
"Javas sakit ya mom..?",
"Iya..,demam..",
"Kasian..,
Ngamuk..?",
"Nggak.., dia diem..",
"Padahal dulu waktu mom masih sakit, Javas itu killer loh mom.., galak banget. Sekarang kok mlempem?",
"Mom juga nggak tau, kenapa dia jadi berubah kayak gini Sha..",
"Coba Sha ada disitu mom, udah dihibur-hibur deh..",
"Makanya, cepet pulang..",
"Masih mau disini kayaknya..",
"Kenapa? kecantol bule?",
"Hehehehe..",
"Beneran?",
"Nggak mom.., cuma temen aja..",
"Kamu itu anak perempuan satu-satunya, cucu perempuan satu-satunya. Mommy nggak mau kalo kamu dapet suami jauh..",
"Iya mom..iya..",
"Awas aja ya..",
"Padahal, harusnya seneng loh mom punya cucu blasteran. Memperbaiki keturunan..",
"Alah nggak..nggak usah...., mommy lebih seneng liat bayi eksotis..",
"Yah..mom.., susah banget sih dibujukkinnya..",
"Pokoknya cepet pulang..",
"Padahal Sha udah bilang ke Dad kalo liburan disini satu bulan lagi..",
"Yang bener?",
"Iya..",
"Terus dad gimana?",
"Oke.., Sha mau dikirimin uang lagi..",
"Dasar..Daddy kamu tuh.., nggak diskusi dulu sama mommy..",
"Nggak boleh berantem loh Mom.., kasian Javas sama Jaz..",
"Nggak..",
Tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada putranya. Javas akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit karena demamnya tidak kunjung turun, justru semakin naik.
"Gimana dok?",
"Sudah diambil sampel darahnya, nanti kami observasi lebih lanjut..",
"Nggak ada yang serius kan, dok?",
"Sepertinya tidak pak.., makanya kami butuh periksa lebih lanjut..",
"Baik dok.., terima kasih..",
Patah hati ternyata membuat tubuh Javas kalah. Rendra sampai heran dengan putranya yang tampang seperti security, tapi hati hello kitty. Memalukan, tapi apa harus dikata. Ini adalah putranya.
"Mas dulu pernah putus cinta, tapi nggak kayak gini sayang..",
"Putus cinta sama siapa? mbak Nest? kan mas dulu langsung ngejar Aira...Waktu Aira nolak diajak pergi touring aja, mas langsung wajahnya putih pucet semua. Ya sama kayak Javas, gini. Buah nggak jatuh jauh dari pohonnya. Inget, mas itu bibitnya..",
__ADS_1
"Tapi kan dulu mas langsung sat set, ngajak kamu nikah.., walaupun sempet ditolak, tapi akhirnya ngajak nikah duluan..",
"Hah? Aira ngajak mas nikah duluan? enak aja.., itu kan karena Aira minta pertanggung jawaban..",
"Sssssttt.., itu aib kita. Jangan sampe anak-anak tau..",
"Abisnya mas yang mulai. Anak kita sakit, karena udah beberapa Minggu nggak doyan makan. Dia kepikiran.., jadi akhirnya tumbang kayak gini..",
"Iya sayang.., kasian.."
"Mas nggak ada niat sedikitpun buat bantu Javas ya mas..",
"Bantu apa? kan mas udah bilang berapa kali sama kamu.., apa Javas biar nyusul Sharen aja ya?",
"Nyusul Sharen? mas.., satu anak kita pergi aja udah bikin rumah jadi sepi, apalagi kalo dua? mau jadi apa rumah kita? kuburan? sebentar lagi dokter Kinara juga kan udah pergi..",
"Dokter Kinara pergi? kenapa?",
"Aira udah sehat mas.., nggak perlu lagi pengawasan. Dokter Kinara juga kan masih kuliah.., biar dia konsen..",
"Oh.., kapan?",
"Akhir bulan nanti..",
"Kalo Javas udah sembuh, kita ke rumah Ayah ya..",
"Kenapa? tumben..",
"Pengen nyekar ke makamnya ibu.., semalem mas tiba-tiba mimpiin ibu.., mungkin kangen sama cucu mantunya..",
"Anaknya nggak disebutin?",
"Iya.., pastinya kangen sama kamu. Kita liburan disana, siapa tau Javas bisa sedikit terhibur..",
"Iya mas..",
Aira tidak tinggal diam. Jika merayu Rendra tidak kunjung menunjukkan hasil. Aira masih mempunya cara lain untuk mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Diam-diam Aira membantu putranya.
"Selamat siang, Tante..",
"Eehmm.., maaf Tante kenapa tiba-tiba mau ketemu sama Luna.. soal kak Bian sama kak Sharen ya? maaf ya Tan.., Luna nggak bermaksud seperti itu..",
"Oh.., nggak.., Tante udah tau semuanya dari Sharen dan Tante memaklumi kok. Tante cuma mau tanya soal Nathan..",
"Kak Nathan? kenapa Tan?",
"Kamu masih pacaran sama Nathan?",
"Masih Tante.., ada apa? apa kak Nathan punya hubungan sama kak Sharen?",
"Bukan Lun.., tapi Tante mau tau aja. Kamu masih lancar komunikasi sama Nathan?",
"Lancar Tante..",
"Bisa nggak kamu bantu Tante? bisa telepon Nathan sekarang? Tante pengen ngomong sama dia..",
"Buat apa Tante?"
"Ini soal Yasmine..",
"Oh Yasmine..?", jawabnya manggut-manggut.
"Kenapa? kamu tau sesuatu?"
"Nggak Tante..,
Luna coba hubungi kak Nathan ya Tan..",
"Masih pake nomor lokal kan?",
"Masih Tante..",
Setelah sampai lima kali dihubungi tapi ternyata tidak ada respon. Akhirnya Luna mengirimi kekasihnya pesan.
..."Luna mau ngomong, angkat ya kak..",...
__ADS_1
Tapi menunggu sampai 10 menit, tidak kunjung ada balasan.
"Belum di read Tante..",
"Apa Nathan tau ya kalo kamu lagi sama Tante?",
"Nggak ah, kan Luna nggak cerita kalo mau ketemu sama Tante. Tante Aira sih bilangnya mendadak banget, Tan..",
"Iya.., Tante lagi kepikiran aja kalo masih ada kamu..",
"Ada apa sih Tan?",
"Nggak ada apa-apa. Cuma Nathan sama keluarganya itu susah banget dihubungi..katanya kalian lancar komunikasi? kok telepon sama chat nggak dibales?",
"Kak Nathan cerita kalo memang lagi rilis bisnis disana. Kalo chat biasanya ya kak Nathan duluan Tante, itu baru bisa lancar. Tapi, kalo Luna duluan yang chat, ya masih nanti malam balesinnya.., telepon juga gitu. Pokoknya selama kak Nathan di Aussie, Luna ya memang nunggu kak Nathan chat atau telepon duluan..",
"Gitu ya..
Lun.., bisa nggak sampein biar Nathan yang hubungi Tante. Bilang aja kalo Tante mau ngomong soal Yasmine sama Javas..",
"Iya Tante.., nanti Luna sampein ya Tan..",
"Makasih ya Lun..
Ayo dimakan lun..",
"Makasih Tante, udah ditraktir..",
"Sama-sama..",
Ditengah-tengah menikmati makan siangnya. Tiba-tiba Aira teringat akan sesuatu. Buru-buru dia langsung membuka ponselnya dan menunjukkan pada Luna.
"Lun.., kamu tau laki-laki ini?", tanyanya menunjukkan pemuda tampan yang berfoto dengan Mine.
"Maaf Tan, coba Luna liat..",
Untuk memastikan Luna mengambil ponsel Aira dari tangannya.
"Ini ya Tan.., kayak pernah liat..",ucapnya lagi.
"Dia siapa? ",
"Oh..,iya.., Luna inget.., ini temannya kak Nathan.., namanya mik atau max gitu loh Tan. Luna lupa. Iya.., bener..waktu itu pernah jalan sama kak Nathan..",
"Oh.., gitu ya..",
"Apa karena ini ya Tan? kak Nathan jadi menghindar dari Tante. Mungkin kak Nathan merasa bersalah sama Tante sekeluarga karena udah ngenalin Mine sama temennya..",
"Iya sih.., bisa jadi Lun..",
"Tante yang sabar ya Tan..",
"Tante sih sabar, tapi kasian anak Tante..",
"Kasian kak Javas ya Tan..",
"Dia sampe sakit mikirin ini Lun..",
"Semoga kak Javas cepet sembuh Tan..",
"Makasih lun..",
"Oh iya..terus Tante dapat foto itu dari siapa?",
"Dari hapenya Javas, waktu dia tidur. Ada nomor asing yang kirim foto ini ke dia.., nggak tau siapa.., apa mungkin rekayasa ya Lun..",
"Kalo diliat-liat sih, ini foto asli Tante..",
"Yah..,mungkin udah nggak jodohnya kali ya. Tapi, apa iya harus seperti ini caranya..",
"Luna janji Tante.., nanti kalo kak Nathan udah balas chatnya, Luna sampein pesen Tante..",
"Makasih ya anak cantik..",
"Sama-sama Tante.., yuk makan lagi. Tante yang sabar..", ucap Luna menenangkan dengan mengelus punggung Aira.
__ADS_1