yang sudah disiapkan.
"Baik pak, rumah ini sudah resmi menjadi milik mas Javas Perdana. Untuk balik nama sertifikat akan kami proses secepatnya..",
"Terima kasih...", ucap Javas dengan menjabat tangan.
Kinara membulatkan matanya. Rumah ini sekarang menjadi milik suaminya? apakah ini akan menjadi rumah keluarga kecilnya..?
"Mas..", bisik Kinara.
"Iya.., ini rumah kita sayang..",
"Vas.., ayo ajakin Kina keliling rumah..",
Rumah mewah yang sedikit lebih kecil dari milik rumah mertuanya. Letaknya pun persis bersebelahan dengan rumah Mom dan Daddy.
"Nih nanti di jebol Vas..
jadi lantai satunya aja yang nyatu sama rumah Mom Dad..lantai dua nggak usah..",
"Iya Dad..",
"Zee seneng nggak..?", tanya Omy pada cucunya yang merasa masih asing dengan rumah tersebut.
"Mom..., makasih..", ucap Kinara pada mertuanya.
"Mommy cuma nggak mau pisah sama kalian aja kok Na.., bukan menghalangi kalian punya rumah..",
"Iya Mom.., maaf kalo keinginan Kina menyinggung Mommy..",
"Pokoknya makan malam harus di rumah Mommy, selebihnya terserah kalian. Pokoknya tiap hari Mommy harus liat kalian ya..",
"Iya Mom.., makasih mommy..",
Mommy akhirnya berbaikan dengan menantunya. Kinara dengan berbesar hati meminta maaf meskipun sepenuhnya bukan kesalahannya.
"Mas makasih..", ucap Kina. Saat ini mereka berada di atas ranjang dengan posisi Kinara yang dipeluk serat oleh suaminya.
"Kamu nggak keberatan kan? kalo lantai satunya nanti langsung terhubung sama Rumah Dad sama Mom? ",
"Nggak mas..",
"Halamannya juga nanti jadi satu sayang, Daddy minta pagarnya nanti juga dijebol..",
"Nggak apa-apa, kan halamannya malah jadi luas..",
"Mommy nggak akan ganggu privasi kita kok, Mas janji. Kamu juga bebas mau dekor rumah kita seperti apa yang kamu pengen..",
"Iya mas.., ini lebih dari harapan Kina mas.
Mas masih bisa jagain Mom sama Dad, tapi kita juga bisa tinggal di rumah Kita sendiri...",
"Kalo gitu, adek buat Zee ya..",
"Nanti aja kalo renov nya udah kelar mas..",
"Alasan terus..",
"Hmmm..biarin..
__ADS_1
Mas..makasih ya selalu berusaha buat Kina dan Zee bahagia..",
"Kalian kan dunia nya mas..",