Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Waktu


__ADS_3

Keadaan sudah berbeda. Waktu Javas banyak tersita untuk menemani Jasmine. Javas sendiri memang sudah mendapatkan izin dari Kina. Dan, istrinya itu memang selalu mengizinkan. Lebih tepatnya, mengikuti apa kemauan Javas.


Javas setiap hari pergi ke kantor, kecuali weekend. Tapi, dia juga setiap hari pergi menjenguk Mine, meskipun weekend. Yang notabene adalah waktu yang seharusnya dia habiskan bersama istri tercintanya.


"Nanti malam pulang jam berapa? tengah malam lagi..?",


"Mas hari ini ngantor sayang, jenguk Mine paling kalo udah sore..",


"Jadi...? bener sampe tengah malem lagi..?",


"Nggak.., nanti jam 9 malam mas usahain udah sampe rumah ya.."


"Berarti nggak pasti kan..?"


"Mas usahakan...",


"Ya udah kalo gitu...",


Kina yang merasa kesepian, menerima ajakan mommy untuk berbelanja. Berbelanja berdua bersama mommy ternyata menyenangkan. Selain bisa dekat dengan ibu mertuanya, sedikit demi sedikit Kinara juga belajar menjadi sosialita. Bukannya ingin bergaya, tapi Kinara memang istri seorang pewaris utama dari Prime grup.


"Tiap hari Javas pulang larut malam ya Na..?",


"Iya mom..jam 11, 12..kadang hampir jam 1 malam..",


"Terus, kamu tanya nggak? kenapa sampe jam segitu?",


"Kan Kina udah tau mom, kenapa harus ditanya..?",


"Kamu nggak protes..?"


"Protes..tapi ya mau gimana lagi?",


"Bilang yang tegas sama dia Na.., kalo mau jenguk itu sewajarnya. Jangan sampe tengah malam kayak gitu...",


"Yang penting mas Javas pulang mom.., masih inget kalo ada istri di rumah..",


"Antara pasrah sama lelah ya Na..?",


"Iya mom...",


"Javas masih minta haknya kan?",


"Haknya...? oh....itu? selalu mom..., jangan ditanya kalo itu. Kalo mas Javas nggak minta, malah justru Kina harus curiga kan mom...?",


"Iya..kamu pasti paham yang kamu maksud..",


"Kita pilih tas ya.., kamu mau kembaran sama kak Sharen nggak?",


"Emangnya ada yang mau nikahan mom..?",


"Enggak ada..ya mommy pengen beliin buat kalian aja...",


"Kalo mommy pengen beliin, berarti terserah mommy mau beliin yang kayak gimana...",


"Oke..yuk pilih yang sebelah sana aja, kayaknya ada yang bagus. Nanti kembaran sama kak Sharen aja..",


Dan, lagi-lagi memang Javas pulang larut malam. Dia selalu absen untuk makan malam bersama. Lama kelamaan Kinara sudah terbiasa.


Javas masuk ke dalam kamar ketika istrinya sudah terlelap tidur. Javas hanya membangunkan istrinya ketika dia ingin menyalurkan hasratnya saja. Selebihnya, dia membiarkan Kinara untuk tidur, karena istrinya itu selalu menyiapkan baju ganti untuknya.


"Maafin mas sayang.., waktu mas habis buat Mine. Semoga kamu mengerti..", ucapnya memberikan kecupan di kening Kina, saat Javas hendak tidur.


Bukannya Kina, tapi Sharen yang justru uring-uringan ketika mendengar cerita dari mommynya tentang Javas. Sharen bahkan marah dengan Javas, dengan tidak lagi berbicara dengan adiknya. Malas ribut, dan memilih untuk mendiamkan Javas.


"Vas.., nanti malam kita ada undangan dinner dari kolega...", ucap Daddy ketika Javas sudah duduk di kursinya, ketika mereka akan sarapan bersama.


"Jam berapa Dad..?",


"Jam 7 malam, Dad harap kamu bisa datang..",


"Iya Dad.., Javas usahakan...",


"Harus...", ucap Javas tegas.


"Iya dad...",

__ADS_1


"Ajak Kina, karena Dad juga ngajak Mommy...",


"Iya Dad...",


Kinara sendiri juga kaget, karena Mommy juga tidak berkata apapun tentang undangan yang dimaksud oleh Daddynya.


"Mas yakin, nanti malem bisa pulang tepat waktu..?",


"Bisa sayang..",


"Kalo nggak bisa, mending bilang nggak bisa dari sekarang. Nanti daripada ditungguin tapi mas nggak pulang-pulang, daripada nanti Kina sia-sia dan..........",


Cup...


Javas mencium bibir Kina sekilas.


"Mulai kapan sih, istri mas cerewet kayak gini..? nanti mas pulang awal sayang.., kamu dandan, tapi nggak usah terlalu cantik ya..",


"Kenapa emangnya?",


"Nanti banyak yang tergoda sama kamu..",


"Gombal..."


"Beneran...nggak dandan aja udah cantik kayak gini, gimana dandan..",


Entah sebuah basa-basi, atau memang pujian jujur yang Javas ucapkan. Tapi, Javas memang tidak berubah. Hanya saja, waktunya memang tersisa sedikit untuk istrinya setelah dikurangi waktu untuk bekerja dan untuk mantan kekasihnya.


Gaun yang saat ini Kina kenakan adalah satu-satunya gaun yang di approve oleh Javas untuk Kina pakai. Javas memang sengaja meminta istrinya untuk mengirimkan gaun yang akan dipakai oleh istrinya. Setelah satu sampai empat gaun yang dia kirimkan. Barulah, foto gaun kelima yang disetujui oleh Javas. Gaun panjang yang tertutup, baik lengan atau dibagian dadanya. Meskipun begitu, tetap terlihat elegan dan menawan. Sangat cocok dengan kepribadian Kinara yang anggun.


Jam sudah menunjukkan setengah tujuh malam, tapi belum ada tanda-tanda Javas pulang.


"Kamu udah hubungi dia Na..?",


"Udah mommy.., tapi nggak direspon..",


"Coba mommy hubungi Tante Farah aja, biar nyuruh Javas pulang..",


"Tuh kan.., kamu sih Na.. pake ngizinin Javas segala. Gini kan jadinya..",celetuk Sharen yang dari tadi memang sudah tidak tahan ingin berbicara.


"Mendingan kamu sudahi deh Na, misi 30 hari itu. Ini baru seminggu, tapi Javas udah kayak gini. Cepetan sadar Na.., sebelum terlambat..",


"Kak.., bisa diem nggak?",


"Sharen kayak gini karena Sha perduli sama Kina mom...",


"Iya tapi nggak usah jadi kompor gitu ah, mommy nggak suka. Kalo mau nasehatin itu, yang baik caranya. Bukan kayak gitu, kesannya kamu ngeledek adik ipar..",


"Ya maaf mom..maksud Sha kan baik..",


"Ini Farah juga nggak bisa dihubungi. Ditelepon nggak diangkat.."


"Mommy..kata mas Javas kita duluan aja ke lokasi, nanti mas Javas nyusul..",


"Oh gitu, ya udah..",


"Atau Kina nggak usah ikut aja mom..",


"Ikut.., kan Javas udah bilang kalo dateng kan?",


"Iya mom..",


"Ya udah yuk.."


Mereka bertiga masuk ke gedung, tempat berlangsungnya acara. Ini memang undangan dari kolega yang akan meresmikan salah satu usahanya. Tidak hanya dari Prime grup yang diundang, ada banyak pengusaha-pengusaha yang lain juga.


"Selamat malam pak Rendra...",


"Selamat malam PakRudi..",


"Terima kasih sudah hadir, malam ini..",


"Sama-sama..semoga usaha barunya sukses pak..",


"Makasih pak...,

__ADS_1


ini yang muda...?", tunjuknya pada Kinara. Aira langsung berekspresi kesal sekaligus gemas. Jelas-jelas Aira menggandeng Rendra. Tapi, yang dikomentari malah Kinara. Ya, posisi menantunya memang berada di sisi Kanan Rendra, sedangkan Aira berada di sebelah kiri. Jadi, kesannya Dad Rendra seperti diapit oleh keduanya.


"Ini istri saya pak, masih sama.., satu-satunya dan insya Allah sampai akhir hayat. Yang ini, menantu saya, istri Javas..",


"Malam pak..", ucap Kinara dengan menundukkan kepalanya.


"Javas? sudah menikah pak?",


"Sudah.., tapi memang belum kami rayakan saja..",


"Javasnya mana pak?"


"Masih ada kerjaan, sebentar lagi juga nyusul...",


"Oh begitu..",


"Kami permisi dulu pak..",


"Silahkan pak, semoga enjoy dengan acara kami.."


Mereka bertiga menuju ke meja, tempat yang sudah disediakan.


"Javas tuh gimana sih Na.., kenapa nggak sampe-sampe. Ini udah setengah acara, tapi nggak nongol-nongol juga..",


"Katanya udah didepan mom.., mau parkir mobil...",


Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Javas sampai.


"Maaf Dad.., mom..telat..",


"Kebiasaan.., nggak on time. Kenapa?",


"Iya maaf...",


"Ditanya nggak jawab. Ini juga, kenapa jas kamu kayak gitu? ",


"Gitu gimana mom..?",


"Lecek.., nggak cocok sama Kina. Dikira nanti kamu itu sopirnya, bukan suaminya..",


"Astaga mommy..",


"Udah sayang, jangan ngomel nggak enak kalo didenger orang..",


"Didenger siapa? orang semeja cuma berempat gini...",


Daddy diam setelah peringatannya gagal menembus mommy. Kina pun diam, karena terlanjur kecewa dengan suaminya.


"Mas minta maaf karena telat datang..", ucapnya ketika Kinara memberikan baju ganti untuk Javas.


"Iya...", ucapnya datar.


"Dijalan macet sayang..",


"Iya...",


"Tadi mas udah usaha buat balik cepet. Tapi, Mine tiba-tiba bangun, dia nyariin mas. Padahal mas tadi udah di dalam mobil...",


"Iya..",


"Kok iya-iya aja..?",


"Terus harus gimana? nggak...? gitu..?"


"Kamu marah sama mas..?",


"Mas tau nggak sih? Kina tadi malu banget, Kina dikira istri mudanya Daddy gara-gara Daddy ada ditengah-tengah Kina sama mommy. Tau kayak gitu, Kina nggak usah datang aja tadi, mendingan tidur di rumah..",


"Sayang, jangan gitu. Mas minta maaf..",


"Di pakai dulu bajunya.., handuknya taruh di tempat biasa..", ucapnya lalu naik ke atas ranjang.


Kinara membuka matanya perlahan. Yang pertama kali dia lihat adalah wajah tampan Javas yang terlelap tidur, dengan tangannya yang memeluk tubuh Kinara erat.


"Apa bener kata mbak Sharen kalo Kina ini bodoh mas? Tapi, sepertinya memang iya. Mas udah sering ingkar janji, dan Kina selalu maafin. Kina mau benci tapi nggak bisa. Gimana bisa benci? Kina aja sayang banget sama mas..", ucapnya dalam hati ketika memandangi wajah suaminya.

__ADS_1


__ADS_2