Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Petunjuk


__ADS_3

Tidak seperti pemeriksaan sebelumnya yang diliputi rasa bingung, sedih, bahagia, sekaligus surprise. Kali ini, Sharen sangat antusias melihat janinnya dari layar USG. Begitupun dengan Oma dan Jaz yang bahagia bisa melihat anak yang dikandung oleh Sharen. Janin itu berkembang sesuai usianya, juga dinyatakan sehat oleh dokter.


"Tangannya mana? kepalanya mana kak? kok aneh? nggak ada wajahnya juga? itu kayak slime yang biasa Jaz sama Zee mainin...",


"Kan emang adeknya belum gede Jaz.., dulu kamu juga gitu...",


"Masih lama ya mom lahirnya..?",


"Masih.., 8 bulan lagi...",


"Berarti adeknya Zee duluan yang lahir..?",


"Iya..adeknya Zee, baru anaknya kak Sharen...",


"Zee aja punya adek, Jaz kok nggak mom..?",


"Tanya tuh sama Daddy...",


Daddy langsung protes mendengar mommy yang melempar obrolan.


"Yang nggak mau kamu punya adek itu mommy, Kak Javas, sama kak Sharen, tuh salahin aja mereka..",


"Kenapa emangnya nggak mau..?", tanya Jaz.


"Mommy udah tua.., masa iya punya anak lagi..",


"Tapi mommy masih cantik...", oceh Jaz yang membuat mommy tersenyum sumringah.


"Iya dong, anaknya aja ganteng kayak gini. kalo nggak cantik mana Daddy mau..",


Sharen dan Oma hanya menjadi pendengar setia obrolan random alias tidak jelas dari Mommy dan Jaz.


"Oke.., jadi janinnya sehat ya..",


"Makasih Dok..,


tapi saya sering mual kalo pagi, tapi nggak sampe muntah..",


"Itu hal yang wajar, nggak apa-apa..",


"Jadi anak saya kuat kan dok..?",


"Dia sehat.., tapi setelah tau riwayat kesehatan anda, jangan melakukan aktivitas yang berat dulu..., tetap cukupkan istirahatnya..",


"Baik dok..,


terima kasih.."


Mereka melanjutkan kegiatan hari ini dengan makan siang bersama. Ini adalah hari kedua dimana mereka ada di Singapore. Esok tadi mereka mengantarkan Oma untuk check up kesehatan. Selesai...mereka bergantian mengantarkan Sharen untuk check up perkembangan baby Sha.


"Dad..mom.., Sha mau jalan-jalan ya..",tanya Sharen saat mereka makan siang bersama.


"Sha.., kan kata dokter harus banyak istirahat..", jawab Mommy.


"Kan kata dokter, baby nya kuat..",


"Kamu kan denger tadi, harus tetep banyak istirahat...",


"Katanya ngajakin Sha kesini biar bisa liburan juga.., kenapa malah disuruh tidur di hotel terus..,ini Sha juga udah nurut buat duduk di kursi roda..


Dad.., boleh ya..", rengeknya pada Daddy.


"Boleh..",


"Asyik...",


"Tapi nggak sekarang..


besok aja..",


"Yah...",


"Besok Queen..,


Daddy anter...",


"Oma juga pengen jalan-jalan Ren...",


"Iya mah...


kita jalan-jalan..tapi besok..


mamah istirahat juga..",


"Jaz juga Dad..",


"Iya Jaz juga..


besok jalan-jalan Jaz..,


mommy juga kan..?",


"Kalo mommy pengennya belanja Dad..",


"Hemmmm.., mommy sih nggak pernah ketinggalan..", ucap Sha.


"Biarin.., orang Daddy janji kok..


iya kan dad..",


"Iya sayang..",


"Alah-alah udah deh..


malah disuruh dengerin orang bucin. Balik hotel yuk..", ajak Sharen.

__ADS_1


"Kenapa? kamu nggak bisa ya Sha..", goda Mommy.


"Iya..libur dulu...",


Daddy menepati janjinya untuk membawa mereka pergi berjalan-jalan. Meskipun sudah sangat sering ke Singapore, tapi moment bersama seperti ini sangat langka. Sayangnya, minus keluarga Javas yang tidak bisa ikut karena pekerjaan. Tapi, beberapa hari kedepan mereka formasinya lengkap. Karena Javas, istri dan anaknya akan menyusul.


Mereka memilih berjalan-jalan menelusuri Orchard road karena kebetulan hotel mereka juga berada di sekitar jalan itu. Bilangnya sih jalan-jalan tapi ujung-ujungnya juga belanja.


"Udah mom..itu aja..?",


"Udah Dad..,


mamah jadi ambil nggak sandal yang tadi..?",


"Jadi Ra..., tapi minta satu nomor yang dibawahnya. Tadi kurang pas di kakinya mamah..",


"Iya mah..Aira mintain ya..",


Daritadi Jaz merengek, minta dibelikan mainan. Sedangkan Sha, sudah daritadi minta untuk pergi ke cafe . Dia haus.


"Jaz beli minum dulu deh.., kakak haus..",


"Nggak mau.., Jaz mau mainan...",


"Beli minuman.., matcha enak deh Jaz..",


"Nggak mau kak.., nggak mau pokoknya. Jaz mau mainan. Titik..!!",


"Sha bentar deh, ngalah dulu..


adiknya lagi tantrum..",


"Pengen minum mommy..",


"Ya udah, kamu ditemenin sama dokter Nisa aja.., biar Oma sama Daddy..",


"Boleh Dad...?",


"Boleh.., tapi inget jalannya nggak usah cepet-cepet. Inget ada bayi di dalam perut...",


"Iya Dad..


Makasih..",


"Yuk dok..",


Dokter Nisa adalah dokter muda yang biasa mendampingi Oma. Bukan sembarang dokter, tapi dokter Nisa adalah calon istri dari Ray. Jadi, selain dokter Nisa bekerja untuk menjaga calon Omanya.


"Mbak Sharen pengen minum?",


"Iya..pengen yang manis-manis..",


Semalam, Nathan datang ke rumah sakit untuk menemani Mamanya. Nasib, Papanya masih bersikap keras kepadanya. Papa Aldo bahkan sampai menghindar, memilih untuk bermalam di rumah. Nathan bergantian menemani Mamanya di Rumah Sakit.


ini ada sarapan sekaligus obatnya...",


"Terima kasih sus...",


Nathan menghampiri Mamanya bermaksud untuk membantunya sarapan.


"Mah.., ini makanan apa sih, baunya kayak gini banget...",


"Kenapa Nath..?",


"Nathan pengen muntah Mah..",


"Itu ikan laut..",


"Baunya Mah...",


Nathan yang berniat menyuapi Mamanya, mendadak mengurungkan niatnya. Dia justru menuju ke kamar mandi.


Huekkkk...hueekkkk..


Nathan muntah.


Papa Aldo masuk, penampilannya terlihat sangat segar. Ini, karena semalam beliau tidur cukup di rumah.


"Kenapa anak kamu..?",


"Anak kita berdua Al...",


"Kenapa Nathan..?",


"Muntah..",


"Baru semalam jagain Mamanya aja masuk angin..",


"Bukan masuk angin Pah, itu morning sickness, kayaknya Nathan yang ngidam..",


"Emang gitu..?",


"Iya..


Sharen mamah tanya juga biasa aja.., paling mual. Tapi nggak sampe kayak gitu..",


Mama Farah berhenti membahas kehamilan Sharen saat putranya keluar.


"Mah.., Nathan pulang ya.


Perutnya nggak bisa diajak kompromi.. kayaknya Nathan masuk angin..",


"Ya udah.., hati-hati kalo gitu...",


Nathan kembali menutup hidungnya setelah menghirup aroma parfum dari tubuh Papahnya. Tapi, Nathan tidak berkomentar tentang itu. Takut Papahnya akan bertambah marah kepadanya.

__ADS_1


Nathan tetap mencari tahu keberadaan istrinya, namun hingga saat ini dia belum mempunyai petunjuk satupun.


Setelah membersihkan badannya, Nathan menuju ke Cafe miliknya untuk mengecek pekerjaan disana. Baru setengah jam berada disana, Tama meneleponnya.


"Dimana? Apartement atau rumah..?",


"Di Cafe..",


"Oke..aku kesana..",


"Hmmmm...",


Hati Nathan sebenarnya gelisah, karena hingga saat ini dia tidak bisa menemukan keberadaan istrinya.


"Kucel amat lu...",


"Enak aja.. ini udah mandi..",


"Nggak ganteng kayak biasanya..


kenapa? nyesel ya istri lu pergi..",


"Pasti..


tapi gimana?udah kejadian juga. Gue emang bodoh kan..",


"Hahaha.., itu tau..",


"Kalo kesini cuma mau ngeledek aja, mending lu balik kerja sana..",


"Lah, gue kesini juga dalam rangka kerja.


Tuh, periksa terus tanda tangani..", Tama melemparkan berkas ke meja yang ada di depan Nathan.


"Apa ini..?",


"Laporan bulanan.., tinggal lu yang belum tanda tangan..,


Javas, om Rendra, Om Revan, Kai, Rai, dan lain-lain udah...",


"Gue masih dianggap di Prime? ",


"Masihlah.., tanda tangan lu masih berharga disana. Setidaknya sebelum Sharen naruh surat gugatan ke pengadilan Agama..",


"Sialan..


Lu doain Sharen gugat cerai gua..?",


"Bukan ngedoain..


kali aja....",


"Sampai kapanpun gue nggak mau ngelepasin dia...",


"Kemarin-kemarin ot@k lu dimana Nath..? dimakan kucing? ",


"Gue nggak tau Tam..


nyesel rasanya..andai waktu bisa diulang..",


"Makanya..


apa-apa dipikir dulu...",


"Hemmm iya tau..


bantu lah Tam.., tanyain Javas. Sharen ada dimana? istri gue dimana Tam..?",


"Ogah..,


tanya aja sendiri..",


"Udah.., malah gue ditinju sama dia..",


"Ya bagus deh, pantes itu.


Makanya cari tau sendiri aja..",


"Gunanya temen buat apa sih Tam..?",


"Ya buat ngetawain kegoblok@n lu lah, apalagi..",


"Gila lu..",


"Kalo nggak gila, mana mungkin bisa jadi temen lu.., kita kan sama-sama gila..",


Membujuk Tama untuk membantunya, sepertinya bukan ide yang tepat. Karena percuma, Tama juga sepertinya tidak ingin memberitahukan kepadanya.


Nathan memainkan ponselnya. Berharap mendapatkan sebuah petunjuk disana. Tapi, juga sepertinya percuma. Orang tau, kedua adiknya, adik iparnya sudah memblok nomornya, sosmedpun sama. Tidak kurang akal, Nathan sampai membuat fake akun agar bisa memantau akun sosmed mereka. Tapi, IG Sharen juga tidak melakukan aktivitas apapun, begitu juga dengan yang lainnya. Sepertinya mereka kompak.


Lelah dan akhirnya Nathan menyerah. Iseng melihat status IG teman-temannya. Dan..., Nathan mendapatkan sebuah petunjuk disana.



Salah satu teman lamanya, membuat story yang memperlihatkan usahanya dan tanpa sengaja memperlihatkan seorang wanita yang sedang berkunjung disana.


"Sayang.., itu kamu kan? itu Kamu Sha..?"


Kamu di Singapore...?", tanyanya bermonolog.


"Kenapa kamu pucet Sha.., kamu sakit sayang?",


Nathan buru-buru pergi dari Cafenya.


"Tunggu mas sayang...",

__ADS_1


__ADS_2