Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Belum Selesai..


__ADS_3

Keinginan Kinara sepertinya sudah diketahui oleh Mommy. Tidak perlu dijelaskan siapa yang memberi tahu. Sudah pasti jawabannya. Daddy.


Bagaimana reaksi Mommy? Sepertinya beliau tersinggung. Hmmmm, entah apa tepatnya. Tapi, Mommy sampai malas berbicara dengan Kinara.


"Mom..., Kina bantuin apa?",


"Nggak usah.., udah ada bibik..",


Hati Kina nyeri. Dia sadar, jika ibu mertuanya seperti marah kepadanya. Tidak perlu menerka, karena Kinara tahu penyebabnya. Biasanya mommy akan senang jika memasak dibantu oleh menantunya. Tapi, kali ini tidak.


Kinara memendamnya, tidak perlu berbicara atau mengadu pada suaminya. Kinara sadar, ini salahnya. Tapi, bukankah itu hal yang sangat wajar jika seorang istri mengungkapkan keinginannya kepada suaminya? Dia rasa begitu.


Makan malam terasa sangat berbeda kali ini karena kedatangan Sharen dan suaminya. Mereka memang sesekali diundang atau datang sendiri untuk berkunjung ke rumah orang tuanya.


"Banyak banget makanannya mom...,


ini pasti yang masak mommy sama Kina kan? Hmmm..pasti enak...",


"Nggak.., mommy masak dibantuin Maid..", jawab mommy ketus.


Sharen tahu jika ada sesuatu yang tidak beres. Dia hanya memandang ke arah Daddy yang membalasnya dengan pejaman mata. Ke arah Kina yang langsung menunduk, serta Javas yang langsung bertatapan dengan matanya.


Ya, sudah dipastikan ada perselisihan diantara menantu dan mertua.


Sharen akhirnya memilih untuk fokus pada makanan. Tidak ingin berbicara atau berkomentar kembali. Takut jika omongannya akan menjadi suasana yang tidak enak.


"Zee udah tidur ya Na..",


"Udah mbak..,


kayaknya capek mbak, seharian main...",


"Na.., kakak udah tau masalahnya...", ucap Sharen ketika dia mendapati adik iparnya yang menyendiri. Yang lainnya, asyik menyiapkan barbeque di halaman belakang.


"Iya mbak, Kina salah..",


"Javas itu paling deket sama Mommy. Suami kamu itu anak kesayangannya Mommy, dibandingkan aku sama Jaz...",


"Kina nggak bermaksud memisahkan antara ibu sama anak kok mbak. Kalo aja jadi kayak gini, mending Kina pendem aja kemarin..",


"Mommy nggak bakalan ngebiarin Javas keluar dari rumah ini. Kamu tau itu kan?",


"Tau mbak..",


"Kakak nggak nyalahin kamu kok..mungkin mommy aja yang butuh waktu..",


"Kina bingung cara minta maaf ke mommy..",

__ADS_1


"Nggak usah, biarin aja dulu ya..,


Mommy emang gitu.., nanti juga baikan sendiri..",


"Mbak mau bantu Kina..?",


"Bukannya nggak mau, tapi kakak juga udah punya masalah sendiri. Kamu nggak liat? tadi muka suami kakak ditekuk kayak gitu? Kita juga lagi ada masalah Na.., tapi kakak juga nggak mau nunjukkin di depan Mom atau Dad..",


"Semoga masalahnya cepet selesai ya mbak..",


"Iya.., sama kayak kamu..


udah santai aja.., nggak apa-apa. Reaksi mommy itu wajar kok..",


Kinara mengangguk.


Kinara mengalah, dia bahkan rela untuk tidak bergabung dengan yang lainnya. Demi, mommy agar moodnya tidak berubah karena kehadiran dirinya.


Bagaimana dengan Javas? dia tetap bersikap biasa. Saat ini, dia sedang membantu adiknya untuk membakar daging. Malam ini, keluarga besar Rendra Perdana sedang makan besar. Padahal, tidak sedang ada perayaan.


"Mommy udah tau ya Dad..?",


"Udah...",


"Kenapa Daddy bilang..?",


"Dad kan udah bilang, nanti Dad kasih solusi. Jadi, mau nggak mau Daddy harus ngasih tau Mommy..",


"Tenang Son, itu nggak akan berlangsung lama. Besok.., Dad sama Mom, mau staycation berdua. Pulang kembali kerumah, Dad pastikan, masalah ini selesai dengan solusi yang Daddy miliki..",


"Dad mau ngerayu Mom..?",


"Nggak usah di rayu pun, Mommy kamu udah pasti tergila-gila sama Dad..",


"Javas serius Dad..",


"Daddy juga serius.


Mom cuma butuh waktu berdua, waktu untuk ngobrol sama Dad...",


"Cuma itu..?",


"Iya..


tapi kamu siap-siap aja punya adik ya..",


"Astaga.., Dad sama Mom udah tua..",

__ADS_1


"Mommy belum menopause Vas.., itu artinya masih produktif. Dad sama Mom masih aktif melakukannya.., ada yang salah? ",


"Javas sama Kina lagi planing anak kedua, terus Daddy mau planing anak keempat? Amazing sekali...",


"Siap-siap aja ya..", tepuk Daddy pada pundaknya.


Javas masuk ke dalam kamarnya. Hal yang pertama dia dapati adalah sang istri yang langsung berhambur ke dalam pelukannya. Sepersekian detik, istrinya menangis.


"Kenapa?


karena sikap mommy?",


Kinara mengangguk.


"Nggak apa-apa..


maafin mas udah cerita sama Daddy ya..",


"Udah terlanjur, diapain lagi..",


"Tadi ngobrol sama kak Sha..?


dia ngomong apa..?",


"Nggak ngomong apa-apa mas..",


"Nggak mojokin kamu kan..?",


Kinara menggeleng.


"Beneran nggak? kalo iya.., bilang. Nanti biar mas yang ngomong sama dia..",


"Nggak mas..beneran...",


"Ya udah..


tenang aja ya.., nanti kalo marahnya Mommy udah reda. Mas ngomong sama mom..",


"Nggak usah mas.., nanti mommy tersinggung lagi..",


"Nggak apa-apa..


mas tau caranya kok..


tidur yuk..?",


"Belum ngantuk mas..",

__ADS_1


"Minum dulu.., biar kamu tenang...",


Kinara mengangguk. Javas lantas mengambilkan segelas air putih untuk diminum oleh istrinya.


__ADS_2