Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kina day


__ADS_3

Javas belum berubah, dan Kinara tentu saja sudah jengah. Setiap hari berulang seperti itu. Pagi kerja, sore pulang tapi tidak ke rumah melainkan memilih untuk menemani Mine. Kinara masih mempunyai stok kesabaran, tapi entah sampai kapan.


Ya, ini memang kesalahan Kinara yang mengizinkan suaminya. Tapi, bukan salah Kinara sepenuhnya. Ada beberapa pihak yang masing-masing berperan.


Javas yang tidak mempunyai batasan. Sudah diberikan kesempatan oleh istrinya. Bukannya memanfaatkan dengan baik, seperlunya dan sepatutnya dan sesuai kapasitasnya sebagai seorang suami dan mantan kekasih. Tapi, Javas sudah keblabasan dengan memberikan sebagian besar waktunya untuk gadis itu. Mine yang sakit, yang memilih untuk meninggalkan Javas. Tapi, gadis itu tiba-tiba kembali dan mencarinya.


Keluarga Aldo, terutama Farah. Yang memohon Javas untuk menemani Mine, disisa hidup putrinya. Farah seakan tidak mempedulikan status Javas dan Kinara yang kini telah resmi menikah. Farah mengabaikannya. Yang terpenting baginya saat ini adalah kebahagiaan Mine. Dia lupa, jika ada dua orang wanita yang saat ini tersakiti.


Dua? Yang pertama sudah tentu Kinara. Lantas, siapa yang satunya? Jawabannya adalah Sharen. Ya, gadis itu memang memilih untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Nathan yang sebenarnya sudah hampir memiliki komitmen. Sharen menganggap jika Nathan sama, mengorban pernikahan Javas untuk kebahagiaan Jasmine, adiknya.


Nathan terpaksa merelakan Sharen pergi menjauh darinya. Keinginan hatinya bertentangan dengan kenyataan yang harus dia hadapi saat ini. Bertahun-tahun mempertahankan perasaanya pada Sharen, hingga rela melihat gadis itu dengan yang lain. Tapi, secepat ini juga dia harus melepaskan semuanya. Semua waktu, perhatian, kasih sayang, dan cinta yang selama ini dia berikan untuk Sharen, ternyata sia-sia. Nathan sakit, menahan luka hatinya seorang diri.


Esok hari, adalah hari ulang tahun Kinara. Dan, malam ini Javas yang memang baru saja pulang, langsung menyiapkan surprise kecil untuk istrinya.


"Happy birth day to you..happy birth day to you.....",


Javas membawa sebuah kue tart dengan lilin diatasnya yang menyala. Kinara yang memang belum benar-benar terlelap, seketika bangun dari tidurnya. Masih di atas ranjang, dia memandang suaminya yang masih berpakaian lengkap seperti saat pergi tadi.


"Tiup dulu sayang...",


Kinara meniup lilin tersebut.


"Makasih mas...", ucapnya.


Javas mengecup kening Kinara.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga sehat, selamat, jadi istri Soleha, bisa temenin mas sampai tua nanti...",


"Aamiin...", senyum Kinara.


"Kamu nggak minta kado?",


Kinara menggeleng.


"Kan kadonya besok pagi mas..",


"Tapi, mas punya kado buat kamu..", ucapnya memberikan sebuah kotak sedang untuk istrinya.


"Ini apa?",


"Buka aja..", Javas beranjak meletakkan kue yang dibawanya ke atas meja. Sedangkan Kinara membuka kado yang diberikan Javas untuknya.


Kado dari Javas adalah satu set perhiasan mewah untuknya.


"Wah..., bagus banget mas...",


"Suka..?"


"Suka.., makasih mas..",


"Sama-sama..


mas pakein ya..selama kita menikah, mas belum pernah ngasih perhiasan buat kamu..",


Javas memakaikan kalung serta gelang, cincin dan anting, Kinara memilih untuk menyimpannya.


"Cantik banget kayak kamu..",


"Makasih...,


mas baru pulang...?",


"Iya sayang...",


Ingin marah, tapi dia tahan. Kecewa? jangan ditanya. Tidak ingin merusak suasana, Kinara memilih untuk mengabaikannya.


"Mas mau mandi..",


"Udah Na siapin semuanya, seperti biasa..",


"Temenin yuk...",


"Kemana malam-malam gini mas? udah jam 12 lebih..",


"Temenin mas mandi..",


"Na udah mandi...",


"Tapi kan sekarang belum..",


"Mas..mas..", dengan tiba-tiba Javas membopong tubuh istrinya. Dengan berciuman, Javas membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Sudah tau Javas menginginkan apa kan? Baru saja memberi kado, tapi dia sudah meminta kado balasan dari istrinya.


Suara decapan terdengar jelas saat kedua bibir mereka beradu. Dengan gampangnya, Javas membuka baju tidur kimono yang istrinya kenakan.


"Mas....",


"Mas kangen sayang..", ucapnya.


Hari berganti pagi. Kinara membuka matanya tapi suaminya masih terlelap. Kinara bangun lalu memulai aktivitasnya. Pagi ini, tidak perlu tergesa-gesa membangunkan suaminya untuk menunaikan ibadah solat subuh , karena tadi mereka sudah melakukannya bersama.


Kinara menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Atasan kaos dengan bawahan celana pendek selutut. Hari ini, Javas berjanji akan menemaninya seharian. Dan Kina akan menagih janji tersebut.


"Mas..", ucap Kina yang membangunkan suaminya dengan lembut.


"Hmmmm...",


"Bangun....",

__ADS_1


"Ngantuk sayang...",


"Katanya mau nemenin..?",


Javas membuka matanya. Dia langsung melihat kecantikan alami istrinya. Ya, meskipun belum memoleskan make up, Kinara tetap terlihat cantik.


Javas tersenyum lalu, menarik tangan istrinya hingga tubuhnya jatuh di atasnya. Javas memeluknya erat.


"Mas..susah nafas..",


"Wangi banget...",


"Kan Kina udah mandi..",


"Kan sebelum solat tadi kita udah mandi..",


"Biar seger aja..",


"Kenapa nggak nunggu mas? kita mandi bareng..",


"Nggak jadi mandi nanti..",


"Terus jadinya apa?",


"Bercinta..",


"Suka kan tapi?",


"Mas..lepasin..., cepatan mandi.., mas ada janji loh sama Kina..",


"Iya iya sayang...",Javas melepas pelukannya dan Kina langsung melepaskan diri dari Javas.


"Baju gantinya udah Kina siapin..",


"Iya makasih sayang..",


Mereka berdua turun, sudah rapi dengan pakaian perginya. Kinara yang memang hari ini ulang tahun, langsung disambut oleh keluarga yang lain. Mereka memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kinara.


"Selamat ulang tahun menantu mommy, semoga panjang umur, sehat selalu, rukun-rukun sama anak mommy ya..",


"Makasih mommy..", ucapnya cipika cipiki.


"Selamat ulang tahun ya Na..", ucap Daddy dengan menepuk pundak serta mengelus kepala menantunya.


"Makasih dad...",


"Happy birthday kak Na, semoga tambah cantik, terus tambah sayang sama Jaz ya...",


"Makasih ganteng...",


"Wah..makasih...", ucap Kinara. Dia mengambil kado berupa box berukuran cukup besar dari tangan Jaz.


"Kakak taruh sini dulu ya Jaz...",


"Kak Javas ngasih kado apa?", tanya Jaz penasaran.


"Ada deh, mau tau aja.., kepo deh..",


"Ye.., cuma tanya doang..",


Sharen yang tiba-tiba muncul juga langsung memberikan ucapan selamat kepada adik iparny, sekaligus memberikan sebuah kado untuk Kinara.


"Panjang umur, sehat, dimurahkan rezeki, berkah sepanjang usia..,cepet dikasih momongan, biar kakak sama Jaz punya ponakan..",


Kalimat terakhir yang membuat Kinara sedikit berubah ekspresi wajahnya. Sharen hanya berniat mendoakan, tapi entah apa yang dipikirkan Kinara. Mungkin, dia merasa sedih atau bisa jadi tersinggung.


" Semoga kamu suka ya sama kadonya..", ucap Sharen.


"Makasih mbak...",


"Sama-sama...",


Pagi itu, ada sedikit hal yang berbeda. Meja makan penuh dengan makanan. Dari mulai nasi kuning, aneka kue serta masih ada beberapa makanan yang lain yang memenuhi meja makan. Mereka memang sedang merayakan ulang tahun Kinara, meskipun dengan cara yang sederhana.


"Kalian mau kemana?",tanya mommy.


"Mau kemana sayang..?",


"Jalan-jalan aja, yang penting sama mas..",


"Ya, emang seharusnya kayak gitu..", ucap Mommy.


Ternyata, surprise untuk Kinara tidak sampai disitu saja. Saat hendak pergi, dia dikejutkan dengan sebuah kado besar yang berada tepat di halaman rumahnya. Sebuah mobil mini Cooper berwarna light white lengkap dengan pita yang menghiasi.


"Ini kado buat kamu, dari Daddy sama mommy...", ucap Mommy.


"Buat Kina mom..?",


"Iya buat kamu...",


"Mommy...makasih....,


makasih Daddy...",


"Sama-sama sayang..",


"Ini kuncinya kak...", ucap Jaz yang memberikan kunci kepada Kinara.

__ADS_1


"Mau nyoba..?", tanya Javas.


"Mau..tapi mas aja yang nyetir...",


"Mau jalan-jalan pake mobil ini aja?", tanya Javas lagi.


"Boleh...",


"Pamitan dulu, sama semuanya..",


Setelah berpamitan, serta melepas pita yang menghiasi mobil miliknya. Kina dan Javas pergi, menikmati "Kina day", yang Javas janjikan kepada istrinya.


"Seneng nggak?",


"Seneng banget.., makasih ya mas...",


"Iya sayang...",


"Kenapa kadonya mewah kayak gini mas? ",


"Kado yang mana?",


"Semuanya, dari mas.., dari mom dad, Jaz, dari mbak Sharen pasti mewah kalo nanti Kina buka..",


"Mas ngasih kamu perhiasan, karena mas emang belum pernah kasih kamu perhiasan, kalo dad sama mom ngasih mobil. Katanya, biar kamu juga punya mobil yang sama kayak punya kak Sharen. Kamu kan juga anak perempuannya.., jadi adil..",


Kina bersyukur mempunyai kedua mertua yang sangat menyayanginya. Selalu memberikan barang-barang yang sama dengan Sharen. Mommy selalu bersikap adil kepada Kina dan Sharen.


Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah tempat wisata keluarga. Tidak masalah saat itu hari terasa sangat panas, yang membuat kulitnya mungkin akan gelap. Yang paling penting bagi Kina adalah bisa bersama dengan suaminya.


"Di dalam sana ada apa sayang..?",


"Ya wisata petik buah, ada wahana permainan, ada food street, pokoknya banyak..",


"Kamu pernah kesini? sama siapa? Mantan?",


"Nggak...., pernah sama temen-temen waktu pulang kuliah..",


"Oh kirain..",


"Kesana yuk mas..",


Javas melihat Kinara yang terlihat sangat bahagia. Perasaan bersalah seketika muncul dalam dirinya karena akhir-akhir ini dia hanya memberikan sisa waktunya. Bukan, menjadikan Kinara sebagai prioritasnya.



"Sayang...",


"Kenapa?",


"Masih mau keliling?",


"Iya mas.., kenapa?",


"Nggak apa-apa.., tanya aja. Cantik banget sih..", ucapnya ketika sudah berhasil mendapatkan potret istrinya.


Puas berkeliling, mereka memilih untuk istirahat di saung. Sekaligus memesan untuk makan siang.


"Mas pesen segitu banyaknya?"


"Iya..",


"Nggak abis mas..",


"Habisin,


Mas tau kamu turun berat badannya. Makan yang banyak ya..",


"Tau dari mana?",


"Perlu mas jelasin? mas ini udah liat semuanya loh, mas tau biasanya takarannya seberapa..",


"Ih...", cubit Kinara pada suaminya.


"Bener kan? turun berapa kilo?",


"Turun 3 kilo mas..",


"Nggak usah mikir yang macem-macem ya..


Mas cuma milik kamu kok, nggak ada yang lain...",


Kina hanya diam. Pokoknya dia tidak ingin merusak moment mereka bersama. Karena ini adalah waktu emas yang sangat jarang sekali mereka miliki.


"Balik yuk...",


"Pulang? kan masih siang.., janjinya sehari loh..",


"Ke mall aja, mas pengen belanja..",


"Hmmm ya udah ayo..,


tapi, mau belanja apa?",


"Apa aja..",


Menyudahi kegiatan mereka di tempat wisata tersebut, mereka beralih menuju ke sebuah mall besar di kota tersebut.

__ADS_1


__ADS_2