Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sehidup Semati


__ADS_3

Javas menuntun nenek masuk ke dalam Ja*zz milik istrinya. Sengaja memilih mobil kecil agar memudahkan nenek untuk naik dan turun. Sore ini, mereka akan pergi untuk berziarah ke makam ibu Kina, kakek serta suami dari Tante Tya.


"Suami kamu telaten ya.."


"Iya.., wajahnya doang yang garang...ya udah biasa juga sih Tante. Mas Javas kan juga sering nganter Oma..",


"Ya udah, ayo buruan...",


Mereka berempat pergi menuju ke pemakaman umum yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Hanya perlu lima belas menit saja untuk menjangkaunya.


Lagi-lagi, Javas menunjukkan perhatiannya kepada nenek. Kali ini, dia membukakan pintu untuk nenek yang kebetulan duduk di samping kemudinya.


"Istrinya dilupain..", gumam Kinara yang didengar jelas oleh Tante Tya.


"Masa iya, kamu mau cemburu sama nenek.."


"Hehe nggak kok te.., cuma merasa dicuekin aja..",


"Halah.., lebay. Kan nggak tiap hari kayak gini..",


"Iya-iya Tante..,


mau beli bunga dulu nggak..?",


"Kamu aja yang beli, Tante mau nyusulin mas Javas sama nenek. Kan mereka nggak tau dimana makam ibu kamu..",


"Nenek kan tau..",


"Ini makam udah banyak berubah Na.., nenek kan udah tua, pasti lupa..",


"Iya-iya, Kina beliin Tante..",


Tante Tya segera menyusul ibu serta keponakan menantunya.


Kina menenteng tiga buah keranjang berisi bunga. Dia segera menyusul ke makam ibu, tempat suami, nenek serta tantenya berada. Tanpa berdoa, karena sedang dalam keadaan haid, Kina hanya bisa menaburkan bunga di atas pusara ibu.


Terakhir Kinara pergi berziarah adalah satu hari sebelum dia menikah. Saat diberi tahu jika dia akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan bapaknya. Hancur lebur perasaan Kina saat itu, tapi saat ini Kinara datang dalam keadaan berbeda. Kinara datang untuk menunjukkan pada sang ibu, jika saat ini Kina sudah bahagia dengan laki-laki yang rela menikahinya. Meski awalnya tanpa cinta.


Ibu..


Kenalkan Bu, ini mas Javas, suami Kina. Dia bukan laki-laki pilihan bapak. Tapi, mas Javas adalah laki-laki yang memilih Kina untuk dia jadikan istri. Kina sekarang sudah bahagia Bu... Doakan pernikahan Kina menjadi ibadah yang bisa membawa Kina ke surga.


Sedikit meneteskan air mata, namun Kina buru-buru mengusapnya. Ada nenek yang seharusnya tidak melihat kesedihannya.


Beralih ke makam kakek, yang jarak meninggalnya tidak lama setelah ibu Kina.

__ADS_1


Kina berjongkok di samping suaminya. Javas yang sudah selesai berdoa, berbisik di telinga Kinara.


"Nenek nangis...",


"Iya.., mungkin kangen sama suaminya..",


Selesai, akhirnya Javas sudah memenuhi janjinya ada Kinara untuk membawanya ke makam ibu mertuanya.


Keduanya, kini sedang bercengkerama di teras rumah, sambil mengawasi anak-anak kost yang diharuskan sudah masuk ke dalam rumah sebelum jam 8 malam.


"Berarti nggak boleh lebih dari jam 8?",


"Nggak boleh..",


"Kalo lebih dari itu?",


"Ya pintu udah dikunci sama yang jaga mas..",


"Masih diizinin masuk?"


"Masih.., tapi ya dihukum bersihin kamar mandi sampe bersih.."


"Sayang.., waktu dimakam tadi, mas jadi mikir..",


"Apa?",


"Iya mas..",


"Kita bisa gitu kan?",


"Tergantung mas.."


"Kok mas?",


"Yang banyak godaannya kan mas.., bukan Kina..",


"Tapi, yang coba godain kamu kan banyak.."


"Iya tapi Kina nggak mau.."


"Terus, maksudnya mas mau gitu sama perempuan lain?",


"Ya nggak tau, mudah-mudahan sih nggak mas..",


"Nggak sayang.., cukup satu perempuan aja. Cukup kamu..",

__ADS_1


"Makasih loh udah buat hati Kina tenang..",


"Beneran, nggak percaya?",


"Iya.., percaya mas..",


"Kalo boleh memilih, mas aja yang meninggal duluan, jangan kamu dulu ya..",


"Mas tega jadiin Kina janda?",


"Mas nggak bisa kalo tanpa kamu.., mending mas aja yang pergi dulu..",


"Jangan ngomong gitu mas, Kina jadi merinding deh..",


"Kan mas bilang, kalo boleh memilih.., semuanya kan udah ada yang ngatur sayang..",


"Iya deh, mas duluan aja yang pergi, Kina belakangan aja. Kalo kina yang pergi dulu, nanti mas pasti cari istri baru..",


"Mas kayaknya salah bahas ini sama kamu..",


Kinara tersenyum tipis. Semakin hari komunikasinya dengan Javas memang semakin solid. Tidak ada lagi kecanggungan seperti saat pertama kali mereka menikah.


"Masuk yuk..., udah jam 9..., anginya kenceng banget mas..",


"Mau diangetin nggak?",


"Mau..", ucap Kina cepat.


"Sayangnya lagi lampu merah ya.., huh.. kapan selesainya...",


"Sabar, 3 hari lagi ya sayang..",


spoiler dulu ah :


"Mau ke clubbing?",


"Iya dad.., boleh ya.."


"Terus yang tanggung jawab sama kamu, kalo kenapa-napa, siapa?"


"Tama Mom..",


"Kok Tama..? dia ikut?",


"Iya..., bentar lagi pasti sampe kesini..",

__ADS_1


"Kalian lagi deket..?", tanya Mommy.


Sharen nyengir.


__ADS_2