Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Ngambek..?


__ADS_3

"Udah..?",


"Udah yank..",


"Berangkat sekarang?",


"Iya yuk...",


"Pamit sama mamah papah dulu ya..",


"Mas aja.., Sharen nunggu di mobil..",


"Ngambek nih ceritanya..?",


"Nggak yank..


mas aja ya..",


"Ya udah nggak usah pamit kalo gitu, Mamah Papah juga masih di kamar..nanti biar Bibik aja yang sampein ya..",


"Nggak apa-apa nggak pamit?",


"Nggak apa-apa, kan pergi cuma sebentar aja..",


"Ya udah yok..",


Malam ini Sharen ingin makan lesehan di pinggir jalan. Meskipun berasal dari kalangan atas, tapi Sharen tidak malu untuk berbaur dengan orang biasa.


"Pelan banget yank, nyetirnya..",


"Ya kan mas hati-hati,


bukan cuma kamu aja yang mas jaga, tapi baby juga. Lagian, ini pelan kan karena cari warung yang kamu mau..",


"Itu di depan belok kanan yank...",


"Hafal banget kamu..",


"Iya dulu sering sama Javas makan disini..",


"Sama Javas atau Bian..?",


"Ye.., bahas mantan.., cemburu?",


"Nggak..ngapain cemburu sama si brengsek itu..",


"Jujur aja....",


"Ya nggak cemburu, cuma nyesel aja. Kenapa dari dulu nggak kepikiran ngerebut kamu dari dia.., kalo dari dulu mas lakuin. Mungkin baby yang ada di dalam perut kamu itu, bukan anak pertama kita, tapi anak ketiga..",


"Hemmmmm, gimana maksudnya..?",


"Oh iya, kan mas susah bikin kamu hamil ya..?",


"Yank.., kok ngomong gitu lagi? ya maksud aku tuh kok bisa yang ada di perut aku anak ketiga, gitu loh...",


"Ya kan kalo mas rebut kamu dari dulu, kita nikahnya juga udah lama..",


"Hmmmm gitu, berarti dari dulu udah ngincer aku ya..",


"Iya.., udah ngebet banget, tapi ditahan...",


"Uluh uluh, lucu banget sih suami aku..",Sharen membelai pipi suaminya sehingga membuat Nathan tersipu malu.


"Jadi makannggak sayang..?",


"Jadi.., laper banget...",


"Ya udah, yok turun...",


Mereka berdua turun, dan mencari tempat duduk lesehan. Kebetulan, suasana malam itu belum terlalu ramai karena sepertinya warung itu juga baru saja buka.


"Mau pesen apa, mas mbak..?",


"1 bebek goreng sambelnya matah aja, sama jeruk hangat satu.


Mas mau apa?",


"Mas pesennya 1 bebek goreng, jeruk hangat 2, sama 1 pecel lele, terus tahu tempe goreng. Udah itu aja...", ucap Nathan.


"Jadi pesennya bebek goreng, sambel matah 1 porsi, 1 pecel lele, tahu tempe goreng..",


"Bukan-bukan bebek gorengnya 1 aja, sambal matah nggak usah..", jawab Nathan.


"Lho yank, sambelnya aku..?",


"Nggak boleh makan pedes-pedes sayang...",


"Dikit aja yank..",


"Nggak boleh...!!",


"Jadi, ini gimana mas, mbak..?",

__ADS_1


"Pesennya kayak yang saya sebutin tadi mas, sambal matanya nggak..",


"Oke..,


ada lagi yang mau dipesan?",


"Ada sayang..? mau apalagi..?",


"Sambal matah yank..",


"Nggak.....",


Sharen pasrah dengan larangan suaminya. Tapi, di tetap patuh dan menurut.


"Makan yang banyak sayang...",


"Enak banget yank...",


"Mau lagi..?",


"Nggak..., ini udah cukup...",


Menikmati makan malam berdua dengan suasana dan tempat yang berbeda, membuat Sharen sangat bahagia. Di sela-sela makannya, ada beberapa muda mudi yang menyapa Nathan.


"Malam pak Nath...",


Nathan menoleh. Meskipun tidak mengenali semuanya, namun Nathan mengenali salah satunya. Mereka adalah pegawai cafenya.


"Loh..kalian..",


"Selamat makan pak..


Bu Sharen...",


Sharen tersenyum ketika disapa oleh pegawai cafe milik suaminy.


"Iya makasih.


Kalian makan disini juga..?",


"Iya pak, ini ada yang ulang tahun jadi ditraktir disini..",


"Kalo kalian makan disini, yang jaga cafe siapa?", tanya Nathan.


"Yang jaga kan shift 2 pak, kita-kita shift sore.",


"Oh gitu..",


"Permisi pak Nathan, kami mau duduk disana aja..",


Wajah Nathan berubah, seperti ada sesuatu yang dia pikirkan.


"Kenapa yank? malu ke gap anak-anak makan disini?",


"Nggak gitu..,


mas nggak enak aja ketemu mereka. Dibayarin aja ya sayang...",


"Iya udah, bayarin aja..",


"500 ribu, cukup..?",


"Mereka ada berapa tuh.. lebih dari 10 orang yank, nggak cukup itu..",


"Mas cuma bawa cash 500 doang, kamu ada..?",


"Ada, 500 juga..",


"Sejuta cukup..?",


"Cuku kayaknya..",


Nathan yang sudah selesai makan, segera mencuci tangannya.


"Uang kamu, mana sayang...?",


"Di dalam tas.., ambil aja sendiri..",


Saat Nathan hendak meraih tasnya,Sharen berseru.


"Yank-yank.., tunggu... jangan dipegang dulu tasnya..",


"Kenapa sih..?",


"Lap tangannya pake tissue, tangan kamu setengah basah. Tasnya mahal yank, hadiah dari kamu..., ratusan juta itu..", bisik Sharen.


"Iya kan bisa beli lagi..",


"Yank...",


"Iya-iya ini dilap...",


Nathan mengambil uang yang ada di dalam tas Sharen. Kemudian, dia menggabungkan dengan uang miliknya. Total satu juta rupiah uang yang akan diberikan kepada pegawainya.

__ADS_1


"Buat kalian jajan ya...",


"Wah...makasih pak.., padahal udah ada yang mau traktir nih pak..",


"Nggak apa-apa, buat jajan lagi kan bisa..",


"Makasih sekali lagi pak...",


Sharen sudah selesai makan, dan waktunya mereka untuk pulang.


"Berapa mas?", tanya Nathan.


"Seratus delapan puluh mas..",


"Sayang.., bayarin dulu ya, nanti mas ganti..",


"Iya..,


eh bentar deh yank, uangku cuma 500 tadi kan udah kamu ambil..",


"Loh.., nggak ada uang lagi..?",


"Nggak ada lah..",


"Terus gimana bayarnya..?


Mas bisa pake credit card atau debet card nggak?",


"Mana bisa sih yank, disini harus bayar cash...",


"Terus gimana?",


"Ya mau nggak mau ya ambil duit dulu..., tapi ATM jauh yank...",


Nathan nampak berpikir dan sepertinya ini jalan satu-satunya yang harus dia lakukan, meskipun sebenarnya harus menanggung malu.


"Kenapa pak..?",


"Bisa pinjem uang yang saya kasih nggak? 200 aja, besok janji diganti. Saya sama istri cuma bawa duit sejuta, udah dikasih ke kalian semua. Warungnya nggak bisa cashless soalnya..",


"Hehehe.., iyalah pak nggak bisa. Namanya juga warung kaki lima. Nih pak.., nggak usah diganti, kan ini uang bapak..",


"Besok pasti saya ganti kok..


makasih ya..",


Nathan membayar makanan yang bernilai seratus delapan puluh ribu. Uang kembalian dua puluh ribuannya dia berikan kepada tukang parkir.


"Mas sih.., nggak tanya dulu..", ucap Sharen saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Ya mas pikir kamu punya uang lagi sayang...",


"Cuma itu aja yank, kan aku juga nggak banyak uang cash...",


"Ya udah nggak apa-apa, besok mas ganti aja duitnya..",


"Iya..


yank..."


"Pengen apa sayang..?",


"Tiba-tiba aku pengen ke rumah Mommy...",


"Ya udah, ayok...",


"Nginep ya yank...?",


"Nginep...?",


"Iya..aku kangen sama kamar aku..",


"Sha.., kamu beneran ngambek sama Mamah Farah...?",


"Hmmmm nggak yank..",


"Jangan bohong...",


"Cuma kesel aja kok..",


"Mau nginep berapa hari?kamu pengen makan diluar karena pengen juga keluar dari rumah?",


"Nginep semalem aja yank..",


"Ya udah, ayo kita nginep disana..",


"Kepaksa nggak? kalo kepaksa nggak usah..",


"Nggak.., yang paling penting buat mas tuh kamu seneng, kamu happy. Jadi, kamu enjoy sama masa kehamilan kamu..",


"Makasih yank...",


"Sama-sama sayang..", elusnya pada kepala sang istri lalu beralih pada perut Sharen yang sudah mulai sedikit membuncit.

__ADS_1


"Sehat-sehat anak Daddy..", ucap Nathan


__ADS_2