Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sha pergi


__ADS_3

Malam ini mereka semua pergi ke rumah Revan untuk merayakan ulang tahun Oma Widya. Keluarga Perdana tentunya hadir tanpa terkecuali, termasuk dokter Kinara yang diundang karena beberapa kali juga ikut membantu memeriksa Oma Widya jikala beliau kurang sehat.


Perayaan ulang tahun Oma yang lebih tepatnya bisa dikatakan sebagai tasyakuran dengan mengundang keluarga serta kerabat dekat. Acara tidak formal hanya sebuah makan malam biasa.


"Selamat ulang tahun, Oma.., semoga panjang umur, sehat selalu..",


"Makasih cucu Oma...",


"Ini kadonya..", ucap Sharen dengan memberikan bungkusan kecil, sepertinya berisi sebuah perhiasan.


"Makasih cucu Oma yang paling cantik..",


Sebagai satu-satunya cucu perempuan, tentu saja Sharen menduduki tahta tertinggi. Tidak ada yang bisa menyaingi kecantikannya. Sebuah keistimewaan yang Sharen miliki karena dikelilingi oleh saudara laki-laki yang sangat melindungi dan menyayanginya.


"Halo Van..", sapanya pada Vano yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Hei.., halo kak..apa kabar?", ucapnya dengan cipika cipiki.


"Baik..",


"Kapan lagi kan bisa salam pipi sama perempuan cantik..",


"Heleh.., dasar kadal..",


"Bukan buaya?",


"Udah nggak jamannya..",


"Cieh yang lagi viral..",


"Cieh yang lagi jomblo.., abis diputusin ya..",


"Cieh yang jomblo juga.., diputusin apa yang mutusin?",


"Yang mutusin dong..",


"Masalahnya apa sih kak? karena Bian selingkuh sama mantan aku?",


"Mereka dari dulu kan deket.., kamu tau itu lah..",


"Sampai sekarang aja, aku nggak tau salahku apa kak. Hanya gara-gara telat jemput, berantem.., udah deh semua aib ku di keluarin semua sama dia..",


"Kamu pernah bikin salah apa?",


"Ya nggak ada kak, kalo berantem kan wajar, namanya juga pacaran. Nggak selamanya cocok kan?",


"Aku kira kamu selingkuh No..",


"Mana ada.., yang ada juga dia yang selingkuh..",


"Sama siapa?",


"Sama Bian, siapa lagi..",


"Tau deh.., udahlah biarin aja. Eh.., kamu udah move on?",


"Jujur masih terbayang-bayang.., tapi mau gimana lagi? dianya udah nggak mau..",


"Sabar.., nanti juga dapet pengganti lebih..",


"Dokter Kina, boleh juga kak..",


"Hussst.., udah punya pacar.


Jangan merebut yang bukan punya kamu..",


"Kalo belum ada janur kuning melengkung, masih milik umum..",


"Jangan.., udah-udah cari yang lain aja..",


"Bantuin lah kak..",


"Ogah.., kamu tuh sama aja kayak Ray. Playboy cap tengil. Kayaknya yang paling bener tuh cuma Kay doang. Dari dulu ya udah.., Chelsea. Nggak pernah gonta-ganti..",


"Dia kan dijodohin..",

__ADS_1


"Tapi sama-sama mau..serasi kan?",


"Iya sih..


Kata mami.., kak Sha mau liburan? kok nggak ngajak-ngajak..?",


"Emangnya kamu mau diajakin?",


"Nggak keburu dong waktunya, belum juga urus Visa. Kalo liburan kenapa ke negara yang jangkauannya susah sih. Coba aja ke Singapore atau Thailand gitu, pasti sekarang juga Vano beli tiket. Itung-itung jagain Kak Sha..",


"Aku sendiri lho No.., tapi ada team sih yang ngikutin, karena aku liburan sekaligus kerja..",


"Bukan kerja sekaligus liburan?",


"Nggak lah.., aku liburan tapi mau foto katalog juga buat new collection brandnya kakak.., jadi sekalian aja..",


"Sipp.., dimana ya dapet pacar paket komplit kayak kak Sha.., gini?",


"Check out di shopp*e..",


"Hahah kakak bisa aja.."


"Makan yuk..",


Mereka berdua menuju meja yang sudah menyediakan berbagai macam hidangan. Dari yang ringan hingga berat, dari pedas hingga super pedas, semuanya lengkap.


"Selamat ulang tahun ya Oma.., panjang umur, murah rezeki.., tambah cantik.., tunggu kado dari Nathan dateng ya Oma..",


"Terima kasih.., Nathan kok repot-repot..",


"Nggak repot sama sekali.., Oma udah makan?",


Sharen langsung menghentikkan langkahnya ketika tahu jika seseorang yang sedang video call dengan Omanya adalah Nathan. Tidak tanggung-tanggung, bukan menggunakan ponsel milik Fafa, Revan, mom , Dad, atau milik Farah dan Aldo yang malam itu juga datang. Tapi, Omanya video call dengan Nathan menggunakan ponsel milik Oma Widya pribadi.


Terusik, akhirnya Sharen menghampiri Oma dan memeriksanya.


Benar saja, layar ponsel Omanya menampilkan wajah Nathan yang sedang berada di sebuah tempat, seperti sebuah Cafe atau Coffe Shop.


"Nath..",sapa Sharen.


"Hey, Halo Sha..",


"Kamu kok bisa video call sama Oma?",


"Iya kan tadi Mama papa bilangnya mau ke situ, ada acara ulang tahunnya Oma.


"Kamu nggak sibuk?",


"Nggak..",


"Kalo aku yang minta video call atau telepon kok nggak bisa? kenapa?",


"Nggak pas waktunya aja Sha..",


"Hu.., alasan...",ucapnya jengkel.


Sharen langsung pergi menjauh dari Oma. Terdengar kembali percakapan yang akrab serta hangat antara Omanya dan Nathan.


"Mereka kok keliatan akrab sih? sejak kapan Nathan punya nomor Oma..",


Acara ulang tahun Oma sekaligus menjadi acara perpisahan bagi Sharen yang besok akan pergi bertolak dari Indonesia untuk pergi berlibur.


Sharen berpamitan pada anggota keluarganya satu persatu. Tangis Tante Vina dan Tante Farah langsung pecah ketika Sharen menyalami mereka.


"Kok nangis sih Tan.., Sha lho paling lama cuma 2 bulan.., kalo bosen disana malah bisa 1 bulan aja..",


"Nanti kalo Tante Vina kangen sama kamu, gimana kak?",


"Video call-an kan bisa..",


"Tante nggak tega, masih keinget waktu kamu bayi, sering rebutan sama Vano digendong sama Tante. Tapi, sekarang kamu pergi..",


"Sha kan balik pulang, udah ah jangan cengeng..",


"Hati-hati ya nduk.., kalo pulang bawa oleh-oleh Bule ya..", ucap Tante Fafa.

__ADS_1


"Nggak boleh sama Mommy.., katanya cuma mau mantu SNI aja..",


"Padahal kalo bule, bisa perbaikan keturunan, tuh kayak Kay nanti.."


"Tau tuh.., bilangin lah sama mommy..",


"Percuma kayaknya, mommy kamu keras kepala..",


Putri perempuan satu-satunya, akhirnya pergi berlibur sesuai dengan apa yang direncanakan. Sebuah liburan yang tidak sengaja akan menjadi waktu untuk move on melupakan kisah asmaranya yang telah berakhir. Sharen akan pergi berlibur di negeri orang.


Sharen memang hanya diantar oleh keluarga intinya saja. Toh, semalam dia sudah berpamitan kepada keluarganya yang lain.


"Mom.., pergi dulu ya..",


"Have fun sayang.., jaga kesehatan ya..",peluknya pada putri tercintanya.


"Pasti mom..",


"Hati-hati anak Daddy..., pulang ke Indo udah happy ya. Dad nggak mau kamu sedih lagi..",


"Iya Dad..,makasih hadiah liburannya dad..",


"Sama-sama sayang..",


"Vas.., kakak pergi dulu. Jaga mom sama Dad ya.., kerja yang bener..",


"Terakhir kita keluar negeri dulu waktu kamu lulus SMA.., abis itu kita nggak kemana-mana lagi..., next time kita liburan bareng-bareng..",


"Kamu atur aja, kakak ngikut..",


"Aku kok jadi sedih gini ya Queen.."


"Nggak usah sedih, aku aja happy..",


"Hey..si bungsu.., kakak pergi dulu ya..",


"Moma kapan pulangnya? kata sus Sri pulangnya lama ya.., huu..huu.., siapa yang belain Jaz kalo kak Javas jahilin..",


"Kak Javas nggak jahil kok, tadi udah Moma bilangin.., jangan nangis dong.., nanti Moma bawain oleh-oleh banyak..",


"Moma.., jangan lama-lama ya disana..",


"Iya sayang.., Moma pasti balik kok.., udah jangan nangis..",


Terakhir, Sharen berpamitan kepada dokter Kinara yang akhir-akhir ini menjadi teman bicaranya.


"Dok.., titip mommy ya. Jangan pernah lelah atau sungkan buat ngingetin mommy minum obat..",


"Pasti mbak..,


mbak Sharen hati-hati ya mbak..",


"Makasih dok..",


Sharen akhirnya pergi meninggalkan Indonesia yang membawa sejuta pelajaran hidup untuknya. Lebih mudah melepaskan dibandingkan bertahan dengan orang yang sudah tidak layak kita pertahankan. Seperti Bian yang sangat dia sayang, tapi Sharen sudah tidak sanggup untuk bersama mempertahankan hubungan yang sudah tidak mampu diselamatkan.


Sebelum benar-benar pergi, dia membaca beberapa chat yang masuk di ponselnya.


Tam-Tama :


Bu boss.., selamat menikmati liburan. Sampai jumpa lagi.


Kak Gladys :


Have fun ya Sha.., take care..


Kak Bian :


Sha.., kamu pergi hari ini? kenapa nggak ngabarin aku?


Nath :


Jaga kesehatan, jaga pola makan, banyak istirahat, nggak boleh kecapekan, Selalu happy. Jaga diri baik-baik karena nggak ada aku atau Javas yang bisa jagain kamu disana. Cintai produk dalam negeri, pulang ke Indonesia nggak boleh bawa bule, nanti dicari sama emaknya.


Call me when you get there and mind how you go, Sha.

__ADS_1


Sharen hanya tersenyum ketika membaca chat terakhir yang dia terima Tidak ada satupun chat yang Sharen balas ketika itu. Dia langsung menonaktifkan ponselnya.


__ADS_2