
Tidak ada penyakit serius memang, Sharen hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ya, akhir-akhir ini memang dia sangat sibuk, bekerja di Prime, mengurus butiknya juga sesekali membuat video endorsenya. Bukan soal materi, tapi Sharen memang sangat senang mengerjakannya.
"Dad, mana mom..?", tanyanya.
Ya, semalam memang hanya Mommy Aira yang menginap untuk menunggu Sharen di rumah sakit. Daddy ada di rumah.
"Nanti juga kesini.., bentar lagi sayang..",
"Ini udah siang mom..tapi Dad nggak kesini. Nanya keadaan Sharen aja, nggak kan?"
"Nanya kok ke mommy..", ucap Mommy Aira berbohong. Padahal kenyataanya, suaminya itu sama sekali tidak bertanya tentang keadaan Sharen. Keterlaluan!
"Kemarin-kemarin aja waktu Kina sakit, Daddy tiap hari datang ke rumah sakit buat jenguk. Ini sama anak sendiri malah dibiarin gitu aja..", keluh Sharen.
Dia merasa jika perhatian Daddy untuknya sudah tidak seperti dulu. Sharen yang notabene adalah anak kesayangan, merasa jika Daddy nya justru lebih sayang kepada adik iparnya dibandingkan dengan dia, anak kandungnya.
"Ya, Daddy kan nganterin mommy jengukin Kina, Sha..",
"Iya, tetep aja kan mom..? judulnya nengokin, apapun tujuan awalnya. Daddy kenapa? marah sama Sharen karena lebih pilih Satria, dibandingkan Nathan? Daddy tetap anggap Nathan nggak baik mom? Itu, karena Daddy nggak mau kenal dekat sama Satria. Ngobrol juga nggak mau. Padahal, dulu waktu Sha deket sama kak Bian, Daddy mau ngobrol, meskipun hanya sesekali. Kenapa sekarang beda? Emang salahnya Satria dimana?",
"Sha...,
Daddy cuma belum ngasih lampu ijo, kamu sabar aja. Satria baik.., emang Daddy aja yang emang terobsesi kalo kamu itu harus jadi sama Nathan...",
"Emangnya Daddy nggak tau? kalo Nathan udah punya pacar? ",
"Tau..",
"Terus, kalo Nathan udah punya pacar, Sha harus sama Nathan juga, gitu? Sha disuruh jadi yang kedua? atau Sha disuruh ngrebut Nathan dari Dewi? iya? gitu mom..?",
"Kok kamu mikirnya sampe sejauh itu sih sayang..,
Kamu tenang aja, nanti mommy yang bilang sama Daddy ya..",
Sharen diam, dan enggan merespon kembali ucapan Mommynya. Yang jelas, sikap Daddy saat ini disebabkan karena hubungannya dengan Satria yang tidak mendapatkan restu.
"Ini Mommy telepon Dad dulu, kamu mau Dad ke sini kan?",
Sharen mengangguk seperti anak kecil.
"Mau dibawain apa sama Dad?",
"Nggak perlu apa-apa Mom..",
"Ya udah, Mommy keluar sebentar ya..",
Aira tidak terima, putrinya diperlakukan seperti ini. Apalagi oleh Daddy kandungnya sendiri.
Sudah mencoba berulang kali untuk menghubungi suaminya, tapi sama sekali tidak mendapatkan respon atau jawaban. Padahal, ponselnya aktif. Kesal, akhirnya Aisa menghubungi putranya, Javas.
"Halo Vas...",
"Iya mom..ada apa? perlu sesuatu..?",
"Daddy di rumah atau ngantor..?",
"Di rumah. Ini lagi di halaman belakang sama Javas, lagi main sama Ze..",
"Hmmm, kok mommy telepon dari tadi nggak ada sahutan..",
"Masa sih, tuh hape Dad di meja. Daritadi juga nggak ada suaranya..., mommy mau ngomong sama Dad..?",
Oh, di silent..
"Nggak perlu, nggak usah. Sampein aja sama Dad, mommy telepon. Gitu ya..",
"Iya mom..
Kak Sha, gimana?",
"Baik-baik aja..,
ya udah mommy jagain kak Sha dulu..,
jangan lupa sampein sama Dad, pesan mommy ya..",
"Iya mom..",
Aira menutup teleponnya dengan bersungut-sungut. Dia kesal dengan kelakuan suaminya yang bersikap cuek pada putri semata wayang mereka.
Namun, kekesalan Aira tidak berlangsung lama ketika melihat dari kejauhan, Satria datang.
Mommy Aira berdiri di tempatnya menunggu Satria berjalan mendekat.
"Halo..siang Tante...",
Sapa Satria dengan mencium tangannya.
"Anak baik-baik gini kok dibilang punya catatan hitam. Emang, mas Rendra kalo udah nggak suka sama orang tuh, bencinya keterlaluan", ucapnya dalam hati.
"Sat.., kamu pulang..?",
"Iya Tan, khawatir sama keadaanya Sharen...",
"Nggak apa-apa, dia cuma kecapekan aja. Yuk.., masuk...",
Aira mengajak Satria masuk.
"Sha..",
__ADS_1
Sharen tersenyum ketika melihat Satria akhirnya datang menjenguknya.
"Beneran pulang?", tanya Sharen.
"Demi kamu...",
Aira tersenyum sumringah mendengar percakapan putrinya dengan Satria, mengingatkan saat dirinya muda dulu. Ketika itu, dia juga dirawat di rumah sakit dan Rendra menunggunya semalaman.
"Gimana? apa yang dirasa..?",
"Masih pusing..",
"Tekanan darahnya rendah banget Sat..",
"Gitu ya Tante..,
jangan diforsir kerjanya ya. Inget kesehatan juga Sha..",
"Iya..
Makasih bunganya ya..", Sharen mengucapkan terima kasih karena bunga yang dibawa oleh Satria.
"Sama-sama..
Kok makannya belum dimakan? aku suapin ya..",
"Nggak perlu..., aku bisa..",
Meskipun awalnya menolak, tapi akhirnya Sharen mau untuk disuapi oleh Satria.
"Selamat siang...",
"Siang.., Vin...",
Tante Vina datang, menjenguk Sharen. Hanya sendiri, tanpa mengajak suami atau putrany.
"Sakit apa sih kak..?", tanya Tante Vina.
"Kecapekan aja Tante..",
"Kemarin Kina, sekarang kamu...",
"Ya, namanya juga rezeki Tan, siapa yang tau..",
"Oh ya, nih Tante bawain cemilan sehat buat kamu..",
"Makasih Tante..",
"Kak, makan dulu, nih Vina bawain makan siang . Pasti belum makan kan..?",
Tante Vina dan Mommy Aira mengobrol di Sofa, sedangkan Sharen melanjutkan makannya.
"Ya sibuk, tapi kan tetep aja bisa dikerjain sama asisten...",
"Makan dulu deh kak ..",
"Nanti ajalah Vin, masih kenyang. Tadi sarapannya kesiangan..",
"Mbak.., itu siapa?", tanya Vina berbisik.
"Itu Satria, yang lagi deket sama Sharen..",
"Oh....", jawab Tante Vina menganggukkan kepalanya.
"Gimana Vin, menurut kamu..?"
"Ya, gimana Sharen aja. Tapi, Vina sih tergantung kak Rendra aja. Ngasih izin nggak?",
"Ngasih lah..", bohong Aira.
Masih belum mendapatkan respon dari suaminya. Aira akhirnya mempunyai ide untuk pulang sebentar.
"Vin, kamu beneran nggak sibuk? kakak mau minta tolong..",
"Temenin Sharen ya. Kakak mau pulang, bentar aja..",
"Butuh sesuatu? kenapa nggak nyuruh orang nganter aja kak..",
"Nggak deh Vin..,
gimana? bisa titip Sharen nggak..?",
"Iya..bisa kak..",
Mommy Aira pulang, tujuannya hanya satu. Bertemu dengan suaminya.
Tanpa bertanya pada Maid, Aira langsung menuju ke halaman belakang. Dan, kebetulan suaminya masih berada di sana, bersama cucu dan putranya.
"Mas...",
"Lho..kamu kok pulang..?",
"Aira mau ngomong...",
"Sha sama siapa?",
"Kita bicara bentar..",
"Mas tanya sama kamu, Sha sama siapa? kamu tinggal sendiri..?",
__ADS_1
Mendengar percakapan kedua orang tuanya yang tidak seperti biasa, Javas segera mengambil putranya dari pangkuan Ody nya.
"Kita ke kamar ya sayang, kamu nen dulu ya, haus kan?
Kayaknya mau ada perang dunia lagi..", ucap Javas pada Ze.
"Sha sama siapa? mas tanya sama kamu..",
"Ditemenin Vina..sama Satria..",
Daddy segera mengambil ponselnya dan langsung menghubungi adik sepupunya.
"Halo kak..",
"Vin, kamu lagi di rumah sakit, nemenin Sharen kan?",
"Iya kak, kenapa?",
"Jangan sekali-kali kamu berani ninggalin Sharen sendirian..",
"Ini ada temennya kok..",
"Kalo kamu berani ninggalin anak kakak, awas aja kamu...pokoknya kamu harus tetap disitu..",
"Iya kak.., ada apa sih..?",
"Nggak usah banyak tanya, pokoknya kamu turutin aja perintah kakak.., jangan tinggalin sendirian..",
Rendra langsung menutup teleponnya.
"Sampe segitunya ya mas?",
"Kamu mau ngomong apa?"
"Sampe segitunya mas nggak percaya sama Satria? sampe-sampe ngancem Vina kayak gitu...",
"Kamu mau ngomongin ini?",
"Tadinya nggak mau ngomongin Satria, tapi sekarang jadi ngomongin juga.
Aira tau mas nggak suka sama Satria, tapi apa iya sampe mas nyuekin Sharen kayak gini? Sharen sedih karena mas nggak peduli sama dia..",
"Siapa bilang nggak peduli? mas protect Sharen, itu namanya nggak peduli? justru karena mas sayang sama dia..",
"Coba kenal Satria dulu mas.., abis itu mas baru bisa nilai dia..",
"Nggak perlu, mas lebih kenal dia.., dibandingkan kamu..",
"Catatan hitam? emangnya apa sih mas..? coba bilang sama Aira..",
"Satria nggak sebaik yang kamu pikir, dia itu penipu...",
"Penipu? gimana sih? jangan ngawur deh..",
"Tuh kan, mas udah bilang sama kamu, kamu nggak bakalan percaya kalo mas ngomong sama kamu Ra..",
"Ya percaya kalo ada buktinya..",
"Satria itu cuma manfaatin Sharen aja. Kamu tau? sebelum kamu pulang, mas ditelepon sama kolega mas. Satria pake nama mas buat nggaet investornya.., belum apa-apa, udah bilang kalo dia ini calon menantu Rendra Perdana.
Pede...enak aja seenak udelnya...dia bilang gitu..",
"Ya kan bukan berarti dia penipu kan mas..? kan emang bener dia sekarang lagi sama Sharen, ya wajarlah dia ngomong kayak gitu..",
"Calon menantu, itu kalo emang mas udah ACC.., ini belum dan nggak akan pernah. Dia itu udah nipu banyak orang.., dia narik investor biar nanam modal ke perusahannya. Ngakunya bagi hasil, tapi nggak ada realisasinya. Kamu tau? dia sama keluarganya sekarang punya kasus hukum karena dilaporin sama rekan bisnisnya? kamu tau nggak?",
"Itu cuma salah paham aja mas, Rida udah cerita dan jelasin ke Aira..",
"Jadi kamu tau?"
"Udah..., itu cuma persaingan bisnis aja, jadi saling lapor..",
"Ra..Ra.., kamu tau apa sih soal bisnis? kamu tuh udah dibohongin sama Rida..",
"Iya..Aira emang cuma lulusan SMA yang milih jadi ibu rumah tangga setelah jadi ibu dari anak-anak Rendra Perdana yang kaya raya. Aira ini emang bodoh, nggak seperti perempuan lain diluar sana.., gitu kan maksud mas..? ",
"Tuh kan, padahal mas bukan bermaksud kayak gitu...",
"Terus apa?",
"Kamu masih nggak percaya kan? oke silahkan.
Silahkan lanjutkan perjodohan ini, dan sampai kapanpun mas nggak akan kasih restu..",
"Mas jangan tutup mata sama laki-laki lain, selain Nathan mas..",
"Kamu juga jangan tutup mata, kalo emang cuma Nathan laki-laki yang tepat buat Sharen. Kamu sebenarnya takut kan? Karena Farah pernah bilang kalo dia itu nggak setuju kalo Nathan sama Sharen..? Sebenarnya kamu juga tau, kalo Nathan yang bisa diandelin, bukan yang lain..
Kalo cuma Farah masalahnya, kamu tenang aja. Farah udah berubah, dia setuju siapapun perempuan yang akan dipilih sama Nathan..",
"Iya, termasuk Dewi.
Mas tau Dewi siapa? pacar baru Nathan kan? mas mau nyuruh Sharen rebut Nathan dari Dewi, gitu maksudnya? mas mau, kalo anak kita nanti dibilang pelakor kayak Aira dulu mas..? mau kayak gitu..? keterlaluan kamu mas..",
Aira meninggalkan suaminya, sebelum Rendra memberikan penjelasan kepadanya.
"Bebal ya kamu Ra..",
Kira-kira, yang benar itu versi Dad atau Mommy ya?
__ADS_1