Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Foto


__ADS_3

Icha datang berkunjung ke Apartement milik Sharen. Sebelumnya, kekasih Vano itu sudah membuat janji dengannya. Sepertinya Icha merasa bersalah karena komentarnya pada postingan Icha beberapa waktu yang lalu


"Ayo masuk Cha..",


"Icha ganggu ya kak...?",


"Nggak lho.., kakak abis beresin kamar aja..,


Itu apa yang kamu bawa? kok repot-repot..?",


"Pizza..., kali aja kak Sharen laper..",


"Hehe iya makasih..


Makan bareng-bareng aja yuk.."


Ada rasa canggung terlihat dari gerak-gerik Icha. Gadis itu sepertinya mempunyai niat dibalik kedatangannya saat ini.


"Kak.., Icha mau minta maaf ya..., soal komentar Icha..",


"Nih Cha minumnya..", ucap Sharen memberikan satu gelas minuman pada Icha.


"Maaf terus.., kan kamu udah bilang di Cafe waktu itu..",


"Iya, tapi kan kak Sharen nggak bilang maafin Icha atau nggak...",


"Nggak apa-apa, lupain aja. Kan masalahnya udah clear, kecuali Lila masih berani deketin Nathan.., jangan harap kakak tinggal diam..",


"Nathan...?",


"Oh iya kakak lupa..


Dave Nathaniel..., itu nama Nathan, yang biasa kamu panggil Dave..",


"Oh.., panggilannya kak Nathan ya, pantesan waktu Icha bilang ke kak Vano, dia rada bingung.., tapi akhirnya ngerti juga..",


"Kamu ngadu sama Vano..?",


"Iya kak..",


"Oh.., ya udah aku nanti ngomong sama dia deh..",


"Ngomong apa kak..?",


"Ehmmm..nggak apa-apa..


Icha abis kuliah ya? kok sampe sore gini Cha..",


"Hehe iya, tadi ngobrol sama temen-temen dulu deh kak..",


"Oh..kirain kuliah sampe sore..",


"Kak.., jadi waktu barbeque-an waktu itu, kak Sharen sama kak Dave udah pedekate ya? pantesan kak Sharen tanya mereka pacaran atau nggak..",


"Hmmm..nggak sih..


justru waktu itu Nathan nyuekin aku..., aku yang ngejar-ngejar dia..",


"Berarti kak Sharen yang nembak duluan?",


"Ye.., enak aja..


nggak lah, dia yang nembak duluan.., nggak tau udah yang keberapa kali, baru kali ini kakak terima..",


"Berarti udah lama dong..?",


"Hmmm iya.., udah lama banget..


Cinta mati dia sama kakak..",


"Hahaha pede banget..",


"Kakak sama Nathan, dari kecil udah bareng-bareng Cha..",


"Owalah.., berarti memang udah ditakdirin sama-sama kak..",


"Aamiin..kalo jodoh berarti nanti nikahnya aku duluan ya Cha.., kamu sama Vano belakangan aja..",


"Iya kak.., nggak apa-apa


asal Icha diundang ya kak..",


"Pasti dong..",


Sebenarnya Nathan juga tidak yakin, jika Daddy Rendra tidak mengetahui hubungan yang selama hampir satu bulan ini dijalaninya dengan Sharen. Daddy Rendra tidak akan membiarkan Sharen berada di luar negeri seorang diri, tanpa pengawasannya. Namun, sejauh ini Daddy Rendra juga tidak pernah menyuruh orangnya untuk melarang atau menjauhkannya dengan Sharen. Apakah itu bertanda jika Daddy Rendra memberikan lampu hijau? Entahlah.


Hari ini, Nathan akan memberikan kejutan untuk Sharen. Apa itu?


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Memang, belum larut tapi Sharen masih berkutat dengan pekerjaannya. Memeriksa chat dari asistennya di Indonesia, schedule nya untuk mengepost endorse produk yang sudah masuk ke timnya. Memang pekerjaan yang lumayan ribet, tapi Sharen suka melakukannya. Dia bahkan yang memegang seluruh aku medsos miliknya. Jika banyak diantara selebgram memberikan kepercayaan kepada timnya, lain halnya dengan Sharen. Dia suka melakukannya sendiri.


Nathan selalu memberikan waktu untuk Sharen melakukan hal yang kekasihnya suka. Tapi, dia membatasi hanya 1,5 jam saja dalam semalam. Tidak membiarkan Sharen bekerja keras.


Bel Apartmentnya berbunyi. Sharen melirik jamnya.


"Siapa sih yang malem-malem gini ganggu..",


Sharen yang sedari tadi menatap layar laptopnya, berdiri untuk membukakan pintu Apartementnya.


"Iya....",


"Halo sayang...",


"Nath..., katanya mau tidur, ngantuk..? kok kesini..?",


"Ini juga mau tidur kok..",


"Mau tidur disini..? masuk aja nggak berani..",

__ADS_1


"Masakin sayang.., aku laper banget...",


"Masakin apa..?",


"Apa aja.., yang penting masakan kamu. Mie rebus juga boleh..",


"Ya udah, tunggu.. aku masakin...",


"Masak sini aja..", ucap Nathan dengan menarik Sharen.


Nathan membawa Sharen masuk ke dalam Apartement, yang unitnya tepat di depan Apartement milik Sharen.


"Nath.., ini Apartement siapa? kok main masuk aja..",


"Aku sewa Apartement ini.., 3 bulan ke depan...",


"Hah...? kok bisa..?",


"Aku cari tau siapa yang punya Apartement ini. Ternyata kosong, dan dia emang berminat buat nyewain. Cocok sama harganya, udah deh.., aku buat kesepakatan sama yang punya..",


Sharen terlihat sumringah. Dia sepertinya senang Nathan tinggal di dekatnya.


"Asyik.., berarti kamu nggak perlu ketemu Lila lagi kan? Bagus deh.., aku seneng...",


"Aku kira, kamu seneng karena biar kita bisa deket terus.., nggak taunya cuma karena aku nggak ketemu sama Lila.., padahal masalahnya kan udah selesai sayang, kenapa dibahas terus sih...",


"Ya pokoknya kalo aku inget, pasti bahas terus.


Tapi, aku tuh seneng kok, kamu tinggalnya deket sama aku, jadi kita punya banyak waktu buat sama-sama..", jawab Sharen.


Nathan yang awalnya terlihat sangat kesal, namun langsung full senyum ketika Sharen memeluknya.


"Nggak apa-apa kamu kesel, asal kita masih sama-sama...",


"Hemm....,


jadi dimasakin nggak..?",


"Jadi dong..?",


"Udah beli mie instantnya..?",


"Udah..",


Mereka makan bersama. Sekarang tidak perlu makan di depan pintu, tapi Sharen yang akan ke tempat tinggal Nathan.


"Enak banget..., makasih sayang...",


"Katanya masakan aku nggak enak..?",


"Tuh kan, dibahas lagi..


padahal aku bilang kayak gitu biar kamu nggak ngasih aku bekal. Niatnya biar nggak ketemu sama kamu lagi..",


"Bener-bener waktu itu mau lupain aku ya Nath...",kata Sharen dengan nada sedih.


"Hmmm, jahat banget, padahal aku kan udah usaha buat ngejar kamu..",


"Yang penting sekarang kan kita bisa sama-sama sayang..",


"Iya..., jangan pergi lagi ya Nath..",


"Nggak sayang.., aku selalu ada disini buat kamu..",


"Makasih..",


"Mau balik sekarang..?",


"Hmmm..


takut Daddy nyariin...",


Nathan tertawa tanpa bersuara. Padahal hanya berjarak lima langkah saja. 10 detik juga sampai, tapi Sharen setakut itu.


Nathan mengantarkan kekasihnya sampai depan pintu Apartementnya.


"Langsung tidur ya..",


"Hmmm.., langsung tidur tapi kalo pacar aku nggak ngajakin video call sampe tidur ya. Biasanya aku diajakin sleep call..., kayaknya pacar aku cinta banget sama aku..",


"Gimana nggak cinta, kamu aja secantik ini, lucu, penurut, penyayang.., perfect kayak gini..",


"Gombal...",


"Selalu gitu kalo dipuji..",


"Aku masuk dulu ya..",


"Iya..,


kiss dulu...",


Nathan menyematkan sebuah kecupan pada kening Sharen sebelum kekasihnya itu masuk ke dalam.


"Good night sayang..",


"Good night..,


Mau video call nggak..?",tawar Sharen.


"Malam ini nggak dulu ya, aku capek abis pindahan..",


"Ya udah, selamat istirahat..


I love you..",


"I love you too, sayang...",

__ADS_1


Pagi ini niatnya, ingin segera pergi ke Apartement Nathan untuk sarapan berdua. Tapi, Daddy sudah menelepon.


"Halo Dad...",


"Halo sayang..


gimana kabar kamu..?",


"Alhamdulillah baik Dad...",


"Lambaikan tangan ke kamera..",


Sharen melakukannya.


"Halo Dad...",


"Daddy kangen banget sama kamu..",


"Sha juga kangen..",


"Bulan depan, kamu pulang kan..?",


"Iya Dad, pulang...


nanti ada kejutan dari Sharen..",


"Kejutan apa..?",


"Ada deh, namanya juga kejutan...",


"Oke..Daddy tunggu kejutannya.


Bulan depan, Daddy ke Jepang sama Vano, Daddy mampir ya...",


"Iya Dad...",


"Daddy perhatiin, kamu sering banget bawa makanan keluar, buat siapa?",


"Itu Dad...buat temen, kan berbagi makanan Dad..", bohongnya.


"Hmmm..gitu, sering banget kayak gitu Sha..",


"Ya kan Sharen suka masak, jadi dibagi-bagi aja...terus makan bareng-bareng",


"Hmmm gitu, bagus deh daripada mubazir..",


"Hehe iya Dad...",


Hari ini, keduanya sama-sama tidak mempunyai kegiatan. Nathan berinisiatif mengajak kekasihnya untuk pergi berjalan-jalan. Ya, selama berpacaran dia memang belum pernah sekalipun mengajak Sharen pergi. Paling, hanya berbelanja bersama itupun ke swalayan depan.


"Kita jalan-jalan kemana Nath..?",


"Kemana aja.., tapi aku ngajakin temen..",


"Lho..kita bukan kencan..?",


"Kencan sayang..,


Aku mau tanya dulu deh sama kamu..", Nathan yang sudah bersiap untuk mengemudikan mobilnya, menatap serius perempuan yang ada disampingnya.


"Apa..? ada apa Nath..?", tanyanya khawatir.


"Aku nggak usah lamar kamu secara pribadi kan? aku yakin kamu pasti mau..",


"Dih...ge-er...",


"Aku serius Sha..,


Nggak usah lamar kamu secara pribadi ya? aku udah tau jawabannya, kamu pasti mau kan jadi istri aku..?",


Sharen menganggukkan kepalanya.


"Pulang ke Indo nanti, aku mau bawa Papa Mama ketemu keluarga kamu, untuk lamar kamu. Kalo diterima, kita langsung persiapin pernikahan kita. Aku pengen punya foto bagus sama kamu, di negara ini, tempat kita bersatu. Hari ini kita jalan-jalan..tapi aku udah janjian sama temenku. Dia fotografer, nanti kita ambil foto buat prewed, kamu mau kan?",


"Mau Nath..",


"Kita berangkat sekarang ya, temenku udah nunggu..",


"Tapi aku kan nggak punya persiapan apa-apa, baju juga ala kadarnya gini..",


"Nggak apa-apa, nanti kita beli..",


"Kita balik aja dulu deh Nath, aku ambil beberapa bajuku ya, kamu juga..",


"Gitu.., ya udah, kita balik ke atas..",


"Kenapa nggak bilang dulu sih..?",


"Aku takut kamu nggak mau..",


"Mau Nath.., udah yuk buruan...",


Fotografer tidak perlu sulit memberikan pengarahan kepada Sharen dan Nathan. Semua foto yang diambil terlihat natural, tapi tetap terlihat estetik.



"Bagus Nath..", ucap Sharen ketika melihat foto-foto yang diambil oleh teman Nathan.


"Ini karena kamu cantik, aku ganteng..",


"Pede banget pacar aku..",


"Habis ini kita kemana? mau ke pantai..?",


Sharen mengangguk antusias.


Hari itu mereka melanjutkan perjalanan ke pantai untuk mengambil foto mereka disana. Semoga sesampainya di Indo nanti, rencana Nathan dan Sharen akan berjalan lancar.

__ADS_1


__ADS_2