
Javas beralih membuka br* yang kina pakai. Lalu, dengan perlahan menggunakan mulutnya untuk menikmati sesuatu yang menjadi bagian favoritnya. Menyapu dengan lidahnya, gundukan kenyal padat berisi yang dihiasi oleh warna kemerahan, hasil keganasan mulutnya tadi malam.
Kinara mengernyitkan dahinya, memejamkan matanya dengan kuat, bertanda jika bentengnya yang dia bangun telah runtuh.
"Masih mau diem..?", ucap Javas yang semakin memperkuat decapan mulutnya.
"Hhhmmmm mas.. ",
"Jangan kayak pelepah pisang sayang, jangan simpan des*ahan merdu kamu.."
Kinara meremas sprei dengan kedua tangannya. Apa yang dilakukan Javas diatas dadanya semakin lama semakin kuat, membuatnya semakin geli tapi nikmat.
"Aaaaaaaaaaaahhh....",
Kinara akhirnya melepaskan suaranya yang memang menjadi tujuan Javas. Dia ingin mendengar suara manja Kinara.
Javas tersenyum smirk. Apa yang dilakukannya ternyata berhasil. Masih enggan beranjak dari sana. Javas masih ingin bermain-main pada benda yang selalu membuatnya gemas.
"Hhhmmmmm mas....Javas....",
Kinara mengusap rambut Javas, membuat suaminya semakin memperkuat lum*tannya. Sepertinya ini yang diinginkan Kinara. Mulutnya mengeluarkan suara yang terdengar menikmati.
"Hhhhuuuhhhhhh mas...",
Setiap kali Kinara mengeluarkan suaranya, semakin kuat hisapan yang Javas lakukan dengan sesekali menarik puti*ng Kinara, lalu dia mainkan dengan lidahnya.
"Stop mas.."
"Belum sayang...",
"Nakal...",
"Suka kan..?"
Kinara hanya tersenyum malu. Lagi-lagi, Javas meninggalkan kenangan dengan membuat beberapa tanda kissmark disana. Selesai, Javas akhirnya mengakhirinya. Bukan mengakhiri kegiatannya, tapi dia beringsut ke bawah, mengecup perut datar istrinya.
Cup..
cup..
cup..
Kinara memejamkan matanya, namun saat sadar Javas sudah membuka celananya, Kinara membuka mata.
"Mas.., please..jangan lakuin lagi..", ucapnya meminta Javas untuk tidak menjam*ah kema*lauannya dengan menggunakan mulut.
Nafas Kinara memburu ketika mengatakannya. Nafasnya terengah. Jantungnya berdetak lebih kencang.
Sorot mata Javas yang sudah gelap, yang menandakan jika dirinya sudah terbakar gairahnya.
"Mas mau ini sayang.., manis..mas suka..", ucapnya menyentuh bibir Kinara.
Bibir Javas sudah mendarat cantik dia atas bibir Kinara. Mereka berciuman dengan posisi Kinara yang berada di atas tubuh Javas. Kinara memejamkan matanya, lagi-lagi menikmati aktivitas intimnya dengan Javas.
Tangan Javas sudah bergerilya, menyapu tubuh Kinara dengan sentuhan tangannya. Halus, dia lakukan dengan pelan, ke atas dan ke bawah. Berhasil, membuat Kinara belingsatan di atas tubuhnya.
Javas membuka celananya sendiri. Hingga Kinara yang sedang menikmati ciumannya tidak sadar, jika Javas sudah sama dengannya. Bertelan*Jang bul*at.
"Mas..",
Ucap Kinara yang menghentikan cium*annya ketika merasa dibawah sana ada benda keras yang menyentuh kulitnya.
"Udah siap sayang.., masuk sekarang ya..",
"He',em..."
"Masukin sekarang..", bisik Javas di telinga Kinara.
__ADS_1
Namun, Kinara diam. Dia malah menggeleng.
"Kenapa?",
"Kina nggak bisa..",
"Coba dulu...",
Dengan ragu-ragu, Kinara melakukannya. Namun, Javas segera membantu Kinara.
Bles...
Akhirnya milik mereka bertemu kembali setelah sempat berpisah. Kinara mendongakkan wajahnya dengan menggigit bibir bawahnya. Kinara terlihat sangat erotis dimata Javas.
"Goyang sayang...", ucap Javas dengan membelai rambut Kinara.
"Nggak mas..",
"Jangan malu-malu..., cuma berdua aja sayang..",
"Kina nggak bisa..",
"Pasti bisa.., coba pelan-pelan.."
Kinara bergerak perlahan.
"Iya terus sayang...",
"Mas.., ngeganjel..",
"Kalo goyang terus, nanti nggak.., coba deh..",
( sumpah ya modus banget ni lakik...)
Kinara melakukan apa yang dikatakan oleh Javas. Ternyata benar, Kinara justru menikmati. Pelan, kencang, kencang tempo permainan dibawa kendalinya.
Kinara semakin bergerak liar , belingsatan di atas sana. Kinara bahkan mencari bibit suaminya, lalu menyambarnya. Mereka berciuman dengan kasar, bertukar Saliva, memainkan lidah dengan tubuh Kinara yang masih aktif bergerak di atas tubuh Javas.
Kali ini Javas yang dibuat kerepotan oleh istrinya.
"Na.., ssstttt ahhh...Na..."
"Mas....",
"Damn.., kamu gila sayang...",
"Mas..., mas Javas...",
Kinara semakin tak terkendali. Javas menciumi leher Kinara, membuat Kinara semakin bergerak menjadi-jadi.
"Terus sayang..terus..",
"Mas.., kina mau...."
"Iya sayang.., terus Na...goyang sesukamu sayang...",
Kinara mendongakkan kepalanya dengan mengeluarkan ******* yang lebih nyaring dari sebelumnya.
"Aaahahhhhhhhhhhhh mas..........",
Kinara bergerak kencang, saat ada sesuatu yang keluar dibawah sana, gerakannya perlahan berhenti. Dia mempererat pelukannya pada Javas.
"Udah puas..?",
"Hmmmmmm..Iyah...",
Javas menegakkan badannya. Namun, masih dalam posisi tubuh mereka yang menyatu.
__ADS_1
"Kina nggak sanggup lagi kalo di atas..",
"Nggak.., bukan kamu yang gerak.., tapi kita..",
Dengan posisi memangku, Javas menyilangkan kedua kaki Kinara pada tubuhnya. Dengan perlahan, dia mendorong miliknya, dan menuntun pinggul Kinara untuk bergerak menggunakan tangannya.
Mereka melakukannya dengan pelan, dengan keadaan saling berpelukan serta bercium*an bibir.
Gerakan yang awalnya mereka lakukan dengan pelan, semakin lama semakin tergesa, menandakan jika gairah mereka sudah membuncah. Javas akhirnya merubah posisi mereka, dengan Kina yang berada di bawahnya.
Javas bergerak di atas sana mengoyak milik Kinara. Kedua tangannya menggenggam erat telapak tangan Kinara.
"Mas......",
"Iya sayang..",
"Pelan ajah..",
"Ini udah pelan..",
"Huuuhhhh.....",
Kinara mendes*ah karena semakin lama Javas mendorongnya dengan kuat, membuat nafasnya semakin terengah.
"Na.., tahan ya..",
Menandakan jika Javas akan segera mencapai puncaknya. Kinara semakin kuat memperkuat eratan tangannya.
Hanya bisa pasrah serta Mende*sah.
"Mas........
Hmmmmmmm...mas Javas....
Mas......",
Panggilan Kinara ternyata tidak dihiraukan oleh Javas, dia justru semakin memperkuat tumbukannya.
"Aaahhhhhhhhh mas.......",
Kinara menjerit.
Javas akhirnya tumbang di atas tubuh Kinara. Menenggelamkan wajahnya dileher istrinya.
"Makasih sayang...",
Javas mendekatkan bibirnya pada telinga Kinara, sesaat kemudian dia berbisik.
"I love you....",
Sebuah kalimat yang baru pertama kali Kinara dengar dan jujur, membuatnya sedikit kaget.
Javas tersenyum lalu, mendekatkan telinganya pada bibir Kinara.
Jantung Kinara berpacu kencang, seperti saat mereka bercinta tadi. Tidak mendapatkan suara yang ingin dia dengar, Javas semakin menempelkan telinganya pada bibir Kinara.
Lebih dari 30 detik, mereka diam. Namun, akhirnya Kinara bersuara.
"I love you too, my husband..",
Javas menegakkan kepalanya, melihat Kinara yang terlihat malu ketika mengucapkannya.
"Jangan diliatin gitu.., Na malu..
"Sama suami sendiri, malu..",
Kinara tersipu malu. Tidak membiarkan waktu mereka terbuang sia-sia. Javas lalu membawa Kinara ke dalam kamar mandi, dengan membopongnya. Untuk apa? Bercinta kembali tentunya.
__ADS_1